Selasa, 27 Juni 2017

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, ribuan warga yang berasal dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu MWC Nahdlatul Ulama (NU) dan PC Muhammadiyah Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember Jawa Timur, Ahad pagi (30/4) menggelar jalan-jalan sehat (JJS) bersama.

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat

?

Di samping untuk membina silaturrahmi antarormas Islam terbesar di Indonesia yang selama ini berjalan baik, kegiatan yang diselenggarakan dua ormas Islam tingkat kecamatan yang tergabung dalam FUIT (Forum Ummat Islam Tanggul) ini juga untuk meperingati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak ribuan peserta dari pengurus, anggota, mulai dari anak-anak dan orang dewasa yang berasal dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan Pimpinan Cabang Muhammadiah di Kecamatan Tanggul pagi itu tumpah-ruah memadati jalan depan kantor Kecamatan Tanggul.

?

"Kegiatan ini dimaksudkan selain untuk mempererat tali persatuan dan ukhuwah islamiyah, juga sebagai ajang olahraga bersama. Namun yang ? terpenting adalah sebagai wahana dalam rangka untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkap ketua panitia HM Sukarno

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dalam JJS yang digelar sejauh 6 km itu, panitia menyediakan berbagai hadiah, mulai dari buku tulis hingga sepeda motor Beat. "Untuk kupon, gratis, tiiis, tis, karena semua hadiah berasal dari donatur di Tanggul.Dari 17.200 kupon yang kita sediakan, semuanya ludes," jelas pengusaha Roti MBO ini.?

?

Camat Tanggul Sukardi Muspika berharap momentum kebersamaan antarormas Islam ini dapat menangkal isu- isu negatif pada masyarakat seperti radikalisme, terorisme, dan sebagainya, "Karena pada dasarnya Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin," katanya.

?

Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Awan PCNU Jember HM Arums Sabil, Ka Dispora, Ketua PCNU Jember, Ketua PD Muhammadiyah Jember, Muspika Tanggul, Camat Sukardi, Kapolsek AKP Bambang S, Danramil, serta Warga NU dan Muhammadiyah Tanggul. (Khoerus/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Hasrat ingin segera minum air telaga begitu menggelora. Tenggorokan kering dialami seekor burung yang hidup pada zaman Nabi Sulaiman. Ia hanya berani bertengger di atas pepohonan hijau di sekitar danau. Burung itu tidak berani segera turun karena masih ada anak-anak kecil yang bermain-main di bawah sana, takut akan mendapat siksaan atau tertangkap oleh mereka.

Detik berganti detik. Waktu pun melaju kencang meninggalkan waktu sebelumnya hingga anak-anak meninggalkan tempat bermain mereka. Suasana menjadi terlihat sepi. Hanya ada orang tua berjenggot lebat yang tersisa.

Merasa kondisi tampak aman, burung ini pun mengepakkan kedua sayapnya. Ia ingin minum air untuk mengobati dahaga yang mendera. Tapi malang. Pria berjenggot mengincar, melempar batu tepat ke arah dirinya. Salah satu mata burung ini pun luka serius sehingga menjadikan ia buta.

Si Burung mengadu kepada Nabi Sulaiman. Sebagaimana kita ketahui, Nabi Sulaiman adalah Nabi yang diberi mujizat oleh Allah Taala berupa kemampuan berbicara dengan hewan apa saja.

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Mendapat laporan demikian, Nabi Sulaiman bertanya, "Lantas, apa perlu aku hukum orang tua itu supaya satu matanya juga menjadi buta sebagaimana ia membutakan matamu?"

"Tidak, Wahai Baginda Nabi."

"Lalu apa maumu?"

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Aku ingin jenggotnya dikerok saja," pinta burung tersebut.

"Lho, kenapa permintaanmu aneh begitu?"

"Iya, semula aku takut turun ke danau untuk minum sebab ada anak-anak yang masih kecil. Aku merasa wajar jika anak-anak bertindak semaunya padaku. Maklum, mereka masih kecil. Sedangkan orang ini adalah orang yang sudah berjenggot panjang pertanda bahwa ia tua. Namun jenggotnya tidak menampakkan bahwa ia orang yang sudah cukup umurnya. Berarti ia dengan anak kecil levelnya masih sama saja. Jenggot bukan cerminan dari pribadinya. Oleh karena itu, saya minta dikerok saja jenggotnya."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cerita ini disarikan dari ceramah Habib Abdul Qadir Al Jilani dari Hadramaut, Yaman di Majlis Talim Al Amin, Semarang, (21/8/2017).

Kisah ini memberi pesan bahwa hendaknya tampilan yang baik diiringi dengan karakter yang baik pula. Cerita burung tersebut juga menjadi kritik bagi para orang dewasa yang tak sanggup menunjukkan kedewasaannya.

Pesan lain adalah bahwa simbol-simbol luar tidak otomatis merepresentasikan akhlak seseorang. Bisa jadi tampilan yang terlihat sunnah tak menunjukkan karakter yang sesuai dengan sunnah. Begitu juga sebaliknya. Wallahu alam. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. AM Fatwa, salah satu politisi senior menuturkan, salah satu kepribadian KH Idham Chalid yang layak diteladani adalah kebiasaannya bersilaturrahmi dengan para kiai dan ummat.

“Beliau memiliki tradisi bersilaturrahmi yang sangat baik, setiap minggu berkeliling menemui para kiai. Ini persamaan beliau dengan Gus Dur,” katanya ketika melayat ke rumah duka di Cipete, Jakarta, Senin.

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Fatwa mengaku telah mengenal Idham Chalid sejak tahun 60-an. Ia menilai silaturrahmi yang dilakukannya juga menjadi salah satu kekuatan politiknya. “Beliau tak pakai teori politik macam-macam, tetapi dekat dengan kultur,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada para tamunya, baik para ulama atau orang biasa yang datang dari luar Jakarta untuk berkunjung ke rumahnya juga selalu disambut dengan baik. “Beliau melayani kebutuhan umat yang jauh, selalu memberi kenangan apa adanya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat berarti buat mereka,” terangnya.

Tradisi seperti inilah yang sudah jarang terlihat dikalangan para tokoh umat dan partai berbasis Islam saat ini yang sudah bersikap birokratis terhadap tamu-tamu. “Beliau tak mempersulit menerima tamu, mereka yang datang selalu memberi informasi yang baik atau buruk, semuanya ada manfaatnya,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang jelas, kemampuannya menjadi ketua umum PBNU selama 28 tahun menunjukkan kematangannya dalam berpolitik dan tak banyak orang yang mampu melakukannya.

"Beliau layaknya air, yang menjadi sumber kehidupan, sekaligus lentur, mampu menyesuaikan diri, tapi bukan berarti tidak punya pendirian, karena air juga memiliki kekuatan dahsyat," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Pesantren, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Juni 2017

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mufti Lebanon Syeikh Amin Salim Al-Kurdi berkunjung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Kamis (12/5). Kehadiran ulama ahli hadits ini disambut langsung pengasuh utama pesantren KH Noer Muhammad Iskandar.?

Dalam kunjungannya, Syeikh Amin mengijazahkan sanad hadits At-Tirmidzi yang dirangkum dalam kitab As-Syamail al-Muhammadiyah.

Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH Ahmad Mahrus Iskandar bersama 190 santrinya hadir dalam pengijazahan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kajian yang digelar di? Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta.

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sugeng Riyadi, salah satu santri asal Bogor, merasa bersyukur bisa bertatap langsung dengan ulama Libanon tersebut. Ia rela menempuh jarak yang cukup jauh demi untuk bertemu dengan Syekh Amin. “Saya bersyukur bisa belajar dan bertatap muka langsung dengan beliau. Ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa,” ujar pria kelahiran Lampung tersebut.

Selama dua hari Syeikh Amin membacakan kitab Syamailul Muhammadiyyah yang dialih-bahasakan oleh dua penerjemah dari pesantren, Ust. Musa Wardi dan Ust. Abdurrahman Malik. ? Kitab tersebut merupakan kumpulan hadits tentang kepribadian Nabi Muhammad Saw.?

Hadits-hadits tersebut mengajak umat Islam menyelami sosok, perilaku dan kebiasaan sehari-hari Rasulullah. Termasuk bagaimana Rasulullah berpakaian, bersisir, bersarung, bersorban, bercincin hingga menanggalkan kedua sandalnya. Tidak hanya itu, minuman dan makanan favorit hingga minyak wangi kesukaan Nabi juga turut dipaparkan.

Dalam kajian di Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta itu, Syekh Amin menjelaskan bahwa Nabi SAW adalah idola sepanjang masa, teladan sepanjang hidup manusia, panutan terbaik, dan juga tokoh legendaris yang pernah ada di permukaan bumi.

“Keteladannya tidak hanya tampak dalam kancah dakwah, muamalah, ibadah, iqtishaadiyah (ekonomi), siyaasah (politik), namun di semua lembaran kehidupan termasuk tata bicara, tawa dan canda beliau,” tutur Syeikh Amin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari kajian tersebut, para santri banyak mendapatkan hal baru yang jarang tersingkap dari kehidupan Rasulullah Saw. (Rumadie/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mewakili pelajar NU se-Indonesia Timur, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Selatan mendesak sidang komisi kaderisasi dalam forum rakernas IPNU untuk segera menghentikan perdebatan alot perihal penyempurnaan modul kaderisasi. Mereka berharap sidang tersebut segera menerbitkan dan menyebarkannya ke tiap tingkatan.

Ketua IPNU Sulsel Ramli Syamsuddin mengharapkan semua pimpinan wilayah untuk menerima modul kaderisasi untuk kemudian disahkan forum sidang.

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul

“Tentunya beberapa tambal sulam yang sifatnya konstruktif masih diharapkan,” kata Ramli, Selasa (25/2).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sidang komisi kaderisasi forum Rakernas berlangung Selasa (25/2) di LPMP DKI Jakarta. Karena perdebatan tak kunjung usai, sidang komisi akan dilanjutkan pada Rabu (26/2). (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Sejarah, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Juni 2017

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Wilayah Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Pimpinan Wiyalayah Muslimat NU menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum di Aula Rusunawa UMI? Kelurahan Pampang Kecamatan Panakukang Kota Makassar, Ahad (10/4).

Bakti sosial sosial ini terselenggara atas kerja sama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulsel dan Tim Bantuan Medis (TBM) 110 UMI.

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar

Menurut Ketua PW LKNU Sulsel Prof dr HM. Syafar, program ini membawa dampak positif bagi masyarakat di sekitar kampus UMI. Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam aksi kemanusiaan ini,? panitia menyediakan pemeriksaan tes glukosa untuk masyarakat yang menderita diabetes mellitus. Selain itu melayani konsultasi kesehatan dan pemeriksaan gigi dengan dokter yang kompeten di bidangnya.

Ketua Muslimat NU Sulsel Hj A Majdah M Zain mengungkapkan, menjaga kesehaatan adalah kewajiban setiap orang. Kegiatan ini bertujuan untuk melayani masyarakat kurang mampu yang selama ini sulit untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan gratis. “Pemeriksaan kesehatan gratis ini diikuti 100 warga kelurahan Pampang,”? katanya.

Ketua Bidang Kesehatan UMI Arman menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu? implementasi? dari tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum mampu mengakses pelayanan kesehatan gratis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena itu mudah-mudahan kegiatan ini membantu masyarakat untuk mendpatkan layanan kesehatan secara gratis. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut milad UMI yang tahun ini berumur 62 tahun."

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Sulsel Ambo intang, Aulia dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, Direktur Program Pascasarjana UIM Dr. Hj. Nurul Fuadi, Ketua Fatayat NU Sulsel Nurul Ulfah. (Sudirman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Juni 2017

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam

Mashhad, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Deputi Majlis Iran Javad Aryan-Manesh, Kamis (3/4), mengatakan, gelombang kesadaran Islam dan dialog pencarian Islam telah membuat khawatir negara-negara Barat dan Zionisme.

Seperti dilaporkan sumber Irna, Javad mengatakan bahwa promosi pemikiran-pemikiran Islam murni telah menjadikan Barat dan kaum Zionis melakukan perlawanan terhadap adanya gelombang kesadaran Islam seperti terjadinya Revolusi Islam di Iran pada 1979 silam.

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam

Javad menegaskan Revolusi Islam tersebut telah mengerek bendera keadilan, perdamaian, teisme dan hidup berdampingan secara damai di dunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dirilisnya film Fitna oleh anggota parlemen Belanda Geert Wilders, Javad juga mengecam keras atas beredarnya film yang dinilainya telah menistakan Nabi Muhammad SAW dan kitab suci Al-Quran.

Menurutnya, peredaran Fitna itu menunjukkan kelemahan Zionisme dan Barat yang bisa berakibat fatal bagi mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggota Komisi Kebudayaan Majlis Iran itu menuturkan, film Fitna itu justru akan memperkuat persatuan dan kesatuan pandang di antara umat Muslim dan orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia.

Pihaknya mendesak seluruh negara-negara Muslim untuk menggunakan potensi-potensi politik, ekonomi dan budaya yang dimiliki guna mencegah beredarnya film itu.

Javad juga menyeru negara-negara Muslim dunia, termasuk Iran, untuk memboikot produk-produk Belanda sebagai respon atas beredarnya film anti-Islam itu. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Anti Hoax, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah