Minggu, 04 Juni 2017

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Di masa liburan kampus IAIN Jember Januari-Pebruari 2016 ini, Pesantren Darul Hikam Mangli Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember tidak serta merta meliburkan para santri. Pesantren ini menyediakan pengajian kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali.

Pelajaran ini berbeda dengan yang biasa diajarkan di pesantren mahasiswa ini. Biasanya, ilmu yang diajarkan di pondok ini adalah kitab-kitab nahwu, sharaf, fiqh, ushul fiqh, dan qawaidul fiqhiyah.

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf

Program khataman kitab Bidayatul Hidayah ini merupakan tradisi baru di Pesantren Darul Hikam. Untuk mengisi kekosongan kegiatan selama liburan semester, pihak pesantren sengaja mengajak mahasiswa untuk tidak pulang, tapi mengisinya dengan kegiatan positif seperti pengajian kitab ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Darul Hikam DR Kiai MN Harisudin mengatakan bahwa pilihan mengaji kitab ini adalah agar mahasantri tidak terlalu melihat aspek legal-formal saja dan juga tidak hitam putih halal dan haram. Pelajaran ini dipilih agar mahasantri memiliki jiwa kemanusiaan yang digali dari kitab tasawuf.

“Saya kira, pas jika yang dikaji kitab tasawuf karya Imam Ghazali. Ini kitab dasar tasawuf yang cocok untuk mahasantri Pesantren Darul Hikam yang 100 persen mahasiswa IAIN Jember. Biar mereka lebih punya ‘rasa tasawuf’ dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Kiai Haris yang kini diamanahkan sebagai Katib Syuriyah PCNU Jember.

Apalagi di tengah-tengah persaingan global dan budaya modern yang nyaris meluluhlantakkan bangunan agama, nilai spritualitas yang dibawa kitab tasawuf sangat penting dihadirkan dalam kehidupan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kritik Imam Ghazali dalam kitab ini, saya kira masih relevan. Misalnya orientasi mencari ilmu untuk pangkat, jabatan, dan kekayaan. Ini kan sesuai dengan kondisi sekarang yang hanya berorientasi ijazah?” kata Doktor Ushul Fiqh keluaran IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

Kiai Harisudin berharap mahasantri Pesantren Darul Hikam dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kitab Bidayatul Hidayah ini. Ini sesuai dengan moto Pesantren Darul Hikam, “Ilmu yang diamalkan. Dan amal yang berdasarkan Ilmu”. (Muhyidin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Juni 2017

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menyikapi langkah Presiden Amerika Donald Trump yang akan menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, PBNU menilai harus ada tekanan penolakan terhadap keputusan yang memunculkan sentimen negatif dunia kepada Amerika tersebut.

"Kita mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah mengambil langkah tepat dalam menyikapi kondisi ini," kata Sekjen PBNU Helmy Faisal Zain di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (8/12).

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan

Keputusan sepihak ini lanjut Helmy, telah melahirkan kekacaubalauan serta menimbulkan konstalasi yang memanas diseluruh penjuru dunia. Bukan hanya negara-negara Islam yang menurutnya kontra terhadap langkah Trump ini, namun seluruh dunia termasuk Vatikan juga menyesalkannya.

Keputusan itu juga telah melanggar kesepakatan karena berdasarkan Konsensus PBB yang telah disepakati menyatakan tidak akan mengubah batas negara terkait konflik yang ada d ikawasan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara dan Yerussalem merupakan bagian dari Palestina," tegasnya.

Ia juga melihat bahwa keputusan Presiden Amerika adalah keputusan yang konyol karena memiliki modus untuk penguatan politik dalam negeri Amerika. 

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden SBY ini berharap masalah ini dapat segera diselesaikan melalui forum Internasional dan tidak digeser menjadi permaslahan dan konflik antar agama.

"Permasalahan Palestina adalah permasalahan kemanusiaan. Pembelaan kepada Palestina adalah pembelaan kemanusiaan yang merupakan hak setiap bangsa," tegasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengelolaan Zakat, khususnya zakat fitrah di tengah-tengah masyarakat selama ini sering ditangani panitia yang dibentuk ketakmiran masjid atau mushalla di daerah masing-masing. Kepanitiaan tersebut menerima dan menyalurkan zakat dari masyarakat serta mengambil bagian amil dari zakat yang dikumpulkan.

Padahal jika dilihat dari sisi syari, kepanitiaan yang dibentuk selama ini belum memenuhi syarat untuk disebut sebagai amil. "Definisi amil itu adalah orang yang adil dan ditunjuk atau mendapatkan legalitas imam. Dalam konteks ini pemerintah, untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat," Kata Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir, Kamis (23/6).

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat

Untuk masalah legalitas, saat ini pemerintah sudah membentuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memiliki kewenangan untuk memberikan perizinan pembentukan amil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Untuk membantu maksimalisasi pengolahan zakat, Baznas mengesahkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang juga diberi kewenangan untuk mengesahkan Amil," tambahnya saat menjelaskan permasalahan seputar zakat pada Kegiatan Sosialisasi LAZISNU Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo Pringsewu.

Jadi, menurutnya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang sudah dibentuk di Kabupaten Pringsewu menjadi solusi untuk legalisasi Amil di kabupaten dengan motto jejama secancanan bersenyum manis ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, panitia-panitia yang biasanya dibentuk di masjid dan mushalla selama ini dapat meminta izin kepada LAZISNU untuk mendapat legalitas sehingga dapat secara sah menjadi amil dan berhak mengambil bagian dari zakat yang dikumpulkan.

Ia mengingatkan juga bahwa jika muzakki menyerahkan zakatnya kepada panitia yang belum memiliki legalitas, maka belum gugur kewajiban zakatnya sampai zakat itu benar-benar sampai kepada mustahiqnya.

"Namun jika zakat para muzakki diserahkan kepada amil yang sah maka begitu ia memberikan zakatnya kepada amil tersebut maka gugurlah kewajibannya dalam berzakat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 31 Mei 2017

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) Ali Masykur Musa menyatakan wafatnya Rais Aam Syuriah Pengurus Besar NU (PBNU) KH Sahal Mahfudh membuat bangsa Indonesia kehilangan salah satu ahli ilmu fiqih terbaiknya.

"Innnaalillaahi wa innaa Ilaihi roojiuun, telah meninggal dunia guru kami, KH Sahal Mahfudh. Mbah Sahal adalah sosok yang sangat alim. Indonesia kehilangan ahli Fiqih terbaiknya," ujar Ali Masykur Musa di Jakarta, Jumat.

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

Ilmu Fiqih adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Ali Masykur Musa, Sahal yang lazim disapa Mbah Sahal tersebut adalah seorang fuqoha (ahli ilmu Fiqih) modern. 

Ada dua kitab karya Sahal yang selalu menjadi rujukan umat untuk memperkaya khasanah Islam, yaitu Fiqih Siyasah (politik) dan Fiqih Lingkungan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan buku yang menjadi karya beliau itu, ujar Ali Masykur, hukum Islam mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

"Mbah Sahal yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama tiga periode ini adalah tokoh yang sangat disegani, bukan hanya karena ilmu, tetapi juga akhlaknya," kata Cak Ali, panggilan akrab Ali Masykur Musa. 

Dalam berorganisasi, lanjut dia, Sahal adalah sosok yang sangat taat pada aturan organisasi yang ada, sehingga pengambilan keputusan selalu menunggu pendapat tokoh ini. 

"Secara pribadi saya sangat kagum dan hormat pada almarhum Mbah Sahal. Banyak sikap politik saya yang dipengaruhi oleh pandangan beliau. Saya sangat terkesan saat menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU), saya dilantik langsung oleh beliau, yang mana tidak biasa dilakukan sebelumnya," kata Cak Ali yang juga Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, AlaNu, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Klaten menyayangkan suguhan sejumlah tayangan hiburan yang tidak mendidik di televisi. Celakanya, hiburan tidak mendidik itu dikonsumsi juga oleh pemirsa dari semua usia, terutama anak-anak.

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik

Keprihatinan ini dinyatakan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Klaten Ahmad Saifuddin. “Saya prihatin dengan acara joget seperti program YKS. Ini secara tidak langsung mendidik anak untuk bermental sarkastik (ejekan kasar),” terang Saifuddin lulusan Fakultas Psikologi saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (5/2) malam.

Saifuddin yang kini menjabat sebagai guru BK SMK Baja Ceper menerangkan, acara itu sebut saja memberi hadiah kepada peserta yang memiliki joget paling bagus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Padahal, hadiah itu simbol sebuah penghargaan. Kalau menonton ini, anak-anak akan berpikir seolah joget yang seperti itu, sebuah hal yang baik,” tegas Saifuddin.

Saat dikaitkan dengan persoalan kebebasan berekspresi, Saifuddin menyetujuinya dengan catatan dibarengi tanggung jawab. “Media memiliki tanggung jawab secara etika atau moral,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saifuddin mendesak dinas dan kementerian terkait untuk bertindak tegas. “Tentu saja melalui upaya penyadaran, pembinaan, atau penyuluhan tentang bahaya dan tidaknya acara-acara TV yang disertai contoh konkret dari efek negatif sehingga lebih mengena,” ujarnya.

Sebagai bentuk pencegahan lainnya, kementerian atau dinas terkait perlu memberdayakan permainan tradisional yang sarat nilai-nilai. “Dapat pula dengan ikut menggerakkan organisasi pemuda dan belajar untuk membina menggerakkan lembaga kesenian lokal untuk menciptakan hiburan yang sehat. Intinya mengarah mengarahkan ke manfaat yang positif,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 30 Mei 2017

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

Bengkulu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Anggota Dewan Pers, Anthonius Jimmy Silalahi, mengajak masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama mengantisipasi penyebarluasan berita bohong atau hoaks. Tradisi cek dan ricek disebutnya bisa menjadi pencegah semakin tersebarnya hoaks. 

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

Hadir sebagai pemateri di kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisem di Masyarakat di Bengkulu, Kamis (12/10), Jimmy mengatakan, masyarakat bisa berperan membendung penyebarluasan hoaks dengan cara menahan diri setiap kali menerima kiriman informasi di media sosial. 

"Jangan karena suka atas kiriman tersebut, kita share tanpa adanya verifikasi. Cek dan ricek kebenarannya. Jikapun benar cek lagi manfaatnya," kata Jimmy. 

Menurut Jimmy, kemauan melakukan cek dan ricek adalah langkah termudah yang bisa membantu membendung peredaran hoaks. Untuk cara pengecekan,  dia menyarankan masyarakat membandingkan informasi yang diterimanya dengan informasi sejenis dari sumber berbeda. "Jika meragukan kebenarannya, jangan disebar," tegasnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dorongan menjadikan cek dan ricek sebagai tradisi untuk mencegah hoaks tidak hanya disampaikan ke masyarakat, melainkan juga ke insan pers. Jimmy menandaskan, wajib bagi setiap wartawan mengecek kebenaran dan keberimbangan setiap informasi yang diterimanya sebelumnya mengolahnya menjadi sebuah berita. 

"Insan pers juga harus berperan. Hoaks sudah menggerus kepercayaan masyarakat ke media massa, jangan biarkan itu semakin parah," tandas Jimmy. 

Menjadikan cek dan ricek untuk setiap informasi, masih kata Jimmy, merupakan keterlibatan nyata masyarakat dan institusi pers terlibat aktif dalam upaya pencegahan terorisme. Ditegaskannya, BNPT dan aparat keamanan tidak bisa menyelesaikan permasalahan terorisme tanpa adanya keterlibatan masyarakat. 

"Terorisme musuh bersama, maka harus bersama-sama kita perangi," tutupnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme merupakan salah satu metode yang dijalankan  di kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi ke redaksi media massa pers untuk mensosialisasikan program pencegahan terorisme. (Red: Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Tegal, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Mei 2017

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi melepas calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Brebes 2014 kelompok terbang (Kloter) pertama di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan pukul 05.00, Senin (1/9).

Sejumlah 363 calhaj Brebes dilepas Wagub dalam suasana tenang dan khidmat, sebelum akhirnya saling berjabatan tangan dan menuju ke bus untuk diantar ke Bandara Adi Sumarmo Solo. Seluruh jamaah kloter 1 keluar dari Embarkasi Donohudan menuju bandara Adi Sumarmo pada pukul 06.15. Rombongan calhaj Brebes kloter pertama Jawa Tengah sekitar pukul 07.42 take off dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali.

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia

Atas nama gubernur, Heru berharap para calhaj menjaga kondisi kesehatannya selama menjalankan rukun Islam kelima. Wagub menyampaikan ucapan selamat karena pada tahun ini benar-benar berkesempatan menjadi tamu Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut, Wagub mengingatkan kepada jamaah untuk menata hati dan memantapkan niat untuk beribadah hanya untuk Allah, bukan karena yang lain. Disampaikan pula agar para jamaah bisa menjaga kesatuan dan kekompakan, kebersamaan dan membuang jauh-jauh sikap egois serta mematuhi segala arahan dan bimbingan para petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingatkan. Jaga kondisi kesehatan dengan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah yang sunnah yang akan berakibat menurunnya stamina yang sangat dibutuhkan pada saat pelaksanaan ibadah haji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga berpesan agar para jamaah menjaga nama baik Indonesia dengan menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sopan, santun, dan berbudaya. Jangan lupa untuk mendoakan Jawa Tengah untuk kelancaran pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga jamaah haji seluruhnya menjadi haji mabrur.

Dalam sambutan pembekalan itu, Heru Sudjatmoko menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH tidak bisa hadir karena baru tiba di Jakarta dari kunjungannya ke Australia. “Sedianya Bapak Gubernur mau hadir tetapi beliau masih di Jakarta usai perjalanan kunjungan kerja ke Australia,” tutur Heru.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Prov Jateng Drs H Khaerudin MSi menjelaskan, pada hari Senin (1/9) ini diberangkatkan tiga kloter dari Brebes dan Kota Tegal sejumlah 1.125 calhaj. “Kloter pertama dari Kabupaten Brebes sebanyak 368 termasuk pendamping dan petugas kesehatan,” terangnya.

Kakanwil Kemenag Jateng yang juga Ketua PPIH Embarkasi SOC, melaporkan bahwa Embarkasi SOC akan memberangkatkan Jamaah Calon Haji beserta petugas dari Jawa Tengah (23.535) dan DIY (2.455) dengan jumlah total sebanyak 25.990 orang terbagi dalam 71 kloter.

Turut menyampaikan sambutan Anggota DPR RI Komisi VIII Abdul Rozak Rais. Dalam sambutannya antara lain pihaknya mempunyai wewenang untuk mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan haji di Tanah Air dan di Tanah Suci. Meskipun sejauh ini pemerintah selalu meningkatkan pelayanan diberbagai sektor agar jamaah nyaman dan aman dalam beribadah haji.

Rozaq juga mengingatkan kepada petugas supaya sigap dan tanggap terhadap jamaahnya yang awam berada di negeri yang sangat berbeda adat istiadat maupun kondisi alamnya agar dapat beribadah dengan optimal dan menjadi haji mabrur.

Brebes Hj Idza Priyanti SE beserta suami Drs H Kompol Warsidin turut mendampingi pelesan dan Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MSi dan Kabag Kesra Setda Brebes Drs H Syaeful Islam.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut antara lain Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Ketua PW NU Jawa Tengah, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, dan para Kepala Kankemenag Se Eks Karesidenan Surakarta.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti akan mendampingi pelepasan pemberangkatan haji dari Solo dari kloter pertama hingga ketiga yang merupakan calhaj dari Kabupaten Brebes. “Saya akan terus turut melepas dari Solo hingga pukul 21.00 WIB nanti malam,” imbuhnya.

Sebelumnya, calhaj dari Kabupatern Brebes sejumlah 898 orang, telah diberangkatkan dari Islamic Center Brebes pada Sabtu dan Ahad (30-31/8). Mereka menginap semalam di Asrama Haji Donohudan untuk mendapatkan ceking kesehatan dan administrasi terakhir lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah