Kamis, 11 Januari 2018

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lomba Video Pesantren (Vidotren) yang digelar komunitas yang menamakan diri Admin Instagram Santri Nusantara (AIS Nusantara) sukses digelar. Kompetisi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2016 ini menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas para santri di dunia audio visual sebagai media dakwah utamanya di media sosial.

Para pemenang Videotren diumumkan lokakarya Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Sabtu (29/10), di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Agenda ini dihadiri KH Abdul Ghaffar Rozien (Ketua PP RMI-NU), Hakim Jaily (Direktur TV9), dan Hasan Chabibie dari Pustekkom Kemdikbud.

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Juara I lomba Videotren kali ini diraih Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video berjudul "Santri Ndalem". Lalu, Juara II diperoleh Pesantren Tebuireng, Jombang; dan Juara III diraih Pesantren Sunan Drajat, Lamongan; serta Mahad Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Rozin, sapaan akrab Ketua PP RMINU, menyampaikan, santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah di media sosial. "Meski terlambat, kita harus bekerja keras dan cepat mengejarnya. Untuk itu, mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren di media sosial," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah ini juga mengatakan, media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten. "RMI siap mendukung program kreatif ini," terangnya.

Hasan Chabibie mengatakan, kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi. Para santri juga bisa memproduksi konten pada multimedia sosial. Ia juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial yang banyak dipenuhi sikap-sikap tidak ramah. "Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama," jelas Hasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Direktur TV9 Hakim Jaily menyampaikan tentang konfigurasi media arus utama dan media sosial. "Pesantren pada posisi mana? Kita perlu memilih dalam bermedia, sebagai produsen atau konsumen?" jelas Hakim. Ia menyampaikan, betapa komunitas santri yang jumlahnya besar, dapat berperan memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif dan inspiratif. (Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama menjadikan Provinsi Bangka Belitung sebagai tempat perhelatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) Ke-3 tahun 2017.

Perkemahan yang akan melibatkan sekitar 800 siswa madrasah dari 34 provinsi akan berlangsung pada 14-20 Mei 2017 di Bumi Perkemahan Selawang Sagantang Koba, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin, PPMN ini merupakan instrumen strategis untuk menanamkan jiwa patriotisme, kebangsaan, cinta tanah, dan kreativitas.

“Kegiatan ini penting untuk menginternalisasi nilai-nilai Pramuka pada diri generasi muda. Apalagi di tengah arus ideologi transnasional. Wawasan kebangsaan perlu juga terus ditanamkan. Maka, kegiatan ini menjadi instrumen strategis,” jelas Kamaruddin dalam Konferensi Pers, Selasa (9/5) di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nur Kholis Setiawan mengungkapkan, panitia pusat telah berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah atau Kanwil Kemenag Bangka Belitung dalam kegiatan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Persiapannya sudah 85 persen. Bahkan untuk akomodasi seperti transportasi, Kanwil menyediakan 48 bus. Keamanan untuk peserta Pramuka juga mendapat perhatian betul karena lokasi perkemahan terletak di pinggir pantai,” jelas Nur Kholis.

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yayasan Al-Ma’arif NU Udanawu gelisah atas peredaran narkoba dan keterbukaan aurat di kalangan pelajar. Pihak yayasan mengelar istighotsah yang melibatkan 4000 jamaah di halaman Masjid Al-Ma’arif Udanawu Blitar. Al-Ma’arif NU Udanawu dengan hormat meminta pengasuh pesantren Mambaul Hikam Mantenan KH Diya’uddin Azzamzami memimpin istighotsah agar untuk keselamatan Blitar.

Selain rutinitas tahunan menjelang ujian nasional, istighotsah pada Ahad (29/3) malam menjadi istimewa karena mereka juga mendeklarasikan gerakan antinarkoba dan antipornografi terutama di lingkungan Yayasan Al-Ma’arif.

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

“Ini acara rutin setiap tahun menjelang anak-anak ujian,’’ ujar Ketua Yayasan Al-Maarif KH Drs Ahmad Zamrodji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengapa ini dilakukan? Menurut Zamroji, saat ini kondisinya sudah sangat kronis. Contohnya masalah narkoba dan pornografi yang menyerang pada pelajar dan anak-anak. “Jadi pada kesempatan ini kita sampaikan bagaimana bahayanya narkoba dan pornografi bagi anak,’’ tambahnya.

Hadir pada acara istighotsah ini Wakil Bupati Blitar H Riyanto didampingi Kepala Kamenag Blitar H Ahmad Mubasir, Kepala Kesbangpol H Mujiyanto, Kepala Satpol PP Blitar H Toha Mashuri, dan para kiai setempat. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pahlawan, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur berduka. Salah seorang putri pengasuh Annuqayah, Nyai Khotibatul Ummah binti KH A Warits Ilyas, wafat akibat pendarahan setelah melahirkan putri pertamanya, Sabtu (6/2).

Usai meninggal dunia, di kamar almarhumah ditemukan sebundel kain kafan lengkap dengan keterangan yang ia tulis-tangan sendiri; bahwa kain kafan itu telah dicuci dengan air Zamzam berikut kutipan ayat-ayat Al-Qur’an tentang kematian yang pasti akan datang.

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam

Salah seorang kiai muda Annuqayah, M Mushthafa menjelaskan, kepergiannya sungguh mengejutkan. Berita wafatnya Neng Oot, panggilan akrab Khathibatul Ummah, hingga saat ini masih terasa sulit dipercaya. Tapi begitulah ajal: ia bisa datang kapan saja, dengan atau tanpa alasan yang jelas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Pesantren Annuqayah, terang Kiai Mushthafa, kepergian Neng Oot adalah juga satu kehilangan besar. Dalam sekitar 10 tahun terakhir, Neng Oot punya peran penting dalam pengembangan kesehatan swadaya di Annuqayah dengan berkiprah di unit pengembangan obat-obatan herbal. Unit tersebut merupakan salah satu bidang garapan Biro Pengabdian Masyarakat Pesantren Annuqayah yang dipimpin Kiai Muhammad Zamiel El-Muttaqien.

"Beliau juga yang menghidupkan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Annuqayah Putri yang memberi layanan kesehatan dan penyuluhan bagi para santri putri," ungkap Kiai Mushthafa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, tambah Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) ini, beberapa tahun terakhir Neng Oot juga aktif mengupayakan agar kantin-kantin di lingkungan Annuqayah bisa terjamin kesehatannya. Proyeknya dimulai di kantin MA 1 Annuqayah Putri.

"Sekitar sepekan yang lalu, beliau kabarnya masih rapat dengan Yayasan Annuqayah untuk pengelolaan kantin sehat di lingkungan MTs 1 Putri Annuqayah. Sejauh yang saya tahu, saya menyaksikan komitmennya pada pengabdian dan juga pada kebersahajaannya bergaul dengan santri, famili, dan masyarakat umum. Semoga Allah memberinya tempat terbaik di surga," kata Kiai Mushthafa.

Sementara itu, keponakan Neng Oot, Muhammad Al-Faiz mengingatkan muara hidup Neng Oot pada kisah sultan Dinasti Ayyubiah yang sangat fenomenal, Salahuddin al-Ayyubi. Dalam satu versi sejarah dikisahkan bahwa Salahuddin al-Ayyubi, selalu membawa peti-peti terkunci ke tengah medan perang.

Peti-peti itu dijaganya betul-betul, hingga orang-orang terdekatnya mengira bahwa di dalamnya terdapat harta dan permata berharga. Namun, setelah Salahuddin mengembuskan napas terakhirmya, peti-peti itu dibuka, dan ketika itulah orang-orang sadar bahwa dugaan mereka selama ini salah. Bukan harta dan permata yang mereka lihat, melainkan sepucuk wasiat, kain kafan dan setumpuk tanah.

Dalam surat wasiat itu tertulis: "Aku mau dikafani dengan kain kafan ini, yang telah harum oleh air Zamzam dan juga telah mengunjungi Kakbah serta pusara Rasulullah. Sedangkan tanah ini, berasal dari bekas perang. Buatlah batu bata darinya dan jadikan bantalku di dalam kuburanku."

Konon, sesuai wasiatnya, dari tanah itu dibuatlah 12 batu besar yang kini bersemayam di bawah kepala Salahuddin di dalam kuburannya, dan dengan itulah ia akan menemui Allah di hari kemudian.

"Demikianlah, kesadaran seseorang untuk mempersiapkan kematiannya, baik persiapan lahir maupun batin, tidak lain merupakan rahmat Tuhan yang amat besar. Sangat boleh jadi rahmat tersebut adalah rangkaian awal dari rahmat selanjutnya dalam dimensi yang lebih kekal. Kafa bil mauti waidhan. Cukuplah kematian memberi kita pelajaran, meniscayakan sebuah pertanyaan, ‘Apa yang sudah saya persiapkan?’” tukasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Layanan pengobatan massal yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan, diadakan di empat Majelis Wakil Cabang NU yang ada di Pekalongan. Tim medis yang ada melayani sedikitnya 1.720 pasien dengan beragam penyakit yang dikeluhkan.

Koordinator pengobatan massal Abdul Basir kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, kegiatan pengobatan massal untuk kali ini tidak saja menangani penyakit secara medis, tetapi juga disediakan pengobatan tambahan seperti akupunkur, bekam, rukyah dan cek gula darah.

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Dari berbagai layanan pengobatan, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengetahui dan mengobati jenis penyakit yang diderita sehingga setiap pengobatan massal yang digelar selalu dipadati pengujung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dari 4 kali menggelar pengobatan massal, ada beberapa pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Karena, penyakit yang dideritanya cukup parah dan perlu penanganan lebih lanjut oleh dokter ahli,” ujar Basir yang juga Ketua KPU Kota Pekalongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyelenggaraan kegiatan ini, dibantu dokter NU, Nahdliyyin Center, tenaga medis dari Rabithah Alawiyah, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dan ratusan relawan NU di Ranting NU Krapak, Klego, Tegalrejo dan Banyurip Alit, Kamis (29/5).

Selama kegiatan Harlah NU digelar, Nahdliyyin Center yang melibatkan IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan juga menggelar aksi sosial donor darah yang diikuti tidak kurang dari 76 peserta. Donor darah ini terselenggara atas kerja sama PCNU Pekalongan dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tiga perempuan santri bercerita tentang studinya di Eropa langsung dari Student Housing, Amsterdam, Belanda, Ahad (3/9) pagi waktu Belanda, sore waktu Indonesia. Para alumni perguruan tinggi Islam negeri itu berkisah tentang kegagalannya sampai bagaimana menjalani studi di jurusan pilihannya masing-masing.

Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Eva Nur Latifah semangatnya untuk studi ke luar negeri pernah turun karena gagal lulus dari program beasiswa LPDP. Tetapi perempuan yang kini sedang menempuh studi strata duanya di bidang Information Technology University of Twente itu tak patah arang.

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa

?

Diterima sebagai penerima beasiswa kursus bahasa asing dari Kementerian Agama pada tahun 2015 lalu, ia kemudian bertemu rekan-rekan di sampingnya sehingga bangkit kembali gairahnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Berpikir positif itu sih yang penting,” kata lulusan UIN Sunan Gunung Jati Bandung itu.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCINU Belanda Nur Inda Jazilah harus mengubur mimpi awalnya untuk studi ke Inggris guna mendalami Forensik Linguistik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Vrije University Amsterdam dipilih dari lima kampus di dunia yang menawarkan jurusan yang sama mengingat keholistikannya karena studinya menempuh waktu dua tahun.

“Dia lebih holistik mempelajari forensik linguistiknya karena dua tahun,” ujar alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.

Berbeda dengan keduanya yang studi di Belanda, Ianatul Avifah baru saja submit tesisnya di bidang TESOL di University of Manchester. 180 SKS dalam waktu satu tahun cukup menguras waktu dan pikirannya. Meski begitu, ia mengingatkan tiga hal penting dalam menempuh studinya, “Manajemen waktu dan presistens dan balance juga sih.”

At least kayak nonton YouTube sebentar,” lanjut alumni UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Motivasi dan inspirasi

Berada di lingkungan positif yang saling mendukung menjadi hal terpenting dalam membangun motivasi untuk terus memupuk semangat studi Jazil, panggilan akrab Nur Inda Jazilah. “Yang penting berada di lingkungan semua orang-orang positif,” kata mahasiswa yang baru tiba di Belanda dua minggu lalu itu.

Lain halnya dengan Avifah. Ia selalu daftar setiap kali ada kesempatan short course ataupun student exchange ke berbagai negara. Tapi setiap kali ia daftar, setiap itu juga ia gagal. Lantas ia bertekad, untuk studi S2, ia tidak boleh gagal. “Besok kalau beasiswa S2 harus diterima,” kata perempuan yang pernah gagal mendapat beasiswa di Amerika Serikat itu.

Selain itu, motivasi terbesar baginya dalam menempuh studi di luar negeri adalah orang tuanya. “Orang tua itu yang benar-benar bikin motivasi terbesar,” lanjutnya.

Senada dengan Avifah, Eva juga mengungkapkan hal yang sama, yakni membuat orang tua bahagia. “Membahagiakan orang tua,” jawab Eva saat ia menerima giliran pertanyaan tentang motivasi dan inspirasi studi beasiswa ke luar negeri.

Sejak SMA sampai kuliah merasa sering merepotkan orang tua membuatnya termotivasi untuk bagaimana membuat orang tuanya bahagia. Studi S2 di luar negeri dengan beasiswa dirasa menjadi satu hal yang membuat kedua orang tuanya bangga.

Tantangan terbesar Muslimah studi di Eropa

Mengenai shalat, pelajar muslim tak perlu khawatir. Jazil mengatakan, “Di kampus ada mushallanya.” Selain itu, diskriminasi terhadap Muslim juga tidak ia temukan. “Sejauh ini tidak menemukan ada diskriminasi,” kata pemilik akun Instagram @jazilaaah. Hal terpenting baginya bagaimana menjaga perilaku saja. Mereka pun akan bersikap sama seperti apa yang kita lakukan.

Bahasa menjadi salah satu tantangan tersendiri. Belanda yang tidak menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian tidak menjadi masalah dalam studi. “Language barrier gak begitu berarti,” katanya. Dapat menyampaikan ide dengan baik itu hal terpenting menurut santri Pondok Pesantren Sirotul Fuqoha, Malang, tersebut.

Seperti di Amsterdam, University of Manchester juga menyediakan tempat ibadah bagi muslim. “Alhamdulillah lumayan banyak warga muslim di Manchester. Kampus pun menyediakan masjid meskipun sedikit jauh,” kata Afifah.

Masyarakat Inggris juga sangat terbuka dengan keberadaan muslimah. Hal tersebut dibuktikan dengan senyuman orang-orang sana meskipun mereka tidak saling mengenal. “Orang Britishnya welcome, mereka senyum meskipun gak kenal,” lanjut pemilik akun Instagram @ianatulavifah itu.

Pengetahuan tentang budaya negara tempat studi menjadi satu keharusan. “Setidaknya tahu 20-30 % culture negara yang kita kunjungi untuk membantu komunikasi,” kata santri Pondok Pesantren Annuriyah Surabaya itu. Hal itu menurutnya dapat diatasi dengan menonton film.

Eva menambahkan, bahwa pengetahuan budaya itu bisa juga didapat dengan mengikuti kelas akulturasi yang disediakan kampus. “Mungkin bisa masuk kelas akulturasi,” katanya.

Santri Pondok Pesantren Arrisalah Ciamis itu juga mengungkapkan, bahwa kampusnya sangat menerima keberadaan pelajar muslim. “Kampusku sangat welcome sama muslim,” ujarnya.

Selain terdapat masjid, di kampus tempatnya belajar juga terdapat organisasi muslim. Bahkan pemilik akun Instagram @eva_gram itu mengatakan “Kita dapat founding juga.” Di kampusnya tersebut, Eva dan rekanannya pernah mengadakan hijab workshop. Hal tersebut menjadi salah satu media dakwah baginya untuk mengenalkan Islam.

Sebelum mereka menjawab pertanyaan tentang tantangan studi di Eropa, tiga santri yang mendapat beasiswa Kementerian Agama itu masing-masing memberikan pernyataan tentang kebanggaannya menjadi santri, alumni UIN, dan deklarasi kembali ke Indonesia guna mengabdikan diri.

Obrolan para santri perempuan yang sedang studi di Eropa ini dipandu oleh Dito Alif Kurniawan. Pria alumni UIN Walisongo Semarang itu baru saja menyelesaikan studi magisternya di Vrije Universteit, Amsterdam, Belanda.

Diskusi ini disiarkan langsung melalui Instagram @Galerisantri dan @Kajiannusantara atas kerja sama Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara. Kegiatan ini diinisiasi oleh Penasihat AIS Nusantara, Romzi Ahmad. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Ahlussunnah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 09 Januari 2018

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Imam dan Khatib Masjidil Haram yang juga Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram Makkah dan Masjidin Nabawi Madinah Abdurrahman as-Sudais mengatakan, haji bukanlah ajang politik atau sektarianisme, melainkan wahana persatuan antarumat Islam.

Ia mengatakan hal tersebut dalam sebuah simposium haji di Makkah, seperti dilaporkan Arab News, Ahad (27/8). Simposium ini, katanya, digelar untuk mengampanyekan semangat perdamaian haji dan memposisikan Kabah dan Masjid Nabawi sebagai simbol perdamaian.

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia

Menurut as-Sudais, dunia sedang didera kekerasan terorisme, dan sektarianisme. Padahal, keadilan, keamanan dan perdamaian merupakan tujuan seluruh agama dan pesan ilahi.

"Perdamaian seharusnya menjadi dasar hubungan antara masyarakat, kelompok dan negara," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haji, imbuh as-Sudais, adalah momen tepat bagi dunia untuk menyaksikan umat Islam berkumpul, setara dalam hak dan kewajiban, dan diliputi suasana damai dan cinta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Al-Sudais mengajukan sejumlah rekomendasi, di antaranya soal publikasi ensiklopedia global tentang perdamaian menurut Islam dalam semua bahasa. Selain merekomendasikan musim haji kali ini sebagai momen menyebarkan semangat perdamaian di kalangan umat Islam, as-Sudais juga mengusulkan berdirinya pusat penelitian khusus di universitas yang peduli dengan perdamaian.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Salih Bentin berharap simposium tersebut akan meningkatkan pesan moderasi, nilai-nilai positif Islam, persaudaraan, perdamaian, dan persatuan antara umat Islam dan kemanusiaan secara keseluruhan.

Ia mengatakan, jumlah jemaah haji sejauh ini mencapai 1,6 juta orang, dan diperkirakan akan menembus angka 2 juta pada hari Arafah. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah