Senin, 02 Oktober 2017

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor Subang mengadakan rapat koordinasi bersama sejumlah Pimpinan Anak Cabang Ansor di Subang, Kamis (26/6). Kesempatan silaturahmi di pesantren Al-Ishlah, Jatireja, Compreng, Subang, ini digunakan untuk menampung masukan hadirin perihal kaderisasi GP Ansor di Subang.

Ratusan hadirin ini juga membahas agenda terdekat dalam rangka mengadakan kegiatan di bulan Ramadhan.

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

"Minimal kita bicara konsep kaderisasi. Agar ke depan, penguatan internal di tiap kepengurusan GP Ansor bisa dilaksanakan dengan konsep tersebut," kata Ketua GP Ansor Subang Asep kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (26/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam rakor ini Ketua GP Ansor Pagaden Edi Suryadi, Ketua GP Ansor Cipunagara Udin Saefudin, dan pengasuh pesantren Al-Ishlah KH Ushfuri Ansor, serta ratusan kader GP Ansor di tiga kecamatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mudah-mudahan, beberapa hari ke depan, GP Ansor Subang turun ke kecamatan-kecamatan untuk memperkuat sistem kaderisasi di tiap-tiap pengurus ranting," tutup Asep. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Santri, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 01 Oktober 2017

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dinilai sebagai ulama yang tak hanya memiliki pemikiran cemerlang tentang masalah-masalah sosial tapi juga sekaligus menjadi penggerak atas solusi dari persoalan tersebut.

"Kiai Sahal memiliki konsen dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Pesantren menurut beliau merupakan lembaga sekaligus sistem yang harus selalu bergerak," papar Neng Tutik Nurul Jannah, menantu Kiai Sahal yang selama 10 terakhir hidup bersamanya.

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal

Ia menyampaikan hal itu pada forum dialog dalam Pekan Kreativitas Santri Nasional 2016 dengan tema "Fikih Sosial dari Pesantren untuk Bangsa" yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bersama Fikih Sosial Institut (FISI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) di Yogyakarta, Jumat (28/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut peneliti FISI Ipmafa ini, konsentrasi gerakan Kiai Sahal mengarah pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini bisa dilihat dengan hadirnya Pesantren Maslakul Huda, Rumah Sakit Islam Pati, dan Bank Perkreditan Rakyat Artha Huda Pati.

Diskusi yang berlangsung di panggung kecil di salah satu stan pameran ini juga menghadirkan pembicara lain, Jamal Mamur Asmani (Koordinator Departemen Pendidikan dan Kajian PW RMINU Jateng sekaligus peneliti FISI).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamal menambahkan bahwa Kiai Sahal telah melakukan banyak lompatan-lompatan pemikiran pada zamannya. Kitab kuning tetap diposisikan sebagai hal yang relevan sepanjang masa dan tempat. Tidak hanya itu, kitab kuning di tangan Kiai Sahal mampu menjawab tantangan zaman.

Terdapat lima ciri-ciri fikih sosial yang harus terus kita pelajari dan kembangkan di masa yang akan datang. Selain itu, Kiai Sahal adalah orang yang tak mendikotomikan kehidupan dunia dan akhirat, keduanya saling menguatkan. (Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Olahraga, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 30 September 2017

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Terkait penemuan brosur iklan yang merendahkan TKI di Malaysia, Sarbumusi menganjurkan pemerintah Indonesia untuk menilai ulang bentuk kerjasama tenaga kerja dengan pemerintah Malaysia.

“Pemerintah (RI-red) harus merumuskan kembali bentuk kerjasama dengan pemerintah Malaysia terkait ketenagakerjaan,” kata Syaiful Bahri Ansori, ketum Sarbumusi, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah per telepon, Rabu (31/10) pagi.

Menurutnya, kehadiran brosur iklan tersebut patut disesalkan. Peredaran brosur iklan di Malaysia yang merendahkan tenaga kerja Indonesia, berkaitan dengan kurang adanya penegasan nyata hubungan kerjasama dua pemerintah yang bertetangga tersebut.

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi

Syaiful menambahkan, kerjsasama harus menegaskan tenaga kerja Indonesia bukan hanya dinilai sekadar tenaga upahan. Hubungan kerjasama dua pemerintah itu harus menyatakan bahwa nilai kemanusiaan tenaga kerja Indonesia juga harus mendapat penghargaan.

Syaiful atas nama Sarbumusi menyayangkan edaran iklan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa dua pemerintah tersebut masih abai dalam menilai keberadaan tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja umumnya.

Agar tragedi semacam ini tidak terjadi ke depan, pembenahan dari segala sisi harus dimulai. Setidaknya pengusutan secara hukum mesti berlangsung, imbuhnya. Pada saat yang sama, imbauan moral segera digaungkan untuk menanamkan nilai kemanusiaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aspek hukum, politik, moral, dan budaya mesti mewakili suara yang mengangkat nilai kemanusiaan. Dengan demikian, eksploitasi fisik dan perasaan buruh oleh semua pihak yang berkepentingan tidak terulang, tandasnya.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 September 2017

Menghidupkan Toleransi, Membangun Kesejahteraan

Oleh Mushafi Miftah

Beberapa minggu ini publik kembali gaduh, baik di dunia nyata maupun di media sosial akibat aksi intoleran kelompok-kelompok Islam garis keras. Mulai dari aksi bom bunuh diri hingga sweeping atribut perayaan hari Natal. Aksi sweeping terhadap atribut perayaan hari Natal ini berawal dari fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016, tentang menggunakan atribut keagamaan non-Muslim. Dalam fatwa tersebut, MUI menegaskan bahwa hukum menggunakan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram. Tentu saja yang dimaksud dengan atribut keagamaan di sini ialah segala sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu.

Menghidupkan Toleransi, Membangun Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menghidupkan Toleransi, Membangun Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menghidupkan Toleransi, Membangun Kesejahteraan

Secara etimologis Natal berasal bahasa portugis yang berarti "kelahiran". Sedangakan secara terminologis, Natal berati hari raya umat Kristen yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Hari raya Natal ini dirayakan untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Atas dasar inilah perayaan Natal merupakan ekspresi kebahagiaan kaum Nasrani atas kelahiran Yesus. Sehingga, tidaklah berlebihan jika kita memberikan apresiasi terhadap kebahagiaan mereka. Memberikan apresiasi bukan berarti meyakini apa yang mereka yakini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam perspektif sosial, mengucapkan selamat hari Natal kepada orang non-Muslim (Kristen) bukanlah sebuah persoalan. Ucapan tersebut bukan berarti kita memberikan justifikasi terhadap keyakinan mereka yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah putra Tuhan. Tapi sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kita sebagai umat Islam. Bukankah Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (qimah insaniyah). Dengan begitu, tidak ada yang salah jika kita saling mendoakan kepada teman, kerabat non-Muslim yang sedang merayakan kebahagiannya. Perbedaan adalah sebuah kenyataan yang harus disadari. Perbedaan adalah fitrah manusia sejak manusi itu diciptakan. Karena itu, kita semua harus menyadari bahwa perbedaan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan sosial.



Beragama, Haruskah Saling Membenci?


Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beragama berarti mengakui adanya kekuatan Yang Maha Tinggi, yaitu Tuhan (Allah). Pengakuan seringkali diekspresikan melalui ketundukan dengan cara menjalankan apa-apa yang menjadi ajarannya yang maha tinggi. Namun, dalam mengekspresikan keberagamaan ini, manusia tetap memerlukan adanya mediator yang bisa menuntun manusia pada ajaran yang Maha Tinggi tersebut. Mediator di sini tentu saja adalah apa yang kita kenal dengan sebutan Nabi dan Rasul. Sedangkan perasaan tunduk pada yang Maha Tinggi, yang disebut iman, atau itikad, tentu saja akan berdampak pada adanya rasa suka (rughbah), takut (ruhbah), hormat (ta’dzim) dan lain-lain. Kesemuanya itu adalah unsur dasar al-din (agama).

Secara subtansial, al-din (agama) berarti aturan-aturan atau tata-cara hidup manusia yang dipercayainya bersumber dari Yang Maha Kuasa untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Agama lahir di dunia ini dan membentuk suatu syariat (aturan) yang mengatur kehidupan manusia, yang termaktub dalam kitab sucinya masing-masing. Baik agama samawi (yang bersumber dari wahyu ilahi) maupun yang dalam agama ardli (budaya) yang bersumber dari pemikiran manusia. Semua agama-agama, baik samawi maupun ardli, memiliki fungsi dalam kehidupan manusia. Fungsi-fungsi tersebut ialah; pertama, menunjukkan manusia pada kebenaran sejati. Kedua, menunjukkan manusia pada kebahagiaan hakiki dan mengatur manusia dalam kehidupan bersama.

Atas dasar itu semua, maka pemeluk agama-agama yang ada di dunia ini, sejatinya telah memiliki strategi, metode dan teknik pelaksanannya masing-masing, yang sudah barang tentu dan sangat boleh jadi terdapat berbagai perbedaan antara satu dengan lainnya. Karenanya, umat manusia dalam menjalankan agamanya, sang pencipta agama telah berpesan dengan sangat, “Kiranya umat manusia tidak terjebak dalam perpecahan tatkala menjalankan agama masing-masing, apalagi perpecahan itu justru menciptakan motivikasi keagamaan.

Bertolak pada penjelasan di atas, semua agama memiliki tujuan yang sama. Namun, dalam menggapai tujuan tersebut, masing-masing agama memiliki cara yang berbeda-beda. Semua agama menghendaki kehidupan yang ideal, yaitu untuk menciptakan kehidupan manusia yang bermoral dan sejahtera dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks inilah sebuah sikap yang paradoks jika kita menjadikan agama sebagai pemicu terjadinya konflik horizontal. Akidah dan keyakinan kita memang berbeda, tapi setiap kaum beragama memiliki tujuan yang sama yakni menggapai apa itu yang disebut kebahagiaan hakiki.

Dalam beragama, tidaklah dibenarkan adanya aksi saling membenci dan mencaci pada penganut agama lain. Sebab, itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip beragama. Menjadikan agama sebagai alasan untuk membenci orang lain, hemat saya merupakan pemikiran yang tidak produktif. Jauh lebih penting energi kita digunakan untuk membangun kesejahteraan umat dan bangsa Indonesia. Egoisme agama harus kita kesampingkan untuk kepentingan yang lebih maslahat asalkan tidak menggadaikan akidah. Keyakinan biarlah menjadi hak pribadi-pribadi tapi soal kepentingan negara dan bangsa harus menjadi tanggung jawab bersama. Nilai-nilai agama harus menjadi spirit pembangunan sosial ekonomi bangsa ini. Karena hakikatnya agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Tapi juga tata cara hidup dan berinteraksi antar sesama manusia.

Dengan demikian, hanya dengan persatuan dan solidaritas kita bisa mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejahtera aman dan sentosa. Kaitanya dengan Natal, sudah sepatutnya kita saling mengahargai dan menghormati. Kita tidak perlu lagi mempersoalkan ucapan selamat Natal. Sebab ia tidak menyangkut akidah tapi hanya ikut merasakan kebahagiaan sesama manusia. Ucapan selamat Natal hakikatnya meruapakan wujud kepedulian dan solidaritas antarsesama manusia (ukhuwah bashariyah). Soal keyakinan biarlah menjadi otoritas Tuhan. Biarlah dia yang menilai kadar keyakinan atau keimanan kita. Kita tidak perlu mencampuri hak prerogatif Tuhan. Kita tidak perlu menghakimi kafir pada Muslim yang mengucapkan selamat Natal kepada temannya yang sedang merayakan Natal. Wallahu A’lam



Penulis adalah intelektual muda NU Jawa Timur dan dosen tetap IAI Nurul Jadid Paiton
Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pemurnian Aqidah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

Tegal, NU Onlie

Dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan 1438 Hijriyah dan upaya membentuk karakter siswa, SMK Nahdlatul Ulama 01 Slawi Tegal mengadakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan berlangsung mulai Senin (29/5) hingga dua minggu kedepan di Gedung PCNU Kabupaten Tegal.

Kepala SMK NU 01 Slawi, H Ali Saefudin mengatakan, pesantren ramadhan ini merupakan agenda rutin setiap tahun di bulan Ramadhan. Kegiatan pesantren diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI.

"Pesantren Ramadhan ? ini dilaksanakan dengan sistem bergilir, sehingga bagi siswa yang tidak ikut pesantren masih bisa mengikuti pelajaran reguler," katanya.

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

Menurut Ali, kegiatan pesantren ini merupakan suatu kegiatan yang sangat positif untuk dilakukan dalam rangka membentuk karakter islami kepada anak didiknya.?

Selain itu juga untuk meningkatkan akhlakul karimah para siswa. "Pada prinsipnya kegiatan ini sebagai upaya kami untuk membentengi akhlak dan moral anak, agar tidak terpengaruh pada budaya global yang negatif," ujar Ali

Dalam kegiatan pesantren, imbuhnya, setiap harinya diawali dengan tahlil dan istighosah bersama siswa dan guru. Selanjutnya baru diisi dengan sejumlah materi seperti tadarus Al Quran, sejarah islam, khitobah dan fiqih puasa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Selain diisi oleh guru setempat, Pesantren Ramadhan juga menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono dan KH Lutful Hakim," pungkasnya.

Kegiatan Pesantren Ramadhan SMK NU 01 Slawi akan berlangsung hingga 10 Juni 2017 mendatang. (Hasan / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sunnah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jangan Lupakan Palestina

Berbagai isu besar menyangkut dunia muslim seperti manuver kelompok radikal ISIS, gesekan Sunni-Syiah dan belakangan propaganda LGBT jangan sampai melupakan persoalan besar yang sampai saat ini belum terselesaikan, yakni Palestina dan Al Quds. Kekerasan terhadap warga Palestina dan pembatasan akses beribadah yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Al-Quds Al-Syarif nyaris luput dari perhatian dunia.

Karena itu pelaksanaan KTT Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) 7 Maret 2016 di Jakarta mendatang diharapkan akan memperkuat dukungan OKI terhadap penyelesaian Palestina dan Al Quds Al Syarif sebagai isu prioritas dunia Islam. Atas permintaan Palestina, Pemerintah RI telah menyampaikan kesiapan untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Lupakan Palestina

?

Persoalan Al-Quds Al-Syarif merupakan salah satu isu utama yang menjadi perhatian khusus OKI. Komite Al-Quds OKI yang didirikan pada tahun 1975 diberikan mandat untuk mengimplementasikan seluruh resolusi berkenaan dengan konflik Arab-Israel, khususnya terkait dengan Al-Quds. Komite ini diketuai oleh Raja Maroko dan terdiri dari 16 negara anggota, termasuk Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KTT Luar Biasa OKI ke-5 ini merupakan KTT pertama yang mengangkat secara khusus isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. KTT akan dihadiri oleh 55 negara anggota OKI dan 4 negara pengamat (observer) OKI. ?

Selain akan menghasilkan sebuah resolusi yang memuat pernyataan politik negara anggota OKI, KTT juga akan mencanangkan Jakarta Declaration yang memuat sejumlah rencana aksi penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Kedua dokumen penting tersebut disiapkan oleh Indonesia selaku negara tuan rumah dan Palestina.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah RI telah secara konsisten berada pada garda terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.? Selain merupakan elemen penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari amanat UUD 1945 yang menempatkan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI tahun ini merupakan bukti komitmen Pemerintah RI untuk mewujudkan perdamaian dunia. Pelaksanaan KTT juga merupakan tindak lanjut dari momentum yang diciptakan oleh Pemerintah RI sepanjang tahun 2015 dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, yaitu Deklarasi Palestina yang dihasilkan pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika, April 2015, dan penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Jerusalem Timur, Desember 2015.

Indonesia telah memberikan dukungan bagi berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Realisasi dari dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan diplomatik, yaitu pengakuan terhadap keputusan Dewan Nasional Palestina (Palestinian National Council) untuk memproklamasikan Negara Palestina pada tanggal 15 November 1988.

Dukungan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik antara Pemerintah RI dan Palestina pada tanggal 19 Oktober 1989. Di samping itu, Indonesia adalah anggota Committee on Al-Quds (Yerusalem) yang dibentuk pada tahun 1975. Indonesia juga mendorong OKI untuk tetap mendukung penyelesaian politik konflik Palestina secara adil.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memainkan peranan yang aktif dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi? dan keadilan sosial sesuai dengan amanat Konstitusi. Melalui KTT itu diharapkan menghasilkan dukungan OKI dan dunia internasional terhadap penyelesaian masalah Palestina. ?

Pada 9 Februari 2016 lalu, pertemuan segitiga Indonesia, Palestina dan Setjen OKI telah dilakukan. Pada 6 Maret 2016 akan diselenggarakan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) yang dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi menteri luar negeri. Sedangkan konferensi dilaksanakan 7 Maret 2016.? Upaya itu merupakan bagian upaya mengingatkan kembali negoisasi mengenai Al Quds yang sudah terhenti sejak Mei 2015.

Pada mulanya KTT itu diselenggarakan di Maroko, namun Maroko menyatakan ketidaksiapan. Kemudian Indonesia diminta menjadi tuan rumah mengganti Maroko.? Kesiapan Indonesia menyelenggarakan KTT Luar Biasa OKI di satu sisi juga? menunjukkan Indonesia konsisten mendukung Palestina.

Indonesia telah sukses menyelenggarakan KTT Asia Afrika pada tahun 2015 lalu. Tentu penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI ini akan menjadi peluang untuk membuktikan peran Indonesia. Semua elemen pemerintah daerah terutama DKI Jakarta, jajaran pemerintah pusat, serta masyarakat dapat mendukung KTT OKI.

Sebagai tuan rumah yang baik, Indonesia harus memberikan pelayanan yang baik. Salah satu kontribusi yang dapat diberikan adalah ikut serta menjadi bagian dari upaya menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman, warganya ramah sehingga menarik untuk dikunjungi. Selamat sukses KTT Luar Biasa OKI 2016. (*)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Fragmen, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 September 2017

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso mengadakan Tasyakuran dan Orasi Sejarah Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin.

Kegiatan di Aula PCNU Bondowoso Jalan Agus Salim No 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (18/11) siang tersebut diikuti pengurus NU, lembaga, banom dan MWCNU serta ranting se-Kabupaten Bondowoso.

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni dalam sambutannya mengatakan Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin ini diberi gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Penghargaan pahlawan inilah yang diberikan kepada Almarhum Kiai Asad atas dasar undang-undang Nomor 20 tahun 2009 tentang gelar tanda ke hormatan yang dijadikan sebagai landasan hukum," jelas Amin.

Lanjut amin, Jadi, ini bukan sebagai penghormatan secara adat, tapi ini merupakan anugerah kenegaraan. Presiden Jokowi ini memberikannya atas nama negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Negara secara resmi memberikan pengakuan dan sekaligus penghargaan dan penghormatan kepada Kiai Asad sebagai pahlawan," tegas bupati.

Sementara itu, PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan almaghfurlah Kiai As’ad, adalah pejuang Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan sehingga berhak dan layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Ia menerangkan, gelar Buat kiai Asad, bukan karena ia menanta NU, tapi menata kebangsaan. Namun berkaitan. Jasa yang paling fenomenal adalah mengumpulkan para ulama yang kemudian disebut Munas Nahdlatul Ulama tahun 1983.

Ia menambahkan, Kiai As’ad dibantu dengan kiai lain, mampu membawa NU menjadi organisasi pertama menerima Pancasil pada saat ormas-ormas Islam tidak mau dengan falsafah tersebut.

KH Abdul Qodir berharap dengan tasyakuran tersebut warga NU bisa meneladani perjuangan Kiai As’ad dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara.

Acara tersebut diawali dengan tawasul untuk pendiri bangsa Indonesia dan dilanjutkan dengan tahlil bersama untuk pendiri NU.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bondowoso H Salwa Arifin, Rais Syuriah KH Asyari? Phasa beserta jajarannya, serta pengurus lain, dan Kodim 0822 Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah