Minggu, 14 Januari 2018

SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menyambut baik aturan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan 2013 yang dikeluarkan pemerintah. Meskipun demikian, LP Maarif NU menilai, pelaksanaan kebijakan itu masih rawan diselewengkan.

Wakil Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU Masduki Badilawi menyatakan, akumulasi nilai dari 40% rapor sekolah dan 60% ujian nasional (UN) merupakan syarat seleksi yang cukup adil, baik untuk sekolah swasta maupun negeri.

SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan (Sumber Gambar : Nu Online)
SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan (Sumber Gambar : Nu Online)

SNMPTN Jalur Undangan 2013 Rawan Diselewengkan

“Sebenarnya itu cukup fair asalkah dalam praktiknya tidak didiskriminasi dengan sekolah-sekolah unggulan, dan seterusnya itu,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Masduki, dengan mental umum penyelenggara pendidikan di Indonesia yang terliberalisasi, potensi penyeleksian calon mahasiswa berdasarkan kelas ekonomi sangat tinggi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“PTN dalam penyelekesiannya diarahkan tidak semata-mata seleksi akademik, tetapi lebih diarahkan kepada siapa yang kuat bayar,” tuturnya di Jakarta, Selasa (6/11). 

Mantan Wasekjen PBNU ini menambhakan, jika ini terjadi, madrasah-madarasah NU akan menjadi korban paling besar, mengingat mayoritas peserta didik berasal dari ekonomi menengah ke bawah.

Ia mengingatkan, SNMPTN jalur undangan ini juga dapat mempengaruhi tingkat manipulasi di sejumlah sekolah bermutu rendah. Rekayasa bisa dilakukan, misalnya, dengan penambahan nilai anak didik demi kemudahan masuk ke perguruan tinggi.

“Praktik dilapangan kadang tidak seperti yang diharapkan. Sering ada permainan-permainan, dan ini yang harus diwaspadai,” tandasnya. 

 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah