Rabu, 31 Mei 2017

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) Ali Masykur Musa menyatakan wafatnya Rais Aam Syuriah Pengurus Besar NU (PBNU) KH Sahal Mahfudh membuat bangsa Indonesia kehilangan salah satu ahli ilmu fiqih terbaiknya.

"Innnaalillaahi wa innaa Ilaihi roojiuun, telah meninggal dunia guru kami, KH Sahal Mahfudh. Mbah Sahal adalah sosok yang sangat alim. Indonesia kehilangan ahli Fiqih terbaiknya," ujar Ali Masykur Musa di Jakarta, Jumat.

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

Ilmu Fiqih adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Ali Masykur Musa, Sahal yang lazim disapa Mbah Sahal tersebut adalah seorang fuqoha (ahli ilmu Fiqih) modern. 

Ada dua kitab karya Sahal yang selalu menjadi rujukan umat untuk memperkaya khasanah Islam, yaitu Fiqih Siyasah (politik) dan Fiqih Lingkungan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan buku yang menjadi karya beliau itu, ujar Ali Masykur, hukum Islam mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

"Mbah Sahal yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama tiga periode ini adalah tokoh yang sangat disegani, bukan hanya karena ilmu, tetapi juga akhlaknya," kata Cak Ali, panggilan akrab Ali Masykur Musa. 

Dalam berorganisasi, lanjut dia, Sahal adalah sosok yang sangat taat pada aturan organisasi yang ada, sehingga pengambilan keputusan selalu menunggu pendapat tokoh ini. 

"Secara pribadi saya sangat kagum dan hormat pada almarhum Mbah Sahal. Banyak sikap politik saya yang dipengaruhi oleh pandangan beliau. Saya sangat terkesan saat menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU), saya dilantik langsung oleh beliau, yang mana tidak biasa dilakukan sebelumnya," kata Cak Ali yang juga Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, AlaNu, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Klaten menyayangkan suguhan sejumlah tayangan hiburan yang tidak mendidik di televisi. Celakanya, hiburan tidak mendidik itu dikonsumsi juga oleh pemirsa dari semua usia, terutama anak-anak.

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik

Keprihatinan ini dinyatakan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Klaten Ahmad Saifuddin. “Saya prihatin dengan acara joget seperti program YKS. Ini secara tidak langsung mendidik anak untuk bermental sarkastik (ejekan kasar),” terang Saifuddin lulusan Fakultas Psikologi saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (5/2) malam.

Saifuddin yang kini menjabat sebagai guru BK SMK Baja Ceper menerangkan, acara itu sebut saja memberi hadiah kepada peserta yang memiliki joget paling bagus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Padahal, hadiah itu simbol sebuah penghargaan. Kalau menonton ini, anak-anak akan berpikir seolah joget yang seperti itu, sebuah hal yang baik,” tegas Saifuddin.

Saat dikaitkan dengan persoalan kebebasan berekspresi, Saifuddin menyetujuinya dengan catatan dibarengi tanggung jawab. “Media memiliki tanggung jawab secara etika atau moral,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saifuddin mendesak dinas dan kementerian terkait untuk bertindak tegas. “Tentu saja melalui upaya penyadaran, pembinaan, atau penyuluhan tentang bahaya dan tidaknya acara-acara TV yang disertai contoh konkret dari efek negatif sehingga lebih mengena,” ujarnya.

Sebagai bentuk pencegahan lainnya, kementerian atau dinas terkait perlu memberdayakan permainan tradisional yang sarat nilai-nilai. “Dapat pula dengan ikut menggerakkan organisasi pemuda dan belajar untuk membina menggerakkan lembaga kesenian lokal untuk menciptakan hiburan yang sehat. Intinya mengarah mengarahkan ke manfaat yang positif,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 30 Mei 2017

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

Bengkulu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Anggota Dewan Pers, Anthonius Jimmy Silalahi, mengajak masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama mengantisipasi penyebarluasan berita bohong atau hoaks. Tradisi cek dan ricek disebutnya bisa menjadi pencegah semakin tersebarnya hoaks. 

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

Hadir sebagai pemateri di kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisem di Masyarakat di Bengkulu, Kamis (12/10), Jimmy mengatakan, masyarakat bisa berperan membendung penyebarluasan hoaks dengan cara menahan diri setiap kali menerima kiriman informasi di media sosial. 

"Jangan karena suka atas kiriman tersebut, kita share tanpa adanya verifikasi. Cek dan ricek kebenarannya. Jikapun benar cek lagi manfaatnya," kata Jimmy. 

Menurut Jimmy, kemauan melakukan cek dan ricek adalah langkah termudah yang bisa membantu membendung peredaran hoaks. Untuk cara pengecekan,  dia menyarankan masyarakat membandingkan informasi yang diterimanya dengan informasi sejenis dari sumber berbeda. "Jika meragukan kebenarannya, jangan disebar," tegasnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dorongan menjadikan cek dan ricek sebagai tradisi untuk mencegah hoaks tidak hanya disampaikan ke masyarakat, melainkan juga ke insan pers. Jimmy menandaskan, wajib bagi setiap wartawan mengecek kebenaran dan keberimbangan setiap informasi yang diterimanya sebelumnya mengolahnya menjadi sebuah berita. 

"Insan pers juga harus berperan. Hoaks sudah menggerus kepercayaan masyarakat ke media massa, jangan biarkan itu semakin parah," tandas Jimmy. 

Menjadikan cek dan ricek untuk setiap informasi, masih kata Jimmy, merupakan keterlibatan nyata masyarakat dan institusi pers terlibat aktif dalam upaya pencegahan terorisme. Ditegaskannya, BNPT dan aparat keamanan tidak bisa menyelesaikan permasalahan terorisme tanpa adanya keterlibatan masyarakat. 

"Terorisme musuh bersama, maka harus bersama-sama kita perangi," tutupnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme merupakan salah satu metode yang dijalankan  di kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi ke redaksi media massa pers untuk mensosialisasikan program pencegahan terorisme. (Red: Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Tegal, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Mei 2017

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi melepas calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Brebes 2014 kelompok terbang (Kloter) pertama di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan pukul 05.00, Senin (1/9).

Sejumlah 363 calhaj Brebes dilepas Wagub dalam suasana tenang dan khidmat, sebelum akhirnya saling berjabatan tangan dan menuju ke bus untuk diantar ke Bandara Adi Sumarmo Solo. Seluruh jamaah kloter 1 keluar dari Embarkasi Donohudan menuju bandara Adi Sumarmo pada pukul 06.15. Rombongan calhaj Brebes kloter pertama Jawa Tengah sekitar pukul 07.42 take off dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali.

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia

Atas nama gubernur, Heru berharap para calhaj menjaga kondisi kesehatannya selama menjalankan rukun Islam kelima. Wagub menyampaikan ucapan selamat karena pada tahun ini benar-benar berkesempatan menjadi tamu Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut, Wagub mengingatkan kepada jamaah untuk menata hati dan memantapkan niat untuk beribadah hanya untuk Allah, bukan karena yang lain. Disampaikan pula agar para jamaah bisa menjaga kesatuan dan kekompakan, kebersamaan dan membuang jauh-jauh sikap egois serta mematuhi segala arahan dan bimbingan para petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingatkan. Jaga kondisi kesehatan dengan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah yang sunnah yang akan berakibat menurunnya stamina yang sangat dibutuhkan pada saat pelaksanaan ibadah haji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga berpesan agar para jamaah menjaga nama baik Indonesia dengan menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sopan, santun, dan berbudaya. Jangan lupa untuk mendoakan Jawa Tengah untuk kelancaran pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga jamaah haji seluruhnya menjadi haji mabrur.

Dalam sambutan pembekalan itu, Heru Sudjatmoko menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH tidak bisa hadir karena baru tiba di Jakarta dari kunjungannya ke Australia. “Sedianya Bapak Gubernur mau hadir tetapi beliau masih di Jakarta usai perjalanan kunjungan kerja ke Australia,” tutur Heru.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Prov Jateng Drs H Khaerudin MSi menjelaskan, pada hari Senin (1/9) ini diberangkatkan tiga kloter dari Brebes dan Kota Tegal sejumlah 1.125 calhaj. “Kloter pertama dari Kabupaten Brebes sebanyak 368 termasuk pendamping dan petugas kesehatan,” terangnya.

Kakanwil Kemenag Jateng yang juga Ketua PPIH Embarkasi SOC, melaporkan bahwa Embarkasi SOC akan memberangkatkan Jamaah Calon Haji beserta petugas dari Jawa Tengah (23.535) dan DIY (2.455) dengan jumlah total sebanyak 25.990 orang terbagi dalam 71 kloter.

Turut menyampaikan sambutan Anggota DPR RI Komisi VIII Abdul Rozak Rais. Dalam sambutannya antara lain pihaknya mempunyai wewenang untuk mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan haji di Tanah Air dan di Tanah Suci. Meskipun sejauh ini pemerintah selalu meningkatkan pelayanan diberbagai sektor agar jamaah nyaman dan aman dalam beribadah haji.

Rozaq juga mengingatkan kepada petugas supaya sigap dan tanggap terhadap jamaahnya yang awam berada di negeri yang sangat berbeda adat istiadat maupun kondisi alamnya agar dapat beribadah dengan optimal dan menjadi haji mabrur.

Brebes Hj Idza Priyanti SE beserta suami Drs H Kompol Warsidin turut mendampingi pelesan dan Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MSi dan Kabag Kesra Setda Brebes Drs H Syaeful Islam.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut antara lain Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Ketua PW NU Jawa Tengah, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, dan para Kepala Kankemenag Se Eks Karesidenan Surakarta.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti akan mendampingi pelepasan pemberangkatan haji dari Solo dari kloter pertama hingga ketiga yang merupakan calhaj dari Kabupaten Brebes. “Saya akan terus turut melepas dari Solo hingga pukul 21.00 WIB nanti malam,” imbuhnya.

Sebelumnya, calhaj dari Kabupatern Brebes sejumlah 898 orang, telah diberangkatkan dari Islamic Center Brebes pada Sabtu dan Ahad (30-31/8). Mereka menginap semalam di Asrama Haji Donohudan untuk mendapatkan ceking kesehatan dan administrasi terakhir lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama ini anak-anak usia dini lebih mudah untuk menguasai huruf abjad (Latin) ketimbang huruf hijaiyah (Arab). Dari problem itulah yang mendorong dosen Unisnu Jepara, Khalimatus Sa’diyah membuat Wayang Iqra.?

Bersama dengan dua dosen lain, Eko Darmawanto dan Zainul Arifin, Alat Peraga Edukatif (APE) itu didemokan di hadapan guru-guru di lingkungan RA Ianatusy Syibyan, Desa Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.?

Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Cantik Ini Kenalkan Huruf Hijaiyah lewat Wayang

Saat ditemui di kampus Unisnu, Senin (11/04) Khalimatus menjelaskan dibuatnya Wayang Iqra itu merupakan wahana mengenalkan huruf hijaiyah secara efektif dan menarik.?

“Kalo wayang karakter kan sudah banyak mas,” kata Magister Pendidikan Islam Unwahas Semarang ini sembari memperlihatkan wayangnya yang terbuat dari kertas.?

APE ini menurutnya diperliatkan kepada guru bukan murid. Hasil dari sosialisasinya kepada para guru yang berjalan 3 bulan kedepan mendapat respon yang positif.?

“Setelah guru mendapatkan sosialisasi dari kami. Harapannya guru mampu mengembangkan dengan kreativitas yang lain,” harapnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sembari memegang wayang huruf mim, perempuan berusia 28 tahun ini menyontohkan cara memeragakannya.?

“Anak-anak ibu guru mempunyai teman baru. Namanya Mona,” contohnnya sembari memagang huruf mim.?

“Mona mempunyai keluarga bernama Alif,” sambung seraya menunjukkan huruf alif kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena baru pengenalan, wayang iqranya belum ada harakat. Kedepan wayang iqra yang memperoleh hibah dari LPPM Unisnu itu akan dikembangkan lagi.?

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) Unisnu Jepara ini menjelaskan dengan hadirnya wayang iqra kreativitas guru dalam membuat APE Islami itu semakin berkembang.?

“Ini juga bagian dari pembelajaran yang menarik,” pungkas putri pasangan Noor Khamid ? dan Saim yang juga akan mengajarkan cara bercerita kepada guru binaannya. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Kyai, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 27 Mei 2017

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

Bandar Lampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Provinsi Lampung sebagai daerah memiliki kerawanan yang tinggi terhadap gerakan radikal terorisme. ? Namun kondisi tersebut ternyata tidak diimbangi dengan keberadaan aparat keamanan yang memadai.?

Wilayah Luas Minim Aparat,  Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Wilayah Luas Minim Aparat, Lampung Rawan Terorisme

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Lampung, Sukiran, saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Bandar Lampung, Rabu (23/11/2016).?

"Kita sama-sama mengetahui berapa jumlah polisi di Lampung. TNI juga demikian, bahkan ada Mako (Markas Komando, Red.) yang kabarnya akan ditutup," kata Sukiran.?

Terkait kerawanan di Lampung, tambah Sukiran, luas wilayah dan minimnya aparat keamanan diperburuk dengan adanya catatan sejarah aksi-aksi terorisme di masa lalu. Dia mencontohkan, salah satunya adalah jaringan Warman dan kelompok pendukung Negara Islam Indonesia (NII).?

"Di Desa Bedeng, di Lampung Timur, sampai sekarang masih ada pengikut Warman. Meskipun sudah usia lanjut, secara pemikiran mereka masih radikal dan tidak menutup kemungkinan menyebarluaskan apa yang diyakininya," lanjut Sukiran.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, masih kata Sukiran, keberadaan kelompok Islam beraliran keras menjadikan kerawanan terorisme di Lampung semakin mengkhawatirkan. "Di Lampung ada pengikut Islam Wahabi, Khilafatul Muslimin, HTI, dan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan Pesantren Al Amin, Ngruki. Semuanya memiliki keyakinan yang nyaris sama, menganggap kelompok lain yang tidak sealiran adalah kafir," tegasnya.?

Untuk menanggulangi radikal terorisme tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung disebut oleh Sukiran sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya meminta setiap kepala daerah tingkat Kota dan Kabupaten untuk selalu melakukan deteksi dini terhadap kerawanan di daerahnya dan menjaga situasinya tetap aman. Langkah lainnya adalah dengan menggandeng media massa melalui penyampaian saran masukan terkait konten pemberitaan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami meminta media massa senatiasa memberitakan hal-hal yang tidak memancing munculnya raadikalisme terorisme. Media massa harus bisa ikut berperan menjaga keamanan," urai Sukiran.?

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah satu metode Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 provinsi se-Indonesia.?

Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi pemberitaan media massa untuk menyamakan persepsi tentang peran media massa dalam pencegahan terorisme. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 26 Mei 2017

Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Waktu libur setelah menjalani Ulangan Akhir Semester (UAS) I, dimanfaatkan para guru SD Ta’mirul Islam Surakarta untuk belajar merawat jenazah. Bertempat di aula sekolahan, mereka belajar mulai dari soal bagaimana pertama kali yang mesti dilakukan ketika ada seseorang yang meninggal hingga tata cara penguburan, Rabu (29/12).

Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai pemateri, Habib Abdurrahman Fahmi As-Segafi. Ustaz asal Pasar Kliwon Surakarta itu menjelaskan beberapa kewajiban, ketika ada seorang muslim yang meninggal dunia.

Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Kewajiban Orang Hidup kepada yang Mati

Empat hal tersebut yakni memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan. “Hak ini mesti didapatkan seorang muslim yang meninggal, siapa pun itu. Yang penting orang tersebut, selama hidupnya pernah mengucap syahadat. Perkara, dia shalat atau tidak itu urusan dia dengan Allah,” terang Habib Fahmi.

Ditambahkan Habib Fahmi, seorang petugas yang hendak merawat mayat minimal mesti memiliki dua syarat. “Pertama, dia mesti amanah. Artinya segala yang ia saksikan pada mayat, terlebih aib, ia mesti tutup mulut, tidak disebarkan kepada yang lainnya,” tutur dia.

Kedua. Dia mesti memiliki mental yang kuat. Dikatakan oleh dia, merawat mayat tidaklah menakutkan, sebab mayat bagaimanapun akan diam, mengikuti apa saja yang dilakukan oleh petugas. “Selain berani, juga siap dibutuhkan kapan saja saat ada panggilan dari masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Kepala SD Ta’mirul Islam, Wahid Mustofa Kamal, menerangkan kegiatan pelatihan merawat yang diikuti para guru dan karyawan SD Ta’mirul ini sangat penting sebagai bekal di masyarakat.

“Zaman dahulu para guru dijadikan panutan oleh masyarakat, dalam hal apa pun, termasuk merawat jenazah. Untuk itulah kami juga perlu untuk belajar lebih dalam lagi soal bagaimana merawat jenazah,” ungkap dia.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Kajian, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah