Rabu, 21 Mei 2014

NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Acara Seminar Nasional, Ceramah dan Dialog Ilmiah bersama Prof. Al Habib Abdullah Muhammad Baharun (Rektor Universitas al Ahgaff, Hadramaut-Yaman), yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang bekerja sama dengan Aswaja Center Malang dan Gerakan Aswaja Malang (Gamal) pada Sabtu (1/4), berlangsung khidmah.

NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff

?

Acara yang ikuti ratusan jamaah dan pengurus NU dari berbagai tingkatannya ini, dilaksanakan di Pondok Darut Talim Wad Dawah, daerah Bumiayu Malang. Acara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB sampai selesai, dengan mengusung tema Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah Menghadapi Berbagai Tantangan.

Sayyid Abdullah Baharun menuturkan, umat dewasa ini memperoleh pemahaman agama harusnya bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist, tapi perlu juga disempurnakan dengan sumber lain yaitu ijma dan qiyas, yang mana hal tersebut dapat diperoleh dari para ulama. Inti Ahlussunnah sebagaimana disepakati ulama adalah dalam bidang aqidah mengikuti Imam Asyari dan Maturidi, dalam bidang fiqih mengikuti salah satu dari empat madzhab, yaitu Syafii, Hanafi, Maliki, dan Hambali, serta dalam bidang tasawuf mengikuti Imam Junaid Al Baghdadi atau Imam Ghazali. Setelah berilmu, yang paling penting juga adalah adalah beramal, bukan hanya memiliki ilmu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakannya, dewasa ini banyak aliran yang mengaku Ahlussunnah tapi menjelakkan ulama tasawuf, seperti imam Ghazali. Padahal intisari tasawuf adalah ihsan, dan setingkat lebih tinggi menjadi muhsin, yang bisa memberikan kemaslahatan untuk ummat. "Tasawuf sendiri akan menuntun agar memiliki jiwa bersih, mengosongkan dari hal-hal kotor atau dosa-dosa," tuturnya.

Acara di pandu oleh tersebut KH Atoillah Wijayanto, Rais Syuriyah PCNU Kota Malang. Turut mendapingi pula Ustadz Faris Khoirul Anam, Alumni Universitas al Ahgaff Yaman, yang juga anggota dewan pakar Aswaja Center PWNU Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah acara seminar selesai, Habib Abdullah Baharun melanjutkan dengan acara peresmian Pesantren Darul Faqih Malang. Lalu acara ramah tamah dan silaturahmi ke Walikota Malang HM Anton, yang juga Bendahara PCNU Kota Malang. (Achmad Diny Hidayatullah/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Nasional, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Mei 2014

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

London, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Berbagai benncana yang menimpan Indonesia baik di Gunung Merapi, Wasior, maupun tsunami Mentawai menjadikan empati mahasiswa muslim berbagai negara di Rusia dan membantunya melalui "Gerakan 100 Rubel". Selain sholat ghaib di kampus Patric Lumumba (RUDN), Moskow, Rusia, mereka juga mengumpulkan uang.

"Bagi kami, bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana kita semua umat Islam di dunia. Untuk itu, kami berdoa bersama untuk saudara-saudara kita itu,"tutur mahasiswa kedokteran asal Komo Astrov, Afrika, Usman dan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), Khoirul Rosyadi, Senin (15/11).

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

Dalam sholat ghoib yang difasilitasi itu diikuti tidak kurang dari 20 mahasiswa asing yang ada di Rusia serta mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Sholat Ghaib ini adalah bentuk empati kami, bahwa Indonesia adalah saudara kami,”ujar mahasiswa S3 jurusan sejarah Patric Lumumba, asal Yaman, Muhammad Siyagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Khoirul Rosyadi, Sholat Ghoib oleh mahasiswa asing yang ada di Rusia tersebut, merupakan salah satu acara rangkaian yang dikoordinir oleh PERMIRA untuk bencana yang terjadi di Indonesia.

Selain sholat ghaib juga mengadakan acara penggalangan dana untuk korban bencana. Dalam acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu, PERMIRA menggelar acara pentas amal seni oleh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang ada di Rusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekretaris PERMIRA, Adniel Roemza, mengatakan, dalam acara gerakan 100 Rubel untuk Indonesia, dipentaskan, puisi, lagu, monolog, dan tari-tarian Indonesia oleh mahasiwa dan pelajar Indonesia yang ada di Rusia. Acara itu digelar di Kedubes RI.

Sementara itu, ketua Fungsi Pensosbud, KBRI Moskow, M Aji Surya, mengatakan, apa yang dilakukan PERMIRA merupakan bentuk dari kepedulian mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Semoga niat baik ini juga menghasilkan hal yang baik pula," katanya.

Sedangkan, Asep Indra Maulana, ketua pelaksana acara tersebut menjelaskan, acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini, tidak saja diikuti oleh warga Indonesia yang ada di Rusia tetapi juga dari berbagai negara. Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang ada di Rusia dan juga warga Rusia yang peduli bencana Indonesia.

Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu akan berlangsung selama satu minggu.  Di hari pertama, Gerakan 100 rubel untuk Indonesia tersebut, terkumpul uang sebesar 30.350 rubel dan 155 Dolar Amerika. "Jumlah yang terkumpul itu, hanya di kota Moskow, Kota-kota yang lain belum terhitung,"demikian Adniel Roemza, sekretaris PERMIRA.(amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Ulama, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 15 Mei 2014

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember berkomitmen tidak akan memberikan peluang pada upaya eksploitasi tambang di bumi Jember. Pasalnya, eksploitasi tambang dinilai lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya.

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember, Abdul Qadim Monembodjo di sela-sela sarasehan “Deklarasi Bersama Tolak Pertambangan” di aula kantor NU Jember, Rabu (17/12).

Menurut Qodim, kebanyakan eksploitasi tambang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu, sementara masyarakat di sekitar area penambangan, justru menderita. Lingkungan rusak dan tercemar. Budaya dan moralnya juga tercemar karena biasanya karyawan dan pengelola  tambang juga membawa perilaku buruk di tengah masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Buktinya juga banyak. Bukan hanya lingkunganya yang tercemar, tapi moral masyarakat juga tak karuan. Pelacuran di sekitar tambang juga tumbuh subur,” ucapnya.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember itu menambahkan, sejak dulu NU Jember tak pernah berubah haluan soal isu penambangan di Jember, terutama  galian B.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakannya, pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten  Jember sudah mulai bergulir sejak tahun 2013, namun tidak mulus karena adanya dua kubu yang menolak dan menyetujui eksploitasi tambang. Eksekutif menyetujui eksploitasi tambang, sedangkan sebagian besar anggota legislatif menolak tambang. “Kami dukung yang menolak tambang,” lanjutnya.

Sarasehan penolakan tambang itu diikuti oleh PCNU Jember (selaku penggagas), PCNU Kencong, PMII Cabang Jember, Ranting NU Paseban, SD Impres, KAPPALA Indonesia. Semuanya tegas dan kompak menolak eksplotisi tambang.

Sekadar diketahui,  saat ini pembahasan RTRW Kabupaten Jember sudah rampung dibahas oleh Pansus DPRD Jember. Hasilnya, mayoritas anggota pansus menolak eksploitasi tambang. Namun eksekutif (bupati) enggan mengesahkan Raperda RTRW tersebut karena RTRW itu tidak memasukkan ekslploitasi tambang. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Kajian, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 13 Mei 2014

Posko Peduli Bencana PWNU Jateng Masih Buka Donasi

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pos Komando (Posko) Peduli Bencana Alam Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PWNU Jateng) masih membuka penerimaan donasi dari warga masyarakat untuk disalurkan kepada para korban banjir di Jawa Tengah.

Untuk donasi uang, telah dibuka rekening khusus di BRI dengan nomor 060901002642531 atas nama  Posko Peduli Bencana  Alama NU Jateng.  Bagi penyumbang yang menransfer, dimohon memberi konfirmasi  melalui SMS kepada endahara Posko, Rofiq Mahfudz di nomor  081326101101.

Posko Peduli Bencana PWNU Jateng Masih Buka Donasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Posko Peduli Bencana PWNU Jateng Masih Buka Donasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Posko Peduli Bencana PWNU Jateng Masih Buka Donasi

Koordinator Posko Peduli Bencana Alam PWNU M Puji Wibowo menuturkan, hingga Rabu, (5/2), sumbangan dalam bentuk barang dan uang masih terus mengalir, dan akan segera disalurkan ke pos yang ada di kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) yang daerahnya mengalami bencana. Sekaligus melengkapi sumbangan masyarakat yang langsung dititipkan di PCNU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Data terakhir kami, uang masuk sebanyak Rp 12.814.000,-  baik melalui transfer maupun tunai di posko,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adapun bantuan barang, terangnya, telah  terkumpul  5,5 kwintal beras, 19 kardus mie instan, 9 dus biskuit, 19 dus pakaian, 3 dus perlengkapan mandi, dan 2 dus  minuman serbuk kopi jahe.

Bowo mengatakan, seluruh sumbangan akan diangkut dengan mobil ambulance milik PWNU Jateng ke lokasi pengungsian di Jepara, Kudus maupun Pati dalam minggu ini. Adapun jika masih ada tambahan sumbangan, akan diangkut dengan truk atau cara lain apabila barang yang harus dikirim berjumlah besar.

“Sambil terus mendata bantuan yang masuk, kami telah menyiapkan ambulance untuk mengangkut sumbangan yang telah masuk dan membelanjakan uang sumbangan untuk membeli barang kebutuhan pengungsi,” tuturnya Posko Bantuan Bencana Alam PWNU Jawa Tengah Jl. Dr. Cipto 180 Semarang.

Sementara itu,  badan otonom NU telah mengirim relawan dan menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana. Diantaranya Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar NU, Ikatan Pelajar Putri NU, Muslimat NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan lain-lainnya.

“Kami memang mengimbau seluruh kader NU dan warga nahdliyin untuk membantu saudara-saudara yang sedang terkena musibah. Jika bisa datang langsung sangat bagus, bila tidak sempat, silakan  titip di Posko ini,” pungkas  wakil sekretaris PWNU Jateng yang juga tokoh senior GP Ansor ini. (M. Ichwan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 29 April 2014

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah yang terhormat, beberapa waktu lalu saya terjebak macet di tol sehingga tidak bisa menunaikan shalat Id. Padahal shalat Id adalah shalat yang dilakukan hanya sekali dalam setahun. Saya benar-benar merasa kecewa.

Yang ingin saya tanyakan adalah bagimana hukumnya kalau saya mengqadha` shalat tersebut? Mohon penjelasannya, dan saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Hasyim/Tegal)

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Kemacetan memang acapkali membuat kita stres dan kecewa. Apalagi jika itu terjadi di luar prediksi kita sehingga menyebabkan gagalnya beberapa hal yang telah direncanakan seperti tidak bisa ikut menjalankan shalat Id. Karena itu dibutuhkan kesabaran extra dalam menghadapinya.

Setidaknya ada dua situasi tertinggal shalat Id. Bisa jadi kita tertinggal shalat Id tetapi matahari belum tergelincir, atau tertinggal dan matahari sudah tergelincir. Dua situasi ini memiliki konsekuensi perlakuan hukum yang berbeda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam situasi pertama, yaitu ketika seseorang tertinggal shalat Id tetapi matahari belum tergelincir, maka ia tidak perlu melakukan qadha` shalat Id. Sebab, pada situasi seperti ini ia masih berada dalam waktu shalat Id. Karena memang batas akhirnya adalah sampai tergelincirnya matahari. Maka tindakan yang sebaiknya diambil adalah dengan melakukan shalat Id sendiri secara ada` (bukan qadha`).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat Imam Syafi’i dan para pengikutnya sepakat bahwa disunahkan menyegerakan shalat Idul Adha dan mengakhirinya shalat Idul Fitri sebagaimana yang dikemukakan penulis kitab Al-Muhadzdzab (Abu Ishaq Asy-Syirazi). Karenanya, jika shalat Id beserta imam telah meninggalkankan seseorang, (sebaiknya) ia melakukan shalat sendiri, dan shalat tersebut adalah shalat ada` (bukan qadha`). Namun hal ini sepanjang matahari belum tergelincir pada hari Id,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VII, halaman 7).

Lantas bagaimana jika ketertinggalan tersebut setelah tergelincirnya matahari, yang berarti telah habis waktunya shalat Id. Apakah seseorang yang tertinggal—misalnya karena terjebak macet sebagaimana pertanyaan di atas—dianjurkan atau disunahkan untuk melakukan qadha` shalat Id?

Terjadi “gegeran” para ulama dalam soal qadha` shalat Id. Ada yang menyatakan tidak perlu mengqadha` seperti imam Abu Hanifah. Namun ada yang menyatakan disunahkan untuk mengqadha`. Menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi yang paling sahih adalah pendapat yang menyatakan bahwa sunah untuk mengqadha`nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun seseorang yang tidak shalat Id sampai tergelincirnya matahari, maka ia telah tertinggal. Pertanyaannya adalah apakah disunahkan untuk mengqadha`? Dalam hal ini setidaknya ada dua pendapat sebagaimana yang telah dijelaskan dalam bab shalat sunah tentang qadha` shalat sunah. Pendapat yang paling sahih adalah pendapat yang menyatakan disunahkan untuk mengqadha`. Sedang menurut Imam Abu Hanifah, jika shalat Id beserta imam meninggalkan seseorang, maka ia sama sekali tidak perlu melakukan shalat Id,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz VII, halaman 7).

Jika penjelasan singkat ini ditarik dalam konteks pertanyaan di atas, maka jawaban atas pertanyaan ini bahwa menurut pendapat yang lebih sahih adalah sunah hukumnya mengqadha` shalat Id yang tertinggal.

Namun jika tertinggalnya itu masih dalam waktu shalat Id atau sebelum matahari tergelincir, maka tidak perlu melakukan qadha` shalat Id. Karena ia masih dalam waktu shalat Id, tetapi sebaiknya tetap melakukan shalat Id sendiri secara ada`.

Sebagaimana dimaklum, sebelum matahari tergelincir adalah rentangan waktu sebelum masuknya waktu Zhuhur. Shalat Id sendiri dapat dilakukan tanpa khotbah setelahnya.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 25 April 2014

Jelang Puncak Haul ke-75 KH Munawwir Hari Ini

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyongsong haul ke-75 KH Muhammad Munawwir, lebih dari seribu santri pesantren Al-Munawwir mengerahkan waktunya untuk melakukan semaan Al-Qur’an di beberapa tempat sejak Selasa (8/4). Semaan ini terus dilangsungkan hingga puncak haul hari ini, Kamis (10/4) malam.

Jelang Puncak Haul ke-75 KH Munawwir Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Puncak Haul ke-75 KH Munawwir Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Puncak Haul ke-75 KH Munawwir Hari Ini

“Tidak kurang dari 9 majelis istimaul Quran diselenggarakan di dalam lingkungan pondok dan 12 majelis di masjid-masjid masyarakat luar pondok, dan maqbaroh keluarga pondok,” kata seorang pengurus pesantren Al-Munawwir, Yayan Rubiyanto, Rabu (9/4).

Yayan mengatakan, sebenarnya santri-santri putri sudah sejak hari Ahad 6 Maret menggelar semaan Al-Qur’an. Selain para santri, semaan Al-Qur’an juga diikuti oleh para Ibu Nyai.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Simaan di 21 tempat diikuti semua santri Al-Munawwir. Masjid Al-Munawwir tempat sema’an keluarga. Sementara aula kompleks AB pesantren untuk para Ibu Nyai. Sedangkan para santri Al-Munawwir mengambil tempat lain untuk sema’an,” tandas Yayan, redaktur Al-Munawwir Post.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Muhammad Munawwir merupakan pendiri pesantren Krapyak yang lazim disebut pesantren Al-Munawwir. Putra pasangan KH Abdullah Rosyad dan Khodijah ini wafat di rumahnya di halaman kompleks pesantren Krapyak, Yogyakarta pada 1 Jumadil Akhir 1360 H yang bertepatan dengan 6 Juli 1942.

Puncak haul ini rencananya menghadirkan Pejabat Rais Aam PBNU Gus Mus sebagai penceramah. Dalam acara ini, para hadirin juga akan diajak untuk bersama berdoa untuk KH Zainal Abidin Munawwir dan KH Warsun Munawwir. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Khutbah, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 22 April 2014

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka menyambut 90 tahun usia madrasah, alumni Madrasah TBS (Tasywiquth Thullab Salafiyyah) Kudus berencana mengadakan Silaturrahim Nasional (Silatnas) dan Ngaji Bareng Masyayikh TBS yang rencana diselenggarakan pada 23 Juli 2016 atau bertepatan dengan 18 Syawal 1437 H mendatang.?

Kegiatan ini sendiri akan bertempat di Gedung Madrasah TBS Kudus, Jl KH Turaichan Adjhuri No 23 yang Insyaallah akan dihadiri oleh ribuan alumni yang berasal dari berbagai angkatan. Kegiatan ini sendiri mengangkat tema “Aswaja Pagar Nusantara”.

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara

Selain dihadiri oleh alumni dari berbagai generasi, para masyayikh dan guru Madrasah TBS Kudus juga akan menghadiri acara ini. Di antaranya adalah KH Choirozyad TA (putera almarhum KH Turaichan Adjhuri, ahli falak nasional), KH Muhammad Ulil Albab Arwani (putera almarhum KH Arwani Amin, ulama kharismatik Kudus bidang Al-Qur’an), KH Muhammad Arifin Fanani, KH Hasan Fauzi, KH Musthofa Imron SHI dan masih banyak lagi lainnya.

Kegiatan silaturrahim nasional ini tak hanya berupa silaturrahim dan ngaji bareng saja. Kegiatan yang rencanyanya dilaksanakan sejak sore hari hingga malam ini juga akan ada beberapa bahasan yang nantinya akan membahas bagaimana peran alumni kepada madrasah. Nantinya akan dimasukkan dalam Forum Grup Discussion (FGD) yang jumlahnya sebanyak empat buah FGD.?

Diantara poin dalam FGD tersebut adalah pembahasan jaringan alumni, upgrade database alumni Madrasah TBS Kudus tiap angkatan, kemandirian ekonomi dan konseling aswaja kepada alumni. "Forum ini diadakan sebelum acara ngaji bareng masyayikh Madrasah TBS pada malam harinya hingga selesai," jelas Arif Mustain, ketua panitia acara ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada malam harinya akan dilanjutkan dengan kegiatan ngaji bareng Masyayikh TBS yang juga akan diagendakan pula peluncuran website www.santrimenara.com dan buku bertajuk Madzhab Santri Menara yang berisi sekitar 20 esai yang berasal dari alumni sendiri. “Semua ini pastinya atas restu dari para masyayikh kami,” imbuh Arif.

Bila ada alumni Madrasah TBS Kudus yang bersedia membantu kelancaran acara, panitia menyediakan rekening transfer untuk pendanaan acara tersebut melalui rekening bendahara panitia. Ada dua rekening yang bisa dituju, BRI: 5928-01-002637-52-9 (An. Charis Rohman) atau ke BNI: 0335317112 (An. Charis Rohman). Jika sudah melakukan transfer, silahkan konfirmasi langsung ke 085726826747 (SMS/WA). (Hanan/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Khutbah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah