Sabtu, 09 September 2017

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ujian Madrasah (UM) untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselenggarakan 6-11 April 2015. Di Jawa Tengah, UM diikuti oleh ratusan madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Ketua Panitia Ujian Madrasah Pimpinan W LP Ma’arif NU Jateng Muh Junaidi mengatakan, peserta UM tingkat MTs/SMP tahun ini mencapai 57.500 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 597 MTs dan 79 SMP yang tersebar  di seluruh cabang LP Ma’arif NU Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah.

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa

Lebih lanjut Junaidi mengungkapkan bahwa untuk melihat langsung pelaksanaan UM di daerah-daerah, PW LP Ma’arif NU Jateng melaksanakan pengawasan ke beberapa madrasah/sekolah. Beberapa daerah  yang dijadikan sampel pengawasan, antara lain Kabupaten Pati, Kabupaten Magelang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tujuan monitoring ini untuk mengetahui apakah pelaksanaan UM ini sudah sesuai ketentuan atau belum. Merespon aspirasi cabang terkait pelaksanaan ujian. Memonitor  kendala-kendala yang muncul seperti validitas soal, kualitas cetak naskah, dan lain sebagainya,” kata Junaidi yang juga menjadi Kepala MTsN 1 Semarang ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamal, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs Perguruan Islam Munomen (PIM) Gembong Pati saat menerima kunjungan PW LP Ma’arif NU Jateng mengatakan, secara garis besar soal-soal UM dari wilayah cukup baik. “Sudah sesuai Standar Kelulusan (SKL), bahasa yang digunakan juga bagus. Hanya memang masih ada beberapa kesalahan teknis. Tetapi bisa kami atasi,” jelasnya.  (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Meme Islam, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah turut mendoakan keamanan dan keselamatan masyarakat melalui dzikir Asmaul Husna di Pondok Pesantren Assalafiyah II Saditan Brebes, Sabtu malam (30/4).?

Meski memilih netral dalam Pilkada Brebes mendatang, namun mereka berharap pesta demokrasi itu berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa? kebaikan bagi masyarakat.

Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes

Dzikir Mujahadah ini dipimpin langsung kreator Nadhaman Asmaul Husna, KH Amjad Al-Hafidz dari Semarang. Sebelumnya, Amjad mengupas kemuliaan nama dan sifat Tuhan dalam Asmaul Husna itu. Di dalamnya juga mengandung banyak fadilah dan khasiat sebagai bentuk hadiah dari Allah SWT. Di antaranya, keselamatan, pembangunan, hingga kenikmatan surga.

Ketua IKA-PMII Kabupaten Brebes, Nasirul Umam ST mengatakan, disamping untuk menjalin silaturrahim khususnya para alumni PMII di Kabupaten Brebes, kegiatan tersebut sebagai ikhtiar untuk melesatarikan tradisi dzikir kepada masyarakat. Dzikir akan tetap relevan untuk menyeimbangkan agar tidak terjadi disharmonisasi kemanusiaan kita.?

"Silaturrahmi dengan sahabat-sahabat alumni meski tidak semuanya bisa hadir karena berbagai keperluan yang ada, hasil pendataan kami sudah lakukan di seluruh kecamatan jumlah IKA PMII Kabupaten Brebes lebih dari seribuan orang, " ucap Wakil Ketua DPRD Brebes ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dengan Pilkada Brebes 2017, pihaknya menyatakan secara lembaga, IKA-PMII netral untuk berpolitik praktis, dan tidak memihak atau mendukung kepada siapapun. Namun, pihaknya juga berharap agar pesta demokrasi itu tetap mampu menghasilkan apa yang diharapkan masyarakat.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mujahadah Asmaul Husna ini merupakan salah satu ikhtiar kami agar bisa bermanfaat besar, termasuk Pilkada bisa berjalan baik, damai dan menghasilkan apa yang menjadi harapan masyarakat. Kami netral namun siap berkontribusi demi konsep kerakyatan dan? kesejahteraan masyarakat. (wasdiun/abdullah alawi). Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua terpilih Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Aenul Huroh mengungkapkan arti pentingnya kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi. Kerja kolektif, menjadi modal utama besarkan sebuah organisasi, termasuk Fatayat NU.

Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi

“Apalah artinya seorang ketua tanpa didukung oleh anggota. Kerja organisasi adalah kerja kolektif yang dibuktikan dengan dukungan seluruh jajaran kepengurusan dan anggota dalam memajukan organisasi,” ungkap Aenul usai terpilih sebagai Ketua Ranting Fatayat NU Danawari, Balapulang, Kabupaten Tegal pada Rapat Anggota di MDA Tarbiyatul Mubtadiin Danawarih, Jumat (31/03). ?

Persatuan dan kesatuan serta silaturahmi, lanjutnya, akan mengokohkan tubuh organisasi. Dan bila ada satu yang rusak bisa digantikan dengan yang lain. “Jangan merasa menjadi yang terbesar, kalau diri sendiri belum bisa memberi yang terbaik untuk organisasi,” tandasnya.

Pada sesi pemilihan ketua, Rapat Anggota yang dipimpin Ketua PAC Fatayat NU Balapulang Peni Arsiyani, berhasil memilih Aenul untuk masa bakti 2017-2020. Dalam sidang pleno tersebut, Aenul Huroh mendapat 52 suara dari 118 suara yang diperebutkan menggantikan Lutfiyah. Calon lain, Mutamimah SD meraih 24 suara, Sunarti (18), Hj Lutfiyah (14), Lismiati (8), Masrokha (1) dan blangko 1 suara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Agenda tiga tahunan itu, dihadiri Ketua Tanfidziyah NU Danawarih Muhdi beserta perwakilan Badan Otonom NU Ranting seperti PR Muslimat NU Danawarih, PR IPNU-IPPNU dan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Balapulang.

Dalam Rapat Anggota disampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Fatayat NU Danawarih masa bakti 2013-2017 oleh Ketua Ranting. LPJ diterima oleh semua anggota yang hadir sejumlah 118 peserta dari utusan 6 anak ranting.

Ketua PAC Fatayat NU Balapulang Peni Arsiyani berharap, ketua terpilih dapat menjalankan kepemimpinan tiga tahun kedepan lebih baik lagi dan dapat melaksanakan amanat yang diemban. “Semoga ketua terpilih dapat mengemban amanah 3 tahun kedepan dengan sepenuh hati,” harapnya. (Hasan/Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah program nyata Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) harus seiring dengan penguatan ideologi. Untuk itu, Ketua Umum Pimpinan Pusa Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh kader untuk melakukan kajian secara mendalam tentang tema Pancasila, Agama dan Negara.

Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara

Rancangan program strategis tersebut disampaikan Khofifah, Jumat (24/3) di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat saat memberi pengarahan pada malam ta’aruf sebelum pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU.

Di hadapan para pengurus wilayah dan cabang seluruh Indonesia itu, Menteri Sosial RI ini menekankan langkah-langkah konkret dalam penguatan ketiga aspek penting tersebut.?

Pihaknya akan mengawali langkah ini dengan mengadakan diskusi kebangsaan tentang peran Pancasila, Agama dan Negara dalam perspektif Muslimat NU dengan menghadirkan sejumlah narasumber.

“Diskusi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Rapimnas sebelum menggelar Harlah dan Pelantikan pengurus di Masjid Istiqlal. Narasumber yang akan dihadirkan antara lain KH Salahuddin Wahid, Yudi Latif, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan,” ujar Khofifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, diskusi tersebut merupakan lengkah awal bagi para kader di wilayah maupun cabang untuk mengadakan diskusi serupa dengan patokan tema yang sama.?

“Para kader bisa memperbaharui tema seperti Pancasila dan NU, Pancasila dan Negara, Pancasila dan Agama, Pancasila dan Aswaja, serta tema-tema sejenis asal masih dalam koridor ketiga aspek yang dimaksud,” ujar perempuan kelahiran Surabaya itu.

Khofifah menegaskan, perspektif Muslimat NU penting dalam memandang Pancasila, Agama, dan Negara. Para pengurus di daerah dapat membuat rancangan kajian rutin terkait tema-tema tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tokoh-tokoh lokal bisa dihadirkan untuk menyumbangkan padangan dan pemikirannya. Hal ini bisa memberikan perspektif pandangan yang lebih konkret,” tuturnya.

Menurutnya, jika hal ini bisa didorong dan dilakukan secara maksimal di kalangan seluruh kader Muslimat, ia meyakini Muslimat dapat memberikan pandangan untuk penguatan ideologi secara menyuluruh.

“Dalam forum-forum selanjutnya, perspektif Muslimat atas tema-tema tersebut dari berbagai daerah bisa dirancang menjadi satu sehingga utuh,” tandas Khofifah.

Dalam Rapimnas yang akan dibuka oleh salah seorang Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani pada Sabtu (25/3) itu, peserta berasal dari 34 Pimpinan Wilayah dan sekitar 180 Pimpinan Cabang berprestasi.?

Kegiatan Rapimnas ini berlangsung hingga Ahad (26/3) mendatang yang akan dilanjut dengan diskusi kebangsaan dan kegiatan puncak Harlah ke-71 Muslimat NU dibarengi dengan pelantikan pengurus baru PP Muslimat NU. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Sejarah, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 08 September 2017

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Silang sengkarut sejarah 1965, NU-PKI selalu menjadi perbincangan panas di Indonesia. Jika selama ini publik hanya mengkonsumsi Informasi dari media massa, dan beberapa wacana kiri saja, kini hadir buku putih “Benturan NU-PKI” yang menjadi jawaban dari kesekian pertanyaan penting terkait sejarah perjalanan bangsa.

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Buku putih itu menjadi topik seminar di Malang, Kamis (1/5). Punulisnya Abdul Mun’im DZ hadir. Menurutnya, masyarakat yang melek sejarah akan mengetahui dengan sendirinya jika PKI bukan satu-satunya Korban. Meski gencar diberitakan NU sebagai pelaku pembantaian, sejatinya NU sendiri adalah korban tragedi 1965.

Beberapa data sengaja disajikan dalam perbincangan hangat tersebut. Pasalnya, kesimpang-siuran informasi selama ini sengaja dilakukan untuk mendeskriditkan NU. Salah satunya penggelembungan data korban. Data yang ada lebih banyak media membesar-besarkan jumlah yang tidak rasional. “Buku ini sengaja saya tulis, sebagai rekonsiliasi yang berpijak pada kebenaran,” kata Abdul Mun’im.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Sekjen Pengurus Besar NU itu bahkan menjelaskan, pasca tragedi geger 1965, PKI-NU sebagai korban dirampas hak-haknya sebagai warga negara. NU tidak lagi boleh berpolitik, NU disingkirkan dan beberapa akses ditutup.

“Jadi yang paling berperan untuk menciptakan opini salah dan benar adalah media yang sudah disetting secara global,” paparnya di home-theater Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penulis berharap buku ini tidak hanya jawaban atas tudingan-tudingan miring pada NU, namun juga sebagai pijakan sejarah untuk anak bangsa. (Diana Manzila/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Liga Santri NUsantara (LSN) 2017 yang akan digelar Agustus hingga Oktober diikuti 1024 tim atau pesantren yang berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dengan jumlah tim seperti itu, babak penyisihan dibagi ke dalam 32 zona. Sementara pertandingan dari awal hingga akhir diperkiran 990 pertandingan.?

Menurut Ketua LSN 2017 KH Abdul Ghofarrozin, LSN menerapkan peraturan dan mekanisme pengawasan sesuai dengan persyaratan yang berlaku secara nasional dan internasional.?

Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi

"Untuk menjaga profesionalitas pertandingan, LSN dilaksanakan bekerja sama dengan Asosiasi Wasit Perangkat Perlandingan Profesional Indonesia (AWAPPI)," katanya pada peluncuran LSN 2017 di gedung PBNU, Jakarta, Kamis malam (27/7).?

Lebih lanjut ia mengatakan, sepak bola sebagai olahraga yang digemari dan mudah diserap menjadi bagian dari rajutan kehidupan sosial budaya Indonesia karena kesederhanannya. Sepak bola terbukti mampu menjadi sebuah kegiatan yang inklusif dan menembus sekat-sekat perbedaan suku, etnis, bahasa, keyakinan, serta simbol-simbol primordial lainnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di pesantren, eratnya sepak bola dengan kehidupan santri menjadikan olahraga ini sebagai kegiatan unggulan” pungkas Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama tersebut. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Sunnah, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 September 2017

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Generasi muda saat ini membutuhkan contoh yang nyata dari para pendidik (guru) dan orang tua mereka. Pendidikan yang baik bagi mereka bukan hanya retorika belaka namun juga perlu pemantapan akhlak agar moral bangsa ini tidak semakin tergerus.

Hal tersebut ditegaskan oleh A’wan PWNU Provinsi Jawa Timur H Hasan Aminuddin ketika menghadiri halal bihalal sekaligus pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krejengan, Senin (7/8) sore.?

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika

“Jadilah seorang guru bagi dirimu sendiri sebelum kamu menggurui orang lain. Artinya bahwa setiap guru dan orang tua harus mampu menjadi contoh bagi anak didik saat ini,” katanya.

Oleh karena itu Hasan menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik untuk bersama-sama menyikapi keprihatinan nasional saat ini. Dimana kecerdasan intelektual generasi muda saat ini tidak seimbang dengan akhlaknya. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kecerdasan ini bukanlah kebetulan namun juga disebabkan oleh peningkatan lulusan sarjana di generasi sebelumnya yaitu orang tua mereka sendiri. Namun ? kecenderungan ini sayangnya tidak diimbangi peningkatan akhlaknya,” tegasnya.

Menurut Hasan, halal bihalal yang istiqomah dilaksanakan di Indonesia ini merupakan salah satu wadah untuk semakin mempererat tali silaturahim. Tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan ini merupakan wujud dari sinergitas antara umaro dan ulama sehingga mampu untuk mensukseskan kegiatan yang merupakan salah satu budaya asli Indonesia ini.

“Saya harapkan hal ini dilakukan secara istiqomah, dengan mengerjakan segala sesuatu dengan berjamaah maka hasilnya akan maksimal. Inilah pembelajaran moral bagi para generasi muda kita,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pengurus seperti Katib PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i serta sejumlah pengurus lembaga dan badan otonom (banom) NU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Fragmen, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah