Menurut keterangan salah seorang santri Kiai Tamam, Fahruri menjelaskan, pada Selasa malam, usai mengaji, Kiai Taman merasakan sesak nafas hingga dia harus dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah Rembang.
| KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online) |
KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia
Ia menambahkan, Kiai Tamam yang merupakan murid sekaligus teman KH Sahal Mahfudz dikabarkan menghembuskan nafas terkahir setelah menjalani perawatan kurang lebih selama sepuluh jam di RSI Arafah."Bakda Maghrib setelah ngajar ngaji, Kiai Tamam dilarikan di rumah sakit," jelas Fahruri. Kiai Tamam tercatat pernah didaulat meletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang asuhan KH Ahmad Kurdi.
(Baca: Peletakkan Batu Pertama Pendirian Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang)
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Menurut keterangan masyarakat sekitar, Kiai Tamam sudah lama menderita keluhan sesak nafas. Namun, semangat mengajar para santri tetap membuncah di dada Kiai Tamam.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Kiai Tamam merupakan tokoh pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Falah Desa Sidorejo, Kecamatan Pamotan, Rembang.Dua hari sebelum meninggal, Kiai Tamam masih aktif menjadi imam shalat subuh di masjid desa setempat. Kiai sepuh Rembang itu wafat pada usia 90 tahun.
Menurut rencana, pemakaman akan dilakukan, Rabu (29/3) malam. Sebelumnya, Kiai Tamam memang pernah berpesan untuk langsung dimakamkan saja jika meninggal dunia. Jenazah Kiai Tamam akan dimakamkan di komplek makam keluarga. (Ahmad Asmui/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah