Kegembiraan dalam menyambut idul fitri bukanlah sebuah kesalahan. Sebab demikianlah runutan sejarahnya sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah saw:
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Imam Abu dawud menerangkan dari hadits sahabat Anas berkata: pada suatu waktu Nabi datang di Madinah, di sana penduduk Madinah sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu nabi bertanya “hari apakah ini (mengapa penduduk Madinah bersuka ria?)” mereka menjawab ”dulu semasa zaman jahiliyah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria”. Kemudian Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Allah swt telah mengganti dalam Islam dua hari yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (idul adhha) dan hari raya fitri (idul fitri).
| Anjuran Bergembira di Hari Raya (Sumber Gambar : Nu Online) |
Anjuran Bergembira di Hari Raya
Hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah tidak melarang kegembiraan dan bersuka ria dalam kehidupan ini selama tidak berlebihan. Sebagaimana Rasulullah saw tidak memerintahkan untuk mengisi dua hari raya tersebut dengan bersuka ria. Artinya merasa senang dengan kehadiran hari raya bukanlah sesuatu yang terlarang dalam Islam, bahkan dianjurkan asalakan kegembiraan itu berlandaskan pada rasa syukur atas segala nikmat Allah swt.Oleh karena itulah hari raya idul fitri merupakan perayaan rasa syukur umat Islam karena telah kembali berbuka setelah menyelesaikan tugas berat selama bulan Ramadhan yaitu berpuasa menahan segala nafsu dan juga hal-hal yang membataslkan puasa. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Aisyah:
? ? ? ? ? ? ? ?
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Hari fitri adalah hari orang-orang muslim berbuka, sedangkan hari adha adalah hari mereka menyembelih kurban.(red. Ulil H)
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah