Jumat, 05 Januari 2018

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tak kurang dari seribu orang memadati posko pengobatan gratis yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Kamis, (13/9).  Pengobatan gratis ini merupakan hasil kerjasama antara LKNU (Lembaga Kesehatan NU), dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa Ciayumajakuning Indonesia (KTCI).  

Panitia Ahmad Nahdi mengatakan bahwa acara pengobatan gratis merupakan bagian dari rangkaian Munas Alim Ulama Konbes NU yang akan dibuka besok. “Dan ini sekaligus sebagai sumbangsih NU dan berbagai komunitas yang merasa peduli terhadap kesehatan masyarakat,”  ujar Nahdi.

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Sebelumnya, acara yang sama juga digelar di empat pondok pesantren di wilayah III Cirebon, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Pondok Pesantren Jatibarang Indramayu, Pondok Pesantren Buntet Cirebon, serta pondok pesantren Jagasatru Kota Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jika dikalkulasikan selama rangkaian pengobatan gratis ini digelar, pengobatan gratis yang digelar dalam rangka menyambut munas alim ulama dan konbes NU ini melibatkan sekitar tiga ribu peserta. Pembagiannya sesuai dengan pendaftaran yang diperoleh masing-masing titik tempat pelaksanannya,” jelas dr. Sutara, Ketua Panitia Lokal Bidang Kesehatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam proses pelaksanaannya, pengobatan gratis ini juga melakukan jejaring dengan berbagai rumah sakit rujukan, seperti RS. Sumber Waras Ciwaringin Cirebon dan RSUD Arjawinangun Cirebon untuk menghadapi kemungkinan terdapatnya peserta yang memiliki penanganan kesehatan yang lebih serius.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Sobih Adnan



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, AlaNu, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Timur berupa mobil operasional (patroli). Mobil tersebut diberikan oleh pemprov Jatim kepada Ansor Sidoarjo sekitar akhir Desember 2014 lalu.

Mobil ini rencananya akan digunakan untuk bersilaturahmi ke pengurus Ansor yang berada ditingkat Kecamatan se-Sidoarjo. Selain itu akan digunakan PC GP Ansor beserta Banser untuk membantu Kepolisian dan Satpol PP Sidoarjo dalam berpatroli memberantas tindak kriminal yang ada di Sidoarjo.

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli

"Dengan adanya bantuan mobil ini, kami ingin menggunakannya untuk operasional kegiatan NU ke bawah. Selain itu untuk berpatroli membantu aparat dalam memerangi tindak kriminal terutama begal yang sedang marak saat ini. Ansor, Banser dan bantuan dari masyarakat Sidoarjo siap membantu aparat demi terciptanya Sidoarjo yang aman dan kondusif," kata PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono, Sabtu (7/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono juga mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada pemprov Jatim yang telah memberikan bantuan mobil. Dengan adanya bantuan mobil tersebut, Slamet berharap supaya Pengurus Cabang Gerakan Ansor Sidoarjo bisa pro aktif ke bawah. Selain itu, Banser lebih peka lagi terhadap keamanan di Sidoarjo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam melakukan patroli, PC GP Ansor Sidoarjo akan berkordinasi dengan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor ditingkat kecamatan. Tidak hanya itu saja, Ansor bersama Banser juga akan menjalin koordinasi dengan aparat Kepolisian Sidoarjo jika ada tindak kriminal atau sesuatu yang mencurigakan supaya cepat dapat dicegah. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Pertandingan, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Ketua PBNU KH Said Agil Siradj mengungkapkan bahwa untuk lebih mensejahterakan jamaahnya, terekat diharapkan lebih meningkatkan upaya sosial disamping mengurusi dzikir, wirid dan spiritualitas.

Tokoh-tokoh sufi zaman dahulu hidup dalam berbagai profesi dan mereka menjalaninya dengan serius. Ada seorang sufi yang menjadi kepala negara, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Ada sufi yang ahli matematik yang malah menciptakan ilmu al Jabar, yaitu Jabar bin Hayyam.

“Ini menunjukkan bahwa aktifitas wirid dan spiritual tidak bertentangan dengan aktifitas ilmu pengetahuan. Dan juga kesan bahwa tarekat sasma dengan kumpulannya orang yang tidak berpendidikan bisa juga terhapus,” tandasnya.

Said Agil mencontohkan ada juga seorang sufi yang kaya. Imam al Junaid mendapat tambahan nama al Qowariri dibelakang namnya karena ia memiliki perusahaan pabrik botol, demikian juga Abu Said al Qorros merupakan pengusaha sutra, serta Fariduddin al Attor sebagai pengusaha parfum,

“Jadi dari ini saja diketahui bahwa para sufi juga pengusaha. Syeikh Abu Hasan as Syadzili, pendiri tarekat syadziliyah merupakan orang kaya. Ia bahkan menanggung muridnya yang sebanyak 6000,” tandasnya.

“Ini menunjukkan bahwa tidak benar tasawuf bertentangan dengan aktifitas duniawiyah. Yang penting bagaimana dunia tidak mempengaruhi hatinya, tidak mempengaruhi sikap moralnya, tegasnya.

Kyai-kyai NU zaman dahulu bisa dikatakan sebagai orang yang, Kyai Hasyim As’yari berprofesi sebagai petani yang kaya, Kyai Wahab dari Surabaya, Kyai Ali Maksum dari Jogja, Kyai Ahmad Siddiq dari Jember, semuanya merupakan kyai yang cukup.

Pada tanggal 27-30 Maret Jam’iyyah Ahlut Thariqat al Mu’tabarah An Nahdliyyah akan mengadakan muktamar ke 10 di Pekalongan. Said Aqil mengungkapkan bahwa sebenarnya tarekat merupakan jaringan yang sangat kokoh dan luas di dalam lingkup Nahdlatul Ulama, malah boleh dibilang jaringan ini lebih kokoh dan lebih luas dari pesantren, tetapi tarekat lebih merakyat, lebih egaliter, lebih mengakar dan lebih kokoh.(mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Ubudiyah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Pesantren Sempat Dikucilkan Pemerintah

Pariaman, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren sebagai lembaga pendidikan sempat dikucilkan oleh pemerintah. Ijazahnya hanya diakui setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sederajat lebih rendah dari Sekolah Teknik Menengah (STM). Padahal, pendidikan di pesantren ditempuh selama 7 tahun, lalu lalu dilanjutkan lagi dengan mengajar atau mengabdi di pesantren tersebut selama beberapa tahun.

Demikian disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Amiruddin Tuanku Mudo Tan Putiah pada acara "Sosialisasi Pondok Pesantren Salafiyah Kabupaten Padangpariaman Tingkat Ulya (tinggi)" di Pondok Pesantren Gaya Baru Paingan Kecamatan Sungailimau Kabupaten Padangpariaman Sumatera Barat, Rabu (8/7).

GP Ansor Harus Punya "Roso Tresno" Tinggi

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam menjalankan suatu gerakan itu harus dilandasi dengan roso tresno atau rasa cinta. Dengan rasa cinta tersebut bisa memberikan motivasi yang sangat tinggi, menambah semangat baru dalam berjuang menegakkan kebaikan bersama (GP) Ansor. 

GP Ansor Harus Punya Roso Tresno Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Harus Punya Roso Tresno Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Harus Punya "Roso Tresno" Tinggi

Hal tersebut dikatakan Dewan Penasihat Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Khomsun Nur Arif dihadapan puluhan anggota Ansor dan Banser dalam acara konsolidasi dan halal bihalal bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (7/8) malam.

Menurut Khomsun, beruntung kita ini bisa dilahirkan dan bertemu dengan GP Ansor, ikut perahunya Hadratussyekh Hasyim Asyari, bisa bertemu dengan sesepuh-sesepuh NU, para kiai, dan para ulama. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"GP Ansor dan NU ini sebuah organisasi para kiai, para ulama, kita tidak salah kalau memilih NU, hanya dengan melalui jalan NU, insyaallah kita semua akan masuk surga," tuturnya.

Mantan Ketua KPU Sukoharjo ini menjelaskan, yang bisa dibangun di Ansor adalah berjuang menegakan panji-panji Allah, secara tidak langsung Ansor dan Banser sudah menegakkan kalimat Allah. Terlebih ketika membawa seragam Banser jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar prinsip-prinsip larangan Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebagai mana yang telah dikatakan oleh Gus Mus (KH Mustofa Bisri) ketika Mutamar ke-33 NU di Jombang baru-baru ini, hal tersebut bukan hanya untuk para muktamirin saja tetapi untuk kita semua yaitu tentang ahlaqul karimah," paparnya dihadapan anggota Ansor dan Banser.

Lebih lanjut, dikatakan Khomsun, semangat untuk ajak-ajak di jalan Allah dengan cara-cara yang baik, inilah langkah untuk Ansor dan Banser dalam membentuk kaderisasi yang baik. 

"Ini adalah tanggung jawab kita semua bukan hanya tanggung jawab ketua dan pengurus," tandasnya lagi.

Selain itu, pihaknya berharap dalam pertemuan dan kesempatan yang baik ini, jangan pernah memutuskan silaturrahmi, mumpung masih punya kekuatan, kesempatan bersama-sama menyambung silaturrahmi dan saling memaafkan di Ansor ini. 

"Di Ansor tidak ada dendam, biarlah yang sudah berlalu, mulai saat ini, malam ini kita saling maaf-memaafkan jangan memutus persaudaran sesama anggota," pintanya.   

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Bendosari, Sukoharjo, Maruf Budiarto dalam sambutannya menerangkan, sejarah terbentuknya PAC Bendosari waktu itu sangat spesial lain daripada yang lain. Meski demikian, pihaknya tidak patah semangat untuk memajukan GP Ansor di wilayah Bendosari. 

"Menjadi pengurus GP Ansor itu memang suatu tugas yang berat terlebih seorang ketua. Alhamdullillah dengan bantuan sahabat-sahabat semua program pengajian Rijalul Ansor bisa berjalan sesuai harapan," terang dia.  

Menurutnya, kegiatan malam itu adalah konsolidasi sekaligus halal bihalal sesama anggota GP Ansor maupun anggota Banser se Kecamatan Bendosari dengan pengurus Cabang. Diharapkan pertemuan malam ini ke depan akan lebih baik dan lebih maju dalam menjalankan semua program-program kerja PAC maupun program yang diberikan oleh PC GP Ansor. (Mashri/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Liga Santri Nusantara LSN) berduka atas meniggalnya pengasuh KH Harsono T. Misaalah, pengasuh Pesantren Khaerat Bintauna, Sulawesi Utara. Ia meninggal saat mendampingi timnya bertanding di stadion Brigif, Cimahi, Selasa (24/10).   

Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga

Pada malam hari sebelum meninggal, menurut penjelasan panitia LSN, Irham Ali, almarhum sempat mengobrol dengan panitia dan sempat pula mengontak keluarga. Ia seolah-olah memiliki firasat bahwa waktunya meninggal sudah dekat.

Menurut Irham, almarhum berpesan kepada Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama yang menjadi panitia penyelenggara Liga Santri bekerja sama dengan Kemenpora, agar liga sepak bola antarpesantren itu tetap terus dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beliau merasa sangat bangga mendampingi santrinya di event nasional di Bandung. Setelah timnya menang di tingkat regional, mereka punya mimpi besar di tingkat nasional,” kata Irham.

Lig Santri menurut almarhum, merajut dua hal, yang tadinya anak tidak tertarik ke pesantren di daerahnya menjadi tertarik. Kedua, Liga Santri merajut komunikasi antarpesantren baik di daerahnya, antarprovinsi, dan nasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Seumur-umur beliau pernah mendapatkannya, pertemuan untuk ukuran santri hingga tingkat nasional. Kalau kiai sudah sering. Liga santri event yang bisa dimanfaatkan,” lanut Irham.

Kiai Harsono juga sempat menelepon keluarganya. Berdasarkan info panitia yang didapat dari keluarga, almarhum mengatakan kepada ke istrinya agar mengikhaskan dirinya jika meninggal tidak di pesantren.

Almarhum, semasa hidup adalah Mustasyar PCNU Bolaang Mangondouw Utara, Sulawesi Utara. Ia adalah mantan Ketua MUI kabupaten itu, dan menjabat Ketua BAZNAS hingga ia meninggal.

Kiai Harsono lahir di Bohabak 14 Mei 1958. Jenazahnya dipulangkan sekitar pukul 02.00 dini hari dari bandara Soekarno Hatta. Kemudian diterbangkan ke Gorontalo. Rute penerbangan memilih jalur itu karena lebih dekat ke kediaman almarhum dibanding melalui Manado.

Sebelum diberangkatkan dari Bandung, sore kemarin, para panitia Liga Santri terlebih dahul melakukan shalat jenazah untuk almarhum. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Lombok Timur, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Masing-masing sembilan buku Atlas Walisongo dan Fatwa dan Resolusi Jihad karya Ketua Umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, enam kalender NU tahun 2018 dan lima Al-Quran diserahkan ke Pesantren Al-Halimy, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11). 

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Pemberian sejumlah buku dan kalender tersebut sebagai bentuk apresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada lima pesantren tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017.

Penyerahan dilakukan oleh Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 H Robikin Emhas dan Ulil Abshar Hadrawi sebagai bentuk terima kasih kepada Pesantren Al-Halimy yang telah berkenan menjadi salah satu lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. 

Sementara dari pihak Pesantren yang menerima Ketua Yayasan Pengurus Harian Pesantren Al-Halimy Ahmad Mutammam Kholid. 

Robikin Emhas saat menyerahkan tanda terima kasih tersebut menyampaikan terima kasih atas nama panitia Munas-Konbes NU dan PBNU. Menurutnya, dalam perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini pasti banyak hal yang harus dipenuhi tapi belum bisa dipenuhi panitia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini adalah ikhtiar kita semuanya. Membangun dunia berperadaban dan lebih baik," katanya. 

Tak lupa, Robikin juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai kekurangan dari panitia kepada pihak pesantren. 

"Sampean (anda) semuanya luar biasa, kami mohon maaf," kata Robikin.

Sementara Ketua YPH Ahmad Mutammam Kholid berterima kasih kepada panitia atas kepercayaannya menjadikan Pesantren Al-Halimy sebagai salah satu lokasi Munas dan Konbes NU. Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini melibatkan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya ucapan terima kasih dan pemberian sejumlah kenang-kenangan tersebut juga dilakukan di empat pesantren, Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Pesantren Nurul Islam Mataram, dan Pesantren Darul Hikmah Mataram. 

Munas dan Konbes yang dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wapres Jusuf Kalla menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Pleno pada Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Qur’an dilanjut penutupan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Jadwal Kajian, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah