Jumat, 12 Januari 2018

Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Umat Islam di Indonesia sebagaimana umat Islam di tempat lain memiliki karakternya tersendiri. Bahkan muslim di Tanah Air memiliki keistimewaan sebab menjadi terbesar meski disebarkan tak sezaman dengan Rasulullah ataupun para sahabatnya.

“Kita harus bersyukur menjadi orang Islam dan orang Indonesia karena berdasarkan hadits Nabi,” kata KH Zainul Arifin, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kepanjen, Malang, Jawa Timur, pada acara perayaan Maulid Nabi Muhammad, Rabu (23/12).

Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kita Harus Bersyukur Menjadi Orang Islam dan Orang Indonesia

Kiai Zainul melanjutkan, Nabi pernah bersabda bahwa orang yang paling baik adalah orang yang tidak pernah hidup sezaman dengan dirinya tetapi tetap beriman. Begitulah kondisi umat Islam di Indonesia. “Islam Indonesia tidak disebarkan oleh Nabi atau sahabat, melainkan Wali Songo, tapi kita adalah umat Islam terbanyak,” paparnya di hadapan para jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena itu, sebagai wujud syukur tersebut Kiai Zainul berharap agar agama Islam ini menjadi jiwa bagi pada setiap diri individu. Menurutnya, Islam harus menjadi mental umat Islam Indonesia. Karena pada masa sekarang kekuatan mental itu sangat dibutuhkan.

“Kalau Islam tidak bisa menjadi mental umatnya, akhirnya kita ini sebagai umat Islam masih saja mau menukar agama dengan uang,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini diselenggarakan oleh MWCNU Kecamatan Kepanjen bekerja sama dengan Takmir Masjid Baiturrohman di kecamatan setempat. Acara ini dimulai dengan pembacaan Istighotsah, Asma Badar dan Asma’ Uhud serta Maulid Diba’. Kiai Zainul memimpin langsung pembacaan Maulid Diba’ dengan diiring lantunan rebana oleh Jam’iyyah Shalawat Remas Masjid Baiturrohman. Turut hadir dalam acara ini para ulama setempat dan Kiai Muzani, sesepuh NU Kabupaten Malang. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Bisa dihitung jari anak muda yang menggemari seni budaya, khususnya wayang. Satu di antaranya adalah Dandy Asghor Dawudi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Selain berselera melahap buku-buku pewayangan, Dandy –sapaan akrabnya, juga memiliki keahlian membuat wayang.

Ketertarikan Dandy terhadap wayang sejak tahun 2014 lalu ketika dia masih duduk di bangku STM (Sekolah Teknik Menengah). Dan jauh sebelum itu, pemuda kelahiran 24 Juni 1998 itu pernah menjadi anggota seni rakyat jaranan Raden Anom Dusun Bumiarjo Desa Gudo Jombang selama dua tahun.?

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Dandy mulai gemar membaca referensi buku-buku budaya Jawa dan sejenisnya hingga ia menemukan ketertarikan pada pewayangan. Wayang, menurut Dandy merupakan simbol-simbol budaya yang sastrawi dan sarat dengan nilai-nilai filosofis.

Wayang sendiri, ungkapnya, adalah ajaran. “Mulai dari agama, politik semua ada di wayang. Tata negara sampai tasawuf itu ada di wayang. Wayang itu cermin kehidupan, kehidupan kompleks ada di wayang.”

Dandy melanjutkan, dalam wayang semua itu menyatu. Sekarang ini ketika bicara tentang politik dipisahkan dengan nilai ketuhanan atau tanpa menyentuh Tuhan. Kalau dalam pewayangan ada Satrio pinandito sinisian wahyu. Maksudnya, seseorang berjuang (berpolitik) tidak karena kepentingan tertentu, tapi menjalankan tugas sebagai kholifah. Setiap langkahnya ada pertimbangan dengan Dewa (Tuhan). Ada keseimbangan spiritual dunia dan akhirat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau sekarang ini urusan politik ya untuk macul (demi kepentingan atau keuntungan, red) saja. Demi kekuasaan dan kepentingan belaka. Urusan dunia dan akhirat dipisahkan,” selorohnya.

Wayang juga, lanjut laki-laki bermata sipit ini, menjadi refleksi dalam kehidupan. Wayang sebenarnya simbol-simbol. Misalnya Arjuna itu simbol asmara. Arjuna kalau membunuh musuhnya, tidak pernah menusuk musuhnya. Butho melawan Arjuna pasti butho mati tertusuk kerisnya sendiri. Arjuna melawan angkara murka itu dengan cinta. “Sayangnya, sekarang wayang dianggap sekadar cerita, remeh dan tidak relevan dengan kehidupan sekarang ini,” tuturnya.

Wayang juga membawa Dandy memahami kearifan Wali Songo dalam membawa ajaran Islam di tanah Jawa, “Kata orang Jawa, Islam masuk ke Jawa itu artinya orang Jawa pulang pada dirinya sendiri. Orang Jawa sebelum masuknya Hindu dan Budha, sudah menemukan Tuhannya sendiri, bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan, dan mereka memeluk kepercayaan Kapitayan. Wali Songo masuknya lewat aliran kepercayaan tersebut. Jadi, istilahnya bukan shalat, tapi sembahyang, itu adalah sembah hyang atau menyembah Tuhan. Tempat ibadah orang Jawa namanya sanggar pamujan, menjadi langgar, langgar yang kuno pasti ada bulatan kosong. Itu warisan dari Kapitayan,“ papar Dandy.

Sayangnya, sesal Dandy, saat ini budaya, termasuk wayang, fungsinya lebih banyak untuk kepentingan komersial. “Kalau di Jawa itu, ada keris, ada pedang, ada pacul. Keris itu integritas, inti ajaran, inti, watak, karakter. Kalau pedang itu kekuasaan dan politik. Kalau pacul itu alat mencari uang. Akan tetapi, saat ini keris juga difungsikan sebagai pacul, segala sesuatu dikomersilkan,” ungkapnya.

Selain mendalami pewayangan, Dandy juga memiliki keahlian membuat wayang. Keahliannya itu bermula ketika dia melihat salah satu tayangan di TV di mana ada salah seorang perajin wayang yang memanfaatkan kertas duplek untuk membuat wayang. Kertas duplek itu pengganti kulit yang tentu saja mahal harganya. Dandy yang tertarik wayang mulai mengikuti jejak dengan mulai menggambar atau membuat sketsanya. Tidak mudah membuat sketsa wayang, “Ngepaskan pas ndingkluknya (nunduknya, red) agak susah. Dan ketika membuat biasanya butuh ketenangan batin. Awalnya memang tidak bisa, mblendot-mblendot, lama-kelamaan menjadi bagus,” akunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk bahan membuat wayang, Dandy membutuhkan kertas duplek, lem, tatak untuk nyungging yang terbuat dari paku dudur yang direnda. “Selama ini yang paling susah nyeketsanya,” katanya. Proses awalnya, kertas duplek disket dulu, lalu disatukan, trus disungging, dicari gapit, tangan dikasih sendi-sendi, kemudian jadi. “Kadang prosesnya butuh dua jam selesai, kadang bisa berhari-hari kalau lagi tidak tenang,” selorohnya sambil tertawa.

Dandy selama ini membuat wayang secara otodidak karena tidak ada komunitas yang bisa diikuti di Gudo. Sampai sekarang Dandy sudah membuat sekitar 20 wayang plus 3 gunungan. Dengan tokoh yang berbeda-beda, seperti Semar, Arjuna, Bratasena, Dewa Amral, Gatutkaca,dan lain sebagainya. (Robiah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Nusantara, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah Mirip Khomer

Saya pernah sowan kepada seorang kiai sepuh, di pesantrennya yang dihuni puluhan santri. Ia terkenal sebagai kiai yang rajin ngaji ke mana-mana, ke pelosok kampung dengan sepeda motor tuanya. Pengajiannya selalu ramai, karena ia suka melempar guyon-guyon segar. 

“Kiai, mengapa kiai tidak bikin proposal untuk membangun pesantren?” saya memberanikan diri bertanya.

Pemerintah Mirip Khomer (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Mirip Khomer (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Mirip Khomer

“Proposal ke mana?” respon kiai dengan pertanyaan.

"Yaa..mungkin ke pemerintah,” kata saya hati-hati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terima kasih atas sarannya, Kang. Tapi, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada pemerintah, sampai hari ini, saya dan pengurus pesantren, berusaha tidak nyari bantuan ke pemerintah,” jelas kiai dengan kalem.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kenapa, Kiai?” tanya saya.

“Bagi saya, pemerintah itu kaya khomer, nyandu dan madorotnya lebih banyak daripada faedahnya. Tapi silakan saja teman-teman yang bilang pemerintah kaya teh manis, bikin hangat dan enak. Tapi ojo kakean gulone, ndak kencing manis (tapi jangan kebanyakan gulanya, nanti kena kencing manis).” (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten di Cirebon, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar diklat serupa untuk kawasan Jawa Tengah di Wonosobo, 31 Mei-2 Juni 2013.

Sebagai koordinator penyelenggara, Pengurus Cabang NU (PCNU) memusatkan kegiatan tersebut di Vila Oemah Duwur, Kecamatan Mojo Tengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Tak kurang dari 50 peserta dari utusan PCNU se-Jateng dan Majelis Wakil Cabang NU se-Wonosobo aktif mengikuti diklat ini.

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Secara resmi acara dibuka Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, Jumat (31/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shidiq, Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksum mendorong, diklat yang berlangsung selama tiga hari itu akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, diklat muharrik masjid merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masjid setelah rapat pimpinan digelar di 16 wilayah dan 50 cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujarnya.

Diklat Muharrik Masjid bekerja sama dengan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU dan didukung PT Sinde Budi Sentosa. Rencananya, acara serupa akan diadakan di beberapa wilayah lainnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. La Via Campesina (LVC), organisasi gerakan petani dunia akan mengakhiri kongres ke-6 yang diselenggarakan sejak 9 Juni kemarin di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini di Jakarta. LVC telah membuat keputusan penting mengenai strategi ke depan, anggota baru, koordinator baru dan masalah internal penting lainnya.

Koordinator global LVC yang juga ketua umum Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, sekretariat operasional internasional yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir, saat ini akan pindah ke Afrika, tepatnya Zimbabwe. 

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

"Kami akan menyerahkan  tongkat estafet ke Afrika tahun ini. Afrika adalah benua yang sangat penting karena perusahaan transnasional menaruh perhatian disana,” kata Hendri Saragih dalam konferensi pers di arena kongres, Rabu (12/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka merampas tanah di sana dan memaksakan model revolusi hijau dengan GMO. Kami di Asia telah mengetahui  kegagalan revolusi hijau di sini. Kami memperluas dan memperbesar solidaritas dan persatuan dengan gerakan tani Afrika untuk menghentikan rekolonialisasi ini dan memilih jalur pembangunan yang benar-benar akan menguntungkan bagi masyarakat dan petani, " kata Henry.

Kongres LVC merupakan agenda rutin 4 tahunan yang dihadiri organisasi-organisasi petani dari 76 negara. Pada kongres di Jakarta kali ini LVC mengesahkan 33 anggota baru yang berarti terhitung sebanyak 183 negara telah bergabung bersama dengan anggota negara baru lainnya seperti Palestina dan Taiwan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Elizabeth Mpofu, dari organisasi petani Zimbabwe yang akan mulai menjadi tuan rumah Sekretariat internasional LVC tahun depan menyatakan, pada tahun-tahun mendatang pihaknya akan terus meningkatkan diskusi mendalam dan komitmen kembali yang lebih intensif berkenaan dengan semua masalah kunci yang telah diputuskan selama konferensi global yang terakhir di Maputo, Mozambik. 

Rencana aksi utama akan dipublikasikan pada tanggal 13 Juni, namun Mpofu mengisyaratkan bahwa akan ada penekanan pada penguatan kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, memberikan lebih banyak ruang untuk para pemuda, dan juga mempromosikan agenda yang positif melalui kampanye benih global.

Dikatakannya, pada Deklarasi Maputo, LVC telah mencantumkan isu-isu penting seperti membangun gerakan kedaulatan pangan global dengan para aliansi, mendorong Deklarasi PBB mengenai Hak Asasi Petani, menentang perdagangan bebas dan perusahaan-perusahaan transnasional, mempromosikan reforma agraria dan mengatasi dampak perubahan iklim antara satu sama lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Sejarah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lomba Video Pesantren (Vidotren) yang digelar komunitas yang menamakan diri Admin Instagram Santri Nusantara (AIS Nusantara) sukses digelar. Kompetisi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2016 ini menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas para santri di dunia audio visual sebagai media dakwah utamanya di media sosial.

Para pemenang Videotren diumumkan lokakarya Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Sabtu (29/10), di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Agenda ini dihadiri KH Abdul Ghaffar Rozien (Ketua PP RMI-NU), Hakim Jaily (Direktur TV9), dan Hasan Chabibie dari Pustekkom Kemdikbud.

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Juara I lomba Videotren kali ini diraih Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video berjudul "Santri Ndalem". Lalu, Juara II diperoleh Pesantren Tebuireng, Jombang; dan Juara III diraih Pesantren Sunan Drajat, Lamongan; serta Mahad Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Rozin, sapaan akrab Ketua PP RMINU, menyampaikan, santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah di media sosial. "Meski terlambat, kita harus bekerja keras dan cepat mengejarnya. Untuk itu, mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren di media sosial," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah ini juga mengatakan, media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten. "RMI siap mendukung program kreatif ini," terangnya.

Hasan Chabibie mengatakan, kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi. Para santri juga bisa memproduksi konten pada multimedia sosial. Ia juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial yang banyak dipenuhi sikap-sikap tidak ramah. "Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama," jelas Hasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Direktur TV9 Hakim Jaily menyampaikan tentang konfigurasi media arus utama dan media sosial. "Pesantren pada posisi mana? Kita perlu memilih dalam bermedia, sebagai produsen atau konsumen?" jelas Hakim. Ia menyampaikan, betapa komunitas santri yang jumlahnya besar, dapat berperan memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif dan inspiratif. (Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama menjadikan Provinsi Bangka Belitung sebagai tempat perhelatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) Ke-3 tahun 2017.

Perkemahan yang akan melibatkan sekitar 800 siswa madrasah dari 34 provinsi akan berlangsung pada 14-20 Mei 2017 di Bumi Perkemahan Selawang Sagantang Koba, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin, PPMN ini merupakan instrumen strategis untuk menanamkan jiwa patriotisme, kebangsaan, cinta tanah, dan kreativitas.

“Kegiatan ini penting untuk menginternalisasi nilai-nilai Pramuka pada diri generasi muda. Apalagi di tengah arus ideologi transnasional. Wawasan kebangsaan perlu juga terus ditanamkan. Maka, kegiatan ini menjadi instrumen strategis,” jelas Kamaruddin dalam Konferensi Pers, Selasa (9/5) di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nur Kholis Setiawan mengungkapkan, panitia pusat telah berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah atau Kanwil Kemenag Bangka Belitung dalam kegiatan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Persiapannya sudah 85 persen. Bahkan untuk akomodasi seperti transportasi, Kanwil menyediakan 48 bus. Keamanan untuk peserta Pramuka juga mendapat perhatian betul karena lokasi perkemahan terletak di pinggir pantai,” jelas Nur Kholis.

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah