Sabtu, 04 November 2017

Meski Bahas Politik, Munas Bukan untuk Jatuhkan Presiden

Kempek, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berjanji bahwa Munas dan Konbes Alim Ulama NU di Pesantren Kempek, Palilaman, Cirebon pada 14-17 September 2012 ini meski membahas berbagai pesoalan politik, pajak, kedaulatan pangan, ekonomi kerakyatan, dan sebagainya bukan berarti untuk menjatuhkan Presiden RI. Bahwa NU akan mengkritisi kebijakan pemirintah yang tidak berpihak pada rakyat dalam kerangka amar ma’ruf nahi munkar.

?

“Jadi, NU akan selalu bersama dengan pemerintah selama pemerintah bersama rakyat. Sebaliknya, kalau pemerintah meninggalkan rakyat maka NU akan memberikan masukan sebagai kritik, dan kalau pemerintah melanggar konstitusi, maka akan menyerahkan pada MPR dan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga yang berwenang untuk menyelesaikan masalah itu,” tandas Said Aqil Siradj pada wartawan di arena Munas NU di Pesantren Kempek Cirebon, Jumat (14/9) malam.

Meski Bahas Politik, Munas Bukan untuk Jatuhkan Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Bahas Politik, Munas Bukan untuk Jatuhkan Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Bahas Politik, Munas Bukan untuk Jatuhkan Presiden

Hadir dalam acara ramah tamah dengan peserta Munas NU dan wartawan tersebut antara lain Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Wakil Ketua Umum H Asa’d Said Ali, Sekjen H Marsudi Suhud,? Bendahara Bina Suhendra, Wasekjen Abdul Mun’in DZ dan shohibut bait KH Ja’far Shodiq Aqil Siroj.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada soal bayar pajak. Di mana dalam Islam yang wajib itu membayar zakat, sedangkan pajak juga wajib dalam kerangka taat pada pemerintah (ulil amri), tapi ketika pajak rakyat itu ternyata dikorupsi, maka lanjut Said Aqil mempertenyakan, apakah masih wajib membayar pajak tersebut? “Padahal pajak itu wajib diperuntukkan-tasharrufkan untuk kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu ada shodaqoh politik. Menurut Said Aqil, biasanya shodaqoh politik tersebut dilakukan pejabat dan tokoh politik dengan memberikan uang atau barang kepada pesantren dan kiai. “Tapi, bagaimana kalau shodaqoh politik itu bertujuan mendapatkan dukungan politik, apakah itu haram atau bagaimana? Kiai dan ulama NU dalam Munas inilah nanti yang akan menjawab,” tegas Said lagi.

Juga ada masalah qonuniyah atau perundang-undangan. Baik UU perbankan, ketahanan pangan, air, Migas dan sebagainya. UU yang tidak pro rakyat kata Said Aqil, maka Munas NU ini akan memberikan masukan pada pemerintah agar dirubah menjadi pro rakyat. “Misalnya NU akan memperjuangkan petani dengan subsidi yang memadai untuk? mempertahankan ketahanan pangan. Karena kalau pemerintah mamapu memberikan subsidi BBM sebesar Rp 200 triliun lebih, kenapa tidak untuk petani?”? ungkapnya mempertanyakan.

Munas juga akan membahas Pemilukada dalam perspektif Islam, pendidikan, politik luar negeri dan sebagainya dalam semangat Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD NRI 1945, dan NKRI. Karena itu tema besar Munas ini adalah ‘Kembali ke Khittah Indonesia 1945. ?

“Bangsa ini harus melupakan SARA, singkirkan diskriminasi agama, etnis, suku dan golongan, melainkan harus menumbuhkan kembali semangat nasionalisme yang sedang luntur. Karena hanya dengan nasionalisme, bersatu inilah bangsa ini menang melawan penjajahan dan merdeka. Jadi, tak ada lagi aku, kamu, tapi yang ada adalah kita bersama sebagai bangsa,” tutur Said.

Itu antara lain agenda yang akan dibahas dalam komisi-komisi Munas NU. Sementara sebagai pembicara akan hadir antara lain Menko Polhukkam Djoko Suyanto, Mahkamah Konstitusi, Mendikbud M Nuh, Menkokesra Agung Laksono, Menakertrans A Muhaimin Iskandar, Menteri PDT Hilmy A Faisal Zaini, Menpera Djan Faridz, dan para ahli di bidangnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis? : Munif Arpas

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergantian tahun baru Hijriyah, diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan taqwa. Segenap kebaikan di tahun lalu, mesti diniatkan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya.

“Momen tahun baru, ayo ada peningkatan. Dari yang jelek menjadi baik. Semisal kita ubah kebiasaan membuang sampah sembarangan, ini juga berat,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada pengajian Akbar Dzikir dan Sholawat untuk memperingati Tahun Baru Hijriyah 1437 H di depan Balaikota Solo, Sabtu (31/10) malam.

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tahun Baru, Momen Peningkatan

Habib Syech juga menerangkan anjuran untuk selalu berbuat baik dan tidak mengambil hak orang lain. Karena itu, diharapkan selalu menyelesaikam kewajiban kepada sesama manusia, terutama dalam hal utang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bahkan meski kepada orang non muslim pun kewajiban itu harus tetap harus dikembalikan,” tutur pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara pengajian ini. “Solo kota sholawat. Semoga dapat menjadikan umat Islam bersatu, rukun,” ujarnya.

Sementara itu, Budi mewakili pihak Pemerintah Kota Solo ikut mendukung penuh kegiatan Solo Bersholawat. Bahkan agenda serupa sudah dijadwalkan kembali pada tahun depan, tepatnya pada 22 Oktober 2016.

“Kita butuh forum-forum pengajian seperti ini untuk meningkatkan religi masyarakat. Pemkot Solo sudah menetapkan tahun depan akan ada kegiatan serupa pada 22 Oktober yang bertepatan dengan Hari Santri,” ujar Budi.

Pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, acara pengajian tahunan ini dihadiri oleh puluhan ribu jamaah, yang datang dari berbagai daerah. Jamaah memenuhi jalanan koridor Sudirman, mulai depan Balaikota hingga ke perempatan BI. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tertimpa Pohon Tumbang, Madin Nurul Jadid Lakukan Perbaikan

Sragen, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai disapu angin puting beliung dan tertimpa pohon tumbang, Madrasah Diniyyah Nurul Jadid dusun Karangatengah desa Toro Kacangan kecamatan Sumberlawang, Sragen saat ini tengah melakukan perbaikan gedung tempat belajar para santri.

Menurut pengasuh Madin Nurul Jadid Maryono, puting beliung telah menyapu pepohonan di sekitar madin. Pepohonan tumbang itu kemudian menimbun tempat belajar santri.

Tertimpa Pohon Tumbang, Madin Nurul Jadid Lakukan Perbaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tertimpa Pohon Tumbang, Madin Nurul Jadid Lakukan Perbaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tertimpa Pohon Tumbang, Madin Nurul Jadid Lakukan Perbaikan

“Peristiwa itu terjadi sekitar akhir April lalu. Saat ini sudah mulai diperbaiki lagi. Alhamdulillah sudah ada donatur dari teman media sosial Facebook 300 ribu,” ujar Maryono yang juga pengurus Ansor Sragen kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Jum’at (16/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Madin yang berlokasi dipinggir jalan raya Solo-Purwodadi ini memberikan fasilitas pendidikan gratis bagi seluruh santri. Lembaga pendidikan ini kini menampung 120 santri yang terdiri dari santri kurang mampu serta anak yatim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Robohnya bangunan tempat belajar, kegiatan belajar-mengajar para santri sempat sedikit terkendala terutama untuk menyediakan tempat baru sambil menunggu perbaikan tempat belajar sebelumnya.

Di kompleks madin terdapat pesantren dan TK serta PAUD. Namun pengurus kini tengah merintis pembangunan keduanya. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, Selasa (27/12) menempatkan duet KH Sholeh Asyari dan Gus Fauzan Adzim untuk memimpin MWCNU Kecamatan Gading periode 2016-2021.

Dalam konfercab yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Desa Wangkal Kecamatan Gading tersebut, KH Sholeh Asyari terpilih sebagai Rais MWCNU Kecamatan Gading melalui metode Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Tim Ahwa sendiri terdiri dari KH Nur Hasan, KH Nasirudin, KH Zainul Arifin, Kiai Roi Fadli, KH Sholeh Asyari dan KH Husni Misnawi.

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading

Sementara dalam proses pemilihan Ketua MWCNU Kecamatan Gading, Gus Fauzan Adzim terpilih secara aklamasi oleh Tim Ahwa untuk memimpin MWCNU Kecamatan Gading 5 (lima) tahun ke depan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah terpilih, Kiai Sholeh menyatakan siap menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada dirinya. "Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan semuanya. Saya siap mengemban amanah yang sudah diberikan ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gus Fauzan Adzim. Dirinya bertekad akan menjalankan semua yang sudah menjadi ketentuan dalam Konferensi MWCNU Kecamatan Gading.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah dari hasil konferensi ini. Program yang sudah baik selama ini akan terus ditingkatkan dan disempurnakan agar hasilnya bisa lebih baik. Terima kasih atas amanah yang sudah diberikan," ungkapnya.

Konferensi MWCNU Kecamatan Gading ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i, Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi dan segenap pengurus NU se-Kecamatan Gading. Hadir pula jajaran Forkopimka Gading.

Selanjutnya Rais dan Ketua MWCNU Kecamatan Gading terpilih membentuk tim formatur untuk melakukan penyusunan kepengurusan MWCNU Gading periode 2016-2021.

Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi mengharapkan agar kepengurusan yang baru terpilih ini bisa lebih memaksimalkan untuk melaksanakan program-program yang telah dihasilkan dalam konferensi yang lebih terarah dan terukur.

"Dengan kata lain, para pengurus harus ikhlas berjuang membesarkan NU. Caranya dengan menghidupkan NU dan bukan mencari hidup di NU," katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Meme Islam, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 03 November 2017

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Memperingati hari lahir yang ketiga, komunitas Gusdurian Surabaya alias Gerdu Suroboyo menggelar acara dialog bersama Inayah Wahid, putri bungsu Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Romo Didik dari Keuskupan Surabaya.

Sedikitnya Seratusan orang dari berbagai lapisan masyarakat Surabaya, PMII, PMKRI, pemuda GKI, mahasiswa, Gusdurian Jombang, Gusdurian Mojokerto,? aktivis LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, memadati , tempat acara di pelataran GKI Residen Sudirman (Ressud), Surabaya, Sabtu (31/5).

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas

Komunitas para penerus perjuangan Gus Dur ini merayakan hari lahir dengan mengusung tema “Different Choices, One Direction”. Acara ini digelar selama satu hari penuh, dirangkai dengan beberapa kegiatan, antara lain Seminar Kepemudaan, Panggung Musik Tradisional, dan Dialog, Ngopi Yuk! Bersama Inayah Wahid dan Romo didik dengan topik “Pemuda dan Kepemimpinan Nasional”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan ini selain memperingati hari lahir Gerdu Surabaya yang jatuh tanggal 17 Mei kemarin, juga sebagai sarana untuk lebih menyadarkan kaum muda Indonesia bahwa jika ingin melakukan perubahan haruslah difokuskan perubahan diri sendiri," terang M. Iqbal Koordinator Gerdu Suroboyo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan merupakan usaha untuk memberikan pencerahan politik bagi pemuda-pemuda Indonesia khususnya Surabaya, agar tidak terjebak dalam kepentingan sesaat di tengah situai politik yang ada saat ini.

Sementara, Inayah Wahid berpesan, “Pemuda harus mulai bersikap dan kritis, jangan menunggu menjadi pejabat dulu baru melakukan sesuatu. Teladanilah Gus Dur, sekalipun tidak jadi presiden-pun Gus Dur selalu bersikap dan melakukan perubahan,” terangnya. (Red: Mahbib Khoiron)

Gusdurian Surabaya Peringati Harlah Bersama Lintas Komunitas

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Memperingati hari lahir yang ketiga, komunitas Gusdurian Surabaya alias Gerdu Suroboyo menggelar acara dialog bersama Inayah Wahid, putri bungsu Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Romo Didik dari Keuskupan Surabaya.

Sedikitnya Seratusan orang dari berbagai lapisan masyarakat Surabaya, PMII, PMKRI, pemuda GKI, mahasiswa, Gusdurian Jombang, Gusdurian Mojokerto, ? aktivis LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, memadati , tempat acara di pelataran GKI Residen Sudirman (Ressud), Surabaya, Sabtu (31/5).

Komunitas para penerus perjuangan Gus Dur ini merayakan hari lahir dengan mengusung tema “Different Choices, One Direction”. Acara ini digelar selama satu hari penuh, dirangkai dengan beberapa kegiatan, antara lain Seminar Kepemudaan, Panggung Musik Tradisional, dan Dialog, Ngopi Yuk! Bersama Inayah Wahid dan Romo didik dengan topik “Pemuda dan Kepemimpinan Nasional”.

"Kegiatan ini selain memperingati hari lahir Gerdu Surabaya yang jatuh tanggal 17 Mei kemarin, juga sebagai sarana untuk lebih menyadarkan kaum muda Indonesia bahwa jika ingin melakukan perubahan haruslah difokuskan perubahan diri sendiri," terang M. Iqbal Koordinator Gerdu Suroboyo.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan merupakan usaha untuk memberikan pencerahan politik bagi pemuda-pemuda Indonesia khususnya Surabaya, agar tidak terjebak dalam kepentingan sesaat di tengah situai politik yang ada saat ini.

Sementara, Inayah Wahid berpesan, “Pemuda harus mulai bersikap dan kritis, jangan menunggu menjadi pejabat dulu baru melakukan sesuatu. Teladanilah Gus Dur, sekalipun tidak jadi presiden-pun Gus Dur selalu bersikap dan melakukan perubahan,” terangnya. (Red: Mahbib Khoiron)

?

?

?

?

?



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Bahtsul Masail, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Bondowoso melanjutkan kunjungan di bawah dalam rangka penguatan kelembagaan, Ahad (24/1). Kunjungan ini diikuti 23 ranting IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Sumber Wringin.

Kegiatan penguatan kelembagaan ini dilaksanakan di Desa Sumber Gading Kantor MWCNU Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso.

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin

Ketua IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi menjelaskan, kunjungan kali ini kita ingin menghidupkan kembali IPNU-IPPNU salah satunya di Sumber Wringin karena di IPNU-IPPNU Sumber Wringin kurang lebih lima tahun vakum.

Ia juga menyampaikan bahwa hari ini akan diadakan pemilihan Ketua IPNU dan IPPNU Sumber Wringin," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini merupakan bagian dari rentetan tur kegiatan penguatan-penguatan kelembagaan tingkat anak cabang, pengurus komisariat, pesantren dan sekolah se-Kabupaten Bondowoso.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sudah melaksanakan di berapa tempat. Ini sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya di IPNU-IPPNU Wringin Arak-arak, IPNU-IPPNU Jambesari, IPNU-IPPNU Tenggarang, IPNU- IPPNU Tegalampel, PK MA dan MTs Al Furqon," jelasnya.

Secara khusus ia berharap IPNU-IPPNU di Sumber Wringin bisa tumbuh dan berkembang. Ia mengajak kader-kader NU di wilayah Sumber Wringin mewarnai tumbuh kembangnya organisasi NU secara struktur dan secara kultur.

Turut hadir pada acara ini Ketua MWCNU Sumber Wringin Ustadz Hemi, Syuriyah MWCNU Sumber Wringin H Rahmatullah, guru-guru pendamping dari sekolah-sekolah terkait. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Nahdlatul, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 02 November 2017

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin mengatakan para pesilat yang tergabung dalam Pagar Nusa  selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Prinsipnya, kata dia pada saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

 

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa," tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr  M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

 

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1).

Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan putri, penampilan wirasangga,  serta peragaan jurus wiraloka beregu.  Laga perorangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

            

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah.  Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut.  [Mohammad Ichwan/Abdullah Alawi]

            

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Hadits, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah