Rabu, 13 Desember 2017

RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rasionalisasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 perlu dilakukan. Pasalnya RAPBN yang ada memberikan porsi yang terlalu tinggi untuk belanja para pejabat pemerintahan.

“Rancangan anggaran tahun 2013 ini masih memberikan alokasi pada tingginya belanja pegawai,” kata KH Masdar Farid Mas‘udi, Rais Syuriyah PBNU dalam diskusi terbatas, ‘Review UU APBN 2013: Apakah Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat atau Sebesar-besarnya Kemakmuran Pejabat?’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (13/11) siang.

RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat (Sumber Gambar : Nu Online)
RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat (Sumber Gambar : Nu Online)

RAPBN 2013 Berisi Daftar Belanja Pejabat

Menurut Masdar, Badan Anggaran DPR mestinya melakukan sebuah terobosan yang revolusioner. Terobosan itu bisa diwujudkan dalam bentuk rasionalisasi yang sangat tajam terkait pemangkasan belanja pegawai.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Komisi Anggaran Independen, KAI, ia menegaskan, pemangkasan anggaran belanja pegawai yang dimaksud sejalan dengan rasionalisasi yang tajam.

Masdar yang juga komisaris KAI menyorot tingginya belanja pegawai yang mencapai angka Rp. 241,1 triliun. Sementara belanja barang sendiri hanya mencapai Rp. 167 triliun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, “Kalau pemerintah serius merasionalisasi anggaran belanja pegawai, maka efisiensi anggaran belanja negara dapat dialihkan kepada jaminan-jaminan sosial.”

DPR dan pemerintah juga harus mempertimbangkan jumlah penerimaan pegawai negeri. Selain anggaran, pemerintah harus merasionalisasi jumlah mereka. Dan, kualitas pegawai juga harus diseleksi secara ketat dalam proses penerimaan, bukan sekadar mengandalkan unsur kedekatan dan suap, tutupnya.

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah