Jumat, 08 September 2017

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Silang sengkarut sejarah 1965, NU-PKI selalu menjadi perbincangan panas di Indonesia. Jika selama ini publik hanya mengkonsumsi Informasi dari media massa, dan beberapa wacana kiri saja, kini hadir buku putih “Benturan NU-PKI” yang menjadi jawaban dari kesekian pertanyaan penting terkait sejarah perjalanan bangsa.

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Buku putih itu menjadi topik seminar di Malang, Kamis (1/5). Punulisnya Abdul Mun’im DZ hadir. Menurutnya, masyarakat yang melek sejarah akan mengetahui dengan sendirinya jika PKI bukan satu-satunya Korban. Meski gencar diberitakan NU sebagai pelaku pembantaian, sejatinya NU sendiri adalah korban tragedi 1965.

Beberapa data sengaja disajikan dalam perbincangan hangat tersebut. Pasalnya, kesimpang-siuran informasi selama ini sengaja dilakukan untuk mendeskriditkan NU. Salah satunya penggelembungan data korban. Data yang ada lebih banyak media membesar-besarkan jumlah yang tidak rasional. “Buku ini sengaja saya tulis, sebagai rekonsiliasi yang berpijak pada kebenaran,” kata Abdul Mun’im.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Sekjen Pengurus Besar NU itu bahkan menjelaskan, pasca tragedi geger 1965, PKI-NU sebagai korban dirampas hak-haknya sebagai warga negara. NU tidak lagi boleh berpolitik, NU disingkirkan dan beberapa akses ditutup.

“Jadi yang paling berperan untuk menciptakan opini salah dan benar adalah media yang sudah disetting secara global,” paparnya di home-theater Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penulis berharap buku ini tidak hanya jawaban atas tudingan-tudingan miring pada NU, namun juga sebagai pijakan sejarah untuk anak bangsa. (Diana Manzila/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Liga Santri NUsantara (LSN) 2017 yang akan digelar Agustus hingga Oktober diikuti 1024 tim atau pesantren yang berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dengan jumlah tim seperti itu, babak penyisihan dibagi ke dalam 32 zona. Sementara pertandingan dari awal hingga akhir diperkiran 990 pertandingan.?

Menurut Ketua LSN 2017 KH Abdul Ghofarrozin, LSN menerapkan peraturan dan mekanisme pengawasan sesuai dengan persyaratan yang berlaku secara nasional dan internasional.?

Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri 2017 Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi

"Untuk menjaga profesionalitas pertandingan, LSN dilaksanakan bekerja sama dengan Asosiasi Wasit Perangkat Perlandingan Profesional Indonesia (AWAPPI)," katanya pada peluncuran LSN 2017 di gedung PBNU, Jakarta, Kamis malam (27/7).?

Lebih lanjut ia mengatakan, sepak bola sebagai olahraga yang digemari dan mudah diserap menjadi bagian dari rajutan kehidupan sosial budaya Indonesia karena kesederhanannya. Sepak bola terbukti mampu menjadi sebuah kegiatan yang inklusif dan menembus sekat-sekat perbedaan suku, etnis, bahasa, keyakinan, serta simbol-simbol primordial lainnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di pesantren, eratnya sepak bola dengan kehidupan santri menjadikan olahraga ini sebagai kegiatan unggulan” pungkas Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama tersebut. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Sunnah, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 September 2017

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Generasi muda saat ini membutuhkan contoh yang nyata dari para pendidik (guru) dan orang tua mereka. Pendidikan yang baik bagi mereka bukan hanya retorika belaka namun juga perlu pemantapan akhlak agar moral bangsa ini tidak semakin tergerus.

Hal tersebut ditegaskan oleh A’wan PWNU Provinsi Jawa Timur H Hasan Aminuddin ketika menghadiri halal bihalal sekaligus pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krejengan, Senin (7/8) sore.?

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda Butuh Contoh Nyata Bukan Retorika

“Jadilah seorang guru bagi dirimu sendiri sebelum kamu menggurui orang lain. Artinya bahwa setiap guru dan orang tua harus mampu menjadi contoh bagi anak didik saat ini,” katanya.

Oleh karena itu Hasan menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik untuk bersama-sama menyikapi keprihatinan nasional saat ini. Dimana kecerdasan intelektual generasi muda saat ini tidak seimbang dengan akhlaknya. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kecerdasan ini bukanlah kebetulan namun juga disebabkan oleh peningkatan lulusan sarjana di generasi sebelumnya yaitu orang tua mereka sendiri. Namun ? kecenderungan ini sayangnya tidak diimbangi peningkatan akhlaknya,” tegasnya.

Menurut Hasan, halal bihalal yang istiqomah dilaksanakan di Indonesia ini merupakan salah satu wadah untuk semakin mempererat tali silaturahim. Tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan ini merupakan wujud dari sinergitas antara umaro dan ulama sehingga mampu untuk mensukseskan kegiatan yang merupakan salah satu budaya asli Indonesia ini.

“Saya harapkan hal ini dilakukan secara istiqomah, dengan mengerjakan segala sesuatu dengan berjamaah maka hasilnya akan maksimal. Inilah pembelajaran moral bagi para generasi muda kita,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pengurus seperti Katib PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i serta sejumlah pengurus lembaga dan badan otonom (banom) NU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Fragmen, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Akademisi sufi internasional dari Fakultas Syariah Universitas Al-Qurawiyin Maroko, tiga minggu melakukan safari dakwah di sejumlah pondok pesantren dan universitas di Indonesia. Puncak safari tersebut menggelar "Diskusi Kebangsaan" di Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu Jawa Barat, Jumat (18/7).

Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu

Pada kesempatan itu, Presiden Akademi Sufi Internasional Syekh Dr Aziz al-Kubaity mengatakan, ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan pemahaman tasswuf yang benar, akan bisa melahirkan radikalisme atau terorisme atas nama Islam.`

Maraknya perseteruan atas nama agama, lanjut Syekh Aziz, akibat memamahi agama Islam dengan hawa nafsu, tanpa disertai dengan tazkiyah atau penjernihan hati sebagai salah satu inti ajaran tasawuf. Akibatnya sering menyalahkan sesama Muslim dan mengklaim diri dan golongannya yang paling benar.

Dalam sejarah-sejarah Islam di dunia mencatat, para sufi dengan ajaran tasawufnya, mengedepankan etika bukan hanya dalam beragama, tapi juga dalam berbangsa dan bernegara, bahkan sejak ratusan abad silam, di negara mana pun. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Setiap ada konflik, para ulama tasawuflah yang berperan menggagas perdamaian konflik atas nama agama, karena ajaran tasawuf adalam mengedepankan kedamaian semesta, dengan mencampakkan kekerasan baik personal maupun golongan," ujar pria yang meraih dua doktor dari Universitas Oxford dan Universitas di Maroko itu.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, kiai, dan pejabat. Serta para santri yang mengaunkan salawat saat menyambut kedatangan rombongan ulama Maroko tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syeikh Aziz al-Kubaety sendiri, setiap tiga tahun sekali, menggelar Konferensi Sufi Internasional dengan peserta delegasi dari puluhan negara Islam. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Khutbah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ribuan pelajar dan warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang menggelar aksi damai tolak penerapan Full Day School (FDS) yang tertera dalam Permendikbud No 23 tahun 2017, Rabu (30/8). Kebijakan yang ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai menimbulkan keributan dalam sistem pendidikan sekarang ini.

Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Rembang Ahmad Faiq Bariklana mengatakan, kebijkan sekolah lima hari sekolah dianggap memberangus pendidikan madarasah diniyyah dan pondok pesantren. Kebijakan ini juga mengedepankan kepentingan sepihak dan menyampingkan pemebelajaran moral keagamaan.

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran

"Madarasah dan pondok pesantren terancam tutup akibat FDS ini, selain itu anak-anak tidak lagi berpikir pelajaran agama Islam karena lelah seharian belajar di sekolah. Seharusnya sudah menjadi tradisi NU kalau sore hari waktu untuk belajar agama," ungkapnya.

Dalam aksi penolakan sekolah lima hari ini, peserta berjalan dan mengumandangkan mars syubbanul wathon serta Shalawat Badar yang dimulai dari Gedung Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang di jalan Pemuda Rembang bersama-sama ke utara menyusuri Jalan Kartini kemudian berjalan ke arah timur menuju alun-alu Kota Rembang guna melakukan istighotsah bersama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang KH Ahmad Sunarto mengatakan, PCNU Kabupaten Rembang menolak dengan tegas kebijakan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang sekolah lima hari. Selain itu Bupati Rembang Abdul Hafid juga menolak akan kebijakan yang ditetapkan mentri pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, pemberlakuan kebijakan itu lebih banyak mengandung mudarat daripada mashlahatnya. Dari sisi kultural kebijakan lima hari sekolah mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di madarasah diniyyah. Selain itu kebijakan ini dilakukan sewenang- wenang dengan memaksakan kehendak menerapkan sekolah lima.

Dalam aksi itu, para pelajar dan warga nahdliyin bersama Bupati Kabupaten Rembang mendesak Mendikbud dan Presiden RI untuk segera mencabut Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah tersebut.

Aksi ini dilanjutkan dengan penandatanganan bersama atas penolakan kebijakan itu oleh banom NU dari Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, LP Maarif, Pagar Nusa, Banser, serta warga nahdliyin se-Kabupaten Rembang.

Turut hadir pada kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta wakilnya Bayu Andrianto, Ketua DPRD Rembang Majid Kamil, Ketua PCNU Rembang KH Ahmad Sunarto, Ketua PCNU Lasem. (Onji/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Tegal, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 September 2017

Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Umat Islam Indonesia harus bangkit untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Sebab, diakui atau tidak, ekonomi Indonesia saat ini sedang dijajah oleh kekuatan asing. Karena itu, kondisi keterjajahan ini tidak boleh dibiarkan berlama-lama, namun harus "dilawan" dengan langkah-langkah nyata yaitu akselerasi kemandirian ekonomi Indonesia.?

Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Harus Menjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional

Demikian sambutan Wakil Ketua PCNU Jember, HM. Misbahus Salam dalam acara pembukaan Bahtsul Masail di aula Madrasah Al-Musyafirin, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Jember, Selasa (18/4). ? Menurutnya, Indonesia yang kekayaan alamnya melimpah ruah, sangat mungkin berdaulat secara ekonomi.?

"Di bidang pertanian, kita semua memang petani, warga NU rata-rata petani, tentu bisa untuk tidak menggantungkan produk pertanian pada produk negara lain. Di luar itu, kita juga perlu menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi secara profesional," ucapnya.

Selain itu, alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur itu juga menyinggung soal peranan umat Islam dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakannya, pendiri ? dan pejuang NKRI banyak yang berasal dari ulama dan kaum santri, sehingga dengan demikian, sesungguhnya umat Islam mempunyai saham yang besar dalam pendirian NKRI.?

"Karena itu, tongkat estafet kepemimpinan bangsa sudah selayaknya diperankan ? oleh santri dan masyarakat pribumi," ujarnya.

Misbah menghimbau agar para santri dan kader NU untuk tidak segan-segan mengambil peran di berbagai lini kehidupan. Tujuannya agar santri bisa mewarnai kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.?

Lebih-lebih saat ini di mana gerakan radikalisme sudah mulai mengancam kehidupan masyarakat yang aman dan damai. Untuk itu, katanya, kader NU perlu mempunyai bekal yang cukup, yaitu pendidikan yang memadai.?

"Kalau kader NU, bila disebut pinter, jelas sudah menguasai umum dan agama. Kedua-duanya oke," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, IMNU, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 bakal terlaksana dengan syiar keislaman dan kebangsaan.

Selain dipadati ribuan pengunjung, sejumlah pameran dan pagelaran kesenian juga turut digelar.Menjelang puncak acara, kirab budaya dan panji-panji NU akan menyemarakkan Kota Cirebon, Kamis (12/9).

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Kirab budaya rencananya akan menampilkan budaya dan kesenian khas Cirebon dan sekitarnya. Kota persemayaan Sunan Gunung Jati ini dinilai sebagai contoh yang baik bagi proses akulturasi Islam di Indonesia. “Panitia baik yang dipusat maupun daerah sudah siap,” kata Ketua Seksi Acara Andi Najmi Fuadi, Selasa (11/9), di Jakarta.

Secara bersamaan kirab panji-panji NU juga akan memenuhi jalanan menuju lokasi acara. Dalam kirab ini panitia melibatkan lembaga, lajnah, dan badan otonom, seperti GP Ansor NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, IPS Pagar Nusa, Pergunu, ISNU, Fatayat NU, Sarbumusi, dan lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Andi berharap seluruh rangkaian acara yang telah direncanakan akan berlangsung dengan lancar. Sejumlah area khusus di luar ruang Munas dan Konbes telah disiapkan untuk kegiatan kesenian, diskusi publik, pameran, dan bazar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selama acara berlangsung, 14-17 September nanti, beberapa pameran dan bazar akan diikuti para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lingkungan Nahdliyin, pelajar dan sekolah NU, termasuk dari pondok pesantren. 

Sementara itu panggung terbuka yang disediakan panitia diperuntukkan bagi sejumlah kreasi seni, termasuk kesenian wayang kulit. Wayang dipilih untuk mengingatkan kembali pola dakwah era Wali Songo.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah