Minggu, 28 Januari 2018

Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong

Bait-bait mars Fatayat NU bergema di gedung Leaders Dancer Shuengwan Hongkong, China, pada acara pengajian akbar dan dzikir senandung munajat pada Ahad siang (6/1) lalu. Kegiatan tersebut digelar atas nama Jamaah Al-Ikhlas Mujahidah bekerjasama dengan 3G.

Fatayat Nahdlatul Ulama

Teladan pemudi utama

Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong (Sumber Gambar : Nu Online)
Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong (Sumber Gambar : Nu Online)

Mars Fatayat pun Bergema di Hongkong

Berguna bagi nusa bangsa

Menjunjung tinggi agama

Fatayat Nahdlatul Ulama

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wanita berpribadi luhur

Setia trampil dan jujur

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nuju masyarakat adil makmur

Mars Fatayat NU dikumandangkan karena penggerak-penggerak majelis itu adalah aktivis Fatayat NU, baik ketika di tanah air dan dikembangkan di Hongkong melalui Fatayat NU Imroatu Zahro (Imza). 

Buah karya H Mahbub Djunaidi tersebut dinyanyikan 21 anggota Fatayat dengan tujuan memperkenalkan kepada hadirin bahwa di Hongkong ada rintisan PCINU yang diprakarsai Fatayat dan Muslimat.

Tidak ada yang komplain mars tersebut dinyanyikan karena kebanyakan hadirin yang berprofesi sebagai buruh migran Indonesia (BMI) di Hongkong adalah warga NU. 

“Mereka juga termasuk Fatayat dan anggota rintisan PCINU juga, sehingga mars dimasukkan dalam acara. Pada bulan Februari nanti baru Fatayat akan membuat acara khusus,” jelas Umi Muawanah, salah seorang penggerak Fatayat Hongkong, Senin (7/1) melalui surat elektronik.

Pengajian akbar dan dzikir dipimpin KH Imam Hanbali, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Aliya dan Majelis Dzikir Rahmatal Lilalamin Surabaya serta pengasuh 3G. Sementara pelantun senandung shalawat adalah Abdul Muid dari Çepu, Jawa Tengah.

Imam Hanbali, dalam tausiyahnya mengatakan kegiatan semacam itu bisa menambah syiar dan istiqomah. Ia juga mengatakan membaca  shalawat  dan senandung munajat adalah dzikir, dan doa termasuk Istighotsah. 

Dan istighotsah boleh sebisanya. Misal bisanya "Laahaula wa laa quwwata illaa billaahil aliyyil adziim", ya membaca itu saja, yang penting istiqomah dan yaqin, pasti akan diqobulkan hajatnya.

Kegiatan yang berlangsung digedung berkapasitas 700 orang tersebut, diikuti sekitar 500 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Hongkong. 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis     : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah