Kamis, 28 September 2017

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso mengadakan Tasyakuran dan Orasi Sejarah Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin.

Kegiatan di Aula PCNU Bondowoso Jalan Agus Salim No 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (18/11) siang tersebut diikuti pengurus NU, lembaga, banom dan MWCNU serta ranting se-Kabupaten Bondowoso.

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni dalam sambutannya mengatakan Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin ini diberi gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Penghargaan pahlawan inilah yang diberikan kepada Almarhum Kiai Asad atas dasar undang-undang Nomor 20 tahun 2009 tentang gelar tanda ke hormatan yang dijadikan sebagai landasan hukum," jelas Amin.

Lanjut amin, Jadi, ini bukan sebagai penghormatan secara adat, tapi ini merupakan anugerah kenegaraan. Presiden Jokowi ini memberikannya atas nama negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Negara secara resmi memberikan pengakuan dan sekaligus penghargaan dan penghormatan kepada Kiai Asad sebagai pahlawan," tegas bupati.

Sementara itu, PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan almaghfurlah Kiai As’ad, adalah pejuang Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan sehingga berhak dan layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Ia menerangkan, gelar Buat kiai Asad, bukan karena ia menanta NU, tapi menata kebangsaan. Namun berkaitan. Jasa yang paling fenomenal adalah mengumpulkan para ulama yang kemudian disebut Munas Nahdlatul Ulama tahun 1983.

Ia menambahkan, Kiai As’ad dibantu dengan kiai lain, mampu membawa NU menjadi organisasi pertama menerima Pancasil pada saat ormas-ormas Islam tidak mau dengan falsafah tersebut.

KH Abdul Qodir berharap dengan tasyakuran tersebut warga NU bisa meneladani perjuangan Kiai As’ad dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara.

Acara tersebut diawali dengan tawasul untuk pendiri bangsa Indonesia dan dilanjutkan dengan tahlil bersama untuk pendiri NU.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bondowoso H Salwa Arifin, Rais Syuriah KH Asyari? Phasa beserta jajarannya, serta pengurus lain, dan Kodim 0822 Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah