Senin, 09 Juli 2012

LPTNU: Kembangkan Perguruan Tinggi dengan Konsistensi Perjuangan

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Pusat Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PP LPTNU) ? Prof Dr H Noor Ahmad mengatakan, mengembangkan sebuah ? perguruan tinggi (PT) dibutuhkan semangat konsistensi perjuangan yang kuat. Pengelola PT harus siap berkorban ? jiwa dan raganya untuk kemajuan lembaga pendidikan tersebut.

LPTNU: Kembangkan Perguruan Tinggi dengan Konsistensi Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTNU: Kembangkan Perguruan Tinggi dengan Konsistensi Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTNU: Kembangkan Perguruan Tinggi dengan Konsistensi Perjuangan

“Mengelola lembaga pendidikan tidak boleh berhenti semangatnya dalam situasi apapun baik senang maupun susah. Terus infakkan apa yang kita punyai baik ilmu maupun badan yang dimiliki,”ujarnya dalam acara halal bi halal yang diadakan Badan Pelaksana Pendidikan Ma’arif NU (BPPMNU) Az-zahra Akbid Muslimat NU Kudus belum lama ini.

Di depan jajaran pengurus dan civitas akademika Akbid Muslimat, Noor Ahmad menekan pengembangan lembaga pendidikan NU perlu ditunjang aspek non fisik yang sehat. Pengelolaannya ? harus dengan tangan dingin, tepo seliro dan penuh kasih sayang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam lembaga pendidikan atau perguruan tinggi ? sangat berhubungan dengan orang lain sehingga pengelolaanya perlu suasana komunikasi yang baik dan kondusif,” tegasnya lagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disamping itu, tandas Rektor Unwahas Semarang, ? mengembangkan pendidikan harus bersandar pada ? pilar-pilar pendidikan. Yakni tilawah artinya mengarahkan pemahaman terhadap sesuatu kepada anak didik, mengajarkan ilmu pengetahuan atau transfer of ? knowledge dengan memberikan orientasi ke depan dengan jelas.?

“Kemudian Transfer of ruler, menyampaikan sesuatau berdasarkan ketentuan atau dasar-dasar agama, akhlak dan terakhir tazkiyatun nufus atau menyucikan jiwa,”terang Noor Ahmad.

Ia menegaskan selama mempunyai orientasi yang jelas, mengelola pendidikan akan lebih mudah dan akan cepat berkembang pesat.

Noor Ahmad juga mengapreasiai semangat pengurus BPPMNU Az-Zahra yang membawahi Akbid Muslimat NU Kudus. Menurutnya, bangunan fisiknya sangat bagus dan mewah sehingga masa depan kampus ini akan bisa menjadi besar.

“Sekarang tinggal ditargetkan kapan Akbid ini cepat menjadi universits atau minimal menjadi sekolah tinggi,” tegasnya.

Disamping pengurus BPPMNU Az-zahra dan mahasiswa Akbid, hadir pula ketua PCNU Kudus KH Chusnan dan pengurus NU lainnya. Kegiatan halal bi halal ini diakhiri dengan musafahah dan foto bersama.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 02 Juli 2012

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tim Kirab Resolusi Jihad NU di hari kedua tiba di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (14/10) malam. Tim diterima panitia lokal dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten.

Begitu masuk ke halaman Pendopo, ribuan siswa dan mahasiswa, serta perwakilan banom dan lembaga di bawah PCNU Sidoarjo menyambut dengan wajah penuh suka cita. Lantunan solawat tak henti-hentinya mereka perdengarkan, hingga Tim akhirnya dibawa ke tempat atraksi pendekar Pagar Nusa Sidoarjo.

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Tim pun terpukau saat anggota pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa meledakkan petasan dengan ledakan tinggi di atas tubuh mereka, namun para pendekar itu tidak cedera sedikit pun. Dalam waktu berdekatan, pendekar Pagar Nusa juga terbukti berhasil memutuskan rantai besi yang melilit tubuh mereka.

Selanjutnya, Tim segera masuk ke dalam pendopo untuk mengikuti upacara penyambutan. Ketua PBNU KH M. Salim Aljufri berkesempatan memberikan sambutan mewakili PBNU. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada jajaran Pemda Sidoarjo yang mendukung kegiatan kirab dengan mengizinkan Tim Kirab menyinggahi Sidoarjo, bahkan menjadikan Pendopo Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat upacara penyanbutan.

Selanjutnya, ia mengatakan terkait dengan pelaksanaan kirab yang merupakan salah satu agenda dalam dalam peringatan Hari Santri Nasional. Santri bukan sekadar orang-orang yang turut berada di Indonesia, tapi juga sebagai penentu Kemerdekaan RI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri juga bukan sekadar pelajar, tetapi juga tulang punggung dan berada di ? garda terdepan dalam membentengi bangsa dari berbagai ? keruntuhan moral. Menurut Kiai Salim saat ini banyak terjadi kejahatan terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan penyimpangan perilaku seksual. Semua keruntuhan moral itu harus dicegah dan dihadapi dengan iman. Dan santri harus berdiri paling depan dalam mengatasinya.

Kepada para peserta kirab, ia berpesan bahwa ajang kirab juga merupakan pendidikan politik. Peserta kirab dengan mengunjungi berbagai daerah, akan menemui masyarakat yang ternyata adalah warga NU. Artinya NU ikut menentukan jalannya bangsa ini.

Kiai Salim lalu mengingatkan bahwa peserta kirab yang merupakan generasi muda tak lain adalah pemimpin di masa mendatang, di mana tanggung jawab menjaga moral bangsa Indonesia berada di tangan mereka.

“Nahdlatul Ulama adalah pelopor dunia Islam. Saat ini kiblat dunia Islam adalah Indonesia, salah satunya karena kerukunan yang ditunjukkan warga Islam Indonesia. Jangan sampai dihancurkan apa yang sudah dijalin NU selama ini,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf juga memberikan sambutan. Menurutnya NU dan NKRI tak bisa dipisahkan. Dibuktikan dengan di setiap acara NU selalu dinyanyikan dua lagu yakni Indonesia Raya dan Syubbanol Wathon. Lagu Syubbanol Wathon yang diciptakan Abdul Wahab Chasbullah, adalah lagu tentang cinta tanah air. Lagu itu diciptakan tahun 1934, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

Kepada peserta kirab, KH Abdi Manaf menitipkan pesan untuk PBNU. Bahwa NKRI adalah harga mati, sehingga apabila ada kelompok gerakan yang ingin merongrong NKRI, agar disampaikan kepada pemerintah bahwa melompok itu adalah bagian dari musuh NU.

“Tentu adalah hal yang tidak diinginkan bahwa akan ada Resolusi Jihad jilid 2. Tetapi bila itu terjadi NU harus siap bergerak,” cetusnya.

Dari pihak Pemkab Sidoarjo, sambutan diberikan oleh Wakil Bupati Nur Ahmad Saifuddin. Ia pun menyampaikan rasa bangga karena tim kirab berkenan singgah di Sidoarjo.

Sidoarjo, tutur Wabup, tidak asing lagi dengan NU karena mayoritas warganya juga NU. Pendopo Kabupaten juga tidak asing lagi dengan kegiatan ke-NU-an, seperti dengan dan tahlilan. Ke depan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) sangat mungkin berpentas di Pendopo Kabupaten.

Dalam peringatan Hari Santri 2016, Kabupaten Sidoarjo juga melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya Pameran Produk Santri dan Pameran Pesantren, Lomba baca kitab, pembacaan satu milyar shalawat Nariyah, pentas ketoprak santri dengan Lakon Resolusi Jihad. Juga pihak Pemda sedang berkoordinasi dengan pihak terkait berkenaan dengan pelepasan ribuan balon udara.

Kegiatan lainnya adalah Festival Munajat Seribu Santri, pembacaan puisi dan jalan sehat santri yang bekerjasama dengan LP Maarif NU. Diperkirakan akan melibatkan 18 ribu peserta.

Pemkab Sidoarjo dalam kegiatan tersebut bersinergi dengan NU melalui banom-banom yang ada di bawahnya. Kepada Tim Kirab Wabup berharap Kirab Resolusi Jihad dan peringatan Hari Santri Nasional akan menjadi ajang penguatan cinta tanah air. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Nahdlatul, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 30 Juni 2012

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penentu kelulusan siswa itu seyogianya diserahkan kepada pihak sekolah. Penentuan kelulusan oleh pemerintah pusat berarti merampas hak guru dan sekolah karena pemerintah hanya menilai prestasi pelajar dari ujian tulis saja.

Demikian tanggapan Drs. Suharyanto, Kepala Sekolah SMK Ma’arif Yogyakarta, terhadap isu kebijakan pemerintah tentang ujian nasional yang akan ditentukan oleh sekolah, saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di kantornya, Jl. Hos Cokroaminoto, Sabtu (17/01).

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Ia menjelaskan, memang seharusnya, dalam penentuan kelulusan harus mempertimbangkan budi pekerti, perilaku dan kreativitas siswa. “Kita (guru) tahu siswa kita seperti apa.? Kita bisa menambah nilai bagi anak yang patut ditambah. Misalnya, kalau ada siswa yang rajin sekali masuk sekolah dan berperilaku baik, maka ini akan kita pertimbangkan. Kalau siswa seperti itu dinyatakan tidak lulus kan tidak adil,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Suharyanto menjelaskan tentang ketidakadilan lain, misalnya ketika ada siswa yang sering bolos, buruk secara perilaku, tapi lulus karena ia beruntung mennjawab soal dengan benar meski dengan cara mengundi.

“Budi pekerti, sopan santun, menjadi krisis di sekolah, karena penentuan kelulusan hanya berdasarkan ujian tulis. Kalau kelulusan ditentukan oleh sekolah, itu akan menjadi bahan pertimbangan kelulusan bagi siswa. Kalau kelulusannya ditentukan oleh pusat, guru tidak berhak menilai anak,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai saat ini, kata Suharyanto, belum ada surat edaran resmi dari pemerintah. “Baik besok ujiannya mau Unas atau apa, ditentukan oleh pemerintah atau sekolah, kita sudah siap. Guru-guru sudah kita bagi tugas, masing-masing guru kita minta untuk menangani dua siswa, untuk mengawal sejak sekarang hingga menjelang ujian," tuturnya. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengaku kesulitan melakukan upaya konservasi lingkungan di samping menangani pembalakan liar di berbagai daerah. ? Zulkifli memohon ribuan peserta Rapat Kerja Nasional Muslimat NU untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memantau pelestarian hutan lindung, hutan konservasi serta pemanfaatan hutan produksi.

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU

“Kami berharap kerja sama yang pernah dijalin dengan Muslimat NU bisa dilanjutkan. Saat ini peran Muslimat sangat dibutuhkan dalam ? memberi penjelasan dan penyadaran kepada masyarakat terutama di luar Jawa,” harap Zulkifli dalam Rakernas Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (30/5).

Menurutnya, saat ini banyak hutan lindung dan lingkungan konservasi dirusak warga dan sejumlah elit melalui pertambangan dan pembalakan liar serta penggunaan lahan sawit yang tidak pada tempatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saya, kata Zulkifli, tiap hari dimarahi orang-orang dari seluruh dunia karena banyaknya gajah mati di Sumatera. Kepala-kepala negara asing juga bisa marah besar kepada kita karena di Kalimantan banyak pembakaran orang utan. Di sejumlah daerah, pemerintah menggusur kebun sawit karena merusak konservasi. Di Konelo Riau, hutan-hutan lindung dirusak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Perusakan hutan itu hanya menguntungkan beberapa orang, tapi merugikan ? ribuan penduduk karena asap dan banjir,” terang Zulkifli menjawab pertanyaan Ketua Muslimat NU Jayapura menunjuk pada pelestarian hutan lindung di pegunungan Siklop.

Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan hidup, harus diubah. Pasalnya, saat ? ini masih banyak peraturan yang tidak berpihak kepada rakyat seperti akses hutan, tanah dan air. Kebijakan yang berlaku kini membatasi rakyat, tapi sangat terbuka bagi korporat dan perusahaan tertentu.

Saat ini akses pengelolaan lingkungan 99,9 persen untuk korporat. Untuk publik hanya 0,0 sekian persen. Maka kita kini mengupayakan adanya hutan tanaman rakyat, hutan kemasyarakatan dan hutan desa sebesar 500 ribu hektar per tahun. Saya mencanangkan, 2,5 juta hektar. Satu juta hektar sudah terrealisasi. Pemda ditunjuk sebagai pelaksana.

“Masalahnya, banyak permohonan atas nama masyarakat tapi di belakangnya korporat. Muslimat NU perlu mengawal ini bersama pemerintah,” tegasnya.

Zulkifli juga mengaku kewalahan menjawab pertanyaan Muslimat Bangka Belitung tentang maraknya tambang liar dan perebutan lahan antara penduduk lokal dan pendatang. Karena, warga pendatang sangat mudah memperoleh sertifikat pengelolaan lahan secara cuma-cuma, sementara penduduk lokal harus membeli lahan saat ingin membuka ladang.

Di Babel itu sulit sekali, Wapres pernah memimpin langsung rapat di sana agar menghentikan tambang-tambang liar yang menjadi pencaharian masyarakat. Kalau dilarang, kita melawan ribuan warga. Sementara setelah diaudit, pendapatan Pemda Babel tidak seberapa. Sedangkan kerugiannya, kerusakan lahan dan bencana. Kita sulit mengatasinya, sementara aparat diam.

“Waktu Gubernurnya Pak Eko, saya minta pemerintah menangkap para perambah liar. Tetapi jawabnya, saya ini sendirian di sini. Kalau saya tindak mereka, yang diprotes malah saya. Di sinilah dilematisnya,” keluh Zulkifli. (Abdul Malik/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Kajian, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 Juni 2012

178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 178 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Probolinggo mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser di Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Jum’at-Ahad (14-16/10) sore. Pada kesempatan ini GP Ansor Probolinggo juga mengadakan Rapat Kerja Cabang.

Kegiatan yang digelar oleh GP Ansor Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Hendhi Yustian Danang Suta, Kepala Satuan Koordinator Nasional (Satkornas) Banser H Alfa Isnaini, Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi, Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq, Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis, dan Ketua Sarkotcab Banser Kabupaten Probolinggo Adimas Lutfi Putrajaya.

178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang (Sumber Gambar : Nu Online)
178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang (Sumber Gambar : Nu Online)

178 Banser Jalani Diklatsar di Gili Ketapang

Dalam sambutan Letkol Inf Hendhi Yustian Danang Suta mengatakan bahwa menjadi anggota Banser harus memiliki jiwa Korsa yakni semangat kebersamaan, semangat persatuan dan kesatuan terhadap suatu korps senasib dan sepenanggungan.

“Sebagai anggota harus tertanamkan jiwa Korsa yang penuh tanggung jawab, dedikasi untuk sesuatu hal yang mulia maupun yang bersifat kebajikan dan kebaikan, menolong dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaan dan kewajaran,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaini mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wahana untuk memupuk rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Banser harus siap mendermabaktikan dirinya berjiwa sosial untuk kepentingan agama, nusa, dan bangsa tentunya pada Nahdlatul Ulama (NU).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banser merupakan garda terdepan untuk melaksanakan tugas pokok untuk mendukung, menjaga, dan membentengi para ulama serta mampu memberikan kontribusi untuk perkembangan kehidupan masyarakat sehingga semakin tinggi militansi Banser terhadap organisasi dan semakin kuat pula untuk memperjuangkan nilai-nilai Aswaja,” ujarnya.

Sedangkan Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi menambahkan bahwa Banser bertugas untuk membantu warga NU dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini dalam mengamalkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) serta meningkatkan potensi dan kemampuan anggota dalam menemukan pemecahan dari berbagai permasalahan.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0820 Letkol Inf Hendhi Yustian Danang Suta menyerahkan bantuan perlengkapan berupa sepatu untuk kebutuan aktivitas Banser dalam melaksanakan tugasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 12 Mei 2012

Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India

Bangalore, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Polisi di kota Bangalore, India, telah menyita satu mushaf Al-Qur’an yang mereka duga mungkin pernah menjadi miliki Kaisar Mughal Aurangzeb sekitar 300 tahun lalu. Kitab Suci itu, yang berilai 50 juta rupee, ditemukan setelah suatu penggerebekan terhadap satu hotel di kota tersebut.

Polisi menangkap seorang pria yang sedang berusaha menjualnya dan satu lukisan antik dengan harga lebih dari satu juta dolar AS. Mushaf bersulam emas tersebut, yang ditulis dalam bahasa Persia, memiliki lebih dari 1.000 halaman.

Menurut BBC, para ahli sedang meneliti apakah tanda-tangan pada bagian belakang mushaf itu adalah milik Aurangzeb yang memerintah India dari 1658 sampai 1707.

Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India (Sumber Gambar : Nu Online)
Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India (Sumber Gambar : Nu Online)

Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India

Penguasa Dinasti Mughal tersebut adalah pecinta seni dan sastra, dan dikenal karena usahanya yang tampaknya dilakukannya untuk menulis Al-Qur’an pada saat senggangnya.

Polisi Bangalore telah mengirim Al-Qur’an itu ke badan Survei Arkeologi India (ASI) untuk mengetahui apakah para ahlinya dapat membuktikan berapa usia mushaf tersebut dan apakah tanda yang terdapat padanya dibuat oleh Kaisar Mughal itu.

AL-Qur’an tersebut memiliki berat 13 kilogram dan memiliki ciri mencolok. Menurut laporan, ke-30 juznya ditulis dalam gaya tulis berbeda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Komisaris Polisi Gabungan Gopal Hosur mengatakan orang yang ditangkap berasal dari negara bagiran Kerala, yang bertetangga.

 Hosur mengatakan tersangka itu telah memberitahu polisi bahwa ia berada di Bangalore untuk mencari pembeli barang antik.

Belum jelas bagaimana pria tersebut memperoleh Al-Qur’an itu, yang dikatakannya kepada polisi telah diberikan bahan kimia sehingga mushaf itu tahan api. (ant/iina/bbc/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Humor Islam, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haditsul Ifki (Hoax) di Masa Rasulullah SAW

Fitnah dan cerita dusta itu bukan barang baru. Nabi Muhammad SAW pun pernah diserang oleh fitnah dan cerita dusta yang sangat keji. Jika saya hidup di zaman Nabi, saya pun takkan tahu bagaimana saya harus bersikap, karena Nabi pun tak berdaya melawan fitnah tersebut. Bayangkan, seorang Nabi yang agung mengalami fitnah yang luar biasa keji; istrinya dikabarkan telah berselingkuh dengan laki-laki lain. Adalah Ummul Mukminin Aisyah RA difitnah telah melakukan perselingkuhan dengan Shafwan ibn Muaththal.

Di satu sisi Nabi Muhammad SAW sangat sayang pada Aisyah dan berpikir bahwa tak mungkin Aisyah melakukan tindakan hina tersebut. Di sisi lain, Nabi sungguh tak berdaya menghadapi fitnah yang sudah menyebar luas. Begitu pula Aisyah; ia sangat terpukul karena fitnah tersebut, apalagi kemudian sikap Nabi kepadanya menjadi berubah: tak seperti biasanya. Hanya sabar dan sabar yang bisa dilakukan oleh Aisyah. Setiap malam Aisyah menangis merasakan derita akibat fitnah tersebut.

Haditsul Ifki (Hoax) di Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Haditsul Ifki (Hoax) di Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Haditsul Ifki (Hoax) di Masa Rasulullah SAW

Sebulan lebih fitnah itu menyebar dan kehidupan rumah tangga Nabi dan Aisyah cukup terganggu. Sampai akhirnya Allah menyelamatkan Aisyah dari fitnah itu dengan menurunkan wahyu: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (QS An-Nur: ayat 11 sampai ayat 21).

Dalam kitab An-Naba’u al-Azhim, Dr Muhammad Abdullah Daraz menjelaskan berbagai hikmah dari kejadian tersebut. Salah satu hikmah yang sangat agung adalah kesabaran dan kejujuran Nabi Saw.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagai manusia yang menerima wahyu, bisa saja Nabi membela Aisyah, dengan mengatakan bahwa Allah telah menurunkan “wahyu pembelaan” sejak hari pertama tersebarnya fitnah tersebut. Namun tidak mungkin itu dilakukan oleh Nabi. Nabi tak mungkin berbohong. Beliau hanya bisa bersabar dan yakin bahwa Allah pasti akan menyelesaikan masalah yang sedang beliau dan keluarganya hadapi.

Bayangkanlah: andai saya atau Anda adalah orang terhormat dan punya kuasa. Tiba-tiba saya (dan keluarga) atau Anda (dan keluarga) mengalami fitnah seperti yang dialami oleh Nabi SAW. Kira-kira apa yang Anda dan saya lakukan sebagai orang yang memiliki posisi terhormat dan punya kuasa? Tentu, sebagai manusia biasa kita akan gunakan posisi terhormat dan kuasa untuk menyelesaikan orang-orang yang terlibat dalam penyebaran fitnah tersebut. Dengan berbagai cara, termasuk cara-cara yang juga tak kalah keji.

Nabi SAW adalah penerima wahyu. Beliau tak pernah berpikir merekayasa wahyu, meski menghadapi ujian yang teramat berat.

Lantas, mengapa sebagian umatnya mudah sekali mengumbar ayat kemudian memosisikan pendapatnya seperti ayat? Seolah-olah mereka adalah penerima wahyu langsung dari Allah!

Saksikan wahai Allah; Engkaulah penolong kami dalam menghadapi segala fitnah. (Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Taufiq Damas)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Doa, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah