Minggu, 24 Desember 2017

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sepeninggal almarhum H. Zaenal Arifin Salam, jabatan Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Banyuwangi mengalami kekosongan selama kurang lebih dua pekan. Hal ini menjadi perhatian Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama untuk segera mencari sosok pemimpin baru di lembaga tertinggi mengurusi masalah pendidikan ini.

PCNU Banyuwangi memandang bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas yang utama, sehingga merasa perlu diselenggarakannya Silaturrahim dan Kordinasi PC LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi di Aula KH Hasyim Asyari Kantor PC LP. Maarif NU Banyuwangi, Kecamatan Srono (19/2). Acara ini dihadiri oleh pengurus LP Maarif tingkat Kecamatan seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Zaenal Arifin Meninggal, Ini Nakhoda LP Ma’arif Banyuwangi

LP Maarif Nahdlatul Ulama Banyuwangi merupakan salah satu aparat departementasi di lingkungan organisasi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi NU, pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Ini terbukti dengan banyak didirikannya Sekolah-sekolah NU di berbagai jenjang (MI, MTS, SMK) yang berdiri beberapa tahun terakhir ini di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah perlunya Regulasi yang mengatur kewajiban sekolah-sekolah berbasis NU untuk masuk dalam anggota LP Maarif NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Masykur berharap kepengurusan yang baru ini harus melanjutkan Program2 Kerja Almarhum H. Zaenal Arifin Salam yang belum terlaksana.

Dalam acara Silaturrahim dan Kordinasi ini PCNU mengambil sikap untuk mengisi kekosongan sekaligus mereformasi kepengurusan PC LP Maarif NU Banyuwangi dengan kepengurusan yang baru.

Disampaikanlah hasil keputusan PCNU tentang kepengurusan LP Maarif NU masa jabatan 2016 - 2018. Dalam surat keputusan tersebut, menetapkan H.M. Sodiq dari kecamatan Genteng sebagai ketua PC LP Maarif NU Banyuwangi yang baru. Selanjutnya dilaksanakan pelantikan oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH Abdul Kholiq Syafaat. (Anang Lukman Afandi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf menginstruksikan seluruh jajaran NU di tingkat Ranting, MWC, Cabang, dan Wilayah seluruh Indonesia untuk segera melakukan langkah-langkah yang kongkrit, terencana dan berkoordinasi dengan aparatur keamanan guna mewaspadai berkembangnya paham-paham yang dapat mengakibatkan terganggunya integritas nasional, misalnya berkembangnya paham ISIS, paham yang menolak Pancasila.

Instruksi ini dikeluarkan sehubungan dengan rekrutmen yang intensif yang dilakukan oleh ISIS, terbukti yang dilakukan pemuda-pemuda Indonesia, maupun warga Indonesia yang melibatkan diri di dalam kegiatan ISIS dengan pergi ke kawasan Suriah dan Irak.?

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Instruksikan Seluruh Jajaran untuk Waspadai ISIS

“Maka PBNU meminta seluruh warga NU dan pengurus NU, khususnya kepada gerakan pemuda Ansor untuk secara cermat membantu aparatus keamanan dengan memberikan informasi apabila terdapat kegiatan yang mencurigakan, termasuk kegiatan yang memakai cover ibadah, yaitu pergi umroh, yang kemudian diteruskan untuk perjalanan ke Suriah atau Irak,” tandasnya di gedung PBNU, Selasa (10/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam waktu yang bersamaan PBNU juga mengharapkan lembaga dakwah, lembaga pendidikan dan seluruh lembaga di lingkungan NU, untuk memberikan keterangan yang benar, menginformasikan, dan mensosialisasikan bahwa ISIS serta paham yang menolak NKRI bertentangan dengan prinsip NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita mengharapkan ada intensifikasi pemahaman yang benar tentang Islam, khususnya Islam Nusantara, yang diharapkan memberi topangan kuat bagi kelestarian NKRI,” tegasnya.

“Warga NU dan Muslim lainnya jangan sampai termakan mimpi-mimpi ISIS, yang seolah-olah menghidupkan kembali kekhalifahan Islam, tetapi sesungguhnya merobek-robek dunia Islam dengan mempertentangkan konsep Islam seperti jihad dan sebagainya dengan nilai universal yang penuh kebajikan dan perdamaian,” imbuhnya.

Mengenai mantan pengikut ISIS yang kembali lagi ke Indonesia, ia berharap agar mereka tidak dikucilkan, tetapi diajak dalam proses pemahaman yang benar dari sudut agama maupun dari sudut kepentingan negara dan bangsa.?

“Temani mereka dalam masalah kebangsaan dan global secara benar, bagaimana menjadi umat Islam yang tasamuh, tawazun, yang mendahulukan kemaslahatan daripada kekerasan.” ?

Disamping itu juga penting untuk memberi pemahaman agar umat Islam tidak terjebak pada upaya pihak lain yang memberi PR sehingga umat Islam tidak sempat membina diri, melalui pendidikan, pengembangan ekonomi dan sosial, karena disibukkan dengan isu yang temanya kekerasan.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, apa yang terjadi di ISIS, Boko Haram, Al Qaeda dan kelompok garis keras lainnya memperlihatkan Islam rahmatan lil alamiin yang dikembangkan NU menjadi relevan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Sholawat, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Seusai berbeda pendapat dan pilihan, umat Islam harus bijak dan santun, terus menebar kasih sayang, menjaga kedamaian dan mengedepankan persatuan, seperti yang dicontohkan Rasulullah dalam peristiwa Fathu Makkah abad 8 Hijriah silam.

Demikian pesan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat menyampaikan taushiyah dalam peringatan 100 hari wafatnya Buya KH Ja’far Aqil di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Rabu (16/7).

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

“Umat Islam di Indonesia harus mencontoh semangat rekonsiliasi yang disampaikan Rasululullah dalam peristiwa Fathu Makkah, di mana dalam peristiwa tersebut, Nabi mengamanatkan kepada para sahabatnya untuk berkasih sayang dan saling memaafkan, bukan untuk melampiaskan dendam,” ungkap Kang Said.

Kang Said mengisahkan, saat Rasulullah hendak memasuki kota Mekah bersama 15.000 orang sahabatnya, ada satu sahabat yang mengeluarkan yel-yel berupa kalimat “Al-yaum yaumul malhamah” dengan makna “Hari ini adalah hari pembalasan”. Mendengar itu, Nabi langsung mencegah dan menyarankan untuk mengubah yel tersebut dengan lebih santun.

“Mereka memaknai Fathu Makkah sebagai hari pembalasan. Yang dulu melukai kita balas luka kembali, yang dulu menghina kita hina kembali, yang dulu membunuh kita bunuh, yang dulu menganiaya kita aniaya kembali. Kemudian nabi mengkoreksi bukan yaumul malhamah, bukan hari pembalasan, melainkan Al-yaum yaumul marhamah, hari kasih sayang, hari rekonsiliasi dan memaafkan,” jelas Kang Said.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hikmah dari seruan Nabi Muhammad Saw tersebut, lanjut Kang Said, menjadikan kaum Quraisy bersimpati dan merasakan kedamaian yang menjadi prinsip agama Islam. Pada akhirnya, kafir Quraisy berduyun-duyun masuk Islam hingga agama rahmatan lil alamin tersebut menjadi kuat dan besar hingga sekarang ini.

“Untuk itu, kita sebagai umat Islam harus bisa saling memaafkan, bersikap santun, berkasih sayang, melupakan dendam, dan terus berkomitmen terhadap NKRI. Pemilihan presiden kemarin, meskipun tidak bisa diibaratkan sebagai perang, namun jangan sampai memecah belah bangsa Indonesia,” lanjutnya. (Sobih Adnan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 Desember 2017

Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Sukahening Kabupaten Tasikmalaya mengadakan bakti sosial terhadap rumah tidak layak huni milik Nenek Juarsih (97), warga Kp. Anggeukleung, Desa Sukahening, Ahad (11/6).

?

Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sukahening Bantu Bedah Rumah Warga

Sebelum dibongkar, rumahnya hanya berdinding bilik, bertiang bambu ala kadarnya. Kondisinya sangat mengkhawatirkan jika sewaktu-waktu roboh. Dari situlah PAC Ansor Sukahening terketuk hati untuk segera bergerak cepat. Demikian dikatakan oleh Asep Yoyo, Ketua PAC GP Ansor Sukahening.

"Terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ini, sahabat-sahabat Ansor, Banser, dan pihak lainnya, khususnya kepada Pepen Supendi sebagai pembina Ansor Sukahening yang telah membantu moral bahkan morilnya," Asep.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Momoh sebagai anak sulung dari Nenek Juarsih, merasa senang dan terharu atas perhatian Ansor Banser yang peduli atas rumah sederhananya ini.?

“Intinya kita semua Gerakan Pemuda Ansor Sukahening ikut membantu gotong royong sesuai kadar kemampuan, apalagi sekarang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah sekaligus bedah rumah,” tandasnya. (Abdullahi/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. PCNU Kota Cilegon Banten mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar perusahaan yang mempekerjakan orang asing dan pribumi diupah dengan seimbang. Kuota tenaga kerja pribumi juga harus lebih banyak daripada orang asing. 

“Kami dari PCNU Kota Cilegon mendesak kepada Pemkot Cilegon agar memperketat izin orang asing untuk bekerja ataupun tinggal di Wilayah Cilegon,” kata KH. Hifdullah selepas kegiatan bahsul  masail PCNU Kota Cilegon beberapa waktu lalu.

NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Cilegon Desak Pemerintah Upayakan Kesamaan Upah

KH. Hifdullah juga berpandangan, kehadiran para pekerja asing asal Korea di Kota Cilegon berpotensi akan mengubah budaya dan perilaku masyarakat, yang cenderung akan semakin jauh dari nilai-nilai ajaran Islam. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Berdasarkan laporan dari warga Nahdliyin yang masuk kepada kami, banyak sekali warga asing terutama Korea yang membawa budayanya ke Cilegon. Bahkan pada saat bulan Ramadhan, restoran yang menyajikan menu Korea buka di siang hari, dan ini jelas sekali menyalahi pertauran pemerintah. Kami siap mengawal apabila ada organisasi atau instansi yang terkait untuk melakukan pengawasan terhadap pekerja asing, terutama Korea,” tegas KH. Hifdulloh.

Karena itulah PCNU juga mendesak supaya pemerintah membuat lembaga yang memberikan pengawasan orang asing di Cilegon. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Erwin Harahap mengatakan, untuk masalah warga negara asing yang bekerja di Cilegon, pihaknya sudah cukup ketat dalam memberikan izin. Dokumen tenaga kerja asing yang masuk semuanya sudah lengkap. Bahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan membentuk tim untuk mendatangi KS-Posco dan mengecek jumlah pekerja orang asing. 

"Apakah sudah sesuai dengan yang dilaporkan atau tidak. Kalau terjadi penyimpangan, akan kami beri tindakan tegas. Untuk mempelajari hal tersebut, kami butuh payung hukum seperti apa penerapannya. Untuk itu tanggal 2 September besok, kami akan lakukan studi banding ke Batam terkait penanganan pekerja asing,” terang Erwin. 

Seperti diketahui, menurut PCNU Kota Cilegon, perkembangan investasi Korea Selatan makin pesat di Kota Cilegon. Kemudian pekerja asal Korea yang berdatangan dan menetap di Kota Cilegon.

Redaktur    : Abdullah ALawi 

Kontributor: AA Candra Zaini  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sambutan Ketua Umum PBNU

Alhamdulillah berkat dan rahmat dari Allah SWT, Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama ini bisa terlaksana dengan penuh semarak dan penuh hidmat.

Hal ini tidak lain berkat dukungan dari semua pihak, baik dari kalangan alim ulama, kalangan pejabat dan kalangan pengusaha. Dan yang tidak kalah pentingnya  adalah berkat pengabdian, sumbangan yang tulus tak terhingga dari rakyat atau masyarakat di sekitar pesantren.

Sambutan Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Ketua Umum PBNU

Hanya NU organisasi yang berani menyelenggarakan hajat nasional bertempat pesantren di desa terpencil. Tahun 1983-1984  lalu NU menyelenggarakan Munas dan Muktaar di desa terpencil Asembagus di Situbondo sana. Tetapi ingin di desa terpencil itu NU menegaskan kembali ke Khittah 1926 dan menegaskan di hadapan rakyat dan dihadapan presiden yang hadir di desa itu bahwa Pancasila dan NKRI harga mati. Tahun 1986 NU juga menyelenggarakan Munas di desa terpencil Kasugihan Cilacap di situ ditelorkan gagasan besar  mengenai pembangunan Nasional dan konsep Ijtihad yang mampu menggerakkan dunia pemikiran Islam. Lalu tahun 1987 NU menyelenggarakan Munas di Bagu, sebuah desa terpencil di Nusa Tenggara Barat. Di situ NU mengeluarkan keputusan dibolehkannya wanita menjadi presiden, yang saat itu dianggap masih sangat controversial.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekarang NU kembali mengadakan Munas- Konbes di desa yaitu di pesantren Kempek di desa yang sederhana ini yang mungkin masih banyak kekurangan di sana sini, baik fasilitas maupun cara penyambutannya, yang memang semuanya dipersiapkan dengan mendadak. Tetapi kami berharap kekurangan yang ada ini tidak menghalangi kita untuk merumuskan dan melahirkan gagasan-gagasan besar seperti Munas-Kobes sebelumnya, yang diharapkan oleh umat dan bangsa ini. Karena para ulama, para kiai yang biasa hidup sederhana dan selalu bekerja keras, bisa berkarya besar tanpa harus dengan fasilitas lengkap. Banyak kaia melahirkan karya besar yang mempengaruhi dunia justeru dari pesantren terpencil.

Hadirin sekalian

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kali ini NU sengaja menyelenggarakan hajat penting ini di pesantren desa, karena NU saat ini bertekad untuk kembali ke pesantren, baik secara spirit dan secara fisik. Di tengah kehidipan yang serba materialistis dan pragmatis ini kita mencoba untuk kembali pada spirit pesantren yang mengutamakan nilai kejujuran, pengabdian, kesederhanaan, gotong royong, kebersamaan. Kembali secara spirit dan filosofis ini perlu disertai kembali secara fisik, karena dengan kembali ke pesantren, kita dihadapkan pada fasilitas seadanya, dilayani secara apa adanya. Tetapi dari sini bisa kita bangkitkan pola hidup sederhana dan kebersamaan.

Kita berani menyelenggarakan kegiatan nasional di desa karena melihat kesiapan masyarakatnya. Meskipun mereka tidak terbilang kaya, tetapi mereka dermawan yang siap membantu pelaksanaan Munas ini dengan penuh semangat dengan menyumbangkan harta dan tenaganya. Sejak menjelang munas mereka telah menyumbangkan beras, sapi, sayuran secara suka rela dan mereka melakukan kerjabakti membersihkan kampong, jalan dan saluran air demi menyambut peserta Munas. Ini menujukkan bahwa kswadayaan masyarakat masih ada, kegotongroyongan masih ada. Ini berarati Pancasila masih ada, Pancasila masih hidup dan berkembang di masyarakat dalam bentuk nyata. Itulah cara NU dan kaum pesantren ber-Pancasila.

Hadirin yang terhormat  

Dengan menyenggarakan Munas di pesantren desa sebenarnya kita ingin menjunjung martabat rakyat ternyata mereka bisa. Hal itulah yang dilakukan rakyat ketika membantu memberikan perlindungan dan menyokong logistic tentara pejuang yang memerdekakan negeri ini. Dan ternyata semangat juang rakyat masih ada. Terbukti saat ini mampu menyelenggarakan Munas di Pesantren Kempek ini. Ini menunjukkan bahawa Semangat proklamasi semangat perjuangan 1945 maasih  ada pada rakyat kita, walaupun  mereka generasi baru, tetapi mendapatkan warisan spirit dari orang tua, guru dan para ulama, agar menjadi pejuang dan pembela Indonesia.

Cita-cita Rakyat, cita-cita bangsa itulah yang kemudian kita anggap menjadi tema  Munas Alim Ulam dan Konbes NU ini mengangkat tema Kembali ke Khittah Indonesia 1945, yang tidak lain adalah ajakan untuk kembali pada semangat  Proklamasi untuk membangun Indonesian yang merdeka dan berdaulat. Kermbali pada nilai-nilai luhur Pancasila dan juga  kembali kepada amanat Mukadimah UUD 1945. Dari situ pula NU mengajak semua pihak untuk mengevaluasi proses perjalanan bangsa ini baik bidang peolitik, ekonomi dan budaya. Kebebasan perlu dibuka, tagar muncul kreativitas dan tanggung jawab. Semuanya akan dibahas dan diputuskan sebagai landasan kerja NU ke depan.

Sebagai tuan rumah sekali lagi kepada semua pihak yang  telah membantu terlaksananu Munas-Konbes ini kami ucapkan banyak terima kasih jaza kumullah khairal jaza. Dan juga kami tidak lupa mohon maaaf atas segala kelemahan, kekurangan dalam penyelenggaraaan Munas-Konbes ini, kekorang sopanan dalam menyambut para kiai, dan segenap undangan. Ini semua bukan kesengajaan tetapi hanya itu kemampuan kami. Maka semuanaya mohon dimaafkan. Wallaul muwafiq ila aqwamit thariq.  

Cirebon, 17 September 2012

Dr. KH. Said Aqil Siroj 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Sukoharjo. Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekitar tujuh ribu jamaah tumplek blek di Balai Desa Mulur Kecamatan Bendosari Sukoharjo, hadiri pengajian bertajuk “Jamaah bertanya Kiai menjawab” yang digagas Pengurus Wakil Cabang (MWC NU) Bendosari bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Sukoharjo, Rabu malam.

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Kiai Muhammad Adib Zein dan Kiai Ahmad Baidlowi selaku narasumber mengupas sekitar thaharah. Sedikitnya ada tujuh jamaah bertanya secara langsung dan sembilan bertanya melalui SMS. Walau membicarakan tema thaharah, tapi jamaah ada yang bertanya tentang berbagai hal diantaranya soal, hukum makan bekicot, hukum makan daging anjing, yang di duga kelompok lain menghalalkan daging anjing, tata cara menyembelih hewan, dan kedudukan perempuan datang bulan yang mengikuti pengajian di masjid, dan lain sebagainya.

Pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, acara pengajian Jamaah Bertanya Kiai Menjawab identik dan menjadi “tandingan” pengajian kelompok lain di Solo Raya yang juga memakai metode sama, cuma bedanya yang ditanyakan selalu seputar hukum ziarah kubur, tahlilan bid’ah, dan kalau ada pertanyaan lain sang ustadz selalu berupaya mengarahkan dan menyinggung tata cara amaliah NU yang dianggap keluar dari tuntunan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Ketua PCNU Sukoharjo Muhammad Nagib Sutarno, model pengajian ala NU mengupas kitab kuning, lalu santri (jamaah) bertanya, harus digalakkan lagi di kalangan NU secara massif agar jamaah mengetahui secara mendalam berbagai persoalan baik ubudiyah maupun lainnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di sisi lain, jamaah terjaga dari pemahaman dari luar yang “menyerang” amaliyah NU. “Pengajian ini rutin dilakukan oleh NU Sukoharjo, untuk membangun soliditas jamaah,” kata Sutarno.

Sementara itu Ketua MWC NU Bendosari Agus Purwanggono menjelaskan, suksesnya pengajian ini tak lepas dari partisipasi semua pihak. Tampak hadir diantaranya Kepala Desa Mulur, Muspika Kecamatan Bendosari, pengurus GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, Jatman dan lain-lain. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Cecep Choirul Sholeh    

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah