Sabtu, 13 Januari 2018

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Warga NU desa Slaranglor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, sedang menghadapi panen raya padi. Bagi para petani, ini adalah musim berkah untuk petani tersendiri, karenanya mereka pun siap mengeluarkan zakat maal yang telah disyariatkan dalam Islam.

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat

Di desa tersebut merupakan desa yang paling komplet pengurus NU-nya sampai ke badan otonom dan semua badan otonom berjalan sesuai dengan roda organisasi masing-masing. Jika kondisi itu dibandingkan dengan desa-desa di Kecamatan Dukuhwaru, sehingga pada musim panen ini Pengurus ranting (PR) NU desa Slaranglor sengaja menjalankan programnya mengumpulkan zakat mal hasil pertanian.

Ketua Panitia Zakat maal H Syamsudin menjelaskan, pembayaran zakat bisa dilakukan secara langsung dari muzakki kepada mustahik, akan tetapi lebih afdhol atau memiliki nilai tambah jika dibayarkan melalui Lembaga Amil Zakat atau panitia pengumpul zakat. Dengan membayar zakat melalui lembaga, maka pengelolaan uang akan lebih baik, dari aspek pengumpulan sampai dengan pendistribusiannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengelolaan zakat melalui lembaga mempertimbangkan aspek akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas serta bisa dilihat sejauh mana pertanggung jawabannya,” kata H Syamsudin ketika ditemui dikediamanya, Kamis  (7/3).

Bagi Slaranglor ini bukan pertama kalinya karena tahun-tahun sebelumnya sudah ada pembentukan panitia dan berjalan hasilnya, alhamdulillah para foqoro dan masakin , bisa mendapatkan haknya dari orang-orang yang semestinya bisa mengeluarkanya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pengalamannya, pengelolaan zakat secara tradisional kurang memberi manfaat jangka panjang untuk mengentaskan mustahik menjadi muzakki. Pola yang umum adalah pembentukan panitia zakat ad hoc saat bulan Ramadhan yang mengumpulkan zakat fitrah maupun zakat maal. Zakat tersebut langsung dibagi habis dan setelah Idul Fitri, panitia dibubarkan. Pola yang sama berulang dari tahun ke tahun.

Dana yang diterima masyarakat akhirnya digunakan untuk kepentingan yang sifatnya konsumtif selama lebaran sehingga habis dalam waktu sekejap dan tidak bisa memberdayakan.

“Nah ke depan Dengan adanya lembaga yang lebih bagus , maka dimungkinkan adanya perencanaan dan pendistribusian zakat secara lebih beragam, ada yang dibagikan langsung untuk kepentingan mendesak, tetapi ada juga yang berorientasi jangka panjang seperti beasiswa atau modal kerja,” harapnya 

Di tempat terpisah Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Slaranglor Abdul Kholil mengharap agar panitia yang sudah terbentuk bisa bekerja dengan maksimal. “Walaupun kami tahu persis bagaimana menyadarkan warga begitu sulit, ini bisa terbukti dari sekian banyak muzzaki yang tercatat oleh panitia yang baru sadar betul dan memberikan zakat belum sepenuhnya. “ jelasnya 

Untuk itu besar harapan, masyarakat harus percaya dan ikhlas, bahwa ada hak orang lain dalam harta yang dimiliki . “Yakin dan percayalah Insya Allah tidak akan habis harta anda , malah semakain bertambah. “ imbaunya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU menggelar Pelatihan dan Lokakarya Media Kreatif bagi para kader NU dari 13 daerah rawan konflik.

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Kegiatan yang berlangsung 13-16 Agustus 2017 ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan Lakpesdam PBNU di bidang inklusi sosial di sejumlah daerah dengan penduduk minoritas yang rentan terdiskriminasi.

Peserta lokakarya tersebut antara lain datang dari Aceh, Cimahi, Indramayu, Kuningan, Cilacap, Sampit, Tasikmalaya, Jepara, Sampang, Jember, Bulukumba, Mataram, dan Bima.

Selama lokakarya berlangsung, para utusan cabang Lakpesdam NU itu mendapatkan materi seputar tantangan media digital, teknik fotografi publikasi, pengelolaan media sosial, dan pengembangan pusat pembelajaran berbasis komunitas.

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU Ahmad Suaedi menjelaskan, pihaknya berkomitmen pada lebih dari sekadar gerakan karitatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita inginnya Lakpesdam bergerakan transformatif, memiliki agenda perubahan yang jelas baik di tingkat layanan, rekognisi sosial, dan kebijakan," katanya.

Lokakarya yang digelar selama empat hari ini berlangsung di Jambuluwuk Puncak Resort & Convention Hall Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Lakpesdam PBNU dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Hadits, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Umat Islam di Indonesia sebagaimana umat Islam di tempat lain memiliki karakternya tersendiri. Bahkan muslim di Tanah Air memiliki keistimewaan sebab menjadi terbesar meski disebarkan tak sezaman dengan Rasulullah ataupun para sahabatnya.

“Kita harus bersyukur menjadi orang Islam dan orang Indonesia karena berdasarkan hadits Nabi,” kata KH Zainul Arifin, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kepanjen, Malang, Jawa Timur, pada acara perayaan Maulid Nabi Muhammad, Rabu (23/12).

Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia

Kiai Zainul melanjutkan, Nabi pernah bersabda bahwa orang yang paling baik adalah orang yang tidak pernah hidup sezaman dengan dirinya tetapi tetap beriman. Begitulah kondisi umat Islam di Indonesia. “Islam Indonesia tidak disebarkan oleh Nabi atau sahabat, melainkan Wali Songo, tapi kita adalah umat Islam terbanyak,” paparnya di hadapan para jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena itu, sebagai wujud syukur tersebut Kiai Zainul berharap agar agama Islam ini menjadi jiwa bagi pada setiap diri individu. Menurutnya, Islam harus menjadi mental umat Islam Indonesia. Karena pada masa sekarang kekuatan mental itu sangat dibutuhkan.

“Kalau Islam tidak bisa menjadi mental umatnya, akhirnya kita ini sebagai umat Islam masih saja mau menukar agama dengan uang,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini diselenggarakan oleh MWCNU Kecamatan Kepanjen bekerja sama dengan Takmir Masjid Baiturrohman di kecamatan setempat. Acara ini dimulai dengan pembacaan Istighotsah, Asma Badar dan Asma’ Uhud serta Maulid Diba’. Kiai Zainul memimpin langsung pembacaan Maulid Diba’ dengan diiring lantunan rebana oleh Jam’iyyah Shalawat Remas Masjid Baiturrohman. Turut hadir dalam acara ini para ulama setempat dan Kiai Muzani, sesepuh NU Kabupaten Malang. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Bisa dihitung jari anak muda yang menggemari seni budaya, khususnya wayang. Satu di antaranya adalah Dandy Asghor Dawudi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Selain berselera melahap buku-buku pewayangan, Dandy –sapaan akrabnya, juga memiliki keahlian membuat wayang.

Ketertarikan Dandy terhadap wayang sejak tahun 2014 lalu ketika dia masih duduk di bangku STM (Sekolah Teknik Menengah). Dan jauh sebelum itu, pemuda kelahiran 24 Juni 1998 itu pernah menjadi anggota seni rakyat jaranan Raden Anom Dusun Bumiarjo Desa Gudo Jombang selama dua tahun.?

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Dandy mulai gemar membaca referensi buku-buku budaya Jawa dan sejenisnya hingga ia menemukan ketertarikan pada pewayangan. Wayang, menurut Dandy merupakan simbol-simbol budaya yang sastrawi dan sarat dengan nilai-nilai filosofis.

Wayang sendiri, ungkapnya, adalah ajaran. “Mulai dari agama, politik semua ada di wayang. Tata negara sampai tasawuf itu ada di wayang. Wayang itu cermin kehidupan, kehidupan kompleks ada di wayang.”

Dandy melanjutkan, dalam wayang semua itu menyatu. Sekarang ini ketika bicara tentang politik dipisahkan dengan nilai ketuhanan atau tanpa menyentuh Tuhan. Kalau dalam pewayangan ada Satrio pinandito sinisian wahyu. Maksudnya, seseorang berjuang (berpolitik) tidak karena kepentingan tertentu, tapi menjalankan tugas sebagai kholifah. Setiap langkahnya ada pertimbangan dengan Dewa (Tuhan). Ada keseimbangan spiritual dunia dan akhirat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau sekarang ini urusan politik ya untuk macul (demi kepentingan atau keuntungan, red) saja. Demi kekuasaan dan kepentingan belaka. Urusan dunia dan akhirat dipisahkan,” selorohnya.

Wayang juga, lanjut laki-laki bermata sipit ini, menjadi refleksi dalam kehidupan. Wayang sebenarnya simbol-simbol. Misalnya Arjuna itu simbol asmara. Arjuna kalau membunuh musuhnya, tidak pernah menusuk musuhnya. Butho melawan Arjuna pasti butho mati tertusuk kerisnya sendiri. Arjuna melawan angkara murka itu dengan cinta. “Sayangnya, sekarang wayang dianggap sekadar cerita, remeh dan tidak relevan dengan kehidupan sekarang ini,” tuturnya.

Wayang juga membawa Dandy memahami kearifan Wali Songo dalam membawa ajaran Islam di tanah Jawa, “Kata orang Jawa, Islam masuk ke Jawa itu artinya orang Jawa pulang pada dirinya sendiri. Orang Jawa sebelum masuknya Hindu dan Budha, sudah menemukan Tuhannya sendiri, bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan, dan mereka memeluk kepercayaan Kapitayan. Wali Songo masuknya lewat aliran kepercayaan tersebut. Jadi, istilahnya bukan shalat, tapi sembahyang, itu adalah sembah hyang atau menyembah Tuhan. Tempat ibadah orang Jawa namanya sanggar pamujan, menjadi langgar, langgar yang kuno pasti ada bulatan kosong. Itu warisan dari Kapitayan,“ papar Dandy.

Sayangnya, sesal Dandy, saat ini budaya, termasuk wayang, fungsinya lebih banyak untuk kepentingan komersial. “Kalau di Jawa itu, ada keris, ada pedang, ada pacul. Keris itu integritas, inti ajaran, inti, watak, karakter. Kalau pedang itu kekuasaan dan politik. Kalau pacul itu alat mencari uang. Akan tetapi, saat ini keris juga difungsikan sebagai pacul, segala sesuatu dikomersilkan,” ungkapnya.

Selain mendalami pewayangan, Dandy juga memiliki keahlian membuat wayang. Keahliannya itu bermula ketika dia melihat salah satu tayangan di TV di mana ada salah seorang perajin wayang yang memanfaatkan kertas duplek untuk membuat wayang. Kertas duplek itu pengganti kulit yang tentu saja mahal harganya. Dandy yang tertarik wayang mulai mengikuti jejak dengan mulai menggambar atau membuat sketsanya. Tidak mudah membuat sketsa wayang, “Ngepaskan pas ndingkluknya (nunduknya, red) agak susah. Dan ketika membuat biasanya butuh ketenangan batin. Awalnya memang tidak bisa, mblendot-mblendot, lama-kelamaan menjadi bagus,” akunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk bahan membuat wayang, Dandy membutuhkan kertas duplek, lem, tatak untuk nyungging yang terbuat dari paku dudur yang direnda. “Selama ini yang paling susah nyeketsanya,” katanya. Proses awalnya, kertas duplek disket dulu, lalu disatukan, trus disungging, dicari gapit, tangan dikasih sendi-sendi, kemudian jadi. “Kadang prosesnya butuh dua jam selesai, kadang bisa berhari-hari kalau lagi tidak tenang,” selorohnya sambil tertawa.

Dandy selama ini membuat wayang secara otodidak karena tidak ada komunitas yang bisa diikuti di Gudo. Sampai sekarang Dandy sudah membuat sekitar 20 wayang plus 3 gunungan. Dengan tokoh yang berbeda-beda, seperti Semar, Arjuna, Bratasena, Dewa Amral, Gatutkaca,dan lain sebagainya. (Robiah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Nusantara, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Mirip Khomer

Saya pernah sowan kepada seorang kiai sepuh, di pesantrennya yang dihuni puluhan santri. Ia terkenal sebagai kiai yang rajin ngaji ke mana-mana, ke pelosok kampung dengan sepeda motor tuanya. Pengajiannya selalu ramai, karena ia suka melempar guyon-guyon segar. 

“Kiai, mengapa kiai tidak bikin proposal untuk membangun pesantren?” saya memberanikan diri bertanya.

Pemerintah Mirip Khomer (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Mirip Khomer (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Mirip Khomer

“Proposal ke mana?” respon kiai dengan pertanyaan.

"Yaa..mungkin ke pemerintah,” kata saya hati-hati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terima kasih atas sarannya, Kang. Tapi, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada pemerintah, sampai hari ini, saya dan pengurus pesantren, berusaha tidak nyari bantuan ke pemerintah,” jelas kiai dengan kalem.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kenapa, Kiai?” tanya saya.

“Bagi saya, pemerintah itu kaya khomer, nyandu dan madorotnya lebih banyak daripada faedahnya. Tapi silakan saja teman-teman yang bilang pemerintah kaya teh manis, bikin hangat dan enak. Tapi ojo kakean gulone, ndak kencing manis (tapi jangan kebanyakan gulanya, nanti kena kencing manis).” (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten di Cirebon, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar diklat serupa untuk kawasan Jawa Tengah di Wonosobo, 31 Mei-2 Juni 2013.

Sebagai koordinator penyelenggara, Pengurus Cabang NU (PCNU) memusatkan kegiatan tersebut di Vila Oemah Duwur, Kecamatan Mojo Tengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Tak kurang dari 50 peserta dari utusan PCNU se-Jateng dan Majelis Wakil Cabang NU se-Wonosobo aktif mengikuti diklat ini.

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Secara resmi acara dibuka Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, Jumat (31/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shidiq, Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksum mendorong, diklat yang berlangsung selama tiga hari itu akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, diklat muharrik masjid merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masjid setelah rapat pimpinan digelar di 16 wilayah dan 50 cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujarnya.

Diklat Muharrik Masjid bekerja sama dengan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU dan didukung PT Sinde Budi Sentosa. Rencananya, acara serupa akan diadakan di beberapa wilayah lainnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. La Via Campesina (LVC), organisasi gerakan petani dunia akan mengakhiri kongres ke-6 yang diselenggarakan sejak 9 Juni kemarin di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini di Jakarta. LVC telah membuat keputusan penting mengenai strategi ke depan, anggota baru, koordinator baru dan masalah internal penting lainnya.

Koordinator global LVC yang juga ketua umum Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, sekretariat operasional internasional yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir, saat ini akan pindah ke Afrika, tepatnya Zimbabwe. 

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

"Kami akan menyerahkan  tongkat estafet ke Afrika tahun ini. Afrika adalah benua yang sangat penting karena perusahaan transnasional menaruh perhatian disana,” kata Hendri Saragih dalam konferensi pers di arena kongres, Rabu (12/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka merampas tanah di sana dan memaksakan model revolusi hijau dengan GMO. Kami di Asia telah mengetahui  kegagalan revolusi hijau di sini. Kami memperluas dan memperbesar solidaritas dan persatuan dengan gerakan tani Afrika untuk menghentikan rekolonialisasi ini dan memilih jalur pembangunan yang benar-benar akan menguntungkan bagi masyarakat dan petani, " kata Henry.

Kongres LVC merupakan agenda rutin 4 tahunan yang dihadiri organisasi-organisasi petani dari 76 negara. Pada kongres di Jakarta kali ini LVC mengesahkan 33 anggota baru yang berarti terhitung sebanyak 183 negara telah bergabung bersama dengan anggota negara baru lainnya seperti Palestina dan Taiwan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Elizabeth Mpofu, dari organisasi petani Zimbabwe yang akan mulai menjadi tuan rumah Sekretariat internasional LVC tahun depan menyatakan, pada tahun-tahun mendatang pihaknya akan terus meningkatkan diskusi mendalam dan komitmen kembali yang lebih intensif berkenaan dengan semua masalah kunci yang telah diputuskan selama konferensi global yang terakhir di Maputo, Mozambik. 

Rencana aksi utama akan dipublikasikan pada tanggal 13 Juni, namun Mpofu mengisyaratkan bahwa akan ada penekanan pada penguatan kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, memberikan lebih banyak ruang untuk para pemuda, dan juga mempromosikan agenda yang positif melalui kampanye benih global.

Dikatakannya, pada Deklarasi Maputo, LVC telah mencantumkan isu-isu penting seperti membangun gerakan kedaulatan pangan global dengan para aliansi, mendorong Deklarasi PBB mengenai Hak Asasi Petani, menentang perdagangan bebas dan perusahaan-perusahaan transnasional, mempromosikan reforma agraria dan mengatasi dampak perubahan iklim antara satu sama lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Sejarah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah