| Saat Reses, Ketua Fatayat Jombang Serap Keluhan Warga (Sumber Gambar : Nu Online) |
Saat Reses, Ketua Fatayat Jombang Serap Keluhan Warga
"Sebenarnya, reses itu hanya formalisasi dari intensitas menyapa rakyat," kata Ema kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (10/12).Ning Ema menegaskan, pada hakikatnya dalam setiap saat wakil rakyat harusnya bisa turun dan menyapa masyarakat agar mengetahui dari dekat apa yang tengah mereka alami. "Keluhan soal layanan kesehatan, fasilitas umum, pendidikan, kebijakan pemerintah daerah, sering kami sampaikan saat kegiatan Fatayat maupun kunjungan lain," katanya.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Pada pertemuan ini, Ning Ema lebih menjelaskan kebijakan pemerintah daerah yang belum dipahami masyarakat agar tidak keliru memberikan persepsi.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Sejumlah hal krusial disampaikan perwakilan masyarakat. Di antaranya soal sengkarut data penduduk miskin. Demikian juga keengganan perangkat desa untuk melibatkan para aktifis jamiyah seperti Fatayat dan Muslimat dalam musyawarah desa.Terhadap sejumlah keluhan ini, Ning Ema menerangkan bahwa para aktifis NU dapat terlibat dalam menentukan kebijakan di tempat masing-masing. "Dari mulai data penduduk miskin, hingga keterlibatan para pegiat organisasi sosial keagamaan dalam rapat-rapat resmi di balai desa," terangnya.
Berbeda dengan reses para anggota dewan yang lain, Ning Ema lebih menggunakan rumah salah seorang warga untuk mendengar masukan tersebut. "Bukan gedung partai atau gedung pertemuan, tapi kami menggunakan rumah warga sebagai tempat mendengar aspirasi," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini. (Syaifullah/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah