Jumat, 27 Oktober 2017

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III

Tanah Laut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pada hari Jumat 4 September 2015 bertempat di Pondok Pesantren Mujahidin Takisung Pengurus Cabang gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tanah Laut Gelar Pelatihan Kepemimpinan Tingkat dasar ( PKD ) selama tiga hari dari tanggal 4 - September 2015.

Turut hadir dalam acara pembukaan PKD ini Staf Ahli Bidang SDM HMNoor, Ketua Tanfidziah NU Kabupaten Tanah Laut H Hasan Basri dan Ketua PW Ansor Harunur Rasyid beserta jajaran pengurus Ansor Kalimantan Selatan.

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tanah Laut Umar Sazali yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mujahidin. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja pertama setelah dia terpilih menjadi ketua Ansor Tanah Laut sebulan yang lalu. Peserta PKD ini diambil dari seluruh Pengurus Anak Cabang se-kabupaten Tanah Laut serta Pengurus Cabang yang terpilih yang belum mengikuti PKD.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika ditanya kenapa PKD ini dilaksanakan di pesantren tidak di hotel maupun gedung pertemuan, Umar menjawab ini merupakan khittah ketua umum GP Ansor Nusron Wahid agar mengembalikan kegiatan Ansor ke pesantren, ujarnya.

Sementara itu ketua perngurus Cabang NU Kabupaten Tanah Laut H Hasan Basri dalam sambutannya sangat gembira atas semangat yang telah ditunjukan oleh pengurus cabang GP Ansor yang dalam kurun waktu satu bulan terpilih sudah bisa melaksanakan kegiatan yang sangat penting dalam pengkaderan kader-kader NU di masa yang akan datang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan bupati Tanah Laut dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bid SDM M. Noor menyambut baik insiatif GP Ansor yang telah melaksanakan kegiatan PKD ini yang sangat positif dalam membangun generasi muda ke depan, pemuda sebagai agen perubahan dan pewaris sah bangsa ini, kegiatan ini pula berkorelasi dengan pembangunan yang dilaksanakan untuk memajukan Kabupayen Tanah Laut yang Berkemajuan, Kampiun, Relejius, Akuntabel, dan Terunggul (Tanah Laut Berkarakter)

Bupati juga berharap agar peran pemuda dalam pembangunan di Tanah Laut terus ditingkatkan, apalagi GP Ansor sebagai organisasi keagamaan yang menyediakan generasi muda yang berakhlakul karimah. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka untuk menyemarakkan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Nahdlatul Ulama (NU), seluruh Ranting NU se Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo kompak menggelar istighotsah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat pemerintah di ranting masing-masing dan nantinya akan ditutup di tingkat MWCNU Kecamatan Lumbang pada puncak peringatan Harlah NU.

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah

Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Lumbang Suparman kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (21/5). Menurutnya, selain untuk mempererat ikatan tali silaturrahim diantara semasa pengurus NU dan warga Nahdliyin, istighotsah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pengurus NU untuk melestarikan tradisi-tradisi yang pernah dilakukan oleh ulama-ulama NU.

“Istighotsah ini merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kami, karena hingga saat ini organisasi NU yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari ini dapat terus berkembang dengan program-programnya yang dapat dirasakan langsung oleh segenap warga Nahdliyin,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan Suparman, melalui istighotsah yang dilakukan oleh seluruh ranting NU ini, paling tidak warga Nahdliyin tahu bahwa inilah salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh ulama-ulama NU. Bahkan tradisi ini bisa terus lestari hingga saat ini diusianya yang sudah menginjak 90 tahun menurut kalender qomariah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Istighotsah ini merupakan sarana untuk mengamalkan ajaran tradisi ulama NU Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan mendoakan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh paham-paham lain di luar NU yang bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Menurut Suparman, dalam pelaksanaannya istighotsah sendiri diawali dengan sholat Isya’ dan dilanjutkan dengan sholat hajat berjamaah. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasiin dan sholawat bersama. Setelah itu baru digelar istighotsah dan diakhiri dengan doa bersama.

“Di sini kami berdoa bersama-sama dengan harapan senantiasa diberikan kemudahan dalam segala hal sehingga dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan baik kepada ranting dalam melaksanakan program kerja. Dengan kata lain, kita bersama-sama saling introspeksi diri atas perbuatan yang sudah dilakukan selama ini,” terangnya.

Menurut Suparman, kegiatan istighotsah tersebut akan semakin mempererat dan memperkokoh jalinan ikatan silaturahim diantara sesama pengurus NU dan warga Nahdliyin. “Melalui istighotsah ini kami berharap nantinya akan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk bersama-sama membesarkan NU. Dengan usianya yang sudah mencapai 90 tahun, kami ingin agar organisasi NU ini bisa terus menjadi organisasi yang besar, khususnya di Indonesia,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, IMNU, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Molornya penutupan Muktamar Ke-33 NU membawa berkah bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya. Selain muktamirin punya waktu lebih lama bersilaturahim, pedagang punya waktu lebih lama berjualan sehingga bisa untung lebih banyak.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), Senin (3/8/2015) malam di media center Muktamar ke-33 NU yang berada di komplek SMA 1 Jombang. Dalam konferensi pers yang dihadiri belasan wartawan dari lokal, nasional dan asing, Gus Ipul tampak ceria dan melemparkan guyonannya.

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Perputaran Uang di Jombang Selama Muktamar Rata-rata Rp 15 M Per Hari

Menurutnya, jumlah peserta dan panitia Muktamar saja  5.000 orang. Sedangkan pengunjung muktamar selain peserta dan panitia, setiap hari rata-rata berjumlah 10.000 orang. Mereka ini datang bukan karena diundang oleh panitia, melainkan “diundang” oleh NU. Mereka merasa memiliki NU, sehingga tanpa diundang oleh panitia pun mereka pasti datang. Yang penting semuanya bisa menikmati suasana kemeriahan muktamar ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jika rata-rata setiap orang berbelanja Rp 100.000 dari 15.000 orang tersebut, maka setiap harinya terjadi perputaran uang rata-rata Rp 15 miliar. Jika dipatok Muktamar berlangsung lima hari saja, ya bisa kalikan sendiri berapa jumlahnya. Ini berkah bagi pedagang dan masyarakat Jombang. Kalaupun sempat molor penutupan Muktamar dari jadwal yang sudah ditetapkan, sebenarnya ada juga untung bagi masyarakat," tutur Syaifullah.

"Panitia selain menyelenggarakan rapat-rapat, sidang-sidang agenda muktamar, juga menyediakan arena berbagai kegiatan. Seperti di GOR ada pameran, bazar, pertunjukan musik yang menampilkan Ahmad Dhani, Rhoma Irama, shalawatan dan sebagainya. Sedangkan di sejumlah pondok pesantren juga berlangsung, bazar,  diskusi dan bedah buku dari berbagai tokoh/intelektual NU," tambah Gus Ipul.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, berbagai kelompok/organisasi di lingkungan struktural maupun kultural NU menggelar pula banyak kegiatan. Mulai dari sebelum dibukanya Muktamar Ke-33 NU oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (1/8) malam, hingga Senin (3/8/2015) malam. (Armaidi Tanjung/Mahbib)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 Oktober 2017

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hari Santri Nasional 22 Oktober disambut seluruh Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan dan caranya masing masing, tak mau ketinggalan Santri Kecamatan Rajapolahpun mencoba melestarikan dan memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui momen ini.

Beretempat di Terminal Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya, Jawa Barat santri yang berasal dari 80 Lembaga yang terdiri dari 20 Pesantren dan 60 Madrasah Diniyah ? se Rajapolah ini memenuhi lokasi kegiatan, mereka bersemangat dan berupaya meraih piala Hari Santri Nasional Kecamatan Rajapolah, Ahad (23/10)

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Tradisional Warnai Hari Santri di Rajapolah Tasik

Pada peringatan Hari Santri Nasional panitia memperlombakan 7 Cabang Lomba Congklak, Bakiak, Jajangkungan (Engrang), Damdaman,sepakbola mini pake sarung, Menulis puisi dan Fashion Show.?

Menurut Ketua Pelaksana Peringatan Hari Santri Nasional Rajapolah, Edi Kardiman, permainan tradisional dipilih untuk bisa melestarikan dan mengingatkan kebiasaan zaman dahulu dimana saat ini kearifan lokal itu dihilangkan karena banyaknya orang yang main hanya dengan gadget, maka kita coba angkat kembali pada moment ini, dan Islam Nusantara itu sangat menghormati kearifan lokal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Rajapolah Asep Hersan mengatakan, panitia sengaja tak memilih kegaiatan lomba yang bernuansa agama seperti baca kitab kuning dan semacamnya ? karena itu sudah biasa, kami ingin pada hari yang membahagiakan untuk para santri ini mereka semua tersenyum.

"Selain itu, kegiatan ini juga dijadikan ajang silaturahim antar-pesantren dan madrasah diniyah se-Rajapolah," pungkasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo merayakan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional (HSN) Yayasan Hidayatul Islam Desa Clarak Kecamatan Leces, Sabtu (29/10). Dalam kesempatan ini para pelajar NU mengajak anak yatim di yayasan itu untuk ikut bersama-sama merayakan momentum Hari Sumpah Pemuda dan HSN.

Kegiatan ini dihadiri Ketua IPNU Probolinggo Babussalam, Ketua IPPNU Probolinggo Nur Hakimah Ismawati, Ketua MWCNU Leces Kiai A Sufyan, Forkopimka Leces, Ranting NU Clarak, dan Ketua Yayasan Hidayatul Islam Kiai Syamsul Arifin.

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Libatkan Anak Yatim Rayakan Hari Santri

Ketua IPNU Leces Ali Yusro mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengobarkan semangat Hari Sumpah Pemuda dan HSN di kalangan santri, terutama para anak yatim yang ada di yayasan.

"Harapannya tercipta kader yang mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemuda dan pelajar hari ini dan sepuluh tahun yang akan datang," harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Babussalam menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini merupakan salah satu syiar untuk menyebarkan informasi tentang hari pengakuan terhadap keberadaan santri.

"Karena keberadaan santri tidak bisa dilepaskan dari berdirinya negara ini. Jadi sudah sepatutnya seluruh santri dan pemuda mengetahuinya. Harapannya meningkatkan kecintaan terhadap keberadaan pesantren sebagai cikal bakal lahirnya santri," katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara definitif bakal menghelat pertemuan atau konferensi para pemimpin moderat dunia Islam atau International Summit of The Moderate Islamic Leaders, pada 8-11 Mei 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Mufti Lebanon Sambut Baik Pertemuan Internasional PBNU

Konferensi ini akan menghadirkan sekitar 300 peserta yang terdiri dari para pemimpin dunia Islam, para pemikir Islam, dan para pemimpin organisasi Islam dunia. Salah satu yang menjadi tamu undangan adalah Grand Mufti Lebanon Syeikh Dr. Abdul Latif Faiz Derian.

Sekretaris Duta Besar Ahmad Jalaludin lewat surat elektronik menyampaikan, Duta Besar RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy telah berkunjung kepada Grand Mufti Lebanon Syeikh Dr Abdul Latif Faiz Derian, menyampaikan undangan dari PBNU untuk menghadiri International Summit of The Moderate Islamic Leaders” (Qimmah Ruasa al-Muslimin Al-Washathiyyin).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mufti Derian menyambut baik dan berterima kasih kepada PBNU atas undangan tersebut. Beliau berusaha untuk hadir, semoga tidak bentrok dengan acara yang telah teragendakan terlebih dahulu di Lebanon,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,Selasa (29/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dalam sebuah rapat perdana panitia International Summit of The Moderate Islamic Leaders mengatakan, PBNU menyelenggarakan penyelenggaraan akbar ini untuk menggalang soliditas para pemimpin muslim dari berbagi negara menyusul pergeseran politik dunia akibat gelombang globalisasi yang berdampak besar bagi dunia dan Islam.

Upaya tersebut juga untuk mewujudkan spirit Islam Nusantara ke dunia internasional. Hal ini sebagai tindak lanjut dari konflik dan ketegangan yang seolah tak ada habisnya antarnegara maupun kelompok-kelompok Islam di dunia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, IMNU, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Berbicara tentang kepahlawanan, biasanya mengundang pembicaraan tentang jihad. Karena tiada kepahlawanan tanpa jihad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada kesalahpahaman tentang pengertian jihad. Ini mungkin disebabkan oleh seringkalinya kata itu baru terucapkan pada saat perjuangan fisik, sehingga diidentikkan dengan perlawanan bersenjata. Kesalahpahaman ini disuburkan juga oleh terjemahan yang keliru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, yang berbicara tentang jihad, dengan anfus dan harta benda. Kata anfus seringkali diterjemahkan dengan "jiwa". Terjemahan Al-Qur’an oleh Kementerian Agama pun demikian. Misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi." (QS Al-Anfal: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS Al-Hujurat: 15)

Kata “anfus” dalam dua ayat di atas diterjemahkan oleh Kementerian Agama dengan arti “jiwa”. Walaupun ada juga yang diterjemahkan dengan "diri" seperti tercantum dalam Surat at-Taubah ayat 88.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Memang, dalam Al-Qur’an, banyak arti dari kata anfus, yaitu "nyawa", "hati", "jenis", dan "totalitas manusia" di mana terpadu jiwa raganya. Al-Qur’an mempersonifikasikan wujud seseorang di hadapan Allah dan masyarakat dengan menggunakan kata nafs. Kalau demikian, tidak meleset jika kata itu dalam konteks jihad dipahami dalam arti totalitas manusia. Sehingga, kata nafs mencakup nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga dan pikiran, bahkan juga waktu dan tempat, karena manusia tidak dapat memisahkan diri darinya. Pengertian ini dapat diperkuat dengan adanya perintah berjihad tanpa menyebutkan nafs atau harta benda:

? ? ? ? ?

"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya." (QS Al-Hajj: 78)

Sekitar 40 kali kata jihad disebut oleh Al-Qur’an dengan berbagai bentuknya. Maknanya bermuara pada "mencurahkan seluruh kemampuan" atau "menanggung pengorbanan". Mujahid adalah orang yang mencurahkan seluruh kemampuannya dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja yang berkaitan dengan diri manusia. Sedangkan jihad adalah cara untuk mencapai tujuan. Jihad tidak mengenal putus asa, menyerah, bahkan kelesuan, dan tidak pula pamrih.

Jihad tidak dapat dilakukan tanpa modal, karena itu jihad disesuaikan dengan modal yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai. Sebelum tujuan tersebut tercapai dan selama masih ada modal di tangan, selama itu pula jihad dituntut. Karena jihad harus dengan modal, maka mujahid tidak mengambil tetapi memberi. Bukan mujahid yang menanti imbalan selain dari Allah, karena jihad diperintahkan untuk dilakukan semata-mata karena Allah.

Jihad adalah titik tolak seluruh upaya, karenanya ia adalah puncak segala aktivitas. Ia bermula dari upaya mewujudkan jati diri, dan ini bermula dari kesadaran. Karena itu Allah menekankan: Siapa yang berjihad, maka sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri. Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu apa pun dari seluruh alam (QS 29: 6). Dan kesadaran harus berdasarkan pengetahuan serta bertentangan dengan paksaan. Karena itulah seorang mujahid bersedia berkorban.

Jamaah shalat jum’at hafidhakumullah,

Beragam jihad, beragam pula buahnya. Buah jihad seorang ilmuwan adalah pemanfaatan ilmunya, sementara buah jihad seorang karyawan adalah karyanya yang baik, guru adalah pendidikannya yang sempurna, pemimpin adalah keadilannya, pengusaha adalah kejujurannya, demikian seterusnya.

Dahulu, ketika kemerdekaan belum diraih, jihad mengakibatkan terenggutnya nyawa, dan hilangnya harta benda. Namun bukan kematian itu sendiri yang menjadi tujuan. Tujuan jihad waktu itu justru adalah demi lestarinya kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Kalaupun nyawa melayang, itu adalah konsekuensi logis totalitas perjuangan para pahlawan.

Karena itu, jihad para pahlawan revolusi yang menumpas penjajahan dan ketidakadilan tak bisa disamakan dengan praktik bom bunuh diri yang dilakukan di negara damai. Alih-alih menghidupkan, “jihad” semacam ini justru memunculkan korban-korban dan masalah baru.

Kini, jihad harus membuahkan terpeliharanya jiwa, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, serta berkembangnya harta benda. Jihad juga bisa berarti mencurahkan seluruh kemampuan dan berkorban dengan nyawa atau tenaga, pikiran, emosi dan apa saja untuk membangun peradaban yang lebih baik dan maslahat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Apakah kamu menduga akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata pula yang tabah?" (QS Ali Imran: 142).

Semoga kita semua diberi kekuatan dan petunjuk untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sesuatu, tanpa menimbulkan kerugian bagi orang lain. Jihad sebagaimana yang dilakukan Rasulullah: perjuangan untuk sebuah peradaban yang mengenal prinsip-prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur





* Mayoritas isi materi khutbah ini mengutip tulisan M. Quraish Shihab, Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan, 2007 (Bandung: Mizan).


Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pesantren, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah