Minggu, 28 Mei 2017

Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama ini anak-anak usia dini lebih mudah untuk menguasai huruf abjad (Latin) ketimbang huruf hijaiyah (Arab). Dari problem itulah yang mendorong dosen Unisnu Jepara, Khalimatus Sa’diyah membuat Wayang Iqra.?

Bersama dengan dua dosen lain, Eko Darmawanto dan Zainul Arifin, Alat Peraga Edukatif (APE) itu didemokan di hadapan guru-guru di lingkungan RA Ianatusy Syibyan, Desa Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.?

Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang

Saat ditemui di kampus Unisnu, Senin (11/04) Khalimatus menjelaskan dibuatnya Wayang Iqra itu merupakan wahana mengenalkan huruf hijaiyah secara efektif dan menarik.?

“Kalo wayang karakter kan sudah banyak mas,” kata Magister Pendidikan Islam Unwahas Semarang ini sembari memperlihatkan wayangnya yang terbuat dari kertas.?

APE ini menurutnya diperliatkan kepada guru bukan murid. Hasil dari sosialisasinya kepada para guru yang berjalan 3 bulan kedepan mendapat respon yang positif.?

“Setelah guru mendapatkan sosialisasi dari kami. Harapannya guru mampu mengembangkan dengan kreativitas yang lain,” harapnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sembari memegang wayang huruf mim, perempuan berusia 28 tahun ini menyontohkan cara memeragakannya.?

“Anak-anak ibu guru mempunyai teman baru. Namanya Mona,” contohnnya sembari memagang huruf mim.?

“Mona mempunyai keluarga bernama Alif,” sambung seraya menunjukkan huruf alif kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena baru pengenalan, wayang iqranya belum ada harakat. Kedepan wayang iqra yang memperoleh hibah dari LPPM Unisnu itu akan dikembangkan lagi.?

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) Unisnu Jepara ini menjelaskan dengan hadirnya wayang iqra kreativitas guru dalam membuat APE Islami itu semakin berkembang.?

“Ini juga bagian dari pembelajaran yang menarik,” pungkas putri pasangan Noor Khamid ? dan Saim yang juga akan mengajarkan cara bercerita kepada guru binaannya. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Kyai, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Mei 2017

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

Bandar Lampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Provinsi Lampung sebagai daerah memiliki kerawanan yang tinggi terhadap gerakan radikal terorisme. ? Namun kondisi tersebut ternyata tidak diimbangi dengan keberadaan aparat keamanan yang memadai.?

Wilayah Luas Minim Aparat,  Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Lampung, Sukiran, saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Bandar Lampung, Rabu (23/11/2016).?

"Kita sama-sama mengetahui berapa jumlah polisi di Lampung. TNI juga demikian, bahkan ada Mako (Markas Komando, Red.) yang kabarnya akan ditutup," kata Sukiran.?

Terkait kerawanan di Lampung, tambah Sukiran, luas wilayah dan minimnya aparat keamanan diperburuk dengan adanya catatan sejarah aksi-aksi terorisme di masa lalu. Dia mencontohkan, salah satunya adalah jaringan Warman dan kelompok pendukung Negara Islam Indonesia (NII).?

"Di Desa Bedeng, di Lampung Timur, sampai sekarang masih ada pengikut Warman. Meskipun sudah usia lanjut, secara pemikiran mereka masih radikal dan tidak menutup kemungkinan menyebarluaskan apa yang diyakininya," lanjut Sukiran.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, masih kata Sukiran, keberadaan kelompok Islam beraliran keras menjadikan kerawanan terorisme di Lampung semakin mengkhawatirkan. "Di Lampung ada pengikut Islam Wahabi, Khilafatul Muslimin, HTI, dan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan Pesantren Al Amin, Ngruki. Semuanya memiliki keyakinan yang nyaris sama, menganggap kelompok lain yang tidak sealiran adalah kafir," tegasnya.?

Untuk menanggulangi radikal terorisme tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung disebut oleh Sukiran sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya meminta setiap kepala daerah tingkat Kota dan Kabupaten untuk selalu melakukan deteksi dini terhadap kerawanan di daerahnya dan menjaga situasinya tetap aman. Langkah lainnya adalah dengan menggandeng media massa melalui penyampaian saran masukan terkait konten pemberitaan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami meminta media massa senatiasa memberitakan hal-hal yang tidak memancing munculnya raadikalisme terorisme. Media massa harus bisa ikut berperan menjaga keamanan," urai Sukiran.?

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah satu metode Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 provinsi se-Indonesia.?

Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi pemberitaan media massa untuk menyamakan persepsi tentang peran media massa dalam pencegahan terorisme. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 26 Mei 2017

Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Waktu libur setelah menjalani Ulangan Akhir Semester (UAS) I, dimanfaatkan para guru SD Ta’mirul Islam Surakarta untuk belajar merawat jenazah. Bertempat di aula sekolahan, mereka belajar mulai dari soal bagaimana pertama kali yang mesti dilakukan ketika ada seseorang yang meninggal hingga tata cara penguburan, Rabu (29/12).

Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai pemateri, Habib Abdurrahman Fahmi As-Segafi. Ustaz asal Pasar Kliwon Surakarta itu menjelaskan beberapa kewajiban, ketika ada seorang muslim yang meninggal dunia.

Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati

Empat hal tersebut yakni memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan. “Hak ini mesti didapatkan seorang muslim yang meninggal, siapa pun itu. Yang penting orang tersebut, selama hidupnya pernah mengucap syahadat. Perkara, dia shalat atau tidak itu urusan dia dengan Allah,” terang Habib Fahmi.

Ditambahkan Habib Fahmi, seorang petugas yang hendak merawat mayat minimal mesti memiliki dua syarat. “Pertama, dia mesti amanah. Artinya segala yang ia saksikan pada mayat, terlebih aib, ia mesti tutup mulut, tidak disebarkan kepada yang lainnya,” tutur dia.

Kedua. Dia mesti memiliki mental yang kuat. Dikatakan oleh dia, merawat mayat tidaklah menakutkan, sebab mayat bagaimanapun akan diam, mengikuti apa saja yang dilakukan oleh petugas. “Selain berani, juga siap dibutuhkan kapan saja saat ada panggilan dari masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Kepala SD Ta’mirul Islam, Wahid Mustofa Kamal, menerangkan kegiatan pelatihan merawat yang diikuti para guru dan karyawan SD Ta’mirul ini sangat penting sebagai bekal di masyarakat.

“Zaman dahulu para guru dijadikan panutan oleh masyarakat, dalam hal apa pun, termasuk merawat jenazah. Untuk itulah kami juga perlu untuk belajar lebih dalam lagi soal bagaimana merawat jenazah,” ungkap dia.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Kajian, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Mei 2017

Inilah Tindakan Kekerasan Suami dalam Rumah Tangga

"Nusyuz" lazimnya dipahami sebagai bentuk praktik kedurhakaan istri terhadap suami. Padahal sebenarnya nusyuz bisa dilakukan masing-masing pihak. Karenanya kalangan laki-laki perlu mempelajari kembali bentuk-bentuk nusyuz, kekerasan, dan penanganannya agar tidak mengundang murka Allah, keretakan rumah tangga, dan bisa mengarah pada kriminal.

Berikut ini adalah keterangan Imam An-Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin wa ‘Umdatul Muftiyin terkait nusyuz yang dilakukan para suami.

Inilah Tindakan Kekerasan Suami dalam Rumah Tangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Tindakan Kekerasan Suami dalam Rumah Tangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Tindakan Kekerasan Suami dalam Rumah Tangga

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bentuk nusyuz (durhaka) kedua ialah di mana pelakunya adalah suami. Nusyuz yang dilakukan suami harus dianalisa terlebih dahulu. Kalau suami tidak menunaikan kewajibannya terhadap istri seperti nafkah atau pembagian giliran (bagi yang poligami), pemerintah dalam hal ini pengadilan berhak menekan suami untuk menunaikan kewajibannya.

Kalau suami berperangai buruk terhadap istri, menyakiti istri, dan memukulnya tanpa sebab, pemerintah wajib menghentikan tindakan aniaya suami tersebut sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tatimmah. Kalau suami mengulangi tindakan aniayanya, pemerintah wajib menjatuhkan sanksi untuknya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagaimana pernah disinggung bahwa memukul istri yang dimaksud adalah pukulan yang tidak melukai, pukulan yang tidak menyakitkan, pukulan bukan pada anggota vital tubuh istri, dan pukulan bukan di wajah di mana keindahan wanita berpusat di sini.

Pemukulan juga dianjurkan tidak memakai tangan atau pecut apalagi benda tumpul atau benda tajam lainnya. Imam An-Nawawi mengajurkan pemukulan dilakukan dengan menggunakan sapu tangan sebagaimana disebutkan di kitab Al-Majmu fi Syarhil Muhazzab.

Keterangan Imam An-Nawawi di atas mengisyaratkan bahwa pasangan muda-mudi yang akan melanjutkan ke jenjang perkawinan perlu mempelajari hukum positif atau UU yang berlaku di Indonesia terutama yang mengatur kehidupan berumah tangga. Hal ini dimaksudkan agar setiap pasangan dapat menghindarkan diri dari tindakan aniaya satu sama lain.

Salah-salah sikap, seorang suami bisa masuk penjara atas pemukulan, kekerasan, atau bentuk aniaya lainnya terhadap istri dengan dakwaan pasal kekerasan dalam rumah tangga. Demikian sebaliknya.

Calon-calon suami juga perlu mempelajari sikap keseharian Rasulullah SAW dalam berumah tangga, sikap terhadap istri, anak, cucu, bahkan tetangga. Pelajaran itu diharapkan berlanjut pada keteladanan mereka kepada Rasulullah SAW. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Doa, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 23 Mei 2017

Ansor Kraksaan Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu Politik

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo Taufik meminta kepada masyarakat, terutama kader Ansor agar tidak terpengaruh isu politik yang mengatasnamakan agama Islam. Menurut Taufik, belakangan ini banyak isu-isu propaganda politik yang cenderung membahayakan keretakan sosial.

"Kader Ansor dan Banser serta seluruh masyarakat di bawah pimpinan PCNU Kota Kraksaan jangan mudah terprovokasi? dengan adanya demo yang mengatasnamakan Islam," katanya, Senin (31/10).

Ansor Kraksaan Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kraksaan Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kraksaan Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu Politik

Menurut Taufik, demo yang dimaksud adalah demo terkait Pilkada DKI Jakarta. Di mana tersiar kabar akan ada demo besar secara nasional mendesak polisi untuk menangkap calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap melecehkan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terlebih terkait isu yang terus memanas belakangan tersebut, PBNU telah mengeluarkan surat instruksi yang meminta agar masyarakat tidak ikut dalam permasalahan politik saat ini,” jelasnya.

Kepada kader Ansor dan Banser Taufik mengimbau untuk lebih mengutamakan syiar Islam, khususnya tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). “Kemurnian Islam harus dijaga dan disyiarkan, bukan malah dicampur adukan dengan gejolak politik,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dengan perbedaan pandangan ulama soal aksi 4 November itu, Taufik mengajak kepada segenap elemen masyarakat di Kabupaten Probolinggo agar menghargai perbedaan tersebut. Karena perbedaan itu merupakan keniscayaan dan tidak perlu diperdebatkan.

“Akan tetapi saya mengimbau, supaya aksi itu tidak diselenggarakan secara masif dikarenakan rentan ditunggangi kepentingan politik. Tapi saya tetap mendesak proses hukum tetap berjalan,” katanya.

Taufik mendorong kepada kader Ansor dan Banser untuk fokus mengembangkan potensi diri. GP Ansor selaku induk organisasi akan terus melakukan pendampingan. Tujuannya agar kader Ansor bisa benar-benar memberi manfaat untuk agama dan masyarakat.

“Ansor juga harus mendukung program pemerintah sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat utamanya Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 22 Mei 2017

33.347 Madrasah Sudah Terakreditasi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Indonesia memiliki ribuan lembaga pendidikan Islam yang dikenal dengan madrasah. Data Direktorat Pendidikan Madrasah menunjukan bahwa ada 76.551 madrasah tersebar di seluruh pelosok negeri, baik Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

33.347 Madrasah Sudah Terakreditasi (Sumber Gambar : Nu Online)
33.347 Madrasah Sudah Terakreditasi (Sumber Gambar : Nu Online)

33.347 Madrasah Sudah Terakreditasi

Untuk jenjang pendidikan anak usia dini, Kementerian Agama membina 26.098 RA. Sedangkan untuk jenjang pendidikan dasar dan menangah, ada 50.453 MI, MTs, dan MA.

Akreditasi RA belum menjadi target prioritas karena lembaga akreditasinya baru terbentuk 2015 (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini/Non Formal atau BAN PAUD/NF). Sedangkan madrasah, sebanyak 33.347 madrasah sudah terakreditasi. Artinya, masih ada 17.106 madrasah yang belum terakreditasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Data ini terungkap pada pemaparan tim Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) di hadapan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin beserja jajarannya, Rabu (14/12).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebanyak 16.237 MI sudah terkareditas, sedang 8.693 MI lainnya belum. Untuk jenjang MTs, 11.573 madrasah sudah terakreditasi, sedang 6.009 madrasah belum. Adapun MA, 5.537 madrasah sudah terakreditasi, dan 2.404 madrasah belum.

Ketua BAN S/M Abdul Muti dalam paparannya berharap alokasi anggaran untuk mendukung pengembangan madrasah di Kementerian Agama RI dapat dinaikan, termasuk salah satunya untuk alokasi akreditasi madrasah.

Terkait hal ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin mengakui bahwa tantangan madrasah memang sangat besar, baik dari pemenuhan standard sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, isi, dan standard lainnya. Tantangan tersebut semakin terasa seiring dengan terbatasnya anggaran yang tersedia.

"Pendidikan Madrasah adalah salah satu hal yang tidak didesentralisasi, sehingga tanggung jawabnya masih di bawah Kemenag. Mengingat anggarannya masih rendah, dibutuhkan peran Pemda untuk bersama-sama pemerintah pusat membantu madrasah," kata Kamaruddin Amin sebagaimana diberitakan laman Kemenag RI, kemenag.go.id Rabu (14/12).

Di hadapan BAN SM, Kamarudin Amin bertekad mempercepat akreditasi madrasah sehingga semua madrasah dapat terakreditasi dengan baik. Untuk itu, Kamaruddin memandang perlu penganggaran khusus berkaitan dengan percepatan akreditasi madrasah ke depan.

Salah satu anggota BAN SM, Toni Taharuddin, mensinyalir belum optimalnya akreditasi madrasah karena masih kurang optimalnya pemenuhan standard sarana dan prasarana. Selain itu, masih ditemukan adanya sarana pendidikan yang belum sesuai peruntukannya, misalnya, laboratorium IPA digunakan untuk ruang kelas. Ada juga madrasah tidak memiliki perpustakaan, dan lain sebagainya.

Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan berharap proses akreditasi madrasah yang belum terakreditasi bisa selesai pada tahun 2019. Menurutnya, setiap tahun Direktorat Pendikan Madrasah terus memberikan bantuan penyelenggaraan bimbingan teknis akreditasi madrasah.

"Seperti tahun 2016, anggaran langsung diletakkan di Kanwil, bukan di pusat," kata M. Nur Kholis.

"Proses bimbingan teknis akreditasi madrasah juga melibatkan tim Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah," tambahnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 21 Mei 2017

PMII Mataram Dukung BNN Tes Urine untuk Semua Pejabat

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram mendukung penuh pemberantasan narkoba di Tanah Air di semua lini, termasuk di lingkungan pejabat pemerintahan.

PMII Mataram Dukung BNN Tes Urine untuk Semua Pejabat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Mataram Dukung BNN Tes Urine untuk Semua Pejabat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Mataram Dukung BNN Tes Urine untuk Semua Pejabat

“Kami kerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Kapolda Nusa Tenggara Barat, karena kami dukung tes urine bagi semua aparat pemerintah,” kata Ketua PC PMII Mataram Aziz Muslim, Ahad (17/4).

Hal itu ia sampaikan seiring dengan peringatan hari lahir ke-56 PMII yang jatuh pada 17 April. PMII setempat telah memperingati agenda tahunan tersebut dirangkai reuni akbar alumni PMII dari masa ke masa di Auditoruim IAIN Mataram Sabtu malam, dilanjutkan dengan mengisi momen care freeday di taman udaya Kota Mataram, Ahad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain narkoba, PMII Kota Mataram juga menaruh perhatian terhadap isu radikalisme. Ideologi dan aksi kekerasan dari sejumlah kelompok patut mendapat perhatian sejumlah pihak.

Harlah dan reuni akbar alumni PMII dihadiri sejumlah mantan ketua ketua PC PMII Kota Mataram, seperti Lalu Aksar Ansor yang kini menjadi Ketua KPU NTB, Suaeb Quri, Selamat Subroto, dan Suparman Ambakti, dan ketua PKC PMII NTB terpilih Syamsul Rahman. (Syasmsul Hadi/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah