Senin, 25 Desember 2017

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Gayam Bojonegoro meluncurkan forum dialog bertajuk Obrolan Bareng Ansor (Obor) dan Buletin Irodah. Dua kegiatan ini diresmikan langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Gayam, Sabtu (5/9) kemarin.

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

Ketua PAC GP Ansor Gayam, Nur Chamid mengatakan, dialog Obor akan diadakan setiap satu bulan sekali, tema yang diangkat nantinya akan? berbeda-beda setiap bulanya.

"Temanya nanti kita bedakan menjadi tiga, pertama tentang problematika ke NU-an, Kedua tentang wirausaha dan ketiga soal keilmuwan multidisiplin," paparnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapanya, kegiatan tersebut dapat memberikan peningkatan wawasan dan manfaat bagi para pemuda setempat. Selain itu, ia berharap nantinya lewat kegiatan itu akan muncul pula wirausahawan dari kalangan pemuda Ansor.

"Kedepanya. Akan ada banyak diskusi dengan tema - tema yang menarik dan kontekstual," lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disisi lain,? adanya pembuatan Buletin Irodah diharapkan akan menjadi media syiar pemuda Ansor Gayam. "Termasuk memuat hasil Kajian Obor, profil tokoh islam lokal serta berisi konten dakwah lainya," tandasnya.

Sementara itu, Rois syuriyah MWCNU Gayam, Solikhin Shohih menyampaikan apresiasinnya terhadap kajian dan buletin tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut? bisa menjadi forum yang mencetak kader - kader potensial.

"Kegiatan ini akan menjadi Laboratorium Sosial di Ansor Gayam, semoga bermanfaat untuk masyarakat luas," harap kyai yang juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren alm KH Sahal Mahfudh ini. (M. Yazid/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dua Ulama dari Singaparna

Zaman penjajahan Belanda, dua pemuda dari Kampung Bageur, Tasikmalaya, minimba ilmu di Pesantren Gunung Pari. Keduanya bernama Umri dan Dimyati. Masih sadaura sepupu, yang jalur silsilah keluarga bertemu di H. Arijam.

Umri dan Dimyati belajar di pesantren atas biayai seorang kaya, Hj. Juariyah. Sepulang belajar, dua pemuda tersebut dinikahkan kepada dua perempuan yang masih saudara sepupu, dan masih kerabat dengan Hj. Juariyah.

Dua Ulama dari Singaparna (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama dari Singaparna (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama dari Singaparna

Oleh Hj. Juariyah pula, mereka diberi tanah untuk mendirikan pesantren. Pada tahun 1922, Dimyati mendirikan pesantren Sukahideng di Desa Bageur. Lima tahun kemudian, 1927, Umri juga mendirikan Pesantren Sukamanah di Desa Cikembang. Kedua pesantren tersebut hanya berjarak 1,5 km. Waktu itu, keduanya masuk wilayah Kecamatan Singaparna. Karena pemekaran, sekarang berada di Kecamatan Sukarapih.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui pesantren, Umri dan Dimyati bahu-membahu berjuang mendidik masyarakat sekitar yang masih gelap pengetahuan agama.

Dua Zainal

Pada tahun 1928, Hj. Juariyah kembali menunjukkan kedermawanannya. Ia memberangkatkan kedua kiai muda tersebut ke tanah suci. Sepulang menunaikan ibadah haji, keduanya berganti nama; Umri menjadi Zainal Musthafa, dan Dimyati menjadi Zainal Muhsin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepuluh tahun kemudian, 1938, Dimyati alias Kia Haji Zainal Muhsin Wafat. Kepengurusan pesantren dilanjutkan salah seorang menantunya, yaitu Kiai Haji Yahya Bahtiar Afandi sampai dengan tahun 1945. Dari tahun 1945, pesantren dilanjutkan anak sulung Dimyati, yaitu Kiai Haji A. Wahab Muhsin.

Umri melawan Jepang

Pada masa kolonial, tangan-tangan Belanda pun sampai daerah Singaparna. Rakyat di sana mendapat pengawasan yang ketat. Pasalnya, selain rakyat teguh beragama, teguh pula memegang kebangsaannya. Pada saat yang sama dari pesantren tumbuh alasan-alasan yang sangat menggetarkan hati untuk memberontak terhadap penjajahan totaliter, termasuk pada Jepang yang memeras dan menyiksa rakyat melelui romusha.

Pada tanggal 25 Februari 1944 M, bertepatan dengan tanggal 1 Rab’ul Awal 1365 H, Umri yang sudah berganti nama Zainal Musthafa, melawan penjajahan Jepang karena mereka sudah berlebihan. Mereka menyuruh Seikerei, menghormat kaisar Jepang dengan menundukkan badan ke arah Tokyo.

Kiai Zainal jelas menolak. Praktik Seikerei bentuk lain dari kemusyrikan dan kekafiran yang bertentangan dengan tauhid dalam Islam.

Karena itulah, Kiai Zainal yang aktif menjadi Wakil Rais Syuriyah NU sejak tahun 1933 tersebut, tidak hanya dipenjara, melainkan dihukum mati. Bertahun-tahun, jasadnya tidak diketahui keberadaannya.

Pada tahun 1970 M, Kepala Erevele Belanda Ancol Jakarta memberi kabar, bahwa KHZ Musthafa telah menjalani hukuman mati pada tanggal 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Belanda Ancol Jakarta.

Pada tanggal 20 November 1972, KH Zainal Musthafa dianugerahi “Pahlawan Nasional” dengan SK Presiden RI No : 064/TK Tahun 1972.

Dua Zainal telah wafat. Keduanya mewariskan pesantren yang melahirkan ribuan santri. Dua pesantren tersebut, Sukahideng dan Sukamanah, berada dalam satu yayasan, yaitu Yayasan Perguruan KHZ Musthafa.

Yayasan tersebut dibentuk pada tanggal 17 Agustus 1959 oleh putera Dimyati, KH Wahab Muhsin, Rais Syuriyah NU Kabupaten Tasikmalaya (wafat 2000), bersama Letnan Syarif Hidayat (santri KHZ Musthafa) sebagai pelestarian perjuangan kedua almarhum dalam bidang pendidikan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musim pemilihan umum kepala daerah atau Pilkada kerap membawa warga sebagai pemilik hak suara ke dalam suasana persaingan politik. Para kandidat kepala daerah berlomba mengeruk dukungan suara sebanyak-banyaknya, dan rentan merusak kerukunan masyarakat lantaran perbedaan aspirasi politik yang ditimbulkan.

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Wonosobo KH Abdul Chalim AYM berpesan kepada Nahdliyin untuk menjaga ukhuwwah dan kebersamaan, khususnya dalam menyambut Pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

"Warga NU harus tetap rukun, dan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan bertanggung jawab, untuk memilih pemimpin yang jujur dan amanah, yang akan memimpin Wonosobo ke arah yang lebih baik," ujarnya dalam acara Penguatan Aqidah Ahlussunanah Wal Jamaah dan Sosialisasi Hasil-hasil Muktamar NU XXXIII, akhir pekan lalu (22/11).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum yang diikuti lebih dari 3000 warga tersebut digelar di Gedung Serbaguna SMK Andalusia Wonosobo dan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan jajaran pengurus NU Kabupaten Wonosobo dari tingkat cabang hingga tingkat ranting.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Kang Said, sapaan akrab Ketua Umum PBNU, menyampaikan bahwa warga NU harus cerdas dan up to date. "Warga dan pimpinan NU harus mampu menyampaikan nilai-nilai luhur yang disampaikan oleh ulama-ulama terdahulu dengan bahasa yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman.”

“Adalah tugas dan tanggung jawab ulama-ulama NU untuk menjabarkan gagasan-gagasan dan ijtihad ulama terdahulu dengan bahasa yang modern dan sesuai dengan perkembangan zaman," imbuhnya.

Kang Said juga mengapresiasi peran para pimpinan dan warga NU dalam menjaga toleransi dan meminimalisasi konflik. "Sejauh ini para pengurus dan warga NU memiliki peran yang luar biasa dalam mengatasi konflik dan menjaga perdamaian, sehingga perpecahan dan permusuhan dapat dihindari. Seorang Rais Syuriah di tingkat ranting, sudah tentu mampu mengantisipasi bibit-bibit konflik yang mengancam. Ulama-ulama di Timur Tengah, mereka sangat alim dan faqih, tapi konflik dan peperangan terus berlangsung," ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sepeninggal almarhum H. Zaenal Arifin Salam, jabatan Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Banyuwangi mengalami kekosongan selama kurang lebih dua pekan. Hal ini menjadi perhatian Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama untuk segera mencari sosok pemimpin baru di lembaga tertinggi mengurusi masalah pendidikan ini.

PCNU Banyuwangi memandang bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas yang utama, sehingga merasa perlu diselenggarakannya Silaturrahim dan Kordinasi PC LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi di Aula KH Hasyim Asyari Kantor PC LP. Maarif NU Banyuwangi, Kecamatan Srono (19/2). Acara ini dihadiri oleh pengurus LP Maarif tingkat Kecamatan seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi merupakan salah satu aparat departementasi di lingkungan organisasi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi NU, pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Ini terbukti dengan banyak didirikannya Sekolah-sekolah NU di berbagai jenjang (MI, MTS, SMK) yang berdiri beberapa tahun terakhir ini di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah perlunya Regulasi yang mengatur kewajiban sekolah-sekolah berbasis NU untuk masuk dalam anggota LP Maarif NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Masykur berharap kepengurusan yang baru ini harus melanjutkan Program2 Kerja Almarhum H. Zaenal Arifin Salam yang belum terlaksana.

Dalam acara Silaturrahim dan Kordinasi ini PCNU mengambil sikap untuk mengisi kekosongan sekaligus mereformasi kepengurusan PC LP Maarif NU Banyuwangi dengan kepengurusan yang baru.

Disampaikanlah hasil keputusan PCNU tentang kepengurusan LP Maarif NU masa jabatan 2016 - 2018. Dalam surat keputusan tersebut, menetapkan H.M. Sodiq dari kecamatan Genteng sebagai ketua PC LP Maarif NU Banyuwangi yang baru. Selanjutnya dilaksanakan pelantikan oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH Abdul Kholiq Syafaat. (Anang Lukman Afandi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf menginstruksikan seluruh jajaran NU di tingkat Ranting, MWC, Cabang, dan Wilayah seluruh Indonesia untuk segera melakukan langkah-langkah yang kongkrit, terencana dan berkoordinasi dengan aparatur keamanan guna mewaspadai berkembangnya paham-paham yang dapat mengakibatkan terganggunya integritas nasional, misalnya berkembangnya paham ISIS, paham yang menolak Pancasila.

Instruksi ini dikeluarkan sehubungan dengan rekrutmen yang intensif yang dilakukan oleh ISIS, terbukti yang dilakukan pemuda-pemuda Indonesia, maupun warga Indonesia yang melibatkan diri di dalam kegiatan ISIS dengan pergi ke kawasan Suriah dan Irak.?

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS

“Maka PBNU meminta seluruh warga NU dan pengurus NU, khususnya kepada gerakan pemuda Ansor untuk secara cermat membantu aparatus keamanan dengan memberikan informasi apabila terdapat kegiatan yang mencurigakan, termasuk kegiatan yang memakai cover ibadah, yaitu pergi umroh, yang kemudian diteruskan untuk perjalanan ke Suriah atau Irak,” tandasnya di gedung PBNU, Selasa (10/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam waktu yang bersamaan PBNU juga mengharapkan lembaga dakwah, lembaga pendidikan dan seluruh lembaga di lingkungan NU, untuk memberikan keterangan yang benar, menginformasikan, dan mensosialisasikan bahwa ISIS serta paham yang menolak NKRI bertentangan dengan prinsip NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita mengharapkan ada intensifikasi pemahaman yang benar tentang Islam, khususnya Islam Nusantara, yang diharapkan memberi topangan kuat bagi kelestarian NKRI,” tegasnya.

“Warga NU dan Muslim lainnya jangan sampai termakan mimpi-mimpi ISIS, yang seolah-olah menghidupkan kembali kekhalifahan Islam, tetapi sesungguhnya merobek-robek dunia Islam dengan mempertentangkan konsep Islam seperti jihad dan sebagainya dengan nilai universal yang penuh kebajikan dan perdamaian,” imbuhnya.

Mengenai mantan pengikut ISIS yang kembali lagi ke Indonesia, ia berharap agar mereka tidak dikucilkan, tetapi diajak dalam proses pemahaman yang benar dari sudut agama maupun dari sudut kepentingan negara dan bangsa.?

“Temani mereka dalam masalah kebangsaan dan global secara benar, bagaimana menjadi umat Islam yang tasamuh, tawazun, yang mendahulukan kemaslahatan daripada kekerasan.” ?

Disamping itu juga penting untuk memberi pemahaman agar umat Islam tidak terjebak pada upaya pihak lain yang memberi PR sehingga umat Islam tidak sempat membina diri, melalui pendidikan, pengembangan ekonomi dan sosial, karena disibukkan dengan isu yang temanya kekerasan.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, apa yang terjadi di ISIS, Boko Haram, Al Qaeda dan kelompok garis keras lainnya memperlihatkan Islam rahmatan lil alamiin yang dikembangkan NU menjadi relevan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Sholawat, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Seusai berbeda pendapat dan pilihan, umat Islam harus bijak dan santun, terus menebar kasih sayang, menjaga kedamaian dan mengedepankan persatuan, seperti yang dicontohkan Rasulullah dalam peristiwa Fathu Makkah abad 8 Hijriah silam.

Demikian pesan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat menyampaikan taushiyah dalam peringatan 100 hari wafatnya Buya KH Ja’far Aqil di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Rabu (16/7).

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

“Umat Islam di Indonesia harus mencontoh semangat rekonsiliasi yang disampaikan Rasululullah dalam peristiwa Fathu Makkah, di mana dalam peristiwa tersebut, Nabi mengamanatkan kepada para sahabatnya untuk berkasih sayang dan saling memaafkan, bukan untuk melampiaskan dendam,” ungkap Kang Said.

Kang Said mengisahkan, saat Rasulullah hendak memasuki kota Mekah bersama 15.000 orang sahabatnya, ada satu sahabat yang mengeluarkan yel-yel berupa kalimat “Al-yaum yaumul malhamah” dengan makna “Hari ini adalah hari pembalasan”. Mendengar itu, Nabi langsung mencegah dan menyarankan untuk mengubah yel tersebut dengan lebih santun.

“Mereka memaknai Fathu Makkah sebagai hari pembalasan. Yang dulu melukai kita balas luka kembali, yang dulu menghina kita hina kembali, yang dulu membunuh kita bunuh, yang dulu menganiaya kita aniaya kembali. Kemudian nabi mengkoreksi bukan yaumul malhamah, bukan hari pembalasan, melainkan Al-yaum yaumul marhamah, hari kasih sayang, hari rekonsiliasi dan memaafkan,” jelas Kang Said.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hikmah dari seruan Nabi Muhammad Saw tersebut, lanjut Kang Said, menjadikan kaum Quraisy bersimpati dan merasakan kedamaian yang menjadi prinsip agama Islam. Pada akhirnya, kafir Quraisy berduyun-duyun masuk Islam hingga agama rahmatan lil alamin tersebut menjadi kuat dan besar hingga sekarang ini.

“Untuk itu, kita sebagai umat Islam harus bisa saling memaafkan, bersikap santun, berkasih sayang, melupakan dendam, dan terus berkomitmen terhadap NKRI. Pemilihan presiden kemarin, meskipun tidak bisa diibaratkan sebagai perang, namun jangan sampai memecah belah bangsa Indonesia,” lanjutnya. (Sobih Adnan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah