Rabu, 27 April 2016

LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten Subang untuk ke-45 kalinya? menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten. Lomba yang digelar dalam MTQ ini terdiri dari 9 cabang.

LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU

Mengenai lokasi yang dipilih dalam kegiatan ini dibagi menjadi beberapa titik, untuk cabang Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) pihak panitia memilih menggelarnya di Aula Kantor PCNU Subang.

Salah seorang dewan hakim MSQ H Munawir mengatakan, dipilihnya Kantor PCNU Subang sebagai lokasi kegiatan adalah karena aula PCNU dianggap cukup representatif dan cukup luas sehingga bisa menampung para pendukung masing-masing peserta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Di sini (Kantor PCNU, red) tempatnya cukup memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan lomba MSQ, selain itu, Ketua PCNU pun juga mengizinkan. Jadi kami putuskan mengadakannya di sini," Kata Gus Mun, panggilan akrab H Munawir usai kegiatan, Rabu (25/11).

Dikatakannya, lomba MSQ ini mestinya diikuti oleh 30 peserta yang mewakili dari 30 kecamatan yang ada di Subang. Masing-masing peserta terdiri atas 3 orang. Namun pada pelaksanaannya ada beberapa kecamatan yang tidak mengirimkan utusannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Barusan kita masuk pada babak final, yang masuk nominasi adalah peserta dari kecamatan Ciater, Pabuaran, dan Binong, pemenangnya akan diumumkan besok malam di alun-alun Subang bareng sama pemenang yang lain," tambahnya.

Tiga kader terbaik, kata dia, akan menjadi peserta yang menjadi perwakilan kabupaten Subang dalam mengikuti lomba MSQ tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar di Tasikmalaya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 April 2016

Inilah Pokok-pokok Agama Islam

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Alumni Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari mengadakan pertemuan rutin satu bulan sekali. Di bulan April ini gelaran rutin dilaksanakan di kediaman Yusri Nurdian Muslim Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Kamis (14/4) malam.

Inilah Pokok-pokok Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pokok-pokok Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pokok-pokok Agama Islam

Dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren KH Ahmad Shiddiq beserta ratusan alumni di berbagai tingkatan, mulai awal hingga kini.

Pembacaan Rotibul Haddad beserta tahlil qoshiroh merupakan rangkaian kegiatan wajib sebelum acara. Setelah itu, ? dilanjutkan dengan pengajian Bandungan kitab hadist Arbain Nawawi. Kitab yang didalamnya terdapat kumpulan hadist-hadist shahih karya Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasqi (676 H).

Dalam kesempatannya KH Ahmad Shiddiq atau lebih akrab disapa Gus Shiddiq menyampaikan keterangan hadist yang kedua.

Dibacakannya, hadist yang diriwayatkan dari sahabat Umar r.a: Suatu saat ketika sahabat-sahabat sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, serta rambut yang sangat hitam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di mana para sahabat, kata Gus Shiddiq, tidak mengetahui identitas dan jejak kedatangan laki-laki tak dikenal tersebut. Sampai akhirnya dia duduk langsung di hadapan Nabi seraya merapatkan lututnya ke lutut nabi, dan meletakkan kedua telapak tanngannya diatas paha Rasulullah SAW.

"Dan berkata; Ya Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam? Tanya laki-laki tak dikenal tersebut kepada Nabi. Islam ialah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, kamu melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji (jika mampu), jawab Nabi atas pertanyaan yang disampaikan. Seketika laki-laki tak dikenal menjawab; "Kamu benar Ya Muhammad"," kisah Gus Shiddiq yang dinuqil dari kitab Arbain Nawawi.

"Lantas sahabat-sahabat yang lain terheran-heran atas sikap laki-laki tak dikenal tersebut. Yang bertanya dan dikoreksi ? sendiri," sambungnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, katanya, ceritakan padaku tentang iman.

"Iman ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan kepastian (takdir) yang baik dan buruk. Laki-laki itu menjawab; kamu benar," jelas putra kedua (Alm) KH Abdul Wahid Akwan Al-Hafidz.

.

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, katanya, ceritakan padaku tentang ihsan.

"Kamu beribadah kepada Allah, seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika tak kuasa, yakinlah dalam ibadah yang kamu lakukan Allah melihatnya," imbuh Rais Syuriyah MWC NU Banyuwangi.

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, kata ? Gus Shiddiq, ceritakan padaku tentang hari kiamat.

"Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya. Lantas laki-laki tersebut melanjutkan pertanyaannya, ceritakan padaku tentang tanda-tandanya (hari kiamat)," imbuh kiai alumni Pondok Pesantren Darussalam (Blokagung).

Jika seorang budak wanita melahirkan majikannya, terang Gus Shiddiq, jika engkau melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan penggembala kambing saling bermegah-megahan meninggikan bangunan.

Selepas mengajukan beberapa pertanyaan, laki-laki tak dikenal tersebut pergi.

"Hai Umar! Tahukah kamu siapa yang bertanya itu? Tanya Nabi SAW. Umar menjawab; Allah dan rasul-Nya lebih tahu," ucap Gus Shiddiq.

Dia mengakhiri dengan melanjutkan jawaban Rasulullah SAW, Sesungguhnya dia (laki-laki tersebut) Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Hadits, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 April 2016

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian

Mamuju, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Setelah kasus bom gereja di Samarinda, Badan Nasional Penanggulangan Teroris langsung melakukan langkah dalam menghambat ajaran radikalisme dan terorisme di Indonesia. Kali ini BNPT melibatkan ulama dan dai se-Sulawesi Barat untuk ikut serta dalam melakukan proses pencegahan paham kekerasan dalam masyarakat.

Kegitan ini menghadirkan Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris sebagai pembicara nasional. Dalam paparnya ia menyampaikan bahwa, "Kita dikuasai kelompok radikalisme, untuk itu kita harus sharing informasi dalam menghambat paham kekerasan ini," ujarnya, Kamis (17/11) itu di hadapan 150 peserta dialog pelibatan dai FKPT Sulbar di Hotel DMaleo.

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian

Irfan mengatakan, kelompok teroris adalah kelompok kecil tapi memiliki rencana yang besar, dan masyarakat adalah kelompok besar tapi tidak memiliki rencana yang besar. "Untuk itu saya mengajak kepada seluruh Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Barat dalam meningkatkan kepeduliannya dalam menghadapi tejangan kelompok kekerasan ini" pintanya.

Menurutnya, dunia pendidikan dan tokoh pendidikan juga menjadi ujung tombak dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap paham anti toleransi, khususnya bagi generasi muda negeri ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kehadiran BNPT dalam melakukan pencegahan dengan menggunakan pendekatan lunak perlu kita apresiasi dengan ikut terlibat dalam menghalau paham radikalisme dan terorisme dengan mengedepankan prinsip-prinsip moderat dan toleransi," tutupnya. (Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Internasional, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 15 April 2016

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Blimbingsari mengadakan pelatihan ruqyah aswaja di MTs Sunan Ampel, Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Ahad (30/4) pagi.

Pelatihan ini dihadiri oleh ratusan Nahdliyin yang berada di beberapa kabupaten di antaranya Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Sidoarjo. Selain itu turut hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Blimbingsari Taufik Ismail beserta jajarannya, Kepala sekolah MTs Sunan Ampel Lutfi Hidayat beserta jajarannya, dan pembina jamiyah ruqyah aswaja yang juga sebagai pemateri dalam pelatihan ini Ust Allama Alaudin.

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja

Lutfi Hidayat atau sering ? disapa Lutfi menjelaskan, pelatihan ini digunakan sebagai wadah edukasi bagi masyarakat Nahdliyin mengenai teknis ruqyah.

"Karena hakikinya Allah SWT menjadikan Al-Quran sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Selama pelatihan peserta diberikan panduan awal untuk menjadi praktisi ruqyah sekaligus juga bisa dijadikan bekal meruqyah orang lain, keluarga, sanak family atau masyarakat luas," jelas Lutfi kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lutfi ? menambahkan, langkah ini juga sebagai wujud dakwah kepada Allah SWT atas landasan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

"Karena selama pelatihan ini seluruh peserta akan diajarkan metode tasykhis atau diagnosa kepada pasien, tehnik menetralisir rumah (tempat angker), teknik membuat air ruqyah, detoksifikasi, dan tahsinat," tutup Lutfi.

Senada dengan hal itu, Taufik Ismail menambahkan, selepas pelatihan akan dibentuk formatur kepengurusan Jamaah Ruqyah Aswaja (JRA) di tingkat kabupaten.?

"Bertekad selepas ini, saya adakan pelatihan-pelatihan ruqyah aswaja secara massif bagi warga Nahdliyin supaya seluruh warga NU tahu, bahwa NU memiliki pelatihan ruqyah ? tersendiri. Pasalnya sejauh ini, kalangan lain telah memakai jalan dakwah tambahan dengan ruqyah, selain mempengaruhi ideologi-ideologi radikal dan terorisme. Saya tidak ingin hal itu kecolongan bahkan terjadi kembali," jelas ketua Tanfidz yang pebisnis kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adanya komunikasi dan sekaligus kerja sama oleh pengurus Jamaah Ruqyah Aswaja ? dengan ? Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi sangat dibutuhkan, imbuh Taufik.

"Metode ini sangat ampuh, karena pengurus cabang memiliki wewenang untuk menginstruksikan kepada seluruh kepengurusan dan anggota Nahdliyin mulai tingkat kecamatan sampai ke tingkat desa. Karena saya ? mengakui instruksi dari pengurus cabang merupakan terobosan langkah lebih kuat guna menggerakkan keterlibatan masyarakat untuk pelatihan ruqyah aswaja ini," pungkas Taufik. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pesantren, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat

Lampung Barat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekitar empat ribu warga memadati acara  tahlil  dan tabligh akbar dalam rangka pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Suoh dan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Suoh, Ahad (25/1/2015).

4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat

Para jamaah yang hadir sejak pukul 06.30 WIB  itu datang dari berbagai pekon se-Lampung Barat. Mereka memenuhi setiap sudut halaman masjid, rumah warga, hingga ke sejumlah ruas jalan. Lapangan tempat parkir yang disediakan panitia pun penuh dengan kendaraan yang membawa rombongan dari berbagai penjuru.

Gus Aris, Ketua MWCNU Kecamatan Suoh, mengaku senang NU di daerahnya yang menunjukkan tanda-tanda bangkit dan bersatu untuk maju membangun Kecamatan Suoh. Ini terlihat antusiasme warga NU yang membludak dalam acara pengukuhan kali ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriah MWCNU KH Nurhadi mengatakan, gelaran ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada warga NU tentang bagaimana tahlilan yang sudah menjadi tradisi yang tidak bisa terpisahkan dari NU.

Ketua PWNU KH Soleh Bajuri Lampung dalam ceramahnya mengatakan, kegiatan tahlilan adalah suatu wujud keberhasilan islamisasi terhadap tradisi masyarakat Indonesia praIslam. Tahlilan secara bahasa adalah berasal dari kata “tahlil” yang artinya ucapan “laa ilaaha illallah”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi,  katanya, pengertian yang berkembang di masyarakat, tahlilan adalah kegiatan keagamaaan yang di dalamnya terdapat pengucapan tahlil dan kalimat thayibah lainya untuk mendoakan diri sendiri ataupun orang lain yang masih hidup maupun yang sudah meninggal agar diampuni dosanya ataupun untuk dikabulkan hajatnya.

Ia menegaskan, ritual ini tidak sia-sia. Doa bersama untuk memberikan hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia itu akan sampai kepada sasaran. Hal ini memiliki dasar yang kuat dari hadits Rasulullah dalam kitab sahih Bukhari dan Muslim. (Rudi Santoso/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 11 April 2016

Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika

Metro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PCNU Kota Metro Lampung KH. Fachruddin Hudan mengatakan, rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dianugerahkan akan memunculkan sikap qanaah (menerima) atas apa yang ada. Dengan rasa syukur, kita akan memiliki kesadaran bahwa kita tidak akan hidup selamanya didunia.

"Silakan mencari harta sebanyak-banyaknya seolah-olah akan hidup selama-selamanya. Tapi kita harus ingat untuk menyiapkan bekal akhirat seolah-olah kita akan meninggalkan dunia esok," katanya, Ahad (29/10).

Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika

Dengan rasa syukur, lanjutnya, kita juga akan menyadari bahwa rezeki kita di dunia sudah diatur oleh sang khaliq sehingga jiwa tidak akan terlalu terbebani dan ibadah pun akan lebih dirasakan.

"Tugas kita hidup didunia adalah untuk beribadah. Rezeki akan diberikan oleh Allah dari jalan yang tidak disangka-sangka jika kita benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT," terangnya mengutip ayat Al Quran.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencontohkan beberapa amalan di dunia yang dapat mendatangkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, diantaranya adalah melalui silaturahmi dan berkomunikasi dengan orang lain.

"Dengan bersilaturahmi maka akan terjalin komunikasi dan dari komunikasi tersebut maka insyaallah akan muncul komitmen sehingga aktifitas dari silaturahmi tersebut akan memunculkan rezeki," jelasnya.

Kesadaran akan hal inilah yang saat ini mulai banyak ditinggalkana oleh manusia zaman modern. 

"Banyak saat ini orang berfikir rezeki seperti matematika. Dengan bekerja siang malam mereka akan mendapatkan harta yang banyak. Yang imbasnya jarang melakukan silaturahmi dengan saudara dan tetangga," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal, lanjut Kiai Fachruddin, sering  kita temui seseorang yang terlihat tidak sibuk mencari harta dan santai dalam hidupnya, namun secara materi dianugerahi kecukupan dan terlihat melimpah.

"Inilah misteri dari rezeki. Siapa yang takwa dan yakin kepada Allah maka akan diberikan jalan keluar dan dibukakan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 08 April 2016

Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Muktamar dari dulu sampai sekarang bukan hanya acara persidangan para pengurus. Warga NU selalu memeriahkan penyelenggaraan muktamar melalui rapat umum yang dihadiri ribuan massa. Biasanya diselenggarakan di masjid besar di kota tersebut, atau di lapangan jika diperkirakan jumlah massa yang datang sangat besar. Pada kesempatan tersebut, dai-dai populer dan dihormati masyarakat tampil.

Pada muktamar pertama NU di Surabaya, acara rapat umum diselenggarakan di masjid Sunan Ampel, yang dihadiri tak kurang dari 10 ribu jamaah. Suatu kejadian yang belum pernah dialami Surabaya. Pada muktamar kedua, rapat umum yang diselenggarakan di masjid Sunan Ampel dihadiri puluhan ribu orang.

Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU

Muktamar keempat digelar di Semarang, sementara rapat umum dilaksanakan di Masjid Besar Semarang yang luar biasa meriah. Pada muktamar Pekalongan, rapat umum dilaksanakan di Masjid Besar Pekalongan, yang mendapatkan sambutan mengagumkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika Muktamar keenam digelar di Cirebon, sempat terjadi kesulitan untuk menggelar rapat akbar di Masjid Besar Cirebon, tetapi akhirnya dapat diatasi oleh KH Wahab Hasbullah dengan melobi adviseur voor inlandsche zaken di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muktamar ketujuh digelar di Bandung. Rapat umum diadakan di Masjid Besar Bandung dengan para pembicara ulung diantaranya KH Wahab Hasbullah, yang akhirnya mampu menumbuhkan banyak cabang di Jawa Barat.

Berikutnya adalah Muktamar Petamburan, Jakarta Pusat. Rapat umum diselenggarakan di depan lokasi muktamar karena masjid besar di Tanah Abang tidak muat untuk penyelenggaraan rapat.

Banjarmasin sebagai penyelenggara muktamar kesebelas juga memperlakukan para peserta dengan sangat istimewa. Rapat umum diselenggarakan sampai tiga kali. Pertama, di arena muktamar, kedua di masjid besar kota Banjarmasin, dan ketiga, atas permintaan cabang Martapura, diadakan sekali lagi di kota tersebut. Seluruh peserta diangkut perahu. Sementara itu, resepsi penutupan diselenggarakan di rumah hartawan Martapura KH Abdurrahman dengan penyelenggaraan yang mewah serta menurut adat asli Martapura dengan seni kasidah dan bacaan Qur’annya. Acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta muktamar.

Pada muktamar di Menes Banten, penyelenggaraan semakin meriah karena sudah terbentuk Ansor NU dan Muslimat NU yang turut serta dalam acara tersebut. Muktamar keempat belas di Magelang dihadiri hampir semua wakil organisasi seperti PB Muhammadiyah, PII, PDPP, JIB, wakil pemerintah, pamong praja, polisi dan wakil adviseur voor inlandssche zaker dan para priyayi. Rapat umum yang digelar di lapangan Tidar dihadiri lebih dari 50 ribu orang. (ensiklopedia NU/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 April 2016

IPNU Ketapang Gelar Majelis Diba’an

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bersama warga setempat, sejumah kader IPNU desa Ketapang kecamatan Ngusikan Jombang menyelenggarakan majelis sholawat Diba’iyah di masjid Ar-Rohman, Ketapang, Selasa (17/6) malam. Sholawatan kali ini diiringi Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Ketapang.

IPNU Ketapang Gelar Majelis Diba’an (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Ketapang Gelar Majelis Diba’an (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Ketapang Gelar Majelis Diba’an

Seorang aktivis IPNU Ngusikan Yusuf Habibi mengatakan, majelis seperti ini digelar rutin sepekan sekali. “Beginilah cara kami melestarikan tradisi seni hadrah,” kata Yusuf.

Kita mengambil tempat majelis Diba’an ini secara bergilir dari satu masjid ke lain masjid dan dari mushola ke lain mushola.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan sekitar tiga tahun terakhir,” ujar Yusuf yang mengharap ke depan keterlibatan pengurus NU baik tingkat wakil cabang dan cabang Jombang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua ISHARI Ketapang Mashudi menilai perkembangan hadroh di desanya agak lambat.

“Sekarang tradisi hadroh atau terbangan mulai terpinggir oleh perkembangan zaman. Karena itu, memperkenalkan seni hadroh lewat antara lain wadah ISHARI menjadi momentum tepat,” ujar Mashudi. (Anwar Muhammad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 April 2016

Siswi MA Walisongo Jepara Juara MTQ Jawa Tengah

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dua siswi MA Walisongo Pecangaan Kabupaten Jepara berhasil menjuarai even Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diadakan oleh Universitas Semarang (USM), Sabtu (10/6). Masyithoh Khoirun Nisa merebut Juara I kategori Tahfidz. Sedangkan Milhatul Muna mendapat Juara II kategori Kaligrafi.

Kegiatan dalam rangka Dies Natalies Ke-30 itu diikuti oleh puluhan peserta dari SMA, SMK, dan MA se-Jawa Tengah.

Siswi MA Walisongo Jepara Juara MTQ Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswi MA Walisongo Jepara Juara MTQ Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswi MA Walisongo Jepara Juara MTQ Jawa Tengah

Waka Kesiswaan Choifah mengabarkan, kedua siswi ini memang sudah memiliki keahlian di bidang masing-masing.

“Masyithoh siswi asal Mlonggo mondok di pesantren asuhan Kiai Hasyim Damarjati (Kalinyamatan). Ia memiliki banyak prestasi di bidang serupa,” kata Choifah via pesan Whats App.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Milha pernah menjuarai lomba serupa dalam even Porsema tingkat Kabupaten Jepara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Choifah berharap Masyithoh dapat menjaga dan mengamalkan kandungan Al-Quran. “Semoga diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjaga dan mengamalkan Al-Quran,” harap guru lulusan UIN Sunan Kalijaga ini.

Harapan lain juga ia tujukan kepada Milha. “Ke depan kualitas seni kaligrafinya semakin berkualitas.”

Melalui prestasi-prestasi yang telah diraih oleh peserta didiknya itu ia berharap menginspirasi siswa lain untuk berprestasi di jenjang yang lebih tinggi. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 05 April 2016

Teks Lengkap Ceramah Habib Umar bin Hafidz di JIC

"Islam Kita Menyatukan, Bukan Memecah Belah Umat"





Alhamdulillah segala puji milik Allah yang telah memilih kalian untuk memikul amanah yang agung ini. Semoga Allah menolong kalian agar bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Wahai Allah rekatkanlah hati dan sanubari-sanubari kami ini dengan hati dan sanubari orang-orang yang dekat dan Engkau cintai dengan sanad yang kuat yang tersambung kepada mereka.

Teks Lengkap Ceramah Habib Umar bin Hafidz di JIC (Sumber Gambar : Nu Online)
Teks Lengkap Ceramah Habib Umar bin Hafidz di JIC (Sumber Gambar : Nu Online)

Teks Lengkap Ceramah Habib Umar bin Hafidz di JIC

Hakikat keistimewaan dalam Islam adalah dengan memerdekakan nafsu kita dan juga memerdekakan orang lain dari jajahan nafsu-nafsu mereka sendiri. Allah telah menyebutkan kepada kita tentang perkara dakwah di jalan Allah dengan cara/metode dakwah yang diterima oleh Allah Swt. yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pertama, memenuhi hati dengan pengagungan kepada Allah hingga ia takut dan berharap hanya kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt mengatur slogan ini di lidahnya para rasul seperti tercantum dalam Al-Quran:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. asy-Syuara ayat 109, 127, 145, 164 dan 180).

Allah memuji orang-orang yang menyampaikan risalah-Nya dengan takut hanya kepada Allah dan menjadikan Allah sebaik-baik perlindungan:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai perlindungan." (QS. al-Ahzab ayat 39).

Sesungguhnya yang patut menyandang dakwah di jalan Allah adalah orang yang hatinya berharap dan takut hanya kepada Allah. Dan selama di dalam hatinya masih ada titik harapan kepada selain Allah maka pasti dia tidak akan selamat dari kekacauan dalam dakwahnya. Baik disadari maupun tanpa disadari ada kepentingan demi sesuatu yang diharapkan selain Allah atau demi kekhawatiran selain khawatir kepada Allah.

Dan kita pun membaca wahyu Allah di dalam metode dakwah yang benar, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Pergilah kalian berdua kepada Firaun, sesungguhnya di telah melampaui batas. Maka berbicaralah kepadanya dengan penyampaian yang lembut." (QS. Thaha ayat 43-44).

Sesungguhnya akal-akal yang berpikiran bahwa sesungguhnya engkau belum melaksanakan nahi munkar apabila engkau tidak berucap dengan kata-kata yang kasar dan keras", maka ucapan dan pemikiran itu bertentangan dengan wahyu Allah. Lihat wahyu Allah tentang metode dakwah ini, ketika mengatakan Firaun telah berbuat hal-hal yang jahat dan melewati batas, seharusnya setelah kalimat ini kasari dia atau bunuh dia atau habisi dia, bukan. Melainkan "? ? ? ?". Justru metode dakwah kalian adalah dengan ucapan dan penyampaian yang lembut.

Adapun metode hati adalah dengan harapan dan optimisme "? ? ? ?". Mudah-mudahan ia menjadi ingat Allah atau takut kepada Allah sehingga ia menjadi sadar.

Di dalam ayat yang lain, Allah memerintahkan:

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?

"Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas. Dan katakanlah (kepada Firaun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri? Dan kamu akan kubimbing ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepadaNya?" (QS. an-Naziat ayat 17-19). 

Bahkan cara ini diajarkan oleh Allah melalui wahyu kepada para rasulNya. Ketika Nabi Musa disampaikan pengaduan dari kaumnya tentang Firaun yang mengganggu mereka jauh sebelum datangnya Nabi Musa, maka jawab Nabi Musa:

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah diperuntukkan kepada siapa yang dihendakiNya dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Araf ayat 128).

Sesungguhnya perkara amar maruf nahi munkar adalah kewajiban yang penting dan agung sampai hari kiamat. Tapi bagaimana metode dan caranya? Yakni amar maruf dengan cara yang maruf, dan nahi munkar pun dengan cara yang maruf. Apabila engkau memerintahkan orang lain untuk berbuat hal yang maruf (baik) maka perintahkan dengan cara yang maruf. Dan apabila engkau mencegah orang lain dari perbuatan yang mungkar maka cegahlah mereka dengan cara yang maruf, bukan mencegah kemungkaran dengan cara yang mungkar.

Ketika beberapa ulama salaf dahulu menyaksikan bagaimana masyarakat menggosipkan Hajjaj yang banyak membunuhi dan mendzalimi ummat Islam, dengan cara menggosip (ghibah) di belakang dan kenyataannya tidak menghasilkan apa-apa. Maka para ulama salaf berkata, "Sesungguhnya Allah akan menuntut apa yang dilakukan Hajjaj, sebagaimana Allah juga akan menuntut orang-orang yang menggosipkan dan mencaci maki Hajjaj atas kedzalimannya."

Dulu di masa Hajjaj, ada sekelompok sahabat Rasulullah Saw., anak-didik Rasulullah Saw., mereka tidak memahami makna mencegah dari kemungkaran dengan memaki Hajjaj, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak baik kepada Hajjaj, atau memprovokasi massa untuk melakukan revolusi menggulingkan Hajjaj. Bukan itu yang mereka pahami dari makna Nahi Munkar tersebut. Seperti sahabat Abdullah bin Umar Ra. dan para sahabat yang lain berpendirian demikian, mereka tidak ada satupun yang mendukung Hajjaj atas kedzaliman dan kemungkaran yang dia lakukan dan mereka juga tidak mencaci maki Hajjaj.

Siapa gerangan pemimpin dari semua manusia yang melakukan praktik amar maruf nahi munkar? Siapa pula orang yang paling mengenal takut kepada Allah? Dan siapakah yang paling mengenal kecemburuan di dalam agama Allah? Sesungguhnya dialah Nabi Muhammad Saw.

Sebutkan, cacian apa yang pernah keluar dari lidah Rasulullah Saw. yang ditujukan kepada orang-orang musyrikin Mekkah yang dahulu pernah mengganggunya? Cacian apa yang pernah keluar dari lidah Rasulullah terhadap orang-orang munafik Madinah yang dahulu hidup di Madinah bersama Nabi? Pernahkah kita mendengar cacian Nabi Muhammad Saw. terhadap orang-orang Yahudi yang sering menggugurkan perjanjian dan kesepakatan bersama terhadap ummat Islam?

Sesungguhnya Nabi Saw. tidak menyibukkan diri dari hal demikian dan Nabi Saw. pun tidak berhenti untuk mengajak mereka (ke jalan Allah Swt.). Dan Nabi Muhammad Saw. mendirikan jihad terhadap orang-orang tersebut tetapi dengan aturan dan koridor kenabian yang diatur di dalam sunnahnya. Ketika ada satu kelompok Yahudi yang berkhianat atas suatu janji, maka yang diusir hanya satu kelompok Yahudi itu, bukan ditimpakan atas seluruh kaum Yahudi. 

Dan kita semua mencintai amar maruf nahi munkar dan jihad di jalan Allah, kita hidup atas hal tersebut dan rela mati untuknya, tetapi dengan cara dan metode Rasulullah Saw., Khulafaur Rasyidin dan Salafus Shalih. Dikatakan kepada Nabi Muhammad, "Ya Rasulullah, sumpahi mereka kaum musyrikin yang menyerang kita sebab mereka telah membunuh lebih dari 70 orang, juga telah membelah perut salah seorang sahabat Rasulullah, melukai dan menumpahkan banyak darah serta melakukan banyak kejahatan." Namun Nabi Saw. malah menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya aku tidak diutus menjadi tukang laknat, akan tetapi aku diutus untuk mengajak kebaikan dan rahmat. Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku karena sesungguhnya mereka belum tahu.”

Ketika ummat Islam baru pulang dari peperangan, ada orang-orang munafik memprovokasi umat Islam dengan mengatakan, "Kalau betul Nabi kalian ini Nabi yang benar maka kalian tidak akan kalah perang, kalian pasti akan menang." Maka Sayyidina Umar bin Khattab Ra. yang mendengar ucapan tersebut menjadi geram, lalu menghadap Rasulullah Saw. untuk meminta ijin membunuh mereka untuk menyelesaikan masalah ini.

Nabi Saw. menjawab, "Wahai Umar sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) mengucap La ilaha illallah."

Sayyidina Umar bin Khattab Ra. lalu berkata, "Sesungguhnya lidah mereka mengucap La ilaha illallah, tetapi hati mereka tidak."

Maka Nabi Saw. bersabda, "Saya tidak diperintahkan untuk memeriksa hati manusia."

Adapun kepada orang-orang Yahudi yang Sayyidina Umar meminta ijin membunuh mereka, Nabi Saw. berkata, "Saya punya perjanjian dengan mereka, bagaimana saya akan menggugurkannya dengan membunuhi mereka? Selama mereka mengucapkan omongan dan provokasi secara diam-diam dan mereka tidak membatalkan perjanjian ini, maka saya tidak punya jalan untuk membatalkan perjanjian ini."

Kemudian di masa tersebut ada seorang anak kecil dari keturunan Yahudi, yang mana anak kecil ini memiliki keistimewaan bisa mengetahui isi hati orang-orang dan hal yang ghaib dan membicarakannha di tengah-tengah masyarakat. Ibnu Shayyad namanya dan dikenal dengan Dajjal. Sayyidina Umar meminta ijin membunuhnya daripada membuat fitnah. Tapi Nabi menjawab, "Kalau benar Ibn Shayyad itu Dajjal, maka kau tidak akan mampu membunuhnya. Sebab sudah kusabdakan di akhir jaman nanti akan datang Dajjal yang akan melakukan hal ini dan hal itu. Kalau engkau melakukan itu berarti sabdaku tidak benar dan bohong. Kalau memang ternyata dia Dajjal, maka tidak ada kebaikan bagimu ketika membunuh anak ini."

Dalam arti sesungguhnya kemarahan dan kecumburan yang seharusnya hanya untuk Allah, apabila dijadikan bukan karena Allah maka justru akan menarik orang-orang tersebut di luar jalan Allah Swt. Maka sesungguhnya tempat kemarahan, kecemburuan dan ketegasan karena Allah Swt. terhadap orang kafir tersebut, dengan cara tidak membiarkan kemungkaran-kemungkaran tersebut menyebar pada diri kita, keluarga kita dan dari dalam rumah kita. 

Bukan seseorang yang mengklaim dia tegas dan marah karena Allah tetapi dia bersalaman dengan wanita yang bukan mahramnya, kemudian melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat Allah, terbukanya aurat bagi kaum wanitanya. Namun ketika melihat ada orang-orang yang di luar sana melakukan kemungkaran tersebut dia marah, dia bangkit, kemarahan dan emosinya siap melakukan kekerasan, sedangkan kesalahan yang ada pada keluarganya sendiri dia hanya diam seribu bahasa. Bukan itu yang dimaksud marah karena Allah Swt.

Ada salah seorang sahabat Rasulullah Saw. yang meminum minuman keras. Kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah, dan dihukum cambuk 41 kali. Kemudian setelah itu dia melakukan lagi dan tertangkap lagi dan dicambuk 41 kali untuk kedua kalinya. Sampai dengan yang ketiga kalinya dia tertangkap lagi dan dicambuk, sehingga ada orang yang mencaci makinya. 

Nabi yang mendengar caci maki itu kemudian bersabda, "Tidak, ini sudah melewati batas. Jangan mencaci maki dia. Dia sudah dihukum cambuk 41 kali. Janganlah kalian menjadi antek setan yang menjerumuskan saudaramu yang Muslim lebih jauh kepada Allah Swt." Bahkan orang itu dipuji oleh Nabi Saw., "Ketahuilah, bagaimanapun dia tetap cinta kepada Allah dan RasulNya." 

Nabi Muhammad Saw. menyetujui, mengikrarkan dan menetapkan ini hukum Islam harus ditegakkan atas peminum minuman keras, tapi Nabi Saw. pun tidak memperkenankan seorang Muslim mencaci Muslim lainnya. Ini adalah timbangan kenabian.

Sayyidina Umar Amirul Muminin Ra. ketika menjabat sebagai Khalifah, pernah berpatroli di perumahan Kota Madinah. Ia mendapati ada sebagian pemuda yang sedang berkumpul di dalam rumah meminum minuman keras. Langsung saja ia datangi rumah tersebut dengan menaiki dinding dan langsung memarahi atas apa yang mereka lakukan.

Salah seorang dari mereka lalu berkata, "Wahai Airul Muminin, sesungguhnya kami mengakui telah melakukan satu kesalahan. Tapi kamu wahai Amirul Muminin, saat ini telah melakukan tiga kesalahan. Pertama, Allah berfirman, "Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain," (QS. al-Hujurat ayat 12) sedangkan engkau telah memata-matai kami. Kedua, Allah berfirman, "Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya," (QS. al-Baqarah ayat 189) sedangkan engkau bertamu melalui jalan dinding. Ketiga, Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlan kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberi salam kepada penghuninya," (QS. an-Nur ayat 27) Sedangkan engkau tidak melakukan hal itu."

Kemudian Sayyidina Umar pun berkata, "Baiklah, mari kita sama-sama bertaubat kepada Allah." Akhirnya beliau pun pergi meninggalakan mereka.

Dan ketika melihat itu Sayyidina Umar pun tidak jadi menghukum mereka. Padahal Sayyidina Umar adalah orang yang disabdakan Nabi Saw. dengan sifat, "Sesungguhnya Allah menjadikan yang haq (kebenaran) di dalam hati dan ucapan Umar bin Khaththab."

Dan yang mengharamkan mereka (para pelaku maksiat) pada masa sekarang ini adalah mereka yang suka memata-mati orang lain, mencari-cari kesalahan orang lain, mencaci maki orang lain, dan melakukan hal-hal mungkar lainnya meskipun dengan dalih untuk menghilangkan kemungkaran. Dan hal-hal seperti ini semuanya adalah hal yang diharamkan di dalam agama Islam. Siapapun dia, dari anggota partai manapun, dari organisasi manapun dan dari kelompok manapun, tetap haram melakukan hal-hal tersebut.

Barangsiapa yang ingin membela dan berjuang untuk agama Islam, maka wujudkan perjuangan dan pembelaan tersebut dengan kesungguhan kepada Allah Swt. dan peneladanan terhadap Nabi Muhammad Saw. Dan barangsiapa yang ingin mencegah orang lain dari kemungkaran, jangan karena salah kaprah hingga justru menimbulkan kemungkaran-kemungkaran lainnya yang bahkan lebih besar.

Dahulu, sekitar 50 tahun yang lalu di sebuah wilayah, saat itu sedang digembar-gemborkan revolusi diantara negara-negara Islam. Sehingga ada beberapa ulama yang terpengaruh dengan bujukan revolusi hingga ikut-ikutan terhadap jamaah dan kelompok yang mengatasnamakan Islam tersebut di dalam memperjuangkan revolusi bagi kaum Muslimin. Dan setelah memenangkan revolusi itu, kemudian masuk pengaruh politik dan lain sebagainya, hingga dia dan kelompok yang tadinya berperan dalam revolusi dalam negara tersebut malah akhirnya jadi korban politik dan dipenjarakan di penjara khusus. Penjara yang sangat ketat bahkan untuk buang hajat pun hanya dibolehkan di waktu-waktu yang sudah ditentukan. 

Hingga dia menulis sebuah surat, "Dahulu sebelum revolusi, kita mencari dan menuntut kebebasan untuk berbicara. Namun setelah revolusi, kami menuntut kebebasan hanya sekadar untuk buang hajat." Artinya, apa yang mereka cita-citakan dahulu tidak sesuai dengan hasil yang mereka terima.

Dan saya (Habib Umar bin Hafidz) sempat berjumpa dengan tokoh tersebut di penghujung akhir hayatnya. Saat itu hatinya benar-benar dipenuhi dengan pengagungan dan penghormatan kepada orang-orang yang shalih dan mulia yang menempuh jalan thariqah orang-orang yang tidak mau menodai tangan mereka dengan darah dan menodai lisan mereka dengan caci makian terhadap orang lain.

Ketahuilah, kita sekarang berada di hadapan sebuah perkara yang agung dan penting. Dan keberadaan kita adalah untuk mengevakuasi dan menyelamatkan ummat. Dan di hadapan kita adalah sebuah jalan tempuh dan metodenya orang-orang shalih. Jalan mereka adalah Ahlussunnah wal Jamaah. 

Adalah mereka orang-orang yang mengagungkan sunnah Nabi Saw. dengan mengagungkan ucapan Rasulullah Saw., mengagungkan setiap detail perbuatan Rasulullah Saw., bahkan diamnya Rasulullah Saw. dan semua keadaan Rasulullah Saw. mereka agungkan, terobsesi dan mengidolakannya. Inilah makna Ahlussunnah. Sedangkan makna al-Jamaah, adalah hati mereka satu sama lain saling menghormati, saling mencintai dan saling menjaga persatuan. 

Dan mereka orang-orang yang menempuh jalan istiqamah, jalan yang lurus ini, mereka tidak terpengaruh dengan arus manapun seberapapun derasnya ataupun hembusan angin yang mengarah ke kanan atau kiri, mereka tetap konsekuen atas fatwa yang mereka ucapkan. 

Adapun orang-orang yang terpengaruh dengan hembusan kanan ikut ke kanan, hembusan kiri ikut ke kiri, maka orang yang semacam itu setiap kali ada perubahan pendiriannya juga ikut berubah. Hari ini berfatwa, besok saat ada perubahan ia sampaikan lagi fatwa yang bertentangan dengan fatwa yang pertama. Berubah lagi keadaan ia sampaikan fatwa yang berbeda lagi dengan sebelumnya, begitu seterusnya tidak konsisten. 

Mari kita bangkit untuk mengevakuasi dan menyelamatkan ummat. Dan maksud atau tujuan dari perkataan ini, saat ini, bukanlah untuk menyibukkan diri mencaci kelompok yang berbeda dengan kita, berbeda cara dengan kita. Melainkan untuk memberikan penjelasan kepada kita, agar menjadi terang dan jelas metode yang benar ini.

Dan di hadapan kalian ini adalah ada sebuah risalah, risalah masjid. Yang mana risalah itu untuk mengajak manusia kepada ilmu dan dakwah ke jalan Allah Swt. Maka kita harus bisa mengayomi semuanya. Membawa semuanya ke jalan Allah Swt. dengan cara yang benar. 

Dan kalian berinteraksi dengan orang-orang ahli politik dan yang tidak berkecimpung dalam politik, juga berinteraksi dengan orang-orang yang telah terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran di luar Islam, atau berinteraksi dengan orang-orang yang berpikiran benar, berinteraksi dengan orang-orang yang suka maksiat, juga berinteraksi dengan semua lapisan masyarakat. Tetapi yang sesuai dengan koridor yang diatur di dalam metode kenabian dan juga tolak ukur dan timbangan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. agar tidak kebablasan.

Melalu masjid-masjid ini mari kita jadikan sarana untuk mengakurkan, mendamaikan serta memperbaiki keadaan masyarakat. Dan untuk menenangkan hati masyarakat serta membantu masyarakat dengan ilmu, pikiran, sedekah dan infaq kita melalui masjid. Dan hidupkan kembali sunnah untuk menyambangi, menjenguk dan membantu orang yang sedang sakit. Pikirkan bagaimana menarik orang-orang yang belum mengenal masjid agar menjadi segan datang ke masjid.

Dengan tugas penting ini, maka banyak orang yang akan mengambil manfaat dan terselamatkan dari kegelapan. Justeru dengan hal semacam ini akan mempunyai pengaruh dan andil besar di dalam menolak balak dan musibah dari ummat Islam. Dan sesungguhnya manakala metode ini dijalankan, maka manfaat yang kalian berikan bukan hanya untuk masyarakat Indonesia tapi menyebar ke seluruh lapisan masyarakat yang ada di dunia ini. Sebab Nabi Muhammad Saw. diutus bukan hanya untuk di wilayah tertentu melainkan untuk alam seluruhnya, maka luaskan manfaat dan semangat kita untuk mereka semua.

Semoga Allah menganugerahkan kita sebaik-baiknya peneladanan terhadap Nabi Muhammad Saw. Dan mengikuti metode Nabi Muhammad Saw. Dan Allah memperkuat hubungan dan sanad antara kita dengan Nabi Muhammad Saw. Dan Allah jadikan kita semua termasuk orang-orang yang menggembirakan Nabi Muhammad Saw. Dan semuanya dikumpulkan di barisan Nabi Muhammad Saw. 

Sesungguhnya barusan para guru kita dan para wakil kita telah duduk bersama, bersepakat untuk kemaslahatan ummat yang perlu segera kita realisasikan bersama. Dan semua poin-poin yang telah kita sepakati tadi adalah benih yang akan membuahkan menolak balak dan musibah dari ummat ini dan mendatangkan kemanfaatan yang besar, apabila benih ini kita sirami dengan tiga hal; kejujuran, keikhlasan dan kesungguhan.

Semoga Allah memberkahi benih yang baru saja kita tanami bersama. Memberikan taufiq di dalam menyiraminya. Dan memberkahi buah yang akan keluar darinya. Dan Allah perlihatkan kepada kita semua buah darinya, di dunia dan akhirat. Aamiin.





*Disampaikan oleh Habib Umar bin Hafidz dalam acara Jalsatudduat I di Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara, Ahad 15 Oktober 2017.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 02 April 2016

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi!

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah ditetapkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu terus memicu kecaman dan penolakan dari masyarakat di berbagai daerah.

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Solo: Kembalikan Kedaulatan dan Peran Rakyat dalam Demokrasi!

Sejumlah aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Gerakan Masyarakat Solo (Gemas) turut menyuarakan tuntutan mereka dalam aksi longmarch yang digelar pada Kamis (2/10).

Massa aksi mulai berjalan dari Kampus UNS Mesen di Jalan Urip Sumoharjo pukul 10.00 WIB menuju Bundaran Gladag Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah. Dengan membawa berbagai spanduk bertuliskan penolakan terhadap UU Pilkada, mereka juga mengajak masyarakat untuk mengisi formulir gugatan yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum PMII Cabang Kota Solo yang juga sebagai menjadi Koordinator Aksi, Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya menegaskan dengan adanya UU Pilkada yang mengatur pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD mengindikasikan bahwa masyarakat bakal diajak bernostalgia dengan rezim orde baru yang gemar mengebiri hak rakyat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Selama 32 tahun rakyat dibungkam dan berbagai haknya dikebiri. Tanpa pandang bulu, siapapun yang berani menentang pandangan pimpinan orde baru tersebut langsung ‘disikat’. Sedangkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) justru makin merajalela,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya hal tersebut akan menodai reformasi 1998 yang dicita-citakan membawa perubahan Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, berdaulat, demokratis, dan bermartabat.

“16 tahun pascareformasi, Indonesia yang terus belajar dan mengembangkan demokrasi untuk menuju nilai-nilai Pancasila yang ideal, justru akan dibuat mundur kembali oleh elite politik di negeri ini,” paparnya.

Dalam aksi tersebut, disampaikan pula pernyataan sikap, yang antara lain mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak disahkannya UU Pilkada. “Kembalikan kedaulatan dan peran rakyat dalam demokrasi,” tegas Rodif. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Quote, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 April 2016

Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam

Doa merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan agama. Sebagaimana ibadah lain, Islam juga mengatur adab yang meliputi tatacara dan etika doa. Salah satunya adalah keterjagaan hati. Doa merupakan komunikasi langsung hamba dan Sang Pencipta. Tidak heran kalau sebagian ulama memaknai doa sebagai bentuk eskpresi kefaqiran atau kebutuhan hamba-Nya kepada Allah SWT.

Mengutip Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar menyebutkan 10 adab berdoa. Hal ini menunjukkan betapa sakralitas ibadah doa.

Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 10 Adab Berdoa dalam Islam

Pertama, kita menantikan waktu-waktu mulia seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat, sepertiga terakhir dalam setiap malam, dan waktu sahur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, kita memanfaatkan kondisi-kondisi istimewa untuk berdoa seperti saat sujud, saat dua pasukan berhadap-hadapan siap tempur, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat dan sesudahnya.

Ketiga, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan mengusap wajah sesudah berdoa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keempat, mengatur volume suara agar tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu rendah.

Kelima, menghindari kalimat bersajak dalam doa karena dikhawatirkan justru melewati batas dalam berdoa. Prinsipnya tidak berlebihan dalam penggunaan kata-kata saat berdoa.

Keenam, berdoa dengan penuh ketundukkan, kekhusyukan, dan ketakutan kepada Allah SWT.

Ketujuh, mantap hati dalam berdoa, meyakini pengabulan doa, dan menaruh harapan besar dalam berdoa. Sufyan bin Uyaynah mengatakan, sadar akan kondisi dirimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa kepada-Nya. Allah, kata Sufyan, tetap menerima permohonan Iblis yang tidak lain adalah makhluk-Nya yang paling buruk.

Kedelapan, meminta terus menerus dalam berdoa.

Kesembilan, membuka doa dengan lafal zikir. Kita dianjurkan untuk membuka doa dengan pujian dan shalawat. Demikian pula ketika mengakhiri doa.

Kesepuluh, tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah SWT dengan cara mematuhi segala aturan agama. Pasal sepuluh ini yang sangat penting.

? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pasal kesepuluh, ini pasal terpenting dan cukup mendasar dalam pengabulan doa, yaitu tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah SWT,” (Lihat An-Nawawi, Al-Adzkar Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, Kairo, Darul Hadits, 2003 M/1424 H, halaman 372). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah