Sabtu, 20 Januari 2018

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama ini kaum tani sebagai penyedia pangan justru kekurangan pangan. Artinya, banyak petani Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.

Demikian ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada rombongan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) di Pendopo Balai Kota Jakarta Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/3) dalam kegiatan audiensi menjelang pelaksanaan Rakernas Muslimat NU yang akan digelar di Jakarta tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2014.

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

“Yang saya tahu itu, orang NU banyak yang di desa dan menjadi petani, perkuat itu sebagai basis perekonomian NU dan bangsa,” kata Jokowi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya dikit-dikit baca platform perencanaan perekonomian NU,” ujarnya sambil membaca draft rakernas Muslimat NU dari Khofifah Indar Parawansa. ?

Dia menuturkan, jangan sampai kita hanya pandai merencanakan namun minim pelaksanaan. “Sebagai contoh, di Bappeda DKI itu penuh dengan ribuan perencanaan, tak kurang sedikitpun, tapi ya itu gak ada yang dilaksanakan,” ungkap Jokowi dihadapan rombongan Muslimat NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rombongan audiensi dipimpin oleh Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan jajaran ketua diantarnya Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, dan Hj Sri Mulyati. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Lomba, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lokasi wisata  Educasi Kampung Coklat pada 1 September 2015 nanti akan ditempati acara halal bihalal NU Kabupaten Blitar. Tidak banyak yang tahu kalau lokasi wisata ini adalah milik warga Nahdliyin.

Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampoeng Coklat ini akan Menjadi Lokasi Halal Bihalal Warga NU

Tempat ini adalah milik H Cholid Musthofa  seorang tokoh NU asal Kademangan Kabupaten Blitar. Tepatnya  berlokasi di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kab. Blitar.

Jika Anda masuk dari Kota Blitar, lokasi dapat ditempuh melalui jalan kota yang menuju ke arah kademangan, sampai ketemu jembatan Kademangan belok kiri, lurus sampai ketemu pasar kademangan, masih lurus sampai ketemu perempatan menuju kearah lodoyo (Gunung Betet) kemudian belok kiri. Ikuti jalan lurus kurang lebih 3 km. lokasi ada di utara jalan atau sisi kiri jalan, dekat dengan perbatasan Desa Plosorejo dengan Desa Darungan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di sini kita bisa melihat proses pengolahan kakao, mulai dari pembibitan, panen, penjemuran, penggilingan, grinding, memasak, menghias, dan mengemas, tergantung dari paket wisata yang kita ambil. Tarifn ya mulai Rp. 15.000  sampai dengan  Rp. 50000. Tapi kalau kita hanya bertujuan untuk berbelanja, bisa masuk dan gratis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari lokasi parkir kita akan disambut oleh biji kakao yang sedang dijemur. Biji kakao yang dijemur ini memiliki aroma yang khas. Setelah melewati bagian ini, kita akan disambut dengan kebun kakao yang rindang dan sejuk.

Pengunjung dapat bersantai sembari menikmati makanan, karena disini juga menjual  berbagai olahan makanan, seperti bakso, rujak ulek, pepes ikan, pepes jamur, nasi putih, nasi tiwul, nasi ampok, dan tentunya minuman coklat. Kita bisa menikmati makanan yang telah kita pesan dibawah kebun coklat yang rindang.

“Coklat merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah beriklim tropis, seperti Indonesia misalnya. Kendati demikian cokelat amat disukai oleh semua kalangan tanpa ada perbedaan usia, dari anak-anak hingga orang dewasa sangat menggemarinya,’’ ujar H Kholid Musthofa pemilik Kampoeng Coklat kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah pada suatu kesempatan.

Digemarinya cokelat dari berbagai kalangan tersebut, lanjut Kholid, tidak terlepas dari rasa jenis panganan ini yang dapat dinikmati dalam kondisi apapun. Selain itu juga dapat di olah dengan berbagai varian menu sesuai dengan kesukaan kita. “Lebih dari itu cokelat yang berasal dari tumbuhan Kakao ini mengandung zat yang dapat memberikan efek tenang bagi yang mengkonsumsinya,’’ kata Kholid yang juga anggota Banser  Blitar itu.

Ia menjelaskan bahwa kandungan cokelat terdapat banyak zat yang bermanfaat untuk tubuh. Diantaranya: kalori, karbohidrat, transvet, vitamin A, Vitamin E dan zat trieobromin.

“Zat Trieobromin itulah yang dapat memberikan pengaruh efek tenang bagi siapapun yang mengkonsumsi cokelat, karena itu tidak heran kalo cokelat digemari semua usia,” katanya.

Ia katakan, selain memberikan efek tenang jenis panganan yang satu ini juga dapat memberikan efek kenyang bagi yang mengkonsumsinya. Hal ini dikarenakan terdapatnya unsur karbohidrat yang kandungannya cukup banyak.

“Pesatnya pertumbuhan bisnis cokelat dewasa ini membuka pintu untuk jalur ekspor yang dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM. Fenomena seperti ini hampir terjadi seluruh pelosok negeri ini, dimana banyak tumbuh enterpreneur – enterpreneur rumahan dengan berbagai bentuk dan inovasi,” tandasnya.

Menghadapi pasar bebas, Ia tetap yakin produk Kampoeng Coklat Blitar  siap bersaing. Kendati demikian, kualitas produk dan komposisi bahan harus tetap dijaga guna menarik minat konsumen, selain itu juga tentang legalitas harus ditingkatkan.

“Secara kualitas kami siap bersaing dalam pasar bebas,  Namun itu semua juga tergantung dari kapasitas produksinya,” jelasnya.

Ia jelaskan, Kampung Cokelat, merupakan salah satu wahana edukasi baru di Kab. Blitar. Meski baru berusia setahun lebih sejak di lounching bulan April 2014 lalu, wahana wisata ini mendapatkan respon luar biasa. Terbukti banyak pengunjung dari luar kota datang, meski hanya sekedar untuk belajar tehnik budidaya tumbuhan kakao dan bisnis cokelat. Terlabih pada saat weekend atau liburan, lahan yang luasnya 1,5 hektar tersebut di sesaki 7000 pengunjung.

“Setiap pengunjung yang datang di wahana wisata tersebut bakal merasa dimanjakan oleh pihak pengelola. Pasalnya, hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5 000,00 perak setiap orang dapat langsung menikmati seluruh fasilitas yang ada di dalamnya.

“Tiap pengunjung yang datang ke Kampung Cokelat ini tidak hanya sekedar menikmati minuman cokelat saja. Melainkan juga dapat belajar budidaya tumbuhan kakao, praktek mengolah mencetak dan menghias cokelat, serta r bisnis cokelat,” jelasnya.

Yang menarik lagi masing-masing pengunjung akan mendapatkan piagam dari pihak manajemen Kampung Cokelat dan dapat pula membeli bibit tumbuhan Kakao yang harganya relatif sangat murah. “Pengunjung dapat pula membeli bibit Kakao yang dapat di tanam di halaman rumah, hanya Rp.2000,00 per biji,” tambahnya. (Imam Kusnin Ahmad/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Berita, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berita Nahdlatoel Oelama

Majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), dengan alamat kantor NU, Sasak No 66, Surabaya. Menurut sebuah sumber, majalah tersebut terbit pertama kali pada tahun 1931.?

Pada terbitan Nomor pertama Tahun kelima, Muharam ? terbit pada 1 Januari 1936, terdapat keterangan yang mengungkapkan kebahagiaan bahwa majalah ini bisa terbit ? half maandblad atau terbit sebulan dua kali. Di edisi itu pula tertulis keterangan bahwa majalah tersebut diupayakan oleh para ulama NU.?

Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Nahdlatoel Oelama

Para ulama berharap, majalah tersebut dapat berperan sebagai obor kaum Muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di dalam kota redaksi tercatat K. Machfoed Siddik Djember sebagai Hoofd Redacteur, dan K. Abdullah Oebaid Surabaya, KH Eljas Tubuireng dan KH A Wahid sebagai Redacteur. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah Surabaya, dan KH Bisri Kauman duduk sebagai Mede Redacteur.

Majalah BNO berbeda dengan majalah yang diterbitkan NU pada masanya. Jika majalah lain hanya berisi artikel-artikel keagamaan dan keorganisasian NU, maka BNO memuat banyak jenis tulisan, dari agama, organisasi, ekonomi, hingga permasalahan tanah dan pertanian. Dimuat juga tulisan-tulisan bertema politik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang sedang berkembang pada masanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berita-berita NU di berbagai daerah juga termuat, bahkan hingga NU Teluk Lubuk, di Sumatra Selatan.?

Sebagai majalah berbasis aliran keagamaan, BNO tak lupa merespon dan membela keyakinannya. Nomor 9 Tahun 9 misalnya, majalah ini merespon tulisan yang ada di majalah Adil terbitan Muhammadiyah tentang hukum Azimat.?

BNO Nomor Pertama Tahun kesepuluh, Nopember 1940, juga merespon perselisihan Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah dengan Hamka tengang tarikat an-Naqsabandiyah yang diungkapkan dalam majalah Al-Mizan (majalah milik Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah yang terbit di Bukit Tinggi).?

BNO menolak keras padangan Hamka yang mengatakan tarikat itu sesat menyesatkan. dan mendukung terbitan majalah Al-Mizan.

Tak ketinggalan pula, seperti umumnya terbitan di NU, majalah ini, tiap terbitannya memuat nama-nama kyai, ulama, atau aktivis organisasi yang sudah meninggal. Maksdunya, meminta para pembaca untuk sholat ghoib atau berkirim doa.

Majalah BNO beredar di banyak kota, dari Madura, hampir semua kota di Jawa Timur, Yogyakarta, kota-kota di jawa Tengah hingga Cirebon, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seputar keagamaan juga dikirimkan dari Lampung.?

Keragaman iklan yang dimuat juga menggambarkan keragaman pembaca. Dari iklan toko kain hingga tiket kapal laut, dari tukang jahit hingga toko buku yang menjual buku-buku Kristen, dari toko emas imitasi hingga iklan hotel, hingga iklan toko dasi bergambar lambang Muhammadiyah, semua ada. Dari sisi tampilan, majalah ini juga lebih rapi, baik sampul dan tata letak halamannya yang menggunakan tiga kolom di tiap halaman.

Ditemukan edisi No. 6/Tahun XII/Juni - Juli 1952 kolektor majalah Kemala Atmojo. Ada perubahan besar di edisi nomor tersebut, terbitan tidak sebulan dua kali lagi, tapi terbit dua bulan sekali. Perubahan lain adalah perpindahan alamat ke Jalan Maluku II/1, Semarang dan untuk alamat administrasi di Jalan Pekodjan 157, Kudus.?

Penerbitan majalah dikelola oleh PBNU bagian Da’wah. Susunan redaksi pada edisi yang sampul berwarna merah memasang foto Kyai Wahab Chasbullah sedang berpidato tersebut terdiri dari Pemimpin Redaksi: Saifuddin Zuhri. Anggota Redaksi: K.H.A. Wahid Hasjim; K.H. M. Dahlan; K.H. M. Iljas; A.A. Achsien; Idham Chalid; A. Fattah Jasin; Ahmad Shiddieq; Umar Burhan; A. Ch. Widjaja; K. R. Amin Tjokrowidagdo; Nurjaman. Administrasi: M. Zainury Noor. Belum ditemukan waktu perubahan majalah ini. Dan belum ada informasi yang pasti kapan berakhirnya majalah ini. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Cerita, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ada salah satu hadist Nabi Muhammad saw yang menerangkan para orang tua agar memerintahkan shalat kepada anak-anaknya setelah usia 7 tahun. Namun, terkadang masih banyak orang yang keliru dalam memahami hadist tersebut.

“Banyak yang salah paham, anak usia 7 tahun baru diajari shalat,” kata Habib Noval bin Muhammad Alaidrus, dalam acara wisuda Tahfidz al-Qur’an Ta’mirul Islam, di Gentan Sukoharjo, belum lama ini (21/12).

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum 7 Tahun Anak Mesti Mengerti Shalat

Pengasuh Majelis Zikir dan Ilmu Ar-Raudhah Solo tersebut menjelaskan, semestinya sebelum usia 7 tahun itu, anak diajarkan dan bahkan sudah dapat melakukan gerakan shalat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Termasuk mengetahui syarat, rukun, dan sunahnya. Juga hal lain yang berkaitan dengan shalat seperti masalah wudlu, najis dan juga haid,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencontohkan laku para ulama salaf, semisal Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, yang ketika usia 4 tahun sudah memiliki wirid harian shalat sunah 200 rakaat. “Ada lagi, putra Habib Ali Al-Habsyi, muallif Simtuddurar, ketika usia 4 tahun dia sudah bisa menerangkan masalah haidh,” tuturnya.

Menurut Habib Noval, permasalahan ini sebetulnya disebabkan karena orang tua masih menganggap anaknya masih kecil, sehingga masih belum dikenakan kewajiban. Oleh karena itu, ia berharap agar para orang tua dapat mendidik anaknya untuk shalat sedari dini. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

Khutbah Menyambut Peringatan Maulid Nabi

Khutbah I

Khutbah Menyambut Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Menyambut Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Menyambut Peringatan Maulid Nabi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?}? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Jamaah Jumat rahimakumullah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal kita memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang sering disebut Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi memang tidak diperintahkan secara khusus, baik oleh Al-Qur’an maupun Hadits. Peringatan ini baru diadakan untuk pertama kali ratusan tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yakni pada abad ke-7 hijriah di wilayah Irak sekarang atas perintah Raja Irbil bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri. 

Meski tidak ada perintah yang tegas, peringatan maulid Nabi juga tidak ada larangan yang jelas. Sesuatu yang tidak ada perintah sekaligus tidak ada larangan boleh dilakukan. Hal ini dalam hukum Islam disebut mubah. Sesuatu yang mubah akan mendapatkan pahala apabila ada niat dan tujuan yang baik (ibadah), dilakukan dengan cara yang baik dan terbukti mengasilkan sesuatu yang baik.  

Jamaah Jumat rahimakumullah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nabi Muhammad SAW lahir dan dibesarkan dalam keluarga sederhana. Dari usia dini beliau sudah yatim piatu. Ayah beliau wafat ketika Nabi masih dalam kandungan. Usia enam tahun, inbundanya wafat. Lalu disusul kakek beliau juga wafat. Dan akhirnya beliau diasuh Paman Abu Thalib. Abu Thalib sendiri bukan orang kaya, padahal putranya banyak. Keadaan inilah yang menjadikan beliau harus bekerja keras sejak kecil untuk mencari nafkah. Beliau pernah menjadi penggembala kambing. Juga beliau pernah membantu pamannya berjualan di Syam. Yang terakhir ketika sudah dewasa beliau bekerja sebagai buruh atau karyawan pada seorang janda bernama Khadijah. Pekerjaan beliau adalah menjalankan perdagangan di perusahaan janda tersebut. Dari buhungan seperti itulah kemudian beliau menikah dengan Khadijah yang tak lain adalah majikannya sendiri. 

Jamaah Jumat rahimakumullah

Kehidupan Nabi Muhammad sebagaimana uraian tersebut, dapat kita temukan rekamannya dalam Surat Adh-Dhuha. Dalam ayat ke-3, Allah SWT berfirman:

? ? ? ? ?

Artinya: “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.”

Allah sekali-kali tidak bermaksud meninggalkan Nabi Muhammad di waktu kecilnya. Tidak pula Allah bermaksud menelantarkan hidup beliau sehingga beliau harus bekerja keras mencari nafkah meskipun masih kanak-kanak. Juga, Allah SWT tidak bermaksud membenci beliau sehingga ketika masih dalam kandungan saja, ayah beliau Abdullah sudah dipanggil menghadap-Nya. Ketika usianya baru enam tahun dan masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu, Aminah pun wafat. Belum hilang kesedihan beliau karena ditinggal ibunya, kakeknya pun menyusul wafat dua tahun kemudian. Sempurnalah sudah kesedihan dan penderitaan beliau sebagai seorang yatim piatu dengan meninggalnya ayah, ibu dan kakek untuk berpisah selama-lamanya.

Dari semua penderitaan itu, tidak ada maksud Allah SWT menelantarkan beliau, tetapi justru Allah SWT sedang mempersiapkan beliau menjadi seorang pemimpin besar kelak di kemudian hari. Seorang pemimpin harus peka terhadap kesulitan-kesulitan yang dipimpinnya dan dapat memberikan solusi dari kesulitan-kesulitan itu. Kepekaan seperti itu sulit dimiliki oleh para pemimpin yang tidak pernah mengalaminya sendiri kesulitan-kesulitan seperti itu. Dengan kata lain, Allah sesesungguhnya menggembleng jiwa dan sikap mental beliau untuk menghadapi berbagai macam kesulitan dan tantangan berkaitan tugas beliau kelak menjadi seorang nabi. Apalagi beliau disiapkan dan ditetapkan oleh Allah SWT menjadi nabi terakhir hingga akhir jaman. 

Jamaah Jumat rahimakumullah

Dalam ayat berikutnya, yakni ayat ke-4, Allah berfirman:

? ? ? ? ?

Artinya: “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”

Dalam hidup ini yang terpenting adalah apa yang terjadi di akhir dan bukan di permulaan. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Maka bisa dimengerti Nabi Muhammad hidup dalam kesulitan di masa kecilnya karena semua kesulitan itu bermanfaat membentuk karakter beliau menjadi seorang yang tangguh lahir dan batin – jiwa dan raga. Ketangguhan seperti itu memang sangat diperlukan kelak ketika Nabi Muhammmad berdakwah menyampaikan wahyu dan kebenaran dari Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Kita semua tahu bahwa dalam berdakwah Nabi Muhammad SAW menghadapi banyak hambatan, gangguan dan bahkan ancaman pembunuhan dari berbagai pihak, terutama dari kelompok yang dipimpin Abu Jahal dan kawan-kawan. Tetapi semua hambatan, gangguan dan ancaman itu dapat dilalui dengan baik karena Nabi Muhammad SAW sudah terlatih menghadapi kesulitan-kesulitan sejak kecil. 

Jamaah Jumat rahimakumullah

Buah dari penderitaan, kesulitan, dan perjuangan beliau yang tanpa kenal menyerah memang luar biasa, yakni dalam waktu singkat yang hanya memakan waktu 23 tahun saja, Nabi Muhammad telah berhasil memiliki pengikut yang cukup banyak. Beliau berhasil merubah masyarakat yang semula penyembah berhala menjadi beriman tauhid, yakni hanya menyembah kepada Allah SWT semata. Masyarakat telah berubah dari masyarakat yang semula menerapkan hukum rimba dimana yang dominan dan kuat akan selalu menjadi pemenang, menjadi masyarakat yang berdasarkan keadilan tanpa memandang latar belakang suku maupun status sosial. Di dalam Islam memang semua manusia pada dasarnya sama karena mereka semua berasal dari asal usul yang sama, yakni Nabi Adam AS. Satu-satunya yang membedakan mereka hanyalah ketakwaan masing-masing kepada Allah SWT. 

Jamaah Jumat rahimakumullah

Ayat kelima dari Surat Adh-Dhuha berbunyi:

? ? ? ?

Artinya: “Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.”

Allah SWT telah berjanji bahwa semua penderitaan, kesulitan dan susah payah Nabi Muhammad SAW dari waktu kecil hingga belaiu diangkat menjadi seorang nabi akan dibalas oleh Allah dengan keberhasilan yang cemerlang sebagaimana telah diuraikan. Atas keberhasilan itu Nabi Muhammad SAW bersyukur kepada Allah SWT. Beliau bersyukur tidak hanya atas keberhasilan dakwah-dakwah beliau, tetapi juga atas perlindungan Allah SWT sehingga beliau meskipun seorang yatim piatu beliau dapat meraih pertolongan untuk mendukung keberhasilan dakwah-dakwah tersebut. Perlindungan ini sebagaimana dimaksud dalam ayat keenam sebagai berikut:

? ? ? ?

Artinya: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?”

Jamaah Jumat rahimakumullah

Selanjutnya, ayat ketujuh dari Surat Adh-Dhuha berbunyi:

? ? ?

Artinya: “Dan Dia (Allah) mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.”

Sudah banyak diceritakan bagaimana kebingunan Nabi Muhammad ketika akan memasuki masa kenabiannya sehingga beliau menyepi di Gua Hira’ untuk mencari jawaban dari apa yang sebenarnya sedang terjadi pada beliau pada waktu itu. Di Gua Hira’ itulah Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama kali yang diterimanya melalui malaikat Jibril AS. 

Ayat ketujuh itu diikuti dengan ayat kedelapan yang berbunyi:

? ? ?

Artinya: “Dan Dia (Allah) mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”

Pada akhirnya keadaan ekonomi Nabi Muhammad mengalami perubahan dari kekurangan menjadi kecukupan. Abu Muhammad al-Husayn bin Masud al-Baghawi dalam kitab tafsirnya berjudul Tafsir Al-Baghawi, halaman 456, jilid 8, menjelaskan bahwa Allah mengayakan Nabi Muhammad SAW salah satunya dengan harta Khadijah. Artinya keadaan ekonomi Nabi Muhammad membaik setelah beliau bekerja di perusahaan Khadijah dan kemudian Khadijah meminta beliau menjadi suaminya. 

Dengan harta kekayaan Khadijah itulah Nabi Muhammad SAW dapat membiyai dakwah-dakwahnya karena Khadijah memang menyediakan dan merelakan harta kekayaanya digunakan suaminya untuk berjuang di jalan Allah. Khadijah adalah orang kedua setelah Nabi yang memeluk Islam sekaligus merupakan perempuan pertama yang masuk Islam. Maka bisa dimengerti Nabi Muhammad SAW sangat mecintai dan menghargai Khadijah yang telah berjasa besar dalam mendampingi dan mengembangkan dakwah-dakwah beliau. Dengan kata lain, keberhasilan dakwah Islam tidak lepas dari peran penting seorang perempuan kaya raya. Perempuan itu bernama Khadijah RA, istri beliau yang pertama dan utama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?





Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pentingnya Manajemen Perawatan Kader

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama memiliki banyak badan otonom yang menjadi lahan bagi pengkaderan. Tingkatan paling dasar pengkaderan berada ditangan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).



Pentingnya Manajemen Perawatan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Manajemen Perawatan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Manajemen Perawatan Kader

Terdapat empat penjenjangan dalam pengkaderan di IPNU atau IPPNU untuk menghasilkan seorang kader yang militan. Satu hal penting adalah pentingnya manajemen perawatan kader, yaitu merawat kader setelah melewati tahapan-tahapan pelatihan agar tidak ‘lari’ dan dapat terus berkembang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum IPPNU Margareth Aliyatul Maemunah dalam diskusi Kamisan yang diselenggarakan di kantor redaksi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis, 25 November.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Empat penjenjangan pengkaderan yang harus dilalui adalah Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Latihan Kader Muda (Lakmud), Latihan Kader Utama (Lakut) dan Latihan kader Pelatih (Lakpel).

“Yang tidak kalah penting adalah manajemen perawatan kader, mereka mau diapakan setelah Makesta, karena itu saja tak cukup, mereka perlu dirawat dengan skill dan materi ke IPPNU-an atau ke-NU-an. Para seniornya perlu mengalokasikan waktu dan fokus untuk itu,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Margareth menuturkan, situasi pengkadern di tiap daerah tidak seragam, terutama antara di Jawa dan di luar Jawa, ada daerah yang hanya bisa menyelenggarakan pelatihan sampai Makesta saja, tetapi ada yang bisa sampai tidak Lakpel. Beberapa daerah yang sudah cukup bagus dalam pengkaderan diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Untuk mengatasi kendala ini, IPPNU sekarang membentuk zona-zona, khususnya untuk pelatihan Lakpel yang dipusatkan di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Ia menuturkan, kondisi Pengurus Wilayah IPPNU-nya dalam satu pulau besar diasumsikan tak jauh berbeda, untuk Sumatra, Propinsi Lampung sebagai wilayah yang sudah berkembang bisa membantu dan mendukung wilayah lain yang ada disekitarnya. Di Sulawesi, Sulawesi Selatan juga dapat memback up Sulawesi Utara atau Gorontalo

“Kita tak bisa menyamakan Jawa dengan Sumatra dan menggabungkannya menjadi satu karena situasinya berbeda, makanya kita bagi per zona agar hasilnya lebih maksimal,” paparnya.

Dalam waktu dekat ini, yang Pelatihan Kader Pelatih akan diselenggarakan di pulau Kalimantan dan berpusat di Kalimatan Barat, selanjutnya akan diteruskan ke Sulawesi.

Pada setiap zona, nantinya akan ada koordinator wilayah yang akan bertanggung jawab atas proses kaderisasi selanjutnya.

Ia berharap dalam setiap tahapan pengkaderan, para pengurus mampu secara kreatif membuat pengkaderan menarik bagi remaja putri sehingga banyak yang ikut IPPNU tetapi tetap dalam koridor panduan yang sudah dibuat dalam buku Panduan. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ruang tamu Radio Aswaja FM Rabu ? (23/1) ? malam kemarin dipenuhi dengan “Bolo Nyuluh”, sebutan bagi para pengurus Ansor dan anggota Banser Ponorogo. Biasanya mereka sekedar kongkow meramaikan acara “Nyuluh Bareng Ansor”, namun kali ini secara dadakan diadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)
“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)

“Bolo Nyuluh” Ansor Ponorogo Ramaikan Radio Aswaja FM

Biasanya pihak radio cukup menyediakan kopi beberapa cangkir saja untuk mereka yang diminum ramai-ramai ala pesantren. Tapi malam itu suasananya lain. Sejak pukul 20.00 WIB beberapa pengurus PC GP Ansor di luar Bidang Infotek dan Kajian Strategis yang mengasuh acara “Nyuluh Bareng Ansor” satu persatu datang dengan menenteng bungkusan plastik berisi “pelangan”, istilah orang Ponorogo untuk menyebut nasi bungkus. Terlihat mereka kikuk dengan suasana radio. Maklum mereka jarang-jarang ikut nimbrung acara di Aswaja FM.

Jamal Mustofa selaku host acara Nyuluh bareng Ansor tetap saja mengawal dialog interaktif yang dikemas dengan bentuk obrolan ala warung kopi dan mengangkat tema sosial budaya khas Ponorogo. Dua ? narasumber tetap, Ahmad Subkhi (Kalibek, Kasatkorcab Banser) dan Muhsin Alwi (salah satu fungsionaris Satkorcab Banser) dengan penuh semangat melayani atensi pendengar setia Radio Aswaja FM. ? Demikian pula beberapa pengurus PC GP Ansor yang ikut nimbrung di dalam studio. Sementara itu, beberapa personil Banser sibuk memindahkan mebeulair ke ruang lain. Setelah itu beberapa lembar tikar digelar memenuhi ruang tamu radio milik resmi PCNU Ponorogo itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekitar pukul 20.30 tiba-tiba ? Idam Mustofa, Pjs Ketua PC GP Ansor mengucapkan salam layaknya mulai menyampaikan sambutan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terimakasih saya sampaikan kepada para sahabat Pengurus Cabang yang telah datang membawa pelangan. Mohon maaf kepada para bolo nyuluh karena tidak saya kasih tahu jika ? sekarang ini sengaja kita mau kenduri dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga kita bisa memanfaatkan momentum ini untuk kembali meneladani semua sifat dan sikap beliau di kehidupan sehari-hari.” Demikian inti sambutan Idam Mustofa.

Syaiful Islam, Koordinator ? Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor kemudian memimpin tahlil. Saat mahalul qiyam, tiba-tiba terdengar kencrengan (nama lain hadrah menurut orang Ponorogo) menyeruak suasana. Banyak yang terhenyak dan kaget, siapa yang menyiapkan kencrengan tadi. Keadaan itu tidak berlangsung lama karena masing-masing kemudian larut dalam alunan shalawat Nabi, Syi’ir Suluk Gus Dur dan lain-lain.

Kehadiran kencrengan ini pun ternyata tanpa sepengetahuan Idam Mustofa. Bukannya menyalahkan, malah pria berkacamata minus ini mendaulat para sahabat yang memainkan kencrengan untuk tergabung dalam group shalawat PC GP Ansor Ponorogo yang memang belum pernah terbentuk sebelumnya.

Alhamdulillah, mungkin beginilah barokahnya maulid Nabi. Kita lama merindukan hadirnya group shalawat PC GP Ansor, koq ini para sahabat tidak diminta malah memproklamirkan diri. Baik, untuk itu saya nyatakan kencrengan ini resmi menjadi group shalawat dengan nama Rijalul Ansor. Allahumma sholli`ala Muhammad…” ucapan Idam Mustofa langsung disambut dengan alunan shalawat dengan berbagai versinya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Wahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Bahtsul Masail, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah