Minggu, 19 November 2017

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Banjir dan tanah longsor yang beberapa hari lalu melanda beberapa titik di Kabupaten Purworejo menggerakkan para kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk turut membantu.

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Salurkan Bantuan Kitab ke Korban Longsor

Mereka yang tergabung dalam Corp Brigade Pembangunan (CBP), badan semiotonom IPNU, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat focus menangani evakuasi. Sementara sebagian anggota IPNU-IPPNU lainnya melakukan pengumpulan dana bantuan dari masyarakat yang kini mencapai lebih dari 25 juta rupiah.

Di tiga hari pertama, hasil penggalagan dana telah disalurkan hingga ke 15 titik lokasi bencana, yakni di Donorati, Caok, Jelok, Sudimoro, Pacekelan, Sibatur, Ngesong, Jenar Wetan, Krandegan, Tangkisan, Gintungan, Berjan, Sucen, Tologrejo dan Sidomulyo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Relawan IPNU-IPPNU juga berkonsentrasi menyisir sungai untuk mendata rumah roboh dan madarasah-madarasah yang kehilangan kitab. "Alhamdulillah hari ini telah berhasil distribusikan bantuan alat-alat ngaji ke dua madasah di Sucen dan Gintungan," ungkap Muhammad Hidayatullah, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Purworejo sekaligus koordinator relawan, dalam siaran pers, Sabtu (25/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk selanjutnya, lanjut Hidayat, IPNU-IPPNU akan melakukan tindakan pascalongsor dan banjir yang terkonsentrasi ke anak-anak dengan anggaran bantuan sebesar 10 juta rupiah. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Lomba, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan KH Munir Kholili didampingi Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Zuhri Zaini melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Istiqlal di Desa Sumbercenteng Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/1).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Istiqlal H Imam Syafi’i, Wakil Ketua MWCNU Kotaanyar H Misbahul Munir, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Probolinggo H Ahmad Muzammil serta Forkopimka Kotaanyar.

Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCNU Kraksaan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Istiqlal

Masjid Nurul Istiqlal berukuran 16x20 meter. Masjid ini berada di lingkungan kawasan Pesantren Istiqlal. Nantinya masjid ini akan digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan bagi para santri dan masyarakat sekitar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Imam Syafi’i mengharapkan dukungan dari semua tokoh agama dan tokoh masyarakat agar pembangunan masjid ini bisa berjalan dengan lancar dan selesai sesuai dengan harapan bersama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mudah-mudahan masjid ini bisa cepat selesai dan dimanfaatkan kegiatan keagamaan baik santri maupun masyarakat. Karena itu kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat agar nantinya bisa bersama-sama memakmurkan masjid ini dengan beragam kegiatan keagamaan,” harapnya.

Sementara Kiai Munir Kholili mengajak masyarakat Desa Sumbercenteng bersyukur karena nantinya akan berdiri megah Masjid Nurul Istiqlal di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak perlu mendatangi masjid yang lebih jauh.

“Harapan saya masyarakat bisa memberikan bantuan dalam penyelesaian pembangunan masjid ini karena sebagai amal jariah dan juga nama masjid sama dengan masjid istiqlal Jakarta. Untuk di Probolinggo inilah satu-satunya nama Masjid Istiqlal,” katanya.

Ke depan Kiai Munir meminta supaya masyarakat agar berperan aktif dalam memakmurkan Masjid Nurul Istiqlal ini melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan masyarakat. Dengan demikian keberadaan masjid ini tidak hanya megah berdiri tapi juga dipenuhi dengan sejumlah kegiatan keagamaan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Arsitektur masjid biasanya terdiri dua ruang, bagian dalam dan serambi. Itu artinya, masjid ada dua bidang ajaran utama, yaitu hablu minallah dan hablu minannas.

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi arsitektur masjid seperti itu adalah untuk mengabdi kepada Allah dengan dua cara. Di bagian dalam untuk shalat, i’tikaf, dan wirid, sementara serambi untuk melayani umat.

Kemudian, kiai kelahiran Puwokerto tersebut mencontohkan, Nabi Muhammad tidak memiliki kantor tersendiri seperti kantor kabupaten sekarang. “Nabi, kantornya di serambi masjid. Kantor itu selalu terbuka dan selalu bisa dimasuki umat.”

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas

Hal itu dikatakannya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”, di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Banten, Sabtu, (20/4).

Di serambi itu, dijadikan tempat pelayanan umat mulai dari pelayanan kesehatan, ekonomi, dan pengetahuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, tidak ada bangunan umum yang sebanyak masjid, tapi sayangnya, pemanfaatannya tidak terperhatikan. Banyak masjid yang bagus, tapi pemakmurannya kurang.

Padahal, sambung kiai Masdar, umat Islam diberi tugas untuk dua kemakmuran, yaitu memakmurkan masjid, dan pada saat yang sama untuk memakmurkan bumi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pencanangan memakmurkan masjid ini dalam rangka menyongsong seabad NU. 13 tahun lagi. Mudah-mudahan NU masih hidup dan bahkan lebih berjaya. Berjaya dengan bertolak dari masjid, untuk memakmurkan bumi,” ucapnya.

Rapimda tersebut digelar Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Cilegon bekerja sama dengan PP LTMNU, dan PT Sinde Budi Sentosa.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Bahtsul Masail, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 18 November 2017

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado

Manado, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kementerian Agama RI menggelar konferensi tahunan ilmiah internasional atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Manado. Kegiatan bertema “Harmoni in Diversity: Promoting Moderation and Preventing Conflicts in Socio-Religious Life” tersebut berlangsung dari Kamis (3/9) sampai Ahad (6/9).

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, AICIS di-set up untuk menjadi media saling belajar di kalangan ilmuwan. “Ini merupakan salah satu tujuan dari penyelenggaraan AICIS,” katanya.

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Kajian Islam Ke-15 Digelar di Manado

Lewat AICIS, lanjut dia, berbagai hasil penelitian dapat dibahas dan dibagi kepada ilmuwan lain. Para akademisi bisa bertukar gagasan, pikiran dan temuan-temuan terbarunya untuk didebat dan diuji oleh komunitas akademik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan begitu, lewat perhelatan ini, mereka dapat saling memperkaya gagasan, dan saling menyapa. Tidak seperti dulu-dulu, meneliti sendiri, membaca sendiri, dan menerbitkan sendiri,” ujarnya seraya menambahkan bahwa model penelitian di masa lalu harus ditinggalkan.

Dulu, ujarnya, hasil-hasil penelitian disimpan rapi dalam ruang-ruang pengap dan sunyi, tidak dibaca dan tidak dikritik, tidak pula didialogkan. Selanjutnya dia berharap, AICIS juga akan mampu memperkuat konsorsium ilmu terutama untuk penguatan dan pengembangan integrasi ilmu yang sangat penting dan merupakan amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

AICIS, menurut Kamaruddin, juga dimaksudkan untuk membangun jejaring intelektual bagi dosen, untuk penguatan lembaga maupun untuk peningkatan kapasitas intelektual. AICIS membuka kesempatan bagi para dosen dan peminat kajian Islam untuk melakukan joint research dengan para peneliti dalam dan luar negeri.

Dia berharap, semua paper yang dibahas dalam AICIS dapat dicetak, diterbitkan, serta disebarluaskan melalui media agar masyarakat dunia dapat ikut mengambil manfaat dari kegiatan internasional ini. “Dunia sekarang ini sedang belajar pada Indonesia yang berhasil menjalankan perikehidupan damai meski masyarakatnya plural dan majemuk. Kita berharap, hasil-hasil dari AICIS ke-15 ini sekaligus akan menjadi sumbangan bangsa Indonesia untuk dunia internasional,” kata Kamaruddin.

Sementara Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI Amsal Bakhtiar mengatakan, realitas keindonesiaan yang majemuk itu adalah sebuah keniscayaan. Bahkan menjadi rahmat dan seharusnya kita pandai-pandai mengelola Indonesia.

“Harmony in diversity. Hidup damai dalam perbedaan adalah dambaan kita semua. Hidup dengan penuh warna-warni juga sesuatu yang sangat indah,“ katanya.

Ia menambahkan, untuk penyelenggaraan AICIS tahun ini, Kementerian Agama memberikan kepercayaan kepada IAIN Manado sebagai tuan rumah. “Pemilihan Manado sebagai tempat penyelenggaraan AICIS tentulah didasari pada pemikiran bahwa Manado dalam aspek historis dan geografis memiliki keragaman budaya, agama, dan etnis,” ujarnya.

Kota Manado, lanjut dia, sejak lama dikenal sebagai kota multikultural dan multietnik namun masyarakatnya mampu menunjukkan semangat untuk selalu hidup berdampingan dalam damai.? “Bingkai kebhinnekaan terajut dengan apik di Negeri Nyiur Melambai. Torang Samua Basudara,” tambah Amsal.

Dalam pertemuan ilmiah ini, Dr. (HC) K.H. Hasyim Muzadi (anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Prof. Dr. Barney Glover (Vice Chancellor di University of Western Sidney) akan tampil sebagai keynote speaker. Selain menyimak pandangan dari kedua tokoh ini, para peserta juga akan mengikuti 4 sesi pleno dan 8 sesi paralel yang masing-masing membahas topik menarik.

Pleno pertama bertajuk “Harmony in Diversity: Contemporary Thought on Inter-Religious Dialogue” dan akan menghadirkan lima orang pembicara, yakni Prof. Dr. Phillip Buckley (McGill University), Dr. Richard Siwu (Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon), Prof. Dr. Nadirsyah Hosen (Monash University), Kevin Fogg, Ph.D (Oxford University), dan Dr. Haidar Bagir, penggagas Gerakan Islam Cinta.

Pada pleno kedua yang bertajuk “Cross Cultural Comparisons of Peace Building”, ditampilkan Prof. Dr. Riaz Hasan (Direktur International Center for Muslim and and Non- Muslim, UNISA Australia), Prof. Dr.? Kevin Dunn (Dekan School Social Science and Psychology, University of Western Sydney), Sulaiman Mapiasse, Ph.D (IAIN Manado), dan Syamsul Maarif, Ph.D (CRCS UGM).

Lantas, pada pleno ketiga, yang bertajuk “Harmony in Diversity: Social and Political Dimension of Religion and Modernity”, akan tampil Prof. Dr. Robert W. Hefner (Boston University, USA), Prof. Dr. Nawal (Canberra University), Ali Munhanif, Ph. D (UIN Jakarta), dan Prof. Dr. Karel Steenbrink (Netherland).

Terakhir, pleno ke-4 yang mengangkat bahasan mengenai “Building Sustainable Future for Islamic Higher Education”, akan menghadirkan Prof. Dr.? Imam Suprayogo, MA (UIN Malang), Prof. Dr. Kadarsyah Suryadi (Rektor ITB), Prof. Dr. Jamhari, MA (UIN Jakarta), dan Madjid Fauzi Abu Gazali, Ph.D (Yordania) sebagai pembicara.

Konferensi juga akan membahas ratusan paper yang dibawa peserta yang berkaitan dengan tema pendidikan, kewarganegaraan, dan perdamaian. Turut dibahas pula aspek syariah dalam mewujudkan moderasi Islam, teologi dalam dinamika pluralisme religius, dimensi sosial dan politik dari agama dan modernitas, serta dimensi ekonomi dalam perdamaian dan keharmonisan. Tema berikutnya adalah aspek psikologis kehidupan beragama, peran ilmu pengetahuan dalam perdamaian, serta aktivitas komunikasi dan jangkauan informasi untuk perdamaian. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Nahdlatul Ulama, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka meramaikan pagelaran 1 abad berdirinya Madrasah Qudsiyyah Kudus, pihak panitia pagelaran bekerja sama dengan Yayasan Turats Nusantara akan membuka Pameran Kitab Ulama Nusantara pada 1-3 Agustus 2016, di kompleks Madrasah Aliyyah setempat, kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dari 200 kitab yang akan dipamerkan oleh pihak penyelenggara,ada beberapa kitab legendaris dari berbagai generasi ulama Nusantara. Seperti karya Syaikh Yasin al-Fadani,Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Mahfudh at-Tarmasi, KH Soleh Darat, KH Sahal Mahfudh, KH Maimoen Zubair dankarya-karya lain.

Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)
Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)

Qudsiyyah Pamerkan Kitab Legendasis Ulama Nusantara Awal Agustus

Menurut ketua penyelenggara Nanal Ainal Fauz, pihak dari Yayasan Turats Ulama Nusantara sebenarnya sudah mengumpulkan kurang lebih 400 kitab yang ditulis oleh ulama dari berbagai generasi dan daerah di kepulauan Nusantara.

“Melihat situasi dan kondisi kita hanya memamerkan 200an kitab saja,” kata Nanal kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (25/7).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kitab legendaris ulama Nusantara yang diakan dipamerkan di antaranyamanuskrip kitab Kifayatul Mustafid li Maa Alaa min al-Asanid karya Syaikh Mahfudh at-Tarmasi Pacitan. Meskipun penyalinnya bukan Syaikh Mahfuzh Sendiri, namun manuskrip ini disalin sebelum tahun 1332 H, yang berarti berusia sekitar 95 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kitab Sabilul Muhtadin karya Syaikh Arsyad al-Banjari yang merupakan kitab berbahasa melayu yang sangat populer di kalangan santri, khususnya di Kalimantan. Ada pula Sirojuth Tholibin karya Syaikh Ihsan Jampes, yakni kitab syarah Minhajul Abidin milik Imam Ghazali.

Lalu kitab yaitu al-Hasyiyah al-Martiyyah Ala al-Badri ath-Thali syarh Jamil Jawami. Kitab ushul fiqh monumental yang disusun oleh KH Miftah bin Mamun Marti Cianjur ini merupakan komentar panjang atas kitab Jamil Jawami karya Imam As-Subki.

Ada juga kitab Mandhumat Mujam Nahwi, nadhamat (syair) bidang ilmu Nahwu yang tersusun dari 8465 bait ber-baharRajaz. Ini adalah karya Syaikh KH Muhammad Muhibbi bin al-Hamzawi, Kajen, Pati.

Menariknya ada manuskrip risalah atau catatantentang diskusi terkait hasil keputusan Muktamar NU di Menes Banten yang disusun KH Raden Asnawi yang dipersembahkan kepada KH Hasyim Asyari yang ditemukan menyelip kitabSyarah Tajul Arusy di perpustakaan pribadi milik KH Hasyim Asya’ari sendiri.

Lain lagi manuskrip kitab al-Manhajul Qawim yang sudah berusia 200 tahun, disalin oleh salah satu ulama Nusantara. Uniknya, dalam manuskrip ini sudah dibubuhi makna pegon ala pesantren.

Nanal berharap dari pameran kitab ulama Nusantara ini bisa membaca keadaan zaman ini dengan kacamata ulama Nusantara tempo dulu. “Kita juga bisa membandingkan era kita dengan era ulama terdahulu dari kitab-kitab mereka,” pungkas santri asal Demak itu.(M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU

Denpasar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dari 8 region yang melaksanakan Rapimnas Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU), ada yang berbeda dengan Region VIII PWNU Bali. Di sepanjang arah menuju lokasi acara, Jalan Pura Demak II/31, Denpasar, Bali, berjajar enam Pecalang mengamankan suksesnya Rapimnas yang dihadiri ratusan pengurus LTMNU se-wilayah Bali.

Prosesi pengamanan dilakukan selama Rapimnas berlangsung, 9-10 Juli 2012. Pecalang adalah satuan petugas keamanan tradisional di Bali yang biasanya bertugas membantu dan mengamankan berbagai acara ritual umat Hindu di Bali.

Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU

Kartha, salah satu Pecalang yang berjaga, menyatakan, tugas pengamanan kegiatan NU ini ia dan rekan-rekannya laksanakan secara suka rela. Ia mengaku, peran ini bukan lah yang pertama kalinya.

“Dulu pernah, kami berjaga juga bersama Banser. Itu waktu zaman Gus Dur datang ke sini,” ujarnya dengan logat khas Bali.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada momen ini, 6 Pecalang menunaikan tugas bersama 6 anggota dari Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Selain 12 pertugas ini, dua orang penganut Hindu juga diutus menjaga dan melancarkan lalu lintas parkir kendaraan peserta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau ada perayaan Islam, para Pecalang juga sering dilibatkan,” ujar Kartha yang mengaku tak mengharap pamrih dari tugasnya ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus PC IPNU-IPPNU Pamekasan mengadakan rapat kedua kalinya untuk menggelar Istighasah Akbar pada Jumat (13/4) mendatang. Tujuan utama Istighasah Akbar tersebut ialah sebagai upaya berdoa bersama demi kesuksesan para pelajar Pamekasan, khususnya yang sudah berada di paruh akhir kelas XII SLTA sederajat. Karena itu, acara tersebut bakal melibatkan semua pelajar kelas akhir tingkat SLTA sederajat se-Pamekasan.

Rapat gladi kotor tersebut menggarisbawahi bahwa Istighasah Akbar yang dipanitiai oleh pengurus gabungan PC IPNU-IPPNU itu sudah siap digelar di Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan. Termasuk pula kesiapan pemimpin istighasah nanti, yaitu ketua MUI Pamekasan KH Ali Rahbini Abdul Latif. Surat-suratnya pun sudah siap disebarluaskan.

Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighasah Akbar se-Pamekasan Siap Digelar

Dalam pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, peserta rapat yang dihadiri 7 pengurus PC IPPNU dan 8 PC IPNU tersebut berjalan dengan penuh kesantaian. Sembari rapat, mereka melipat surat-surat yang sudah siap disebar. Kesantaian dan keseriusan dapat terbangun dengan baik, karena tak lepas dari kelihaian ketua panitia Faisol Ansori dalam memimpin rapat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di samping itu, atas gagasan Faisol Ansori yang kini menjabat sebagai ketua umum PAC IPNU Kadur, penyebaran surat hendak memanfaatkan para pengurus PAC IPNU-IPPNU Kadur se-Pamekasan. Artinya, tidak hanya dipasrahkan kepada hanya satu atau dua orang saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Biar efektif, kita bisa melibatkan para pengurus PAC dalam penyebaran surat,” tegas Faisol Ansori yang langsung diamini oleh seluruh peserta rapat.

Rapat tersebut bergulir singkat, sekitar satu jam. Kendati demikian, para aktivis organisasi sayap pelajar NU tersebut tidak langsung pulang. Mereka masih bincang-bincang santai penuh keakraban. (Hairul Anam)

Redaktur   : Mukafi N iam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah