Rabu, 21 Juni 2017

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Muslim Inggris menginginkan agar buku-buku tentang Islam dari Indonesia diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, agar keragaman aspek tentang Islam di Indonesia dapat dipelajari oleh mereka.

Demikian dikatakan Anggota Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang juga Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nasaruddin Umar, di Jakarta, Senin (20/8).

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Menurutnya, permintaan tersebut muncul karena sejumlah warga Muslim Inggris mengemukakan bahwa Islam di Indonesia sangat sesuai secara budaya dengan Islam di Inggris.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Guru Besar Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu juga mengatakan, banyak organisasi atau lembaga ke-Islam-an di negara kerajaan itu yang memilih untuk mencari pelatih dan pengajar bidang keagamaan dari Indonesia dibandingkan dengan dari negara lain di kawasan Timur Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, Nasaruddin juga menyarankan agar penerbit buku Islam di Indonesia dapat memanfaatkan peluang untuk memperluas jangkauannya di mancanegara, antara lain, melalui internet.

"Internet masih jarang digunakan sebagai media promosi, padahal setiap tahun jumlah orang yang menggunakan internet selalu bertambah," kata lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama itu.

Ia memaparkan, peluang seperti internet harus dapat dikuasai oleh penerbit dengan cepat apalagi kini menjelang bulan Ramadhan yang dapat dikatakan merupakan salah satu masa panen bagi para penerbit buku Islam.

Mengenai pertumbuhan buku Islam, Nasaruddin optimis mengenai hal itu akan terjadi antara lain karena animo masyarakat yang semakin meningkat terhadap buku-buku yang membahas topik keislaman.

Indonesia-UK Islamic Advisory Group adalah kelompok penasihat yang didirikan secara bersama-sama oleh pemerintah Inggris dan Indonesia yang bertugas untuk mengembangkan dialog dalam rangka meningkatkan saling pengertian dan toleransi antara Islam dan Barat.

Baik Indonesia maupun Inggris masing-masing mengirimkan tujuh wakilnya di dalam lembaga tersebut.

Dari Indonesia selain Nasaruddin Umar adalah Hasyim Muzadi (PB NU) Din Syamsuddin (PP Muhammadiyah), Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Marwah Daud Ibrahim (ICMI), Abdul Mu`ti (Pemuda Muhammadiyah), dan Yenny Zannuba Wahid (Fatayat NU). (ant/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Pahlawan, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, AlaNu, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 20 Juni 2017

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU), H. Mansur Syaerozi mengatakan, ketika mempersunting Siti Khadijah, Nabi Muhammad memberikan mas kawin 100 ekor unta.

Jika diibaratkan sekarang, 100 ekor unta itu seharga 100 mobil sekarang, “Dengan demikian, Nabi Muhammad itu kaya, tapi bergaya hidup sederhana,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Sabtu, (20/4).

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Menurut Mansur, sangat masuk akal Nabi Muhammad kaya karena dia berdagang sejak usia 13 tahun hingga umur 40. Berarti, ia melakukan itu selama 27 tahun. Lebih lama menjadi pedagang daripada menjadi rasul yang hanya 23 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mansur menambahkan, tidak mungkin berdagang selama itu, Nabi Muhammad hidup miskin, “Itu satu, kedua, karena Nabi Muhammad dekat dengan Allah. Ia adalah kekasih Allah. Ibaratnya, seseorang yang disukai orang kaya, ia akan terbawa kaya.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian, Mansur menambahkan, kalau ditelisik dalam Al-Quran, kita akan menemukan peran harta dalam berjuang. Pertama, “Berjuanglah kamu di jalan Allah dengan hartamu dan dirimu. (At-Taubah: 41)”. Pada ayat lain disebutkan “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. (QS. Al-Baqarah : 43)”

Ini artinya, umat Islam itu cetakannya kaya. Tapi harus hidup sederhana. Kekayaan harus lebih banyak digunakan berjuang untuk kemajuan Islam.

Rapimda bertema "Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat," tersebut diikuti 150 orang terdiri imam, khotib, dan DKM masjid NU. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama PC LTMNU Kota Cilegon dengan PP LTMNU dan PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, News, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Juni 2017

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di dalam berorganisasi yang berkhidmat pada ulama dan umat, NU harus bisa memahami psikologisnya. Ini diperlukan agar bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri oraganisasi termasuk persoalan yang terjadi di masyarakat. Hal ini diperlukan agar manajemen bisa berjalan dengan baik yang berimbas semakin kuatnya organisasi sehingga umat bisa merasa nyaman dalam ber NU.

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

“Jika kita mengetahui kekurangan kita, apa itu dari sistem dakwah dan komunikasi yang tidak sampai atau sistem pendidikan yang salah, atau yang lain, maka itulah kekuatan NU,” ujar Wakil Ketua PCNU Demak H Afkhan Noor kepada peserta Bahtsul Masail Diniyyah PCNU Demak putaran ke-13 di Pesantren Al Mubarok Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (19/3).

Afkhan berpesan kepada para pengurus yang hadir perlunya peningkatan sistem kekeluargaan dalam berorganisasi untuk memperkuat kondisi dan peka terhadap perkembangan termasuk perkembangan jaringan radikal yang muncul.

“Tolong sistem komunikasi dan kekeluargaan dalam berorganisasi kita jaga, biar kita kuat, solid terutama dalam mengantisipasi gerakan Islam radikal,” pesannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Rais Syuriyah KH Alawy Masudi sebelum menutup acara dengan doa mengatakan kepekaan di dalam menyikapi permasalahan yang berkembang bermula dari ilmu yang dimiliki. Karena kemauan didalam belajar serta kemauan yang tinggi dalam menjalankan saran yang diberikan oleh ulamal Nahdlatul Ulama sehingga ajaran Aswaja bisa berjalan dengan baik

“Kalau ilmu yang selama ini kita yakini dari guru yang sanadnya jelas dan mau tabayyun dengan para kiai, Insyaallah kita akan selamat,” tuturnya.

Bahtsul Masail tersebut selain dihadiri MWCNU se-Kabupaten Demak, juga hadir Ketua PCNU KH Musadad Syarif beserta jajarannya, Musytasar KH Zainal Arifin Maksum, Ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Muspida, Muspika, Banom NU dari tingkat cabang, anak cabang serta ranting NU se-Kecamatan Guntur. (A. ShiddiqSugiarto/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Juni 2017

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ahad siang di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur. Ratusan orang serba hitam berdatangan. Kopiah hitam. Baju panjang hitam. Celana panjang hitam. Dan sepatu hitam. Mereka para pandekar Pagar Nusa. Pagar NU dan Bangsa!?



Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

“Ada sejarahnya kenapa pakaian Pagar Nusa hitam,” kata KH Suharbillah, salah seorang pendiri Pagar Nusa, di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur, Ahad lalu.

Bahwa untuk mengusir Sekutu di Surabaya, Harotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari ingin mengundang santrinya yang sukses dalam bidang kanuragan dari Parakan, Kedu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rupanya niat Mbah Hasyim mau mengundang, diketahui santri itu. Khawatir keliru, ia datang mendahului. Tapi Mbah Hasyim, meski sudah didatangi, tetap kirim utusan ke sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Utusannya para pendekar. Semuanya berpakaian serbahitam. Warna hitam itu dari peristiwa itu,” katanya.

Pakaian hitam juga merupakan warna dasar orang Nusantara. “Kebanyakan berwarna hitam. Mulai dari Aceh, Betawi, Sunda, Ponorogo, Madura dan lain-lain.”

Kemudian Suharbillah memaknai warna hitam. Menurut dia, makna filososfis hitam pada pakaian Pagar Nusa adalah orang yang lurus, tidak nolah-noleh.

“Jadi, orangnya berjalan jujur dan lurus.”

Selain itu, dalam keputusan internasional menetapkan atlet silat harus berpakaian hitam. “Kita selaku pendukung, termasuk sumber silat di dunia, kita sewajarnya ikut berpakaian itu,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi Fatayat NU yang melahirkan anak-anak hebat calon pemimpin. Ia bangga kota Surabaya mendapat amanah sebagai tempat kongres perempuan muda NU.

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo mengatakan hal tersebut pada saat didaulat memberikan sambutan selaku tuan rumah pada upacara pembukaan Kongres ke-15 Fatayat di GOR Surabaya, Sabtu (19/9).

"Judul atau tema kongres ini sangat tepat. Ini sesuai dengan prestasi Jawa Timur yang enam kali berturut-turut mendapat juara di bidang gender. Ini merupakan penghormatan kepada perempuan agar lebih berkeadaban," ujar gubernur yang disambut aplaus hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pakdhe Karwo, sapaan akrabnya, mewartakan setidaknya ada 836 perempuan di Jatim yang mendapat hibah untuk mengembangkan ekonomi. Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan single parent di wilayah Jawa Timur agar hidupnya lebih berkeadaban.

"Nah, lagi-lagi ini sama dengan tema kongres Fatayat hari ini. Kami sepakat bahwa perempuan menjadi bagian penting untuk membangun bangsa ini," tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi dia, perempuan juga memiliki persoalan tentang kematian ibu dan anak. Ini juga patut diperhatikan oleh Fatayat. "Pekerjaan kita makin berat, di saat terjadi reses ekonomi. Jangan sampai defisit. Ini tugas perempuan juga. Bagaimana kita bisa mengerem belanja agar tidak membengkak," ajaknya.

Selain Gubernur Jawa Timur beserta jajarannya, hadir juga dalam upacara pembukaan tersebut senior Fatayat Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubayd, Dr Hj Sri Mulyati Asrori, Hj Fatma Saifullah Yusuf. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Foto: Gubernur Jatim Soekarwo saat berbincang dengan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan tokoh perempuan Nursyahbani Katcasungkana di sela Kongres Fatayat, Sabtu (19/9)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Juni 2017

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyadari kian cepatnya arus informasi yang diterima masyarakat, membuat Madrasah Tsanawiyah Ismaillyyah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berbenah. Di antaranya dengan mengembangkan model dakwah lewat dunia maya dengan meluncurkan portal website resmi MTs Ismailiyyah Nalumsari Jepara, yang beralamatkan di www.mtsismailiyyahnalumsari.sch.id. Website ini resmi dilaunching pada Kamis (2/6) lalu.

Kepala MTs Ismailliyyah, Sholeh Al-Jufri mengatakan, peluncuran media dakwah dinilai sangat penting bagi perkembangan madrasah. Sebab, saat ini sudah masuk era informasi dan gempuran infomasi global sudah tidak dapat terbendung lagi.

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

”Melalui media online ini, diharapkan dapat menjadi wadah dan sumber informasi siswa dan masyrakat,” terang Sholeh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, media tersebut juga untuk keaktifan siswa dalam berdakwah dan berkreasi. “Selain itu, siswa bisa menyalurkan kreativitas tulis menulisnya melalui media dan dapat menjadi salah satu referensi informasi bagi mereka,” lanjutnya.

Sholeh mengatakan, selain dapat dimanfaatkan siswa, diharapkan media tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi wali siswa. Pasalnya dalam media website juga disediakan berbagai infomasi mengenai sekolah, perkembangan siswa dan kegiatan yang digelar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Jadi orang tua atau wali murid juga bisa mengetahui apa kegiatan yang ada di sekolah dan anaknya aktif di mana. Itu nanti bisa dilihat di website,” jelasnya.

Dia menambahkan, adanya media tersebut juga melengkapi program terapan yang selama ini menjadi orientasi pihak madrasah. Sebab selama ini banyak kegiatan yang sifatnya menerapkan ilmu yang diberikan kepada siswa.

”Baik ilmu pengetahuan umum maupun agama seperti ziarah, hafalan ayat? Alquran dan shalat sunah,” katanya.

Selain melalui media internet, dakwah yang dikembangkan oleh MTs Ismailiyyah Nalulmsari Jepara ini juga melalui majalah yang diterbitkan tiap tahun oleh OSIS MTs Ismailiyyah. Majalah yang dibenari nama MAJLIS ini merupakan wahana ekspresi siswa, dimana bakat? jurnalistik yang ada pada siswa siswi MTs Ismailiyyah dapat tersalurkan.? Budaya menulis yang tertanam sejak lama, kini mempunyai wadah yang khusus untuk menuangkan ide-ide kreatif tersebut. (Kharis Teha/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Halaqoh, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah