Kamis, 07 September 2017

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Generasi muda saat ini membutuhkan contoh yang nyata dari para pendidik (guru) dan orang tua mereka. Pendidikan yang baik bagi mereka bukan hanya retorika belaka namun juga perlu pemantapan akhlak agar moral bangsa ini tidak semakin tergerus.

Hal tersebut ditegaskan oleh A’wan PWNU Provinsi Jawa Timur H Hasan Aminuddin ketika menghadiri halal bihalal sekaligus pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krejengan, Senin (7/8) sore.?

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika

“Jadilah seorang guru bagi dirimu sendiri sebelum kamu menggurui orang lain. Artinya bahwa setiap guru dan orang tua harus mampu menjadi contoh bagi anak didik saat ini,” katanya.

Oleh karena itu Hasan menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik untuk bersama-sama menyikapi keprihatinan nasional saat ini. Dimana kecerdasan intelektual generasi muda saat ini tidak seimbang dengan akhlaknya. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kecerdasan ini bukanlah kebetulan namun juga disebabkan oleh peningkatan lulusan sarjana di generasi sebelumnya yaitu orang tua mereka sendiri. Namun ? kecenderungan ini sayangnya tidak diimbangi peningkatan akhlaknya,” tegasnya.

Menurut Hasan, halal bihalal yang istiqomah dilaksanakan di Indonesia ini merupakan salah satu wadah untuk semakin mempererat tali silaturahim. Tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan ini merupakan wujud dari sinergitas antara umaro dan ulama sehingga mampu untuk mensukseskan kegiatan yang merupakan salah satu budaya asli Indonesia ini.

“Saya harapkan hal ini dilakukan secara istiqomah, dengan mengerjakan segala sesuatu dengan berjamaah maka hasilnya akan maksimal. Inilah pembelajaran moral bagi para generasi muda kita,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pengurus seperti Katib PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i serta sejumlah pengurus lembaga dan badan otonom (banom) NU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Fragmen, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Akademisi sufi internasional dari Fakultas Syariah Universitas Al-Qurawiyin Maroko, tiga minggu melakukan safari dakwah di sejumlah pondok pesantren dan universitas di Indonesia. Puncak safari tersebut menggelar "Diskusi Kebangsaan" di Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu Jawa Barat, Jumat (18/7).

Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu

Pada kesempatan itu, Presiden Akademi Sufi Internasional Syekh Dr Aziz al-Kubaity mengatakan, ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan pemahaman tasswuf yang benar, akan bisa melahirkan radikalisme atau terorisme atas nama Islam.`

Maraknya perseteruan atas nama agama, lanjut Syekh Aziz, akibat memamahi agama Islam dengan hawa nafsu, tanpa disertai dengan tazkiyah atau penjernihan hati sebagai salah satu inti ajaran tasawuf. Akibatnya sering menyalahkan sesama Muslim dan mengklaim diri dan golongannya yang paling benar.

Dalam sejarah-sejarah Islam di dunia mencatat, para sufi dengan ajaran tasawufnya, mengedepankan etika bukan hanya dalam beragama, tapi juga dalam berbangsa dan bernegara, bahkan sejak ratusan abad silam, di negara mana pun. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Setiap ada konflik, para ulama tasawuflah yang berperan menggagas perdamaian konflik atas nama agama, karena ajaran tasawuf adalam mengedepankan kedamaian semesta, dengan mencampakkan kekerasan baik personal maupun golongan," ujar pria yang meraih dua doktor dari Universitas Oxford dan Universitas di Maroko itu.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, kiai, dan pejabat. Serta para santri yang mengaunkan salawat saat menyambut kedatangan rombongan ulama Maroko tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syeikh Aziz al-Kubaety sendiri, setiap tiga tahun sekali, menggelar Konferensi Sufi Internasional dengan peserta delegasi dari puluhan negara Islam. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Khutbah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ribuan pelajar dan warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang menggelar aksi damai tolak penerapan Full Day School (FDS) yang tertera dalam Permendikbud No 23 tahun 2017, Rabu (30/8). Kebijakan yang ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai menimbulkan keributan dalam sistem pendidikan sekarang ini.

Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Rembang Ahmad Faiq Bariklana mengatakan, kebijkan sekolah lima hari sekolah dianggap memberangus pendidikan madarasah diniyyah dan pondok pesantren. Kebijakan ini juga mengedepankan kepentingan sepihak dan menyampingkan pemebelajaran moral keagamaan.

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran

"Madarasah dan pondok pesantren terancam tutup akibat FDS ini, selain itu anak-anak tidak lagi berpikir pelajaran agama Islam karena lelah seharian belajar di sekolah. Seharusnya sudah menjadi tradisi NU kalau sore hari waktu untuk belajar agama," ungkapnya.

Dalam aksi penolakan sekolah lima hari ini, peserta berjalan dan mengumandangkan mars syubbanul wathon serta Shalawat Badar yang dimulai dari Gedung Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang di jalan Pemuda Rembang bersama-sama ke utara menyusuri Jalan Kartini kemudian berjalan ke arah timur menuju alun-alu Kota Rembang guna melakukan istighotsah bersama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang KH Ahmad Sunarto mengatakan, PCNU Kabupaten Rembang menolak dengan tegas kebijakan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang sekolah lima hari. Selain itu Bupati Rembang Abdul Hafid juga menolak akan kebijakan yang ditetapkan mentri pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, pemberlakuan kebijakan itu lebih banyak mengandung mudarat daripada mashlahatnya. Dari sisi kultural kebijakan lima hari sekolah mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di madarasah diniyyah. Selain itu kebijakan ini dilakukan sewenang- wenang dengan memaksakan kehendak menerapkan sekolah lima.

Dalam aksi itu, para pelajar dan warga nahdliyin bersama Bupati Kabupaten Rembang mendesak Mendikbud dan Presiden RI untuk segera mencabut Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah tersebut.

Aksi ini dilanjutkan dengan penandatanganan bersama atas penolakan kebijakan itu oleh banom NU dari Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, LP Maarif, Pagar Nusa, Banser, serta warga nahdliyin se-Kabupaten Rembang.

Turut hadir pada kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta wakilnya Bayu Andrianto, Ketua DPRD Rembang Majid Kamil, Ketua PCNU Rembang KH Ahmad Sunarto, Ketua PCNU Lasem. (Onji/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Tegal, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 September 2017

Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Umat Islam Indonesia harus bangkit untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Sebab, diakui atau tidak, ekonomi Indonesia saat ini sedang dijajah oleh kekuatan asing. Karena itu, kondisi keterjajahan ini tidak boleh dibiarkan berlama-lama, namun harus "dilawan" dengan langkah-langkah nyata yaitu akselerasi kemandirian ekonomi Indonesia.?

Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional

Demikian sambutan Wakil Ketua PCNU Jember, HM. Misbahus Salam dalam acara pembukaan Bahtsul Masail di aula Madrasah Al-Musyafirin, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Jember, Selasa (18/4). ? Menurutnya, Indonesia yang kekayaan alamnya melimpah ruah, sangat mungkin berdaulat secara ekonomi.?

"Di bidang pertanian, kita semua memang petani, warga NU rata-rata petani, tentu bisa untuk tidak menggantungkan produk pertanian pada produk negara lain. Di luar itu, kita juga perlu menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi secara profesional," ucapnya.

Selain itu, alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur itu juga menyinggung soal peranan umat Islam dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakannya, pendiri ? dan pejuang NKRI banyak yang berasal dari ulama dan kaum santri, sehingga dengan demikian, sesungguhnya umat Islam mempunyai saham yang besar dalam pendirian NKRI.?

"Karena itu, tongkat estafet kepemimpinan bangsa sudah selayaknya diperankan ? oleh santri dan masyarakat pribumi," ujarnya.

Misbah menghimbau agar para santri dan kader NU untuk tidak segan-segan mengambil peran di berbagai lini kehidupan. Tujuannya agar santri bisa mewarnai kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.?

Lebih-lebih saat ini di mana gerakan radikalisme sudah mulai mengancam kehidupan masyarakat yang aman dan damai. Untuk itu, katanya, kader NU perlu mempunyai bekal yang cukup, yaitu pendidikan yang memadai.?

"Kalau kader NU, bila disebut pinter, jelas sudah menguasai umum dan agama. Kedua-duanya oke," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, IMNU, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 bakal terlaksana dengan syiar keislaman dan kebangsaan.

Selain dipadati ribuan pengunjung, sejumlah pameran dan pagelaran kesenian juga turut digelar.Menjelang puncak acara, kirab budaya dan panji-panji NU akan menyemarakkan Kota Cirebon, Kamis (12/9).

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Kirab budaya rencananya akan menampilkan budaya dan kesenian khas Cirebon dan sekitarnya. Kota persemayaan Sunan Gunung Jati ini dinilai sebagai contoh yang baik bagi proses akulturasi Islam di Indonesia. “Panitia baik yang dipusat maupun daerah sudah siap,” kata Ketua Seksi Acara Andi Najmi Fuadi, Selasa (11/9), di Jakarta.

Secara bersamaan kirab panji-panji NU juga akan memenuhi jalanan menuju lokasi acara. Dalam kirab ini panitia melibatkan lembaga, lajnah, dan badan otonom, seperti GP Ansor NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, IPS Pagar Nusa, Pergunu, ISNU, Fatayat NU, Sarbumusi, dan lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Andi berharap seluruh rangkaian acara yang telah direncanakan akan berlangsung dengan lancar. Sejumlah area khusus di luar ruang Munas dan Konbes telah disiapkan untuk kegiatan kesenian, diskusi publik, pameran, dan bazar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selama acara berlangsung, 14-17 September nanti, beberapa pameran dan bazar akan diikuti para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lingkungan Nahdliyin, pelajar dan sekolah NU, termasuk dari pondok pesantren. 

Sementara itu panggung terbuka yang disediakan panitia diperuntukkan bagi sejumlah kreasi seni, termasuk kesenian wayang kulit. Wayang dipilih untuk mengingatkan kembali pola dakwah era Wali Songo.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sholawat Iringi Pelantikan IPNU Pesantren Zainul Hasan Genggong

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Rabu (8/2) malam dilantik.

Usai dilantik, para pengurus IPNU Hafshawaty Pesantren Zaha Genggong diminta agar bijak dalam memilih informasi. Pasalnya saat ini banyak informasi yang diragukan kebenarannya.

Sholawat Iringi Pelantikan IPNU Pesantren Zainul Hasan Genggong (Sumber Gambar : Nu Online)
Sholawat Iringi Pelantikan IPNU Pesantren Zainul Hasan Genggong (Sumber Gambar : Nu Online)

Sholawat Iringi Pelantikan IPNU Pesantren Zainul Hasan Genggong

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam ini dihadiri jajaran pengasuh Pesantren Zaha Genggong seperti KH Moh Hasan Nouval, KH Ahsan Qomaruzzaman, KH Hassan Ahsan Malik, dan KH Hasan Maulana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini disemarakkan dengan lantunan sholawat hingga larut malam. Ribuan santri bersholawat bersama-sama yang dipimpin oleh KH Hassan Ahsan Malik (Non Alek).

Khairul Imam mengatakan, sebagai generasi muda IPNU harus berbenah di era globalisasi zaman saat ini. Terutama semakin banyaknya berita hoax di media sosial (medsos). “Anak IPNU harus bisa memilah dan memilih mana informasi yang benar dan tidak,” katanya.

Khairul juga menyampaikan ucapan selamat bertugas, belajar, dan berjuang dengan amanah yang baru diterimanya. “Harapannya nanti bisa memberikan yang terbaik kepada semua pengurus PK IPNU Hafsyawati putra. Bisa menjadi penggerak dan harapan kaderisasi terbaik harapan NU,” pungkasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua IPNU Hafshawaty Moh Dandi Al-Muhdhor menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya selama satu tahun.

“Semoga saya bisa memegang amanah ini dengan baik. Meskipun demikian saya perlu masukan dan bimbingan sekaligus pembinaan dari beberapa senior IPNU. Harapannya ke depan bisa mengoptimalkan kajian Aswaja, ke-NUan, kebangsaan, dan tantangan di era IT,” ungkapnya.

Sedangkan Kiai Moh Hasan Maulana lebih banyak menceritakan agar segenap santri untuk selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mencari ilmu. “Gunakan waktu semaksimal mungkin untuk mendapatkan ilmu yang manfaat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kiai Moh Hasan Nouval. Ia meminta para pengurus IPNU menjadi karakter jatidiri seorang santri dengan keterampilan dan kemampuan masing-masing.

“Tegakkan terus kalimatul haq di manapun kalian berada. Cintai guru-guru kalian semua ashabul bait Pesantren Zainul Hasan Genggong. Supaya barokah manfaat mengalir kepada kalian semua,” tegasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 September 2017

Rais Aam Resmi Lantik Pengurus PBNU 2015-2020

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin resmi melantik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2015-2020, Sabtu (5/9) di Masjid Istiqlal Jakarta. Pengukuhan yang dirangkai dengan kegiatan sholawat dan istighotsah ini diikuti oleh lebih dari 10.000 warga NU se-Jabodetabek Jawa Barat dan sekitarnya.

Saat mengukuhkan, Kiai Ma’ruf mengatakan, bahwa segenap pengurus dalam bekerja memajukan organisasi harus dilandasi dengan keikhlasan.

Rais Aam Resmi Lantik Pengurus PBNU 2015-2020 (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Resmi Lantik Pengurus PBNU 2015-2020 (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Resmi Lantik Pengurus PBNU 2015-2020

Kiai asal Banten ini juga menuturkan, kepengurusan sekarang harus bekerja lebih baik lagi dibanding periode yang lalu. “Karena peran NU sangat dibutuhkan oleh negara sehingga NU wajib menjaga negara ini menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Ma’ruf juga menekankan kepada pengurus baru akan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dari gerakan-gerakan radikalisme dan ekstrimisme.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam acara pengukuhan dan istighotsah ini diantaranya, KH Maimoen Zubair, KH Makhtum Hannan, Wapres RI, H M Jusuf Kalla, Ketua MPR RI, H Zulkifli Hasan, Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin, dan para Menteri Kabinet Kerja lain. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Pendidikan, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah