Minggu, 21 Mei 2017

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kabar duka sedang menyelimuti warga NU di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pasalnya pada Rabu, (29/3) siang Mustasyar PCNU Rembang sekaligus Pengasuh Pesantren Raudlatul Falah Rembang, KH Ahmad Tamamuddin Mundji (90) tutup usia.

Menurut keterangan salah seorang santri Kiai Tamam, Fahruri menjelaskan, pada Selasa malam, usai mengaji, Kiai Taman merasakan sesak nafas hingga dia harus dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah Rembang.

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia

Ia menambahkan, Kiai Tamam yang merupakan murid sekaligus teman KH Sahal Mahfudz dikabarkan menghembuskan nafas terkahir setelah menjalani perawatan kurang lebih selama sepuluh jam di RSI Arafah. 

"Bakda Maghrib setelah ngajar ngaji, Kiai Tamam dilarikan di rumah sakit," jelas Fahruri. Kiai Tamam tercatat pernah didaulat meletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang asuhan KH Ahmad Kurdi.

(Baca: Peletakkan Batu Pertama Pendirian Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut keterangan masyarakat sekitar, Kiai Tamam sudah lama menderita keluhan sesak nafas. Namun, semangat mengajar para santri tetap membuncah di dada Kiai Tamam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Tamam merupakan tokoh pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Falah Desa Sidorejo, Kecamatan Pamotan, Rembang. 

Dua hari sebelum meninggal, Kiai Tamam masih aktif menjadi imam shalat subuh di masjid desa setempat. Kiai sepuh Rembang itu wafat pada usia 90 tahun. 

Menurut rencana, pemakaman akan dilakukan, Rabu (29/3) malam. Sebelumnya, Kiai Tamam memang pernah berpesan untuk langsung dimakamkan saja jika meninggal dunia. Jenazah Kiai Tamam akan dimakamkan di komplek makam keluarga. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 20 Mei 2017

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) kabupaten Pati bersama aktivis lingkungan di Pati meramaikan kegiatan “Jogo Kali”, Ahad (1/11). Mereka memunguti sampah di sepanjang tepi sungai Bendokaton sampai Sambiroto kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, (31/10-1/11) mereka juga memunguti sampah di dalam sungai untuk kemudian dikumpulkan di daur ulang.

Kegiatan “jaga kali” dan “bersih kali” ini diharapkan mengispirasi warga dan mau bergotong royong dalam merawat lingkungan dan mau melestarikan, ungkap aktivis lingkungan setempat Shoimul Mubarok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai malam hari berjalan dengan teratur dan mengundang simpati dari warga dan masyarakat setempat. Sedangkan beberapa Kepala Desa di sepanjang sungai Dokaton sampai Sambiroto ikut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Mereka sepakat agar ke depan masyarakat yang letak rumahnya berada di tepi sungai agar tidak sembarangan lagi dalam membuang sampah lebih-lebih di area sungai.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua BEM-Prodi PMI IPMAFA Zaky Fuad menjelaskan, “Respon masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa yang mengikuti kegiatan bersih sangat positif karena sungai mereka menjadi bersih dan elok.”

Sementara itu, Ketua Prodi PMI Faiz Aminuddin mengapresiasi kegiatan bersih kali ini. ? Menurutnya, sudah sewajarnya menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas berkutat dengan buku dan teori, tetapi program aksi untuk menjawab problematika sosial penting untuk mulai ditumbuhkan.

“Niat baik para mahasiswa PMI yang ikut terlibat langsung dalam bersih kali merupakan langkah awal yang baik, dan kalau bisa berkelanjutan, apalagi sebentar lagi musim hujan sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir,” kata Alumnus Psikologi Sosial UGM ini. (Siswanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 18 Mei 2017

Saat Reses, Ketua Fatayat Jombang Serap Keluhan Warga

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bagi Ketua Fatayat NU Jombang Ema Umiyyatul Chusnah, reses tidak bermakna libur. Ia menggunakan kesempatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ia mengambil kesempatan ini semaksimal mungkin untuk mendengar lebih banyak persoalan riil warga.

Saat Reses, Ketua Fatayat Jombang Serap Keluhan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Reses, Ketua Fatayat Jombang Serap Keluhan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Reses, Ketua Fatayat Jombang Serap Keluhan Warga

"Sebenarnya, reses itu hanya formalisasi dari intensitas menyapa rakyat," kata Ema kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (10/12).

Ning Ema menegaskan, pada hakikatnya dalam setiap saat wakil rakyat harusnya bisa turun dan menyapa masyarakat agar mengetahui dari dekat apa yang tengah mereka alami. "Keluhan soal layanan kesehatan, fasilitas umum, pendidikan, kebijakan pemerintah daerah, sering kami sampaikan saat kegiatan Fatayat maupun kunjungan lain," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada pertemuan ini, Ning Ema lebih menjelaskan kebijakan pemerintah daerah yang belum dipahami masyarakat agar tidak keliru memberikan persepsi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah hal krusial disampaikan perwakilan masyarakat. Di antaranya soal sengkarut data penduduk miskin. Demikian juga keengganan perangkat desa untuk melibatkan para aktifis jamiyah seperti Fatayat dan Muslimat dalam musyawarah desa.

Terhadap sejumlah keluhan ini, Ning Ema menerangkan bahwa para aktifis NU dapat terlibat dalam menentukan kebijakan di tempat masing-masing. "Dari mulai data penduduk miskin, hingga keterlibatan para pegiat organisasi sosial keagamaan dalam rapat-rapat resmi di balai desa," terangnya.

Berbeda dengan reses para anggota dewan yang lain, Ning Ema lebih menggunakan rumah salah seorang warga untuk mendengar masukan tersebut. "Bukan gedung partai atau gedung pertemuan, tapi kami menggunakan rumah warga sebagai tempat mendengar aspirasi," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Mei 2017

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kegiatan Perkemahan Wirakarya Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) II di Magelang pada 18-23 September 2017 diisi oleh berbagai bakti dan giat di tengah masyarakat.

Di hari kedua misalnya, lebih dari enam puluh peserta melaksanakan kegiatan giat bakti lingkungan pertama di lingkungan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten (PCNU) Magelang. Para peserta berasal dari kontingen Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat

Yuliyanto, salah satu panitia pendamping dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Magelang mengungkapkan bahwa kegiatan bakti lingkungan dan masyarakat ini dilaksanakan hingga empat hari dalam kegiatan perkemahan yang diikuti oleh siswa Maarif NU se-Indonesia itu. 

“Di sini, para peserta kerja bakti di lapangan, bersih-bersih MCK dan sekitar gedung di sini. Kegiatannya sampai empat hari ke depan,” ungkapnya. 

Ia berharap para peserta bisa bekerja sama dan mempunyai jiwa bakti sosial yang tinggi. “Harapannya, mereka di samping belajar juga bisa bekerja. Enggak cuma belajar di sekolah, tapi juga bisa bakti sosial khususnya bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapan yang sama  juga diungkapkan oleh Doni Tarmidzi, salah satu peserta asal Nusa Tenggara Barat. “Kegiatan ini supaya kita sendiri juga bisa disiplin dan selalu bersih,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diketahui, sejak hari ini hingga Jumat ke depan para peserta Perwimanas II melaksanakan sederetan kegiatan, salah satunya adalah giat bakti  yang terdiri dari bakti dan bakti lingkungan. 

Bakti fisik berupa kegiatan renovasi rumah, paving, perbaikan jalan, reboisasi dan sebagainya, sedangkan bakti lingkungan berupa kegiatan peduli sosial dan peduli sampah.

 

“Kegiatan giat bakti peserta diadakan  sejak pagi hingga sore selama Perwimanas II berlangsung. Semua kegiatan sama tapi peserta yang terlibat berbeda tiap harinya,” ungkap Alfi, salah satu panitia daerah Perwimanas II. (Ala/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Sholawat, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Mei 2017

LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) yang kini sedang melakukan sosialisasi program pemberantasan penyakit TBC telah menyelesaikan survey pada akhir Januari sampai awal Februari lalu untuk menentukan pesantren mana saja yang layak menjalankan program ini di lima propinsi. Terdapat 27 pesantren yang terpilih

“Mereka sangat antusias terlibat dalam program ini. Ada juga diantara keluarga dan santri mereka yang terkena TBC sehingga keberadaan program ini sangat menggembirakan,” tutur dr. Wan Nedra Komaruddin dari LPKNU, Selasa.

Dikatakan oleh Wan Nedra bahwa para kyai memiliki peran besar dalam mempengaruhi masyarakat di lingkungan sekitarnya yang religius. Mereka dapat menjadi motivator dengan pendekatan keagamaan dalam sosialisasi pemberantasan penyakit yang telah membunuh 140 ribu orang per tahun di Indonesia.

LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC (Sumber Gambar : Nu Online)
LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC (Sumber Gambar : Nu Online)

LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC

“Kita melakukan penyadaran, penyuluhan dan mensosialisasi. Masyarakat yang terkena  TBC akan memperoleh pengobatan gratis melalui klinik pesantren atau puskesmas terdekat,” tandasnya.

Untuk mengetahui apakah santri dan penduduk di lingkungan pesantren ada yang terkena TBC, akan dilakukan tes dengan menggunakan dahak. Para penderita TBC nantinya akan didampingi oleh Pendamping Minum Obat (PMO) yang akan memberikan saran cara-cara penggunaan obat yang besar.

Proses pengobatan yang lama menyebabkan banyak orang putus obat di tengah jalan sehingga penyakit tidak sembuh secara total dan menular pada orang lain. “Ini juga merupakan ketidaktahuan dari penderita sehingga mereka harus diberi penyadaran perlunya berobat secara tuntas,” imbuhnya

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan survey terakhir, di Indonesia, terdapat 583 ribu penderita dan dari jumlah tersebut 140 ribu orang meninggal per tahun akibat TBC. Di seluruh dunia penderita TBC berjumlah sekitar 9 juta dan 3 juta diantaranya meninggal per tahun. (mkf)



 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Mei 2017

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya!

Pringsewu,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekarang ini banyak bermunculan baik Lembaga maupun perorangan yang dengan mudahnya menamakan diri sebagai amil zakat. Padahal menurut Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrahim, secara syari, amil merupakan orang atau lembaga yang telah mendapatkan izin dari pemerintah untuk mengelola dan menyalurkan zakat.

"Amil memiliki legalitas pemerintah dan kewenangan penuh mengelola zakat serta berhak mendapatkan ujroh atau upah dari zakat yang dikelola. Namun jika tidak memiliki legalitas maka ia tidak berhak," kata Taufiq kepada Pengurus LAZISNU pada Rakor Bulan Ramadhan 1437 H, Selasa (14/6).

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya!

Oleh karenanya Taufiq mengimbau kepada Pengurus LAZISNU Pringsewu untuk dapat memberikan pencerahan dan sosialisasi hal tersebut kepada masyarakat. "Kalau umat Islam hendak berzakat ataupun bershadaqah melalui amil, hendaknya melalui Lembaga LAZ salah satunya adalah LAZISNU yang sudah pasti legalitasnya," imbaunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Taufiq mengimbau juga kepada para Pengurus Lazisnu Pringsewu untuk terus aktif melaksanakan program mensukseskan tahun 2016 sebagai tahun kebangkitan zakat Indonesia. "Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan perintah zakat dengan kata-kata “hud” atau ambillah. Ini menandakan bahwa amil harus aktif jemput bola mengambil zakat dari muzakki," tegasnya.

Untuk meneguhkan eksistensi lembaga, LAZISNU Pringsewu juga ia harapkan dapat membentuk kepengurusan LAZISNU di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu dan selanjutnya membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sampai dengan masjid dan musholla.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapan ini direspon oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin yang menyatakan bahwa ke depan akan ada makanisme jemput ZIS untuk memudahkan para muzakki dan orang yang akan bershadaqah. "Dalam waktu dekat ini kita akan merekrut relawan yang akan menjadi ujung tombak pengumpul zakat khususnya kepada para aghniya atau orang yang mampu di Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Terkait penyaluran ZIS yang sudah terhimpun, Heru begitu Ia biasa dipanggil mengatakan bahwa pekan depan LAZISNU Pringsewu akan menyalurkan shadaqah dalam bentuk Sembako ke sembilan Kecamatan di Kabupaten Pringsewu. "Pada kegiatan tersebut kami juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mempercayakan ZIS nya kepada LAZISNU yang sudah jelas payung hukumnya dari pemerintah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Tokoh, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 07 Mei 2017

Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PP Fatayat NU Maria Ulfa Anshor meminta agar kader-kader Fatayat di seluruh Indonesia bisa mengimbangi tantangan globalisasi yang saat ini pengaruhnya masuk sampai ke pelosok-pelosok Indonesia.

Hal tersebut dikatakannya dalam pembukaan Rekernas Fatayat NU yang diselenggarakan di Puncak Kamis malam (4/5). Hadir dalam acara tersebut pengurus Fatayat NU dari 25 propinsi dan para pengurus cabang dari DKI Jakarta.

Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi

Maria menuturkan bahwa ia sempat ditanya oleh ketua Fatayat NU Sulawesi Tenggara di Kendari yang mempertanyakan bagaimana hukumnya yasinan dan tahlilan, padahal ini merupakan tradisi yang sudah dijalankan oleh nahdliyyin sejak lama.

Pertanyaan tersebut muncul karena MUI di daerah Bau Bau memfatwakan bahwa kegiatan tersebut haram hukumnya sehingga warga nahdliyyin menjadi resah. “Kita tahu bahwa Bau Bau terletak di Pulau Buton yang masih harus ditempuh beberapa jam dari Kendari. Ini artinya ideologi transnasional sudah masuk ke pelosok Indonesia,” tuturnya dengan nada prihatin.

Ditegaskannya bahwa gerakan-gerakan sistematis tersebut harus diwaspadai karena yang menjadi korban akhirnya warga nahdliyyin yang saat ini merupakan mayoritas di Indonesia.

Berkaitan dengan liberalisasi ekonomi, Maria Ulfa yang baru saja menjabat sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme pergantian antar waktu, menjelaskan bahwa pemerintah tak berdaya dalam melindungi rakyat kecil dengan usaha mikronya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dicontohkannya ekspansi konsep pertokoan modern seperti Alfamart dan Indomart sampai ke pelosok pedesaan telah mematikan usaha mikro dan usaha kecil yang dimiliki masyarakat.?

Dalam mensikapi semua hal tersebut, Maria Ulfa meminta agar Fatayat NU di daerah melakukan konsolidasi internal dengan penguatan pengurus dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bisa memberdayakan masyarakat dan mengimbangi gerakan transnasional.

“Pendirian Fatayat NU di tingkat kecamatan dan di tingkat desa atau pengurus ranting yang menjangkau masyarakat secara langsung harus digalakkan,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terdapat empat tema yang program utama Fatayat NU yang dibahas dalam rakernas ini dalam memberdayakan perempuan. Program tersebut meliputi peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, kemandirian ekonomi dan peningkatan partisipasi politik. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Sunnah, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah