Selasa, 22 Agustus 2017

Haul Ibunda Gus Dur Dipringati dengan Khataman al-Quran

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peringatan haul ke-19 wafatnya Ibunda KH Aburrahman Wahid (Gus Dur), Nyai Hj Sholihah Munawaroh A Wahid Hasyim, digelar dengan pembacaan al-Qur’an lengkap 30 Juz di Jakarta, Ahad (29/7).

Selain Nyai Sholihah, peringatan haul ini juga dimaksudkan untuk mendoakan menantunya, KH Hamid Baidlawi, yang meninggal 2009 lalu. Hamid merupakan suami dari anak keduanya, Aisyah Wahid, yang juga salah seorang tokoh Muslimat NU.

Haul Ibunda Gus Dur Dipringati dengan Khataman al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Ibunda Gus Dur Dipringati dengan Khataman al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Ibunda Gus Dur Dipringati dengan Khataman al-Quran

Dalam acara yang digelar di kediaman Aisyah yang terletak di kompleks perumahan Bukit Pratama, Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini, terlihat hadir segenap keluarga dan handai tolan, seperti dr Umar Wahid dan Hj Lily Wahid, sejumlah civitas akademika Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (IPTIQ) Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prosesi khataman al-Qur’an dilaksanakan para santri Pesantren Ciganjur Jakarta. Tak hanya ceramah agama, peringatan haul juga diisi kirim doa kepada para sesepuh NU dan buka puasa bersama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah, kita semua bisa hadir dalam rangka memperingati wafatnya ibu kami yang meninggal pada 9 Juli 1994, juga Pak Hamid Baidlawi yang meninggal pada tahun 2009,” kata Umar, putra ke-4 Nyai Sholihah saat menyampaikan kata sambutan.

Nyai Sholihah wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, dan dikebumikan di pemakaman keluarga, Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Selain aktif menjadi ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, putri KH Bisri Syansuri ini juga pernah menjadi anggota legislatif dan terlibat dalam beberapa pendirian lembaga sosial.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

9 Pelajaran Berharga dari Mbah Liem

Oleh Ali Mahbub

--Pelajaran-pelajaran KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem (alm) yang disampaikan di sini saya kutip dari tulisan yang ada di kalender Yayasan Pondok Pesantren Al muttaqien Pancasila Sakti yang menurut saya sangat-sangat penting dan saya anggap sebuah pelajaran penting dari Mbah Liem.

Saya berharap dan berdo’a semoga saya dan saudara semua pun bisa meneladani pelajaran-pelajaran tersebut, selain dari kutipan tulisan di kalender saya juga menulis pelajaran-pelajaran Mbah Lim dari sumber lain.

9 Pelajaran Berharga dari Mbah Liem (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Pelajaran Berharga dari Mbah Liem (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Pelajaran Berharga dari Mbah Liem

Mbah Liem dalam cerita para santri baik dari santri 5 atau yang disebut Mbah Lim sebagai Pendowo Limo maupun dari cerita santri senior yang lain seperti? KH Muhaimin Yogyakarta dan dari apa yang sedikit saya saksikan sejak tahun 2008 akhir hingga wafatnya beliau. Mbah Liem memang tidak pernah membacakan sebuah Kitab kepada para santrinya melainkan beliau langsung mengajarkan dengan ilmu hal atau memberi contoh langsung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ajaran-ajaran Mbah Liem tersebut yaitu:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

1. “Nguwongke Uwong, Gawe Legane Uwong.” Mbah Liem selalu menghargai dan menerima setiap orang dengan segala potensi dan niat baiknya. Kalau pun kita tidak membutuhkan, mungkin manfa’atnya bisa dirasakan keluarga, tetangga atau msyarakat kita. Contohnya setiap kali ada tamu, baik pejabat maupun tokoh yang lain, Mbah Liem selalu menyambut dengan hangat siapapun orangnya dan Mbah Lim tidak lupa memberikan ruang interaksi untuk mendekatkan pejabat/tokoh dengan masyarakat.

2. “3 T“: Titi – Tatak – Tutuk. Mbah Liem mengajarkan sa’at melaksanakan setiap tugas dalam hidup, haruslah Titi (cermat, teliti dan selektif), Tatak (legowo, sabar), sehingga Tutuk (sampai, selesai dengan hasil yang memuaskan)

3. “3 K “: Kuli – Kiai – Komando. Setiap santri haruslah mampu memerankan diri sebagai Kuli (siap bekerja keras), Kiai (siap mengamalkan ilmu dan berdo’a), Komando (siap menjadi pemimpin yang piwai mengambil keputusan, bijak serta berwibawa)

4. “Kita harus Tegak, Tegas dan Tegar selama benar “? setiap melaksanakan kebenaran kita harus Tegak ( penuh keyakinan, tidak goyah oleh pengaruh apapun), Tegar ( tak kenal kompromi terhadap pelanggaran aturan ), Tegar ( Ikhlas, Sabar )

5. “3 R “: Rampung bangunane – Rame jama’ahe – Rukun masyarakate “. Dalam mendirikan sarana apapun ada 3 hal yang harus diupayakan yakni “ Rampung bangunane “ (bisa terwujud ), Rame jama’ahe ( berfungsi dan dibutuhkan para pemangku kepentingan ), Rukun masyarakate ( menjadi sumber kedamaian dan perekat persatuan )

6. “Aja Mung Benteng Ulama, ning Nahnu Anshorullah, Masyriq-maghrib “ di samping peranya sebagai Benteng Ulama, Banser seharusnya mampu menjalankan peran yang lebih luas di seluruh permukaan bumi, dalam bingkai “ Nahnu Anshorulloh”.

No? 1 – 6 penulis kutip dari kalender.

7.? ? ? “ 3 S “:? Sholat – Sinau – Sungkem. Maksudnya? “ Sholat “ Seorang santri harus tekun beribadah, prihatin dan berdoa.? “ Sinau “ santri harus belajar terus menerus. “ Sungkem “santri harus mempunyai akhlak yang mulia, tau sopan santun, tawadhu’ pada Kyai/Guru.

8.? ? “ 2 B “ Berhasil – Berkah . dalam mencapai cita – cita/usaha? harus mempunyai komitmen yang kuat agar tercapai yang di inginkan,”? Berkah “setiap cita – cita/ usaha harus di mulai dengan niat ibadah(niat baik) agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

No 7 – 8 sumber dari Umi Hasanah Santri pertama MA Al Muttaqien Pancasila Sakti)

9. “ Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo Ngising barang” (Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga). Kita tidak boleh hanya melulu mencari harta terus tapi kita juga harus rajin bersedekah. (sumber dari Umi Hasanah dari Hj Siti Choiriyah putri pertama Mbah Liem.

Selanjutnya saya tulis juga tiga kebiasaan Mbah Liem.

1. Setiap bertemu dengan orang lain, di manapun selalu mendo’akan dengan uluk salam “Assalamu’alaikum!“

2. Dalam perjalanan setiap kali bertemu dengan Makam dan Sungai, beliau selalu membaca Fatehah kepada Ahli kubur dan Fatehah kepada Nabiyullah Khidzir AS.

3. Jika berpapasan dengan Pelajar/Mahasiswa, beliau selalu mendo’akn “Sholeh, Sholehah Penerus”

Selain itu saya mendengar pemaparan pak Haji Danun (santri/sopir mbah Lime) setiap mau berangkat perjalanan silaturrahmi ke manapun Mbah Liem selalu berkata “ niate silaturrahmi, ngubengi RI untuk mendo’akan NKRI Pancasila agar AMD Aman, Makmur, Damai. dan di dalam mobil Mbah Liem selalu mengajak Dzikir, Sholawat di sepanjang perjalanan. ?

Subhanallah semoga kita bisa meneladani ajaran beliau. Alfaatihah....

Ali Mahbub, mengajar bahasa Arab dan ke-NU-an di MA Al Muttaqien Pancasila Sakti

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, IMNU, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 20 Agustus 2017

Ansor Pikatan Sosialisasikan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ranting GP Ansor Desa Pikatan Kecamatan Gending Kab Probolinggo menggelar sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk kebun gizi keluarga untuk masyarakat,? Senin (21/1)? ?

Ansor Pikatan Sosialisasikan Pemanfaatan Lahan Pekarangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pikatan Sosialisasikan Pemanfaatan Lahan Pekarangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pikatan Sosialisasikan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Dalam sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah tersebut juga dikupas tentang kiat-kiat untuk memperoleh tambahan penghasilan seperti wirausaha individu maupun kelompok. Contohnya, pemenuhan kebutuhan lauk pauk yang diharapkan bisa diperoleh di lingkungan sekitar rumah sendiri.

Kegiatan yang dihadiri oleh segenap pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pikatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Saba’.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pikatan Mahmud Yunus mengatakan kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Nahdliyin melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai kebun gizi keluarga.

Semoga melalui kegiatan ini masyarakat dapat termotivasi untuk bercocok tanam dengan cara membuat kebun gizi yang hasilnya dapat membantu meringankan beban kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Saba’ mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah langkah yang dilakukan oleh GP Ansor untuk mendukung program pemerintah berupa pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan menanam berbagai macam sayur-sayuran organik yang dapat menciptakan pangan yang aman, memberikan nilai ekonomis yang tinggi dan meningkatkan status bergizi bagi gizi keluarga.

“Hal ini juga sebagai upaya untuk pemenuhan pangan rumah tangga dalam pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan aman serta peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Muslimin, kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda sosialisasi atas keberperanan GP Ansor pada masyarakat petani. Sehingga petani mampu memanfaatkan lahan pekarangan secara intensif dengan beraneka ragam komoditas untuk kebun gizi keluarga.

“Selama ini kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan petugas pertanian kecamatan. Namun kami tetap berharap semoga Dinas Pertanian dapat membantu kesuksesan program tersebut,” pungkasnya.

Kontributor: Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan.

Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.?

Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun. ? Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak. Yang sulung sudah kuliah; yang bungsu masih duduk di bangku SD.

Tabahnya Hati Seorang Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabahnya Hati Seorang Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Melihat banyaknya orang yang menshalatkan Bu Bariyah, baik laki-laki maupun perempuan, dan jumlah pelayat yang tidak bisa dihitung satu per satu, ditambah lagi banyaknya pelayat yang secara suka rela mengantarkan jenazah hingga tempat pemakaman dalam suasana hujan gerimis, orang awam saja bisa mengambil kesimpulan Ibu Sri Bariyah insyaallah husnul khatimah. Sebagai istri, kebaikan Bu Bariyah ? kepada Pak Syakur diakui banyak orang.

Aku pun juga mengakui kebaikan pasutri itu. Aku cukup tahu siapa mereka berdua. Rumahnya gandeng dengan rumah yang aku tempati, hanya posisinya bertolak belakang. Istriku juga sering bercerita Bu Bariyah ? adalah orang sabar, selalu hormat dan bakti kepada suami.

Maka tidak mengherankan ketika Kiai Halim di sore itu menanyakan kepada para pelayat apakah Bu Bariyah orang baik, semua hadirin menjawab serempak, “Orang baik!” Dan jawaban itu diulang hingga tiga kali. Dalam Islam, orang baik yang meninggal dunia di hari Jumat akan terlindung dari siksa api neraka. Ya, hari itu adalah Jumat, 9 September 2016, Ibu Sri Bariyah, S.Pd.I. pulang ke rahmatullah. Inna lillahi wainna ilaihi rajiun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada banyak peristiwa dari pagi hingga sore hari itu terkait wafatnya Bu Bariyah dan prosesi pemakamannya. ? Namun, hal yang paling membuatku terharu adalah saat Pak Syakur berada di tempat pemakaman. Dalam susana seduka itu Pak Syakur masih sanggup mencucurkan keringat mencangkul tanah urug untuk mengurug kembali liang lahat dimana jenazah istrinya dibaringkan untuk selamanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketabahan hati Pak Syakur memang dahsyat dan itu sekaligus merupakan ungkapan ridha seorang suami bahwa ia ikhlas ditinggal sang istri demi menghadap Sang Khaliq yang telah memanggilnya pulang dan takkan pernah kembali. Pak Syakur telah membuktikan kata-katanya di depan Kiai Halim yang membacakan mahasinul mayyit Bu Bariyah bahwa ia ridha atas apa yang menimpa istrinya. Sebelumnya Kiai Halim memang menanyakan hal itu.?

Allahumaghfirlaha... warhamha... wa’afiha... wa’fu ‘anha... waj’alil jannta matswaha. amin.





Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta





Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Kajian, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Agustus 2017

ISNU Kalbar segera Terbentuk

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) segera terbentuk. Diperkirakan akhir tahun ini komposisi pengurus lengkap. Bila sudah lengkap segera dikirim ke ISNU pusat untuk minta disahkan.

"Komposisi pengurus hampir lengkap. Tinggal beberapa biro yang masih dicarikan personelnya. Insyaallah, akhir tahun ini sudah lengkap," kata Ketua ISNU Kalbar, Dr Agung Hartoyo M Pd di kantornya, siang kemarin (22/12).

ISNU Kalbar segera Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Kalbar segera Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Kalbar segera Terbentuk

Dijelaskan Agung yang juga dosen FKIP Untan ini, mencari orang untuk dimasukkan pengurus gampang. Cuma, mencari orang yang pas di posisi nya yang agak sulit. Belum lagi kesediannya, apakah mau atau tidak jadi pengurus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semua kita hubungi dulu untuk mohon kesediannya. Apabila bersedia baru kita masukkan. Bila tidak, tak bisa kita paksakan. Kita berharap seluruh pengurus bisa bekerja memajukan ISNU," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belum lama ini ada pengurus ISNU pusat datang ke Kalbar. Dia meminta agar cepat dikirim komposisi pengurus. Harapannya, sebelum pelantikan Gubernur Kalbar, ISNU sudah dilantik.

"Makanya, kita akan persiapkan dengan cepat. Mudah-mudahan kita mendapatkan personel yang tepat agar ISNU Kalbar eksis," harap Agung.

Apabila ISNU Kalbar terbentuk, diharapkan menjadi wadah bagi sarjana untuk berkiprah bagi masyarakat. ISNU akan memperlihatkan kegunaannya untuk mengabdi pada bangsa dan negara.

"Itulah harapan kita. Memang berat, namun kalau sejumlah sarjana bersatu, kita yakin tujuan mulia itu bisa diwujudkan ISNU," tekad Agung.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Rosadi Jamani 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Hikmah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 17 Agustus 2017

"Keluarga" Allah di Bumi Lakukan Tujuh M Ini

Jakarta,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dosen ilmu tasawuf Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Shodiq menyampaikan tujuh hal yang harus dilakukan untuk menghormati Al-Qur’an. Pertama, yang harus dilakukan umat Islam membacanya.

Membaca di sini bukan sekadar membaca. Kalau membaca Al-Qur’an tanpa remuk redam hatinya atau menangis, berarti ada masalah dalam keimanannya terhadap kitab itu,” katanya saat berceramah di yang diselenggarakan Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di gedung Student Center, pada Selasa (18/10).

Keluarga Allah di Bumi Lakukan Tujuh M Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Allah di Bumi Lakukan Tujuh M Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

"Keluarga" Allah di Bumi Lakukan Tujuh M Ini

Kiai Shodiq mengutip pernyataan seorang sufi besar, Malik bin Dinar, bahwa tidak beriman seorang hamba dengan Al-Qur’an ini kecuali akan remuk redam hancur hatinya. Pernyataan ini ia kutip dari kitab Addurarul Mansur karya Imam Suyuti.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau udah bener imannya, ndak mungkin kamu gak gemetar membacanya,” ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah itu, menghafalnya. Dalam menghafal, kita tidak dituntut untuk menghafalkan semuanya. Tidak cukup sampai menghafal, kita juga harus memahaminya. Namun, kita juga jangan berpuas diri sampai pada tahapan memahami.

Di akhir zaman nanti, Kiai Shodiq menjelaskan, akan banyak generasi yang hanya senang melafalkan Al-Qur’an dan Al-Qur’an cuma menjadi wacana diskusi, tetapi tidak merasuk ke dalam hati.

Tentu tidak akan ada gunanya kalau hanya memahami aturan tetapi melanggarnya. Maka dari itu, kewajiban kita selanjutnya adalah melaksanakan. Dia mencontohkan ayat Al-Qur’an yang berbunyi, udzkurullah dzikran katsira. Kita mengetahui, paham, dan hafal ayat tersebut. Tetapi kita tidak berzikir banyak-banyak.

“Lah terus untuk apa?” tanyanya dengan nada menyindir.

Selanjutnya membiasakan. Melaksanakan tidak cukup sekali. Lawan nafsu untuk terus melaksanakannya terus menerus.

Membiasakan itu masih bisa goyah. Maka, tahap selanjutnya adalah kita harus mempribadikan Al-Qur’an. Artinya, kita harus menjadikan Al-Qur’an itu sebagai akhlak kita.

“Akhlaknya Rasul itu ya Al-Qur’an,” ujar Kepala Pusat Mahad UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengutip pernyataan Sayyidah Aisyah.

“Quran itu bukan lagi dalam pikiran, tapi sudah masuk dalam perasaan,” lanjutnya.

Setelah semua langkah itu terpenuhi, maka tahapan terakhir, menurutnya, adalah kita harus memasyarakatkan Al-Qur’an.

Mereka yang melakukan tujuh hal di atas adalah ahlullah fil ard, keluarga Allah di bumi. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU: Resolusi DK PBB Efektif untuk Dunia Islam, Tidak bagi Israel

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai, setiap resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) hanya efektif bila diterapkan pada negara-negara berpenduduk sebagian besar Muslim atau dunia Islam. Sebaliknya, resolusi sekeras dan setegas apapun tak akan mempan pada Israel.

Hal tersebut dikatakan Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (3/6). Ia mengatakan hal itu menyusul Sidang Paripurna DPR RI yang akan meminta pertanggungjawaban Pemerintah terkait dukungannya terhadap Resolusi DK PBB nomer 1747 soal program nuklir Iran.

PBNU: Resolusi DK PBB Efektif untuk Dunia Islam, Tidak bagi Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Resolusi DK PBB Efektif untuk Dunia Islam, Tidak bagi Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Resolusi DK PBB Efektif untuk Dunia Islam, Tidak bagi Israel

Presiden World Conference on Religions for Peace itu mengingatkan kepada pemerintah bahwa sidang yang bakal digelar pada Selasa, 5 Juni mendatang itu, seharusnya dijadikan titik tolak untuk mengukur atau menilai kembali perilaku nasionalisme bangsa Indonesia dalam dimensi nasional dan internasional.

“Untuk menghindari polarisasi, jangan lagi kita bicara agama, bicara kemanusian saja sudah akan banyak yang krusial, di samping posisi Indonesia sebagai negara bebas-aktif dan pelopor Gerakan Non-Blok,” terang Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Ia mengaku tak habis pikir tentang perilaku sebuah pemerintahan yang secara sukarela mengizinkan negara asing memasuki daerah wilayah teritori pertahanan. Demikian pula dalam bidang ekonomi. “Bagaimana Rancangan Undang-undang Penanaman Modal Asing menjadikan asing sebagai pemilik, sementara pemilik Indonesia sebagai orang asing?’ gugatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu, mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengikuti dengan cermat sidang paripurna tersebut. Tujuan utamanya untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya keadaan moral politik, moral ekonomi dan moral budaya para pemimpin serta pengendali bangsa. “Masihkah ada harapan?” katanya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah