Kamis, 14 Desember 2017

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan kajian Tafsir Surat Al Maun pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU, Ahad (19/3). ? Ia menganjurkan untuk tidak merasa lebih dari yang lain, apalagi dibarengi dengan merendahkan mereka.?

"Rasa lebih hebat dari orang lain dan suka merendahkan orang lain termasuk bagian dari penjabaran makna hakiki dari perilaku menghardik para yatim," katanya menjelaskan surat Al Maun yang sebagian diturunkan di Makkah dan sebagian diturunkan di Madinah.

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Abah Sujadi, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa salah satu makna hakiki dari yatim berdasarkan kitab Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan pada kajian tersebut adalah orang tidak mempunyai kapasitas dan memiliki kondisi yang memerlukan perhatian.

Jika seseorang suka merendahkan orang lain yang membutuhkan perhatian, maka menurutnya, orang tersebut termasuk golongan yang sudah mendustai agama sebagaimana ditegaskan dalam ayat pertama surat Al-Maun tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Orang yang mendustakan agama adalah yang menghardik yatim, tidak memberikan makan orang miskin, lalai dalam shalat, orang yang senang pamer atau riya dan orang yang mencegah dari perbuatan kebaikan," terangnya mengutip arti surat Al-Maun yang memiliki makna kebaikan ini.

Kiai alumnus Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini juga menjelaskan bahwa surat Al-Maun merupakan surat yang strategis dan mendapatkan perhatian lebih dari surat lain di Al-Quran.?

Hal ini, menurutnya, karena surat ini dimulai dengan kalimat pertanyaan yang memiliki makna bukan untuk dijawab, tspi untuk menekankan pentingnya memperhatikan apa isi dari yang disampaikan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam surat ini tertulis juga kata “dzalika” yang berarti itu bukan bukan “hadza” yang berarti ini. Bahasa seperti ini menyiratkan bahwa orang yang suka merendahkan orang lain dan bangga dengan posisinya termasuk orang yang jauh dari Allah SWT," jelas kiai yang energik dan murah senyum ini.

Oleh karenanya, ia mengajak untuk senantiasa menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang memang memerlukan perhatian terutama anak-anak yatim.

"Perhatian kepada yatim juga mennunjukkan kesungguhan dalam beragama. Jangan sekali-kali mengurusi anak yatim untuk urusan dunia. Keberkahanan akan datang kepada yang ikhlas merawat anak-anak yatim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Surabaya,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur tengah membentuk tim khsusus, yakni Ansor Banser Cyber serta Satgas Antihoax. Tim ini secara khusus bertugas meminimalisir informasi bohong atau berita hoax yang beredar di media sosial.

"Tim ini memiliki scope (cakupan, red.) yang luas. Jejaringnya secara nasional, dan memproteksi kegiatan-kegiatan komunitas NU dan NKRI, terutama di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya, dari cyber attack," kata Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim Bidang IT Media dan Infokom M Nur Arifin, di Surabaya, Senin (16/1).

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Menurut Arifin, Satgas Antihoax berfungsi untuk meminimalisir dampak negatif, fitnah dan ujaran kebencian di jagad maya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini, lanjut dia, proses rekrutmen Ansor Banser Cyber (ABC) sedang berjalan. Usai dilakukan seleksi, mereka akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat Satgas Antihoax tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saat ini (seleksi) sudah mulai berjalan. Kami ingin memperkuat kapasitas kelembagaan khusus ini," kata pria yang juga Wakil Bupati Trenggalek ini.

Sementara Kasatkorwil Banser Jatim H Abid Umar menambahkan, proses seleksi anggota Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax diambil dari anggota berbagai satuan Banser di berbagai daerah di Jatim. "Mereka adalah kader-kader terbaik Ansor dan berbagai satuan Banser di Jawa Timur," ujar Abid.

Usai seleksi, para calon anggota tersebut akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus sebelum mereka diterjunkan untuk menjalankan tugas sebagai Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax.

Abid juga menyebut, pembentukan tim khusus ini dipicu oleh mulai masifnya penyebaran berita atau informasi hoax. Sebab, penyebaran berita hoax rentan merusak harmoni kehidupan sosial masyarakat, merusak kerukunan antarumat beragama dan acaman terhadap keutuhan NKRI.

"Kami tidak ingin berita yang tidak benar ini bergulir dan menjadi bola liar. Kasihan masyarakat yang tidak tahu kebenarannya menyerap (informasi hoax) dan menyakininya, padahal tidak benar, " tegasnya.

Selain itu, lanjut Abid, Ansor Jatim akan terus mengkampanyekan literasi media sosial yang sehat dan santun. "Juga kami akan terus melakukan tindaka preventif dan represif," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Fragmen, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah melalui beberapa tahapan persidangan, akhirnya forum Konferensi Wilayah Luar Biasa? Fatayat NU Sumatera Barat menetapkan Betri Murdiana sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat? Nahdlatul Ulama Sumatera Barat masa khidmah 2015-2020.

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Betri Murdiana yang merupakan komisioner Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman terpilih setelah suaranya mengungguli calon lainnya Desri Nora, dosen Universitas Negeri Padang. Siti Masrifah dari Pimpinan Pusat Fatayat NU yang memimpin sidang menetapkan Betri Murdiana sekaligus sebagai ketua formatur untuk membentuk kepengurusan dalam waktu sesegera mungkin.

Pembentukan kepengurusan secepatnya dibutuhkan karena Fatayat NU akan menggelar Kongres Nasional di Surabaya. “Sehingga PW Fatayat NU Sumbar dapat menjadi peserta kongres ke depannya,” kata Siti Masrifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggota DPR RI ini berharap Fatayat NU Sumatera Barat mampu kembali aktif dan melihatkan eksistensinya di Sumatera Barat karena dulu banyak tokoh perempuan minang yang lahir dari Sumatera Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Konferwil Fatayat yang digelar di Aula PWNU Sumbar Sabtu (22/08) tersebut Betri Murdiana mendapatkan 8 suara, sementara Desri Nora memperoleh 3 suara, dari 11 suara cabang yang hadir.

Dalam pidatonya setelah pemilihan, Batri mengharapkan dukungan semua pihak baik Cabang Fatayat se-Sumatera Barat maupun Pimpinan Pusat Fatayat sebagai pimpinan tertinggi. Ke depan dia menginginkan Fatayat NU Sumbar dapat melakukan kaderisasi perempuan muda di Sumatera Barat dan berharap ada upaya membangkitkan mutu perempuan muda minang.

Di samping Siti Masrifah juga hadir pengurus Pimpin Pusat Fatayat yang juga Sekretaris Tim carataker Efri Wahidbah Nasution, Ketua PW ISNU Masrul yang juga calon Rektor Unand, Sekretaris KNPI Sumbar Deri Rizal, serta dari Pengurus Wilayah NU, PKC PMII Sumbar, PW IPPNU, dan lembaga lainnya di lingkungan NU. (Afriendi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban

Oleh: M. Imaduddin 



Dominasi kaum Yahudi yang menyingkirkan bangsa Arab secara politik dan ekonomi di Yastrib menimbulkan pertikaian di sana. Klan Aus dan Khazraj, sebagai penduduk pribumi Yatsrib mencari sosok pemimpin Arab yang mampu mengangkat martabat dan membebaskan mereka dari belenggu penindasan Yahudi.

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban

Memang sudah lama ada desas-desus di kalangan Yahudi, berdasarkan informasi dalam Kitab Taurat, bahwa akan datang seorang mesias dan nabi akhir zaman yang akan memimpin dan menyelamatkan umat manusia dengan ciri-ciri yang juga disebutkan dalam Taurat. Namun, kalangan Yahudi kecewa, karena sosok tersebut adalah seorang Arab, bukan Yahudi dan tinggal di Makkah. Informasi ini kemudian di simpan rapat-rapat oleh kalangan Yahudi. 

Tapi Informasi tersebut bocor juga kepada kaum Arab Yatsrib. Mereka mendengar di Mekkah ada sosok yang ciri-cirinya persis yang digambarkan oleh Taurat. Sosok itu bernama Muhammad putera Abdullah dari klan Hasyim. 

Berangkatlah perwakilan Aus dan Khazraj ke Mekkah. Sesampainya di Mekkah, mereka memohon kepada Muhammad SAW agar berkenan menjadi pemimpin mereka, serta bersumpah setia untuk mematuhi dan membelanya. Peristiwa ini dikenal dengan Baiat Aqabah I. Setelah itu datanglah lagi gelombang kedua dari Yatsrib dengan jumlah yang lebih besar. Peristiwa ini dikenal dengan Baiat Aqabah II. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muhammad SAW kemudian hijrah menuju Yatsrib bersama pengikut-pengikutnya. Beliau berangkat paling akhir bersama Abu Bakar pada malam hari. Kedatangan Muhammad SAW disambut gegap gempita oleh penduduk Yatsrib. 

Langkah pertama yang dilakukan Muhammad SAW adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin yang datang dari Mekkah dan kaum Ansor penduduk asli Yatsrib. Kedua, mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah Al Munawwarah yang bermakna kota yang terang benderang. Ketiga membentuk konstitusi Madinah dengan kesepakatan seluruh suku-suku di Madinah, yakni Suku Quraisy, Aus, Khazraj, dan empat suku Yahudi: Bani Nadhir, Musthaliq, Quraizhah, dan Qainuqa. Perjanjian ini dikenal dengan Piagam Madinah. Sebuah konstitusi pertama yang terbentuk dari masyarakat yang plural. 



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di antara isi Piagam Madinah adalah:

1. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.

2. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.

3. Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.

4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.

5. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menhadapi musuh.

6.Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.

7. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.

8. Semua penduduk Madinah dijamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat.

Dari perjanjian ini tampak bahwa Rasulullah SAW tidaklah mendirikan negara Islam, melainkan sebuah negara yang berdasarkan kesepakatan unsur-unsur yang menghuni negara Madinah. Dari sinilah kemudian lahir istilah masyarakat madani. Masyarakat yang berperadaban. 

***

Di Jakarta,1300 tahun tahun kemudian, tepatnya tanggal 18 Agustus 1945, panitia 9 yang terdiri dari: Ir. Sukarno, Drs. Muhammad Hatta, KH. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abdul Kahar Muzakir, A. A. Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. Muhammad Yamin menyepakati dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara serta menetapkan UUD 1945. 

Memang, sempat ada ketegangan perihal sila pertama dalam Piagam Jakarta. Pihak Indonesia Timur yang diwakili oleh A. A. Maramis menuntut penghapusan 7 kata pada sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya" hanya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" saja. Jika tidak dihapus maka Indonesia Timur akan memisahkan diri dari republik yang baru saja kemerdekaannya diproklamasikan itu. Namun pada akhirnya pihak Islam, demi persatuan, lapang dada untuk menerima penghapusan 7 kata tersebut. 

Toh secara dalam pandangan para ulama, walaupun tidak dituliskan 7 kata tersebut, kenyataannya umat Islam tetap wajib menjalankan syariat Islam. Meski dalam beberapa hukum tertentu seperti hudud dan jinayat tidak bisa diterapkan oleh negara, namun hal ini mengikuti kaidah fiqh yang berbunyi "menolak kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil kebaikan". Implementasinya, persatuan lebih diutamakan daripada perpecahan. Selain itu, pada saat itu bangsa yang baru saja merdeka ini, masih terancam oleh keinginan Belanda untuk menguasai Indonesia kembali. 

Apakah hari ini kaidah itu masih berlaku? Menurut saya jelas masih berlaku. Karena hingga kini, bayang-bayang perpecahan bangsa masih menghantui. Ingat, sepanjang sejarah bangsa ini masih banyak terjadi konflik yang berlatarbekalang agama. Apalagi akhir-akhir ini jurang perpecahan semakin menganga akibat perbedaan pandangan politik dan pemahaman ekstrem dan radikal. 

Pancasila adalah konsensus nasional para pendiri bangsa ini, yang setengahnya adalah para ulama. Lalu ketika ada kelompok yang ingin mengganti dasar negara ini dengan ideologi lain, maka hal itu merupakan pengkhianatan terhadap bapak-bapak bangsa kita. Pengkhiatan kepada para ulama dan santri serta para pejuang yang telah memerdekakan bangsa ini. 

***

Walhasil, hijrah merupakan momentum persatuan, sebagaimana Rasulullah SAW mempersatukan masyarakat Madinah yang berbeda etnik dan agama dalam sebuah konsensus yang disebut Piagam Madinah. Rasul SAW berhasil membangun masyarakat Madinah yang berbeda-beda dalam sebuah negara untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam bahasa kita kini: Bhineka Tunggal Ika. 

Semangat hijrah juga merupakan semangat membangun peradaban. Peradaban dalam bahasa Arab diungkapkan dengan "tamaddun", "madaniyah". Istilah ini berasal dari kata madinah. Ketika Rasulullah SAW mengganti nama Yatsrib dengan Madinah, tentu beliau memiliki maksud, yakni bahwa Rasulullah SAW ingin membangun sebuah peradaban.

Dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Dan Rasulullah SAW telah memulai itu. Di Madinah beliau SAW meletakkan dasar-dasar pemerintahan, sistem ekonomi, dan ilmu pengetahuan melalui ajaran Islam yang dibawa beliau SAW. Dari sinilah Islam kemudian menyebar ke Afrika, Asia, dan Eropa. 

Islam adalah agama peradaban. Artinya agama yang membangun peradaban. Islam berkembang dan tersebar luas bukan oleh ekspedisi militer, bukan juga oleh gerakan politik. Islam maju dan berkembang karena Islam membangun peradaban. Karena itulah hijrah dijadikan sebagai awal dari kalender Islam. 

Perdaban Barat yang maju hingga menemukan bentuknya seperti saat ini karena bersentuhan dengan peradaban Islam dalam perang salib. Jika tak ada perang salib, mustahil barat mampu mencapai kemajuan seperti saat ini. 

Selamat tahun baru Hijriah 1439 H, mari jadikan hijrah sebagai momentum persatuan dan spirit membangun peradaban.





Penulis adalah Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Ahlussunnah, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rasionalisasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 perlu dilakukan. Pasalnya RAPBN yang ada memberikan porsi yang terlalu tinggi untuk belanja para pejabat pemerintahan.

“Rancangan anggaran tahun 2013 ini masih memberikan alokasi pada tingginya belanja pegawai,” kata KH Masdar Farid Mas‘udi, Rais Syuriyah PBNU dalam diskusi terbatas, ‘Review UU APBN 2013: Apakah Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat atau Sebesar-besarnya Kemakmuran Pejabat?’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (13/11) siang.

RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat (Sumber Gambar : Nu Online)
RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat (Sumber Gambar : Nu Online)

RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat

Menurut Masdar, Badan Anggaran DPR mestinya melakukan sebuah terobosan yang revolusioner. Terobosan itu bisa diwujudkan dalam bentuk rasionalisasi yang sangat tajam terkait pemangkasan belanja pegawai.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Komisi Anggaran Independen, KAI, ia menegaskan, pemangkasan anggaran belanja pegawai yang dimaksud sejalan dengan rasionalisasi yang tajam.

Masdar yang juga komisaris KAI menyorot tingginya belanja pegawai yang mencapai angka Rp. 241,1 triliun. Sementara belanja barang sendiri hanya mencapai Rp. 167 triliun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, “Kalau pemerintah serius merasionalisasi anggaran belanja pegawai, maka efisiensi anggaran belanja negara dapat dialihkan kepada jaminan-jaminan sosial.”

DPR dan pemerintah juga harus mempertimbangkan jumlah penerimaan pegawai negeri. Selain anggaran, pemerintah harus merasionalisasi jumlah mereka. Dan, kualitas pegawai juga harus diseleksi secara ketat dalam proses penerimaan, bukan sekadar mengandalkan unsur kedekatan dan suap, tutupnya.

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pembangunan lantai dua gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Subang, hampir rampung. Kendati demikian, pengurus NU dan Nahdliyin sudah bisa menggunakan gedung baru ini untuk pelbagai macam kegiatan organisasi.

"Tinggal sedikit lagi pembangunannya. Mudah-mudahan cepat selesai. Kita pengennya nanti bulan Muharom sudah bisa diresmikan," kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah usai rapat Reboan di kantor PCNU setempat, Rabu (24/9).

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Gedung PCNU Subang ini, Kiai Musyfiq melanjutkan, akan difungsikan untuk rapat dan aneka kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di bawah naungan PCNU Subang. "Nanti gedung ini untuk kegiatan-kegiatan lembaga, lajnah, banom, giliran nantinya hari ini yang pakai siapa, besok siapa, jadi setiap hari ada kegiatan terus," terang Kiai Musyfiq.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap, fasilitas gedung baru ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pengurus untuk lebih aktif lagi dalam menjalankan roda organisasi PCNU Subang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, penyelesaian renovasi gedung ini hanya butuh memasang plafon dan kaca jendela. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Dakwah NU (LDNU) terus meningkatkan kualitas dai mudanya agar semakin siap menghadapi tantangan global. Sebanyak 16 dai yang tergabung dalam Tim Inti Dai Internasional & Media (TIDIM) mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang dipandu oleh Lets Talk. Program yang bertajuk Impressive English for LDNU Preachers ini dilangsungkan selama 10 hari (19/9-28/9) di Wisma Flora Cisarua, Bogor.

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Dai LDNU Bekali Diri dengan Kemampuan Bahasa Inggris

Dalam pengarahannya, Pengurus Pusat Lembaga Dakwah PBNU, KH. Wahfiudin Sakam menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa inggris oleh para dai. "Tantangan menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil alamin ke berbagai negara akan lebih mudah jika para dai mampu menguasai bahasa inggris," ujarnya.

Ia menambahkan jika Lembaga Dakwah PBNU sangat serius dengan program TIDIM yang telah berjalan kurang lebih enam bulan ini. "Alhamdulillah, dai-dai muda yang kita kirim ke berbagai negara bulan ramadhan kemarin mendapatkan respon yang luar biasa. Mereka puas!" ungkap Wakil Talqin TQN Suryalaya ini.

Shafizal Shahidan, catalyst creator Lets Talk sangat mendukung program yang dijalankan Lembaga Dakwah PBNU. "Untuk menyampaikan Islam yang damai, modern dan toleran, para dai harus mampu menunjukkan karakter positif dari dirinya. Maka dalam pelatihan ini, Lets Talk menggabungkannya dengan character building," ungkap Ia menjelaskan.

Choirul Hady, peserta dari Jombang mengungkapkan kebahagiaannya setelah mengikuti program ini. "Kemampuan bahasa Inggris saya bertambah baik karena saya menjadi lebih berani berbicara. Pokoknya talk... talk.. talk,” ujar Hady.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Muhammad Halabi, peserta dari Banjarmasin mengagumi metode yang dibawakan oleh tim Lets Talk. "Belajar bahasa inggris menjadi lebih menyenangkan karena dibawakan dengan fun dan kreatif," pungkasnya.

Lets Talk adalah proyek berbasis komunitas yang didirikan oleh Yayasan Bunda Siti Banun untuk meningkatkan kompetensi diri melalui kepemimpinan dan komunikasi. (Idn/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah