Selasa, 16 Mei 2017

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kegiatan Perkemahan Wirakarya Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) II di Magelang pada 18-23 September 2017 diisi oleh berbagai bakti dan giat di tengah masyarakat.

Di hari kedua misalnya, lebih dari enam puluh peserta melaksanakan kegiatan giat bakti lingkungan pertama di lingkungan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten (PCNU) Magelang. Para peserta berasal dari kontingen Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat

Yuliyanto, salah satu panitia pendamping dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Magelang mengungkapkan bahwa kegiatan bakti lingkungan dan masyarakat ini dilaksanakan hingga empat hari dalam kegiatan perkemahan yang diikuti oleh siswa Maarif NU se-Indonesia itu. 

“Di sini, para peserta kerja bakti di lapangan, bersih-bersih MCK dan sekitar gedung di sini. Kegiatannya sampai empat hari ke depan,” ungkapnya. 

Ia berharap para peserta bisa bekerja sama dan mempunyai jiwa bakti sosial yang tinggi. “Harapannya, mereka di samping belajar juga bisa bekerja. Enggak cuma belajar di sekolah, tapi juga bisa bakti sosial khususnya bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapan yang sama  juga diungkapkan oleh Doni Tarmidzi, salah satu peserta asal Nusa Tenggara Barat. “Kegiatan ini supaya kita sendiri juga bisa disiplin dan selalu bersih,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diketahui, sejak hari ini hingga Jumat ke depan para peserta Perwimanas II melaksanakan sederetan kegiatan, salah satunya adalah giat bakti  yang terdiri dari bakti dan bakti lingkungan. 

Bakti fisik berupa kegiatan renovasi rumah, paving, perbaikan jalan, reboisasi dan sebagainya, sedangkan bakti lingkungan berupa kegiatan peduli sosial dan peduli sampah.

 

“Kegiatan giat bakti peserta diadakan  sejak pagi hingga sore selama Perwimanas II berlangsung. Semua kegiatan sama tapi peserta yang terlibat berbeda tiap harinya,” ungkap Alfi, salah satu panitia daerah Perwimanas II. (Ala/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Sholawat, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Mei 2017

LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) yang kini sedang melakukan sosialisasi program pemberantasan penyakit TBC telah menyelesaikan survey pada akhir Januari sampai awal Februari lalu untuk menentukan pesantren mana saja yang layak menjalankan program ini di lima propinsi. Terdapat 27 pesantren yang terpilih

“Mereka sangat antusias terlibat dalam program ini. Ada juga diantara keluarga dan santri mereka yang terkena TBC sehingga keberadaan program ini sangat menggembirakan,” tutur dr. Wan Nedra Komaruddin dari LPKNU, Selasa.

Dikatakan oleh Wan Nedra bahwa para kyai memiliki peran besar dalam mempengaruhi masyarakat di lingkungan sekitarnya yang religius. Mereka dapat menjadi motivator dengan pendekatan keagamaan dalam sosialisasi pemberantasan penyakit yang telah membunuh 140 ribu orang per tahun di Indonesia.

LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC (Sumber Gambar : Nu Online)
LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC (Sumber Gambar : Nu Online)

LPKNU Survey Pesantren Peserta Program TBC

“Kita melakukan penyadaran, penyuluhan dan mensosialisasi. Masyarakat yang terkena  TBC akan memperoleh pengobatan gratis melalui klinik pesantren atau puskesmas terdekat,” tandasnya.

Untuk mengetahui apakah santri dan penduduk di lingkungan pesantren ada yang terkena TBC, akan dilakukan tes dengan menggunakan dahak. Para penderita TBC nantinya akan didampingi oleh Pendamping Minum Obat (PMO) yang akan memberikan saran cara-cara penggunaan obat yang besar.

Proses pengobatan yang lama menyebabkan banyak orang putus obat di tengah jalan sehingga penyakit tidak sembuh secara total dan menular pada orang lain. “Ini juga merupakan ketidaktahuan dari penderita sehingga mereka harus diberi penyadaran perlunya berobat secara tuntas,” imbuhnya

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan survey terakhir, di Indonesia, terdapat 583 ribu penderita dan dari jumlah tersebut 140 ribu orang meninggal per tahun akibat TBC. Di seluruh dunia penderita TBC berjumlah sekitar 9 juta dan 3 juta diantaranya meninggal per tahun. (mkf)



 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Mei 2017

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya!

Pringsewu,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekarang ini banyak bermunculan baik Lembaga maupun perorangan yang dengan mudahnya menamakan diri sebagai amil zakat. Padahal menurut Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrahim, secara syari, amil merupakan orang atau lembaga yang telah mendapatkan izin dari pemerintah untuk mengelola dan menyalurkan zakat.

"Amil memiliki legalitas pemerintah dan kewenangan penuh mengelola zakat serta berhak mendapatkan ujroh atau upah dari zakat yang dikelola. Namun jika tidak memiliki legalitas maka ia tidak berhak," kata Taufiq kepada Pengurus LAZISNU pada Rakor Bulan Ramadhan 1437 H, Selasa (14/6).

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya!

Oleh karenanya Taufiq mengimbau kepada Pengurus LAZISNU Pringsewu untuk dapat memberikan pencerahan dan sosialisasi hal tersebut kepada masyarakat. "Kalau umat Islam hendak berzakat ataupun bershadaqah melalui amil, hendaknya melalui Lembaga LAZ salah satunya adalah LAZISNU yang sudah pasti legalitasnya," imbaunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Taufiq mengimbau juga kepada para Pengurus Lazisnu Pringsewu untuk terus aktif melaksanakan program mensukseskan tahun 2016 sebagai tahun kebangkitan zakat Indonesia. "Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan perintah zakat dengan kata-kata “hud” atau ambillah. Ini menandakan bahwa amil harus aktif jemput bola mengambil zakat dari muzakki," tegasnya.

Untuk meneguhkan eksistensi lembaga, LAZISNU Pringsewu juga ia harapkan dapat membentuk kepengurusan LAZISNU di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu dan selanjutnya membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sampai dengan masjid dan musholla.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapan ini direspon oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin yang menyatakan bahwa ke depan akan ada makanisme jemput ZIS untuk memudahkan para muzakki dan orang yang akan bershadaqah. "Dalam waktu dekat ini kita akan merekrut relawan yang akan menjadi ujung tombak pengumpul zakat khususnya kepada para aghniya atau orang yang mampu di Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Terkait penyaluran ZIS yang sudah terhimpun, Heru begitu Ia biasa dipanggil mengatakan bahwa pekan depan LAZISNU Pringsewu akan menyalurkan shadaqah dalam bentuk Sembako ke sembilan Kecamatan di Kabupaten Pringsewu. "Pada kegiatan tersebut kami juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mempercayakan ZIS nya kepada LAZISNU yang sudah jelas payung hukumnya dari pemerintah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Tokoh, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 07 Mei 2017

Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PP Fatayat NU Maria Ulfa Anshor meminta agar kader-kader Fatayat di seluruh Indonesia bisa mengimbangi tantangan globalisasi yang saat ini pengaruhnya masuk sampai ke pelosok-pelosok Indonesia.

Hal tersebut dikatakannya dalam pembukaan Rekernas Fatayat NU yang diselenggarakan di Puncak Kamis malam (4/5). Hadir dalam acara tersebut pengurus Fatayat NU dari 25 propinsi dan para pengurus cabang dari DKI Jakarta.

Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harus Mampu Hadapi Tantangan Globalisasi

Maria menuturkan bahwa ia sempat ditanya oleh ketua Fatayat NU Sulawesi Tenggara di Kendari yang mempertanyakan bagaimana hukumnya yasinan dan tahlilan, padahal ini merupakan tradisi yang sudah dijalankan oleh nahdliyyin sejak lama.

Pertanyaan tersebut muncul karena MUI di daerah Bau Bau memfatwakan bahwa kegiatan tersebut haram hukumnya sehingga warga nahdliyyin menjadi resah. “Kita tahu bahwa Bau Bau terletak di Pulau Buton yang masih harus ditempuh beberapa jam dari Kendari. Ini artinya ideologi transnasional sudah masuk ke pelosok Indonesia,” tuturnya dengan nada prihatin.

Ditegaskannya bahwa gerakan-gerakan sistematis tersebut harus diwaspadai karena yang menjadi korban akhirnya warga nahdliyyin yang saat ini merupakan mayoritas di Indonesia.

Berkaitan dengan liberalisasi ekonomi, Maria Ulfa yang baru saja menjabat sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme pergantian antar waktu, menjelaskan bahwa pemerintah tak berdaya dalam melindungi rakyat kecil dengan usaha mikronya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dicontohkannya ekspansi konsep pertokoan modern seperti Alfamart dan Indomart sampai ke pelosok pedesaan telah mematikan usaha mikro dan usaha kecil yang dimiliki masyarakat.?

Dalam mensikapi semua hal tersebut, Maria Ulfa meminta agar Fatayat NU di daerah melakukan konsolidasi internal dengan penguatan pengurus dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bisa memberdayakan masyarakat dan mengimbangi gerakan transnasional.

“Pendirian Fatayat NU di tingkat kecamatan dan di tingkat desa atau pengurus ranting yang menjangkau masyarakat secara langsung harus digalakkan,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terdapat empat tema yang program utama Fatayat NU yang dibahas dalam rakernas ini dalam memberdayakan perempuan. Program tersebut meliputi peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, kemandirian ekonomi dan peningkatan partisipasi politik. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Sunnah, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta para demonstran memahami prosedur hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang masih sedang berjalan.

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

"Tentu proses hukum kan tidak bisa seperti membalik telapak tangan ya, perlu ada tahapan yang harus dilampaui, ada pemeriksaan, penyelidikan, penyidikan, sampai lalu dibawa ke pengadilan," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gerbang Wisma Negara Jakarta, Jumat.

Ia juga menegaskan bahwa bukan berarti pemerintah tidak menghormati dan menempuh jalur hukum.

"Proses hukum ini sudah berlangsung, bahkan Polri kemarin sudah mengatakan sudah dilayangkan undangan kepada yang bersangkutan, Senin mendatang," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Menag, beberapa saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

"Pemerintah sadar menengahi sengketa apakah yang bersangkutan sudah menodai agama atau tidak, itu hukum yang jawab. Kita harus komitmen tunduk dan patuhi hasil hukum. Apapun keputusan hakim melalui pengadilan, kita harus tunduk dan menghormatinya," katanya.

Ia juga mengatakan, unjuk rasa besar yang digelar 4 November 2016 tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

Menag berharap para hakim tetap memiliki kearifan dan indenpendensi selain juga integritas yang ada dalam diri untuk mengatasi dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tentu, hakim haruslah merdeka sehingga betul-betul nanti saat mengambil putusan, adalah putusan berdasarkan fakta-fakta, berdasarkan fakta hukum dan juga, sejumlah keterangan para saksi, baik saksi yang ikut menyaksikan peristiwa itu, maupun saksi ahli sehingga kemudian betul-betul objektif untuk memenuhi rasa keadilan kita semua," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, AlaNu, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Mei 2017

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengunjungi Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (11/3). Ia hadir dalam rangka pembukaan bakti kesehatan nasional telinga, pendengaran, dan mata yang digagas Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Tenggorok Indonesia (Perhati KL).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhati KL Soekirman Soekin menuturkan, kegiatan ini melibatkan 200 dokter spesialis THT dan mata yang datang dari berbagai daerah. "Dalam tiga hari ke depan, tim kami akan melakukan kegiatan bersih-bersih telinga (BBT) bagi 5.000 santri," ujar Soekirman.

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional

Selain BBT Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) juga akan melakukan operasi katarak bagi 30 pasien. "Kami berterima kasih atas dukungan kolega dari Perdami yang turut bergabung dan meramaikan bakti kesehatan nasional ini," imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menkes Nila Moeloek mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Perhati KL. Pasalnya, selama ini banyak anak yang mengalami gangguan pendengaran karena kotoran telinganya sudah mengeras. "Kotoran atau serumen tersebut bisa dikeluarkan dengan bantuan dokter THT," kata guru besar Universitas Indonesia tersebut.

Selain kotoran dan kebisingan, telinga anak-anak saat ini juga terancam gangguan akibat pemakaian gawai (gadget). "Saya tadi ke sini mengajak cucu saya, agar dia bisa lihat pesantren. Tapi, sepanjang jalan, kupingnya malah ditutup gadget untuk mendengarkan musik," tutur Nila.

Menkes juga mengingatkan potensi gangguan penglihatan yang dialami masyarakat Jawa Timur. "Angka kebutaan dan katarak di Jatim tertinggi di Indonesia, sekitar 4,4 persen. (angka ini) tertinggi secara nasional," kata dokter spesialis mata ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain meresmikan bakti kesehatan nasional, Menkes Nila juga menyerahkan secara simbolik 2,5 ton makanan tambahan bagi 1.400 santri Tebuireng. Juga, bantuan 500 alat bantu dengar yang diberikan oleh Starkey Foundation dan THT Promotif Kit dari BPJS Kesehatan.

Di tempat sama, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Pesantren Tebuireng sebagai tuan rumah bakti kesehatan nasional ini. Gus Sholah juga mengatakan, peran pesantren dalam pembangunan bidang kesehatan, termasuk dalam kampanye keluarga berencana dan larangan merokok.

"Pesantren Tebuireng juga telah lama memelopori larangan merokok di lingkungan pesantren," kata adik kandung Gus Dur ini.

Tampak hadir dalam kunjungan Menkes, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab, dan mantan Kepala Dokter Kepresidenan dr. Umar Wahid. Juga jajaran direksi BPJS Kesehatan dan Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ibarat Gus Dur Munculkan Wali, Jurnalis Munculkan Tokoh

Sleman, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Dalam dunia jurnalistik, nama besar seorang tokoh menjadi sebuah magnet untuk menarik minat pembaca. Namun, orang biasa pun bisa menjadi luar biasa manakala dibungkus dengan sudut yang menarik.

Hal itu disampaikan Ketua PBNU KH Imam Aziz dalam Pertemuan Penulis Keislaman, Jumat (8/12) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ibarat Gus Dur Munculkan Wali, Jurnalis Munculkan Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibarat Gus Dur Munculkan Wali, Jurnalis Munculkan Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibarat Gus Dur Munculkan Wali, Jurnalis Munculkan Tokoh

"Ibaratnya seperti Gus Dur yang mampu memunculkan wali, begitu juga seorang jurnalis mesti mampu pandai memunculkan seorang tokoh yang belum dikenal menjadi terkenal," tutur Kiai Imam.

Ditambahkan Kiai Imam, fokus pemberitaan juga tidak harus dari wilayah pusat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Semisal di NU, lokusnya tidak hanya dari Jakarta, bisa di pesantren-pesantren yang belum terjangkau," ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Imam juga memberikan semangat kepada para peserta yang mayoritas diikuti para penulis muda. (Ajie Najmuddin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah