Kamis, 14 Desember 2017

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah digelar beberapa waktu lalu dengan rangkaian penilaian oleh beberapa Tim Penilai, Pelaksanaan Lomba Ranting NU dan MWCNU di Kabupaten Pringsewu telah selesai dilaksanakan dan siap diumumkan hasilnya. Pengumuman Lomba yang di ikuti oleh 9 MWC NU dan 131 Ranting NU yang ada di Kabupaten Pringsewu tersebut akan diumumkan pada 19 Januari 2017 mendatang.

"Pengumuman akan kita dibarengkan dengan Kegiatan Awal Rangkaian Peringatan Hari Lahir Jamiyyah NU ke 91 tahun 2017 tingkat Kabupaten Pringsewu," Demikian kata Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrahim disela rapat persiapan kegiatan tersebut di Gedung NU, Jumat (6/1).

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba

Mas Taufik, sapaaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan lomba tersebut, kesemangatan para pengurus dalam berkiprah memperbaiki organisasi disetiap tingkatannya semakin meningkat. "Seluruh tingkatan kepengurusan saat ini sudah tertata rapi khususnya bagian administrasinya. Koordinasi antar penguruspun semakin intens dilakukan," jelasnya.

Hal ini menurutnya sesuai dengan harapan awal dicetuskannya kegiatan lomba tersebut. Diharapkan melalui lomba tersebut para pengurus lebih termotivasi untuk berkhidmah untuk umat melalui Jamiyyah NU yang kuat.

"Sekarang ini kita solid satu barisan untuk lebih mensyiarkan NU di Kabupaten Pringsewu. Alhamdulillah seluruh tingkatan NU, Banom, Lembaga sudah komit untuk mewujudkan Jamaah dan Jamiyyah yang kuat," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada pengumuman hasil lomba nanti, para pemenang akan mendapatkan berbagai macam hadiah yang sudah disiapkan oleh Panitia. "Pemenang terdiri dari 3 Juara dari dari tingkat MWC dan 3 Juara Ranting dari masing-masing MWC," jelasnya. Acara pengumuman nanti akan dihadiri oleh seluruh Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting, Badan Otonom dan lembaga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada acara pengumuman tersebut juga akan dilaksanakan dialog amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah serta penguatan organisasi oleh seorang Ulama NU nasional yaitu KH. Marzuki Mustamar. "Beliau adalah ulama yang terkenal dengan kitabnya Al Muqtatofat Li Ahlil Bidayat yang sangat penting dipelajari dan dipahami oleh warga NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Rochmad Romdoni mengungkapkan rasa syukur karena izin program studi S1 Pendidikan Kedokteran untuk Unusa sudah turun.

“Prodi Pendidikan kedokteran melengkapi Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, selain dua prodi yang sudah turun izinnya, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan,” katanya, Selasa (22/7).

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

?

Menurutnya, setelah dilakukan analisis dan visitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan Dikti terhadap FK Unusa, Fakultas Kedokteran UNUSA sudah layak menerima mahasiswa karena persyaratan sudah terpenuhi. Kemudian dilanjutkan dengan turunya ijin operasional dari Ditjen Dikti bertepatan bulan Ramadhan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Unusa sangat berterimakasih dengan KKI , Ditjen Dikti Kemendikbud karena mempercayai Unusa membuka pendidikan kedokteran, meski diberi kuota mahasiswa Kedokteran sebanyak 50 mahasiswa, untuk melayani puluhan ribu pesantren-nya, hal ini merupakan langkah maju buat perkembangan pesantren” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sangat mendukung langkah KKI dan Dikti itu untuk membatasi kuota kedokteran setiap Universtas karena profesionalitas seorang dokter itu penting,” jelasnya. Menurutnya, profesionalisme tersebut menyangkut nyawa seseorang.

Tahun ajaran 2014-2015 Unusa menerima kuota mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan pertama sebanyak 50 mahasiswa baru,” katanya. Fasilitas dua rumah sakit yang dimiliki UNUSA RSI Jemursari dan RSI A Yani, dosen berpengalan, kampus dan kelas modern serta dukungan IT yang memadahi diharapkan mendukung proses belajar mengajar FK.

Tahun ini bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan dokter di UNUSA sengaja dibatasi kuotanya agar dijamin kualitas lulusannya. Yang terpenting pendidikan dokter UNUSA sangat jelas arahnya karena akan mendukung program kesehatan yang berada di pondok pesantren wilayah Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya seperti POSKESTREN (Pos Kesehatan Pesantren) sehingga kualitas kesehatan para santri menjadi lebih baik lagi.

Hingga kini, Unusa memiliki 15 prodi pada lima fakultas yakni S1 Keperawatan, S1 Gizi, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Ners (Fakultas Ilmu Kesehatan); S1 Pendidikan dokter (terbaru), S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan (Fakultas Kedokteran); S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik Elektro (Fakultas Teknik); S1 Manajemen dan S1 Akuntansi (Fakultas Ekonomi); dan S1 PGSD, S1 PG PAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris (FKIP).

“Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, FKIP (Keguruan), dan Teknik akan melakukan perkuliahan di Kampus A Jalan SMEA, Wonokromo, sedangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Kedokteran akan melakukan perkuliahan di Kampus B di belakang RSI Jemursari,” katanya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, PonPes, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Amalan, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan kajian Tafsir Surat Al Maun pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU, Ahad (19/3). ? Ia menganjurkan untuk tidak merasa lebih dari yang lain, apalagi dibarengi dengan merendahkan mereka.?

"Rasa lebih hebat dari orang lain dan suka merendahkan orang lain termasuk bagian dari penjabaran makna hakiki dari perilaku menghardik para yatim," katanya menjelaskan surat Al Maun yang sebagian diturunkan di Makkah dan sebagian diturunkan di Madinah.

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Abah Sujadi, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa salah satu makna hakiki dari yatim berdasarkan kitab Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan pada kajian tersebut adalah orang tidak mempunyai kapasitas dan memiliki kondisi yang memerlukan perhatian.

Jika seseorang suka merendahkan orang lain yang membutuhkan perhatian, maka menurutnya, orang tersebut termasuk golongan yang sudah mendustai agama sebagaimana ditegaskan dalam ayat pertama surat Al-Maun tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Orang yang mendustakan agama adalah yang menghardik yatim, tidak memberikan makan orang miskin, lalai dalam shalat, orang yang senang pamer atau riya dan orang yang mencegah dari perbuatan kebaikan," terangnya mengutip arti surat Al-Maun yang memiliki makna kebaikan ini.

Kiai alumnus Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini juga menjelaskan bahwa surat Al-Maun merupakan surat yang strategis dan mendapatkan perhatian lebih dari surat lain di Al-Quran.?

Hal ini, menurutnya, karena surat ini dimulai dengan kalimat pertanyaan yang memiliki makna bukan untuk dijawab, tspi untuk menekankan pentingnya memperhatikan apa isi dari yang disampaikan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam surat ini tertulis juga kata “dzalika” yang berarti itu bukan bukan “hadza” yang berarti ini. Bahasa seperti ini menyiratkan bahwa orang yang suka merendahkan orang lain dan bangga dengan posisinya termasuk orang yang jauh dari Allah SWT," jelas kiai yang energik dan murah senyum ini.

Oleh karenanya, ia mengajak untuk senantiasa menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang memang memerlukan perhatian terutama anak-anak yatim.

"Perhatian kepada yatim juga mennunjukkan kesungguhan dalam beragama. Jangan sekali-kali mengurusi anak yatim untuk urusan dunia. Keberkahanan akan datang kepada yang ikhlas merawat anak-anak yatim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Desember 2017

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Surabaya,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur tengah membentuk tim khsusus, yakni Ansor Banser Cyber serta Satgas Antihoax. Tim ini secara khusus bertugas meminimalisir informasi bohong atau berita hoax yang beredar di media sosial.

"Tim ini memiliki scope (cakupan, red.) yang luas. Jejaringnya secara nasional, dan memproteksi kegiatan-kegiatan komunitas NU dan NKRI, terutama di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya, dari cyber attack," kata Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim Bidang IT Media dan Infokom M Nur Arifin, di Surabaya, Senin (16/1).

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Menurut Arifin, Satgas Antihoax berfungsi untuk meminimalisir dampak negatif, fitnah dan ujaran kebencian di jagad maya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini, lanjut dia, proses rekrutmen Ansor Banser Cyber (ABC) sedang berjalan. Usai dilakukan seleksi, mereka akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat Satgas Antihoax tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saat ini (seleksi) sudah mulai berjalan. Kami ingin memperkuat kapasitas kelembagaan khusus ini," kata pria yang juga Wakil Bupati Trenggalek ini.

Sementara Kasatkorwil Banser Jatim H Abid Umar menambahkan, proses seleksi anggota Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax diambil dari anggota berbagai satuan Banser di berbagai daerah di Jatim. "Mereka adalah kader-kader terbaik Ansor dan berbagai satuan Banser di Jawa Timur," ujar Abid.

Usai seleksi, para calon anggota tersebut akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus sebelum mereka diterjunkan untuk menjalankan tugas sebagai Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax.

Abid juga menyebut, pembentukan tim khusus ini dipicu oleh mulai masifnya penyebaran berita atau informasi hoax. Sebab, penyebaran berita hoax rentan merusak harmoni kehidupan sosial masyarakat, merusak kerukunan antarumat beragama dan acaman terhadap keutuhan NKRI.

"Kami tidak ingin berita yang tidak benar ini bergulir dan menjadi bola liar. Kasihan masyarakat yang tidak tahu kebenarannya menyerap (informasi hoax) dan menyakininya, padahal tidak benar, " tegasnya.

Selain itu, lanjut Abid, Ansor Jatim akan terus mengkampanyekan literasi media sosial yang sehat dan santun. "Juga kami akan terus melakukan tindaka preventif dan represif," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Fragmen, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah melalui beberapa tahapan persidangan, akhirnya forum Konferensi Wilayah Luar Biasa? Fatayat NU Sumatera Barat menetapkan Betri Murdiana sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat? Nahdlatul Ulama Sumatera Barat masa khidmah 2015-2020.

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Betri Murdiana yang merupakan komisioner Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman terpilih setelah suaranya mengungguli calon lainnya Desri Nora, dosen Universitas Negeri Padang. Siti Masrifah dari Pimpinan Pusat Fatayat NU yang memimpin sidang menetapkan Betri Murdiana sekaligus sebagai ketua formatur untuk membentuk kepengurusan dalam waktu sesegera mungkin.

Pembentukan kepengurusan secepatnya dibutuhkan karena Fatayat NU akan menggelar Kongres Nasional di Surabaya. “Sehingga PW Fatayat NU Sumbar dapat menjadi peserta kongres ke depannya,” kata Siti Masrifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggota DPR RI ini berharap Fatayat NU Sumatera Barat mampu kembali aktif dan melihatkan eksistensinya di Sumatera Barat karena dulu banyak tokoh perempuan minang yang lahir dari Sumatera Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Konferwil Fatayat yang digelar di Aula PWNU Sumbar Sabtu (22/08) tersebut Betri Murdiana mendapatkan 8 suara, sementara Desri Nora memperoleh 3 suara, dari 11 suara cabang yang hadir.

Dalam pidatonya setelah pemilihan, Batri mengharapkan dukungan semua pihak baik Cabang Fatayat se-Sumatera Barat maupun Pimpinan Pusat Fatayat sebagai pimpinan tertinggi. Ke depan dia menginginkan Fatayat NU Sumbar dapat melakukan kaderisasi perempuan muda di Sumatera Barat dan berharap ada upaya membangkitkan mutu perempuan muda minang.

Di samping Siti Masrifah juga hadir pengurus Pimpin Pusat Fatayat yang juga Sekretaris Tim carataker Efri Wahidbah Nasution, Ketua PW ISNU Masrul yang juga calon Rektor Unand, Sekretaris KNPI Sumbar Deri Rizal, serta dari Pengurus Wilayah NU, PKC PMII Sumbar, PW IPPNU, dan lembaga lainnya di lingkungan NU. (Afriendi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban

Oleh: M. Imaduddin 



Dominasi kaum Yahudi yang menyingkirkan bangsa Arab secara politik dan ekonomi di Yastrib menimbulkan pertikaian di sana. Klan Aus dan Khazraj, sebagai penduduk pribumi Yatsrib mencari sosok pemimpin Arab yang mampu mengangkat martabat dan membebaskan mereka dari belenggu penindasan Yahudi.

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hijrah, Momentum Persatuan dan Spirit Peradaban

Memang sudah lama ada desas-desus di kalangan Yahudi, berdasarkan informasi dalam Kitab Taurat, bahwa akan datang seorang mesias dan nabi akhir zaman yang akan memimpin dan menyelamatkan umat manusia dengan ciri-ciri yang juga disebutkan dalam Taurat. Namun, kalangan Yahudi kecewa, karena sosok tersebut adalah seorang Arab, bukan Yahudi dan tinggal di Makkah. Informasi ini kemudian di simpan rapat-rapat oleh kalangan Yahudi. 

Tapi Informasi tersebut bocor juga kepada kaum Arab Yatsrib. Mereka mendengar di Mekkah ada sosok yang ciri-cirinya persis yang digambarkan oleh Taurat. Sosok itu bernama Muhammad putera Abdullah dari klan Hasyim. 

Berangkatlah perwakilan Aus dan Khazraj ke Mekkah. Sesampainya di Mekkah, mereka memohon kepada Muhammad SAW agar berkenan menjadi pemimpin mereka, serta bersumpah setia untuk mematuhi dan membelanya. Peristiwa ini dikenal dengan Baiat Aqabah I. Setelah itu datanglah lagi gelombang kedua dari Yatsrib dengan jumlah yang lebih besar. Peristiwa ini dikenal dengan Baiat Aqabah II. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muhammad SAW kemudian hijrah menuju Yatsrib bersama pengikut-pengikutnya. Beliau berangkat paling akhir bersama Abu Bakar pada malam hari. Kedatangan Muhammad SAW disambut gegap gempita oleh penduduk Yatsrib. 

Langkah pertama yang dilakukan Muhammad SAW adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin yang datang dari Mekkah dan kaum Ansor penduduk asli Yatsrib. Kedua, mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah Al Munawwarah yang bermakna kota yang terang benderang. Ketiga membentuk konstitusi Madinah dengan kesepakatan seluruh suku-suku di Madinah, yakni Suku Quraisy, Aus, Khazraj, dan empat suku Yahudi: Bani Nadhir, Musthaliq, Quraizhah, dan Qainuqa. Perjanjian ini dikenal dengan Piagam Madinah. Sebuah konstitusi pertama yang terbentuk dari masyarakat yang plural. 



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di antara isi Piagam Madinah adalah:

1. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.

2. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.

3. Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.

4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.

5. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menhadapi musuh.

6.Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.

7. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.

8. Semua penduduk Madinah dijamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat.

Dari perjanjian ini tampak bahwa Rasulullah SAW tidaklah mendirikan negara Islam, melainkan sebuah negara yang berdasarkan kesepakatan unsur-unsur yang menghuni negara Madinah. Dari sinilah kemudian lahir istilah masyarakat madani. Masyarakat yang berperadaban. 

***

Di Jakarta,1300 tahun tahun kemudian, tepatnya tanggal 18 Agustus 1945, panitia 9 yang terdiri dari: Ir. Sukarno, Drs. Muhammad Hatta, KH. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abdul Kahar Muzakir, A. A. Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. Muhammad Yamin menyepakati dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara serta menetapkan UUD 1945. 

Memang, sempat ada ketegangan perihal sila pertama dalam Piagam Jakarta. Pihak Indonesia Timur yang diwakili oleh A. A. Maramis menuntut penghapusan 7 kata pada sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya" hanya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" saja. Jika tidak dihapus maka Indonesia Timur akan memisahkan diri dari republik yang baru saja kemerdekaannya diproklamasikan itu. Namun pada akhirnya pihak Islam, demi persatuan, lapang dada untuk menerima penghapusan 7 kata tersebut. 

Toh secara dalam pandangan para ulama, walaupun tidak dituliskan 7 kata tersebut, kenyataannya umat Islam tetap wajib menjalankan syariat Islam. Meski dalam beberapa hukum tertentu seperti hudud dan jinayat tidak bisa diterapkan oleh negara, namun hal ini mengikuti kaidah fiqh yang berbunyi "menolak kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil kebaikan". Implementasinya, persatuan lebih diutamakan daripada perpecahan. Selain itu, pada saat itu bangsa yang baru saja merdeka ini, masih terancam oleh keinginan Belanda untuk menguasai Indonesia kembali. 

Apakah hari ini kaidah itu masih berlaku? Menurut saya jelas masih berlaku. Karena hingga kini, bayang-bayang perpecahan bangsa masih menghantui. Ingat, sepanjang sejarah bangsa ini masih banyak terjadi konflik yang berlatarbekalang agama. Apalagi akhir-akhir ini jurang perpecahan semakin menganga akibat perbedaan pandangan politik dan pemahaman ekstrem dan radikal. 

Pancasila adalah konsensus nasional para pendiri bangsa ini, yang setengahnya adalah para ulama. Lalu ketika ada kelompok yang ingin mengganti dasar negara ini dengan ideologi lain, maka hal itu merupakan pengkhianatan terhadap bapak-bapak bangsa kita. Pengkhiatan kepada para ulama dan santri serta para pejuang yang telah memerdekakan bangsa ini. 

***

Walhasil, hijrah merupakan momentum persatuan, sebagaimana Rasulullah SAW mempersatukan masyarakat Madinah yang berbeda etnik dan agama dalam sebuah konsensus yang disebut Piagam Madinah. Rasul SAW berhasil membangun masyarakat Madinah yang berbeda-beda dalam sebuah negara untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam bahasa kita kini: Bhineka Tunggal Ika. 

Semangat hijrah juga merupakan semangat membangun peradaban. Peradaban dalam bahasa Arab diungkapkan dengan "tamaddun", "madaniyah". Istilah ini berasal dari kata madinah. Ketika Rasulullah SAW mengganti nama Yatsrib dengan Madinah, tentu beliau memiliki maksud, yakni bahwa Rasulullah SAW ingin membangun sebuah peradaban.

Dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Dan Rasulullah SAW telah memulai itu. Di Madinah beliau SAW meletakkan dasar-dasar pemerintahan, sistem ekonomi, dan ilmu pengetahuan melalui ajaran Islam yang dibawa beliau SAW. Dari sinilah Islam kemudian menyebar ke Afrika, Asia, dan Eropa. 

Islam adalah agama peradaban. Artinya agama yang membangun peradaban. Islam berkembang dan tersebar luas bukan oleh ekspedisi militer, bukan juga oleh gerakan politik. Islam maju dan berkembang karena Islam membangun peradaban. Karena itulah hijrah dijadikan sebagai awal dari kalender Islam. 

Perdaban Barat yang maju hingga menemukan bentuknya seperti saat ini karena bersentuhan dengan peradaban Islam dalam perang salib. Jika tak ada perang salib, mustahil barat mampu mencapai kemajuan seperti saat ini. 

Selamat tahun baru Hijriah 1439 H, mari jadikan hijrah sebagai momentum persatuan dan spirit membangun peradaban.





Penulis adalah Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Ahlussunnah, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah