Kegitan ini menghadirkan Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris sebagai pembicara nasional. Dalam paparnya ia menyampaikan bahwa, "Kita dikuasai kelompok radikalisme, untuk itu kita harus sharing informasi dalam menghambat paham kekerasan ini," ujarnya, Kamis (17/11) itu di hadapan 150 peserta dialog pelibatan dai FKPT Sulbar di Hotel DMaleo.
| Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online) |
Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian
Irfan mengatakan, kelompok teroris adalah kelompok kecil tapi memiliki rencana yang besar, dan masyarakat adalah kelompok besar tapi tidak memiliki rencana yang besar. "Untuk itu saya mengajak kepada seluruh Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Barat dalam meningkatkan kepeduliannya dalam menghadapi tejangan kelompok kekerasan ini" pintanya.Menurutnya, dunia pendidikan dan tokoh pendidikan juga menjadi ujung tombak dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap paham anti toleransi, khususnya bagi generasi muda negeri ini.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
"Kehadiran BNPT dalam melakukan pencegahan dengan menggunakan pendekatan lunak perlu kita apresiasi dengan ikut terlibat dalam menghalau paham radikalisme dan terorisme dengan mengedepankan prinsip-prinsip moderat dan toleransi," tutupnya. (Mahbib)Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Internasional, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah