Minggu, 16 April 2017

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini

Lampung Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pesantren di Indonesia kurang lebih ada 23.000. Peran pesantren sangatlah besar, salah satunya? adalah ikut mencerdaskan anak bangsa melalui proses pendidikan yang ada di negara ini. Pesantren jelas tulang punggung republik ini.

Demikian disampaikan Hj Nihayatul Wafiroh selaku anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di sela-sela sambutannya dalam agenda Tasyakkur dan Peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah di kompleks kampus setempat Jalan Kotasari RT 12 / RW 06 No 1 Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah, Ahad (3/9).

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tulang Punggung Republik Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini

“Jangan pernah malu mondok di pesantren. Jebolan pesantren bisa menjadi apapun, dengan barokah doa kiai insya Allah ilmu kalian akan bermanfaat di masyarakat,” pungkas Dosen Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi Jawa Timur ini.

Sementara Kiai Andi Ali Akbar selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah menambahkan, kehadiran kampus ini dirintis sejak 2014 lalu. Alhamdulillah tiga bulan lalu surat izin operasional sudah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami berharap dengan hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah ini mampu menambah corak atau warna pendidikan tinggi di Lampung Tengah dan menciptakan generasi muda Islam yang andal dalam keilmuan, menjadi ilmuwan yang saleh atau salehah dan ilmunya membawa kemaslahatan untuk masyarakat sekitar,” pungkas Wakil Ketua GP Ansor Lampung ini.

Hadir dalam agenda tasyakkur dan peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah tokoh-tokoh NU yaitu mantan Ketua PWNU Propinsi Lampung KH Ngaliman Marzuqi, Wakil Sekretaris PCNU Lampung Tengah Imam Kastolani, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, Wakil Ketua Fatayat NU Lampung Tengah Hj Laili Mashitoh, PMII Lampung Tengah Irmansyah, KOPRI Lampung Tengah, IPNU Lampung Tengah, IPPNU Lampung Tengah, Camat Kotagajah Eduart Hartono, Pengasuh pesantren Sunan Ampel Punggur Kiai Ali Fadilah Musthofa, Ketua MWCNU Kotagajah Kiai Imron Rosyadi, Sekretaris MWCNU Kotagajah Kiai Sumarjono, LP Ma’arif? NU Kotagajah H Moch Sofyan, Fatayat NU Kotagajah Laila Rahmawati, Kasubag Hukum Diktis Kemenag RI Ibnu Anwaruddin, Sekretaris Kopertais Wilayah VII Sumbagsel Herizal, Dosen IAIN Jurai Siwo Metro Imam Mustofa, Rektor Institut Agama Islam Agus Salim Metro Ahmad Khoiri, dan ratusan santri pesantren Nurul Ulum Kotagajah, serta masyarakat sekitar. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Kyai, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 15 April 2017

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Prioritas penggunaan dana desa di bidang infrastruktur terus dimanfaatkan untuk pembangunan desa, salah satunya upaya pencegahan banjir dan longsor dalam menghadapi musim penghujan melalui pembangunan talut.

Hal ini diungkakan Kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Magelang, Zainal Mustofa, saat menerima kunjungan tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. "Pembangunan talut ini sudah berdasarkan musyawarah desa (Musdes) yang rutin berjalan," ujar Zainal.

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Banjir, Daerah Ini Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Talud

Demi melakukan pembangunan talut secara merata, Zainal mengaku Dana Desa tahun 2015 dibagi secara merata di 5 dusun. "Dana desa ini kami bagi ke 5 dusun. Setiap dusun mendapatkan alokasi dana sebesar 40 juta," terangnya.

Kades Ngadirejo menyatakan bahwa pembangunan talut sepanjang 120 meter dan tinggi 1,5 - 3 meter yang menjadi salah satu program penggunaan dana desa dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

"Seperti amanah Menteri Desa Marwan Jafar, proyek ini dikerjakan oleh masyarakat secara padat karya atau swakelola," sebut Zainal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih jauh, Zainal menjelaskan, penggunaan dana desa untuk membangun talud itu sesuai dengan hasil musyawarah masyarakat desa (musdes). "Pengerjaannya juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan penyaluran dana desa tahap pertama di Kabupaten Magelang tahun ini baru 50% atau sekitar Rp113 miliar dari total anggaran Rp226 miliar. Dana desa tersebut telah disalurkan kepada 210 desa dari total 367 desa.?

"Penyaluran sedikit tersendat karena ada desa-desa yang belum memenuhi ketentuan sehingga pencairan dana desa belum bisa dilakukan. Itulah salah satu alasannya kenapa baru bisa 50% karena ada desa-desa yang belum memenuhi ketentuan yang ada," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyaluran dana desa tahun ini dilakukan dalam dua termin. Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Desa pada tahap pertama sebesar 60% mulai Maret lalu. Sisa 40% Dana Desa akan disalurkan pada Agustus 2016. Zaenal menjanjikan penyaluran dana desa di Kabupaten Magelang akan selesai pada November 2016.

Untuk Dana Desa di Kabupaten Magelang, lanjut Zainal, pihaknya mendapatkan kenaikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 91% dari anggaran tahun sebelumnya yang hanya Rp118 miliar. "Untuk Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp124 miliar," urainya.

Seperti diketahui, alokasi Dana Desa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp46,9 triliun yang akan disalurkan kepada 74.754 desa. Setiap desa akan mendapatkan Rp600 juta hingga Rp800 juta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Nusantara, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 14 April 2017

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menanggapi pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menganggap bahwa putusan pemerintah terkait pembubaran HTI sebagai bentuk perlawanan terhadap Islam.

“Pemerintah sama sekali tidak melawan dakwah Islam. Pemerintah Republik Indonesia tidak melawan agama Islam sama sekali. Yang dilawan adalah gerakan politik Hizbut Tahrir,” kata Kiai Ishom saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk “Khilafah dalam Pandangan Islam” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/5).

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

HTI, kata Kiai Ishomuddin, merupakan gerakan politik yang menggunakan simbol bendera putih dan hitam yang bertuliskan tauhid dengan menempuh jalan dakwah di negara Republik Indonesia.

Ia menambahkan, HTI seringkali mengatasnamakan umat Islam untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya, yaitu menegakkan khilafah yang sifatnya internasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka ingin membuat sistem negara khilafah yang dipimpin khalifah mulai dari Sabang sampai Maroko, bukan Sabang sampai Merauke, tapi dari Sabang sampai Maroko,” terang Kiai Ishomuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka menentang nation-state, negara bangsa,” tambahnya.

Diskusi ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kang Said menguraikan singkat sejarah Hizbut Tahrir dari mulai Palestina sampai masuk ke Indonesia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terorisme di Indonesia

Oleh Ferial Farkhan Ibnu Akhmad

--Bangsa Indonesia kemarin Kamis (14/1) kembali diguncang aksi terorisme. Peristiwa peledakan bom dan baku tembak yang terjadi di kawasan Sarinah Jl MH Thamrin Jakarta Pusat sempat membuat tegang kondisi Ibu Kota. Motif penyerangan kejadian itu hampir sama dengan teror yang terjadi di kota Paris Prancis beberapa waktu yang lalu. Pihak Kepolisian menyatakan bahwa otak dari aksi teror tersebut adalah jaringan ISIS yang dilakukan oleh seorang militannya yang bernama Bahrun Naim.

Tindakan terorisme merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan dan akan menimbulkan ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Seluruh bangsa di dunia ini kiranya sepakat untuk mengutuk segala bentuk aksi terorisme. Ada banyak latar belakang yang melahirkan gerakan radikalisme. Saat ini presepsi masyarakat selalu berasumsi bahwa akar dari terjadinya tindak radikalisme adalah motif agama. Dan yang paling sering dimaksud adalah agama islam. Padahal islam pada hakikatnya adalah agama yang menebarkan kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam.  

Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme di Indonesia

Faktor lahirnya terorisme

Ada banyak definisi terorisme. Penulis sendiri akan mengutip pada Perpu Nomor 1 Tahun 2003 yaitu “setiap tindakan dari seseorang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional”. Sedangkan menurut Oxfords Advance Leaners Dictionary (1995) terorisme adalah “Segala bentuk tindakan kekerasan untuk tujuan politis atau untuk memaksa sebuah pemerintahan untuk melakukaan sesuatu, khususnya untuk menciptakan ketakutan dalam sebuah komunitas masyarakat”. 

Jika kita tengok kilas sejarah munculnya terorisme memang sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu. Namun istilah terorisme mulai populer sejak abad ke-18. Menurut buku yang berjudul Political Terrorism (1982) karangan Grant Wardlaw mengatakan bahwa manifestasi terorisme sistematis muncul sebelum revolusi prancis tahun 1798. Tapi baru mencolok sejak pertengahan dan menjelang akhir terjadinya perang dunia I dan terjadi hampir di semua belahan dunia. Sedangkan aksi teror yang bermotif agama sudah ada sejak zaman pemerintahan khalifah Ali Bin Abi Thalib yang diprakarsai oleh aliran Khawarij. Namun radikalisme agama semakin populer mulai satu setengah dekade yang lalu dangan adanya penyerangan gedung WTC di New York AS oleh kelompok Islam radikal Al Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden. Aksi teror pun merambah ke Indonesia dengan adanya peristiwa Bom Bali I dan II pada tahun 2002 dan 2005.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada dasarnya ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gerakan terorisme. Ketidakadilan yang terjadi baik itu dari segi ekonomi, sosial maupun politik semakin mendukung adanya tindakan tersebut. Akan tetapi faktor yang paling fundamental adalah masalah ideologi dan teologi yang diusung oleh pelaku itu sendiri. Semua kelompok yang melakukan tindakan terorisme bertujuan untuk membumikan ideologi yang mereka yakini. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidakpuasan dengan ideologi yang ada sebelumnya. 

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengerucutkan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Ideologi Pancasila merupakan produk pemikiran luhur para founding father kita yang dijadikan sebagai falsafah hidup rakyat Indonesia kini sedang diserang oleh berbagai kekuatan ideologi lain. Dan yang paling utama adalah ideologi negara agama. Apa itu ideologi negara agama ? yaitu suatu kekuatan ide pemikiran untuk mendirikan negara yang berlandaskan syariat Islam secara formal. Ideologi semacam ini di Indonesia bermula dari adanya kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang didirikan oleh SM Kartosuwiryo guna mendirikan sebuah negara Islam Indonesia (NII).

Ideologi negara agama tercipta atas dasar keinginan untuk menciptakan suasana kehidupan beragama guna menjalankan syariat agama Islam secara murni dan sempurna dengan berdasarkan  Al-Qur’an dan Al-Hadist di atas sebuah negara. Tapi sayang, Pemahaman ajaran agama hanya diimplementasikan secara tekstual saja di negara yang multikultural ini. Menerapkan ajaran agama dengan kekerasan serta menganggap kelompoknya yang paling benar. Mereka pun tak segan memvonis kelompok yang tak sejalan dengan pemikirannya sebagai kelompok salah yang wajib diperangi dengan dalih jihad. Memperjuangkan ideologi bagi mereka adalah proses mencapai jaminan tuhan menuju surga yaitu dengan mendapatkan gelar mati syahid. Walaupun dengan cara yang konyol seperti bom bunuh diri. Mereka menyampingkan hakikat ajaran islam yang Rahmatan lil alamin. Penyimpangan ajaran agama seperti itulah yang menjadi doktrin pada setiap anggota yang berhasil mereka rekrut. Visi yang selalu mereka kampanyekan adalah berdirinya Negara Islam (Dar al-Islam) dan menganggap bahwa negara Indonesia adalah negara musuh (Dar al-Harb) maka wajib untuk diperangi. Sistem pemerintahan yang selama ini berjalan mereka anggap toghut (Kafir) sehingga harus diganti dengan sistem khilafah islamiyah. Dan barang siapa yang berupaya mencegah maka halal hukumnya untuk dibunuh. Sungguh merupakan pemahaman ajaran agama yang salah kaprah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Permasalahan bangsa semacam ini sungguh sangat menuntut kita sebagai warga negara untuk melakukan upaya mempertahankan keutuhan negara. Pastinya kita tidak ingin negara kita yang telah diraih dengan darah dan nyawa hilang begitu saja. Ikhtiar yang harus kita lakukan tidak sebatas sebatas menangkap dan menghukum pelaku teror saja. Tapi bagaimana kita mencegah tumbuh suburnya ajaran ideologi yang mereka bawa. Karena barapa pun banyaknya teroris yang ditangkap tapi ideologi mereka masih bersemi di negara ini, sampai kapanpun terorisme akan tetap ada. Kita harus belajar dari sejarah ketika ideologi Pancasila bertempur dengan ideologi komunis. Ucapan Petinggi Partai Komunis Indonesia (PKI) ketika akan dihukum mati mengatakan “PKI sebagai partai mungkin bisa mati, namun komunis sebagai ideologi tidak akan bisa mati”. Ini  harus kita cermati dan kita renungkan. 

Upaya penanggulangan radikalisme di Indonesia

Fenomena ini bagaikan benang yang kusut. Perlu adanya kerjasama yang baik dari semua elemen masyarakat. Ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan dalam meghadapi permasalahan ini. Pertama, Membangkitkan kembali spirit kekuatan dari nilai-nilai ideologi Pancasila yang menjadi dasar negara. Tanpa disadari semakin kesini semakin memudar kesaktian Pancasila. Pada hakikatnya semua nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah mencakup kebutuhan kita dalam kehidupan bernegara. Permasalahannya adalah selama ini nilai pancasila hanya diaktualisasikan sebatas ingatan kepala saja. Belum sepenuhnya bisa diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga selalu dijadikan celah untuk diserang oleh ideologi lain. Dan cara yang paling efektif adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan di negara kita. Agar nilai-nilai Pancasila bisa ditanamkan sejak dini pada semua anak bangsa secara konsekuen.

Kedua, adanya perbaikan pada metode dakwah yang dilakukan oleh para pemuka agama. Sudah saatnya masyarakat diajarkan pemahaman ajaran dan doktrin agama yang damai dan menyejukkan. Sadarkan kepada semua umat beragama bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan tentang kekerasan. Bukan malah menebar rasa kebencian kepada sesama manusia.  Klaim fanatik yang menganggap ajaran yang mereka yakini paling kaffah sehingga selalu menyalahkan kelompok lain itu adalah awal mula lahirnya kepribadian yang radikal. Sehingga mudah untuk dijejali doktrin kekerasan dalam beragama. Dakwah yang disampaikan pun jangan hanya mengajarkan ritual ibadah secara yang simbolik saja. Tapi bagaimana kita bisa melaksanakan ibadah dengan benar, baik itu ibadah yang langsung berhubungan dengan Tuhan (Hablum Minallahu) maupun yang berhubungan dangan sesama manusia (Habblum Minannas). Sehingga akan tercipta sebuah iklim yang harmonis dalam kehidupan beragama. 

Ketiga, Meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat akan pentingnya bela negara. Karena dengan itulah ideologi kita bisa tahan dari serangan musuh. Bela negara bukan hanyalah tanggungjawab militer saja. Tapi semua manusia yang hidup di atas negara bhineka ini. Tanamkan rasa cinta tanah air kepada semua masyarakat. Ini juga merupakan tugas para ulama untuk menyadarkan para jamaahnya untuk meningkatkan rasa cinta tanah air. Seperti yang sudah dilakukan para kyai NU pada zaman penjajahan dulu. Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari pernah mengatakan bahwa “Agama dan Nasionalisme tidak bisa dipisahkan”. Tentu ini merupakan ijtihad pemikiran beliau dalam mengatasi permasalahan bangsa pada saat itu.

Keempat, poin keempat ini menurut penulis adalah jurus pamungkas dalam menghadapi gerakan radikalisme yang ada di negara ini. Yaitu harus adanya perbaikan dalam tatanan pemerintahan negara ini sesuai dengan nilai Pancasila. Kondisi perpolitikan di negara ini pun juga harus dibenahi. Masyarakat setiap hari selalu disuguhkan oleh media wajah perpolitikan negara ini yang rancu. Itu menambah deretan panjang penyebab munculnya rasa ketidakadilan. Ingat, adanya terorisme di negara ini sama dengan adanya pertempuran ideologi. Selama ideologi Pancasila tidak bisa menjawab segala permasalahan bangsa dan merealisasikan rasa keadilan seperti yang termaktub dalam sila kelima, maka tunas-tunas terorisme dan separatisme akan selalu ada dan semakin subur di negara ini. Segala upaya yang tercantum dalam poin sebelumnya harus sinergi dengan perbaikan ekonomi dan pembagunan sosial. Almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) pernah mengatakan “Nasionalisme tanpa keadilan adalah ilusi”.

Penulis masih berkeyakinan bahwa ideologi pancasila masih bisa kita andalkan untuk menghadapi segala permasalahan yang terjadi di negeri ini. Tentu itu semua tak terlepas  kesadaran kita sebagai warga negara. Jika itu bisa dilakukan, maka akan tercipta suatu kedamaian sehingga negara ini bisa menjadi negara yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

Ferial Farkhan Ibnu Akhmad, Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Sejarah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 13 April 2017

Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu

Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang masuk rukun wudhu. Doa saat membasuh tangan kanan ini diharapkan dapat memberikan keberkahan di dunia, lebih-lebih di akhirat.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Basuh Tangan Kanan saat Wudhu

Allâhumma a‘thinî kitâbî bi yamînî wa hâsibnî hisâbay yasîra

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “Hai Tuhanku, berikanlah aku kitabku dengan tangan kananku dan hisablah aku dengan hisab yang mudah,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 11 April 2017

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ajang Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) akan segera dilaksanakan akhir bulan depan. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk seleksi peserta yang akan diberangkatkan.

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang sangat serius mempersiapkan kegiatan perkemahan tingkat nasional ini. Seleksi sejumlah peserta dilakukan secara ketat dan dengan disiplin tinggi. 

“Ini agar saat berbaur dengan kontingen lain dari berbagai daerah tidak mengecewakan,” kata Khojin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (28/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Seleksi ini sebenarnya untuk kali kedua, yang sehari sebelumnya telah dilakukan,” katanya. “Dari proses seleksi, telah dipilih seratus dua puluh peserta,” lanjutnya. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah sekolah MA, SMA serta SMK yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelaksanaan Perwimanas akan berlangsung 24-29/5 di perkemahan Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Tidak kurang empat ribu peserta akan berpartisipasi pada kegiatan ini dari seluruh tanah air.

“Karena sebagai tuan rumah, maka berbagai persiapan telah kami persiapkan menyambut kegiatan ini,” kata Sekretaris PC LP Ma’arif NU Jombang ini. Apalagi pada kegiatan serupa untuk tingkat Jawa Timur, Jombang berhasil menjadi juara umum.

“Prestasi itu sudah seharusnya kami pertahankan untuk tingkat nasional,” katanya optimis. Dan perwakilan yang telah diseleksi dalam dua gelombang tersebut sebagai kontingen pilihan untuk ajang ini. 

“Kita juga berharap kegiatan berjalan sukses dan silaturahim antar aktifis Pramuka di kepengurusan Ma’arif NU juga akan terus terjalin,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, News, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mempunyai nahkoda baru. Hal itu menyusul terpilihnya Humaidatul Aliyah sebagai Ketua IPPNU dua tahun mendatang.

Humaidatul Aliyah akan memimpin PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto untuk periode 2015-2017 setelah terpilih pada Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPPNU Kecamatan Wonomerto yang digelar di Desa Pohsangit Ngisor Kecamatan Wonomerto, Ahad (8/3).

Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto (Sumber Gambar : Nu Online)
Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto (Sumber Gambar : Nu Online)

Humaidatul Aliyah Pimpin IPPNU Wonomerto

Pada pemilihan tersebut, Humaidatul Aliyah terpilih secara aklamasi karena tidak ada kader lain yang mau mencalonkan diri ataupun dicalonkan oleh para pelajar. Dengan demikian, para perwakilan pelajar se Kecamatan Wonomerto sepakat menetapkan Humaidatul Aliyah sebagai Ketua PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemilihan Ketua PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto ini dipimpin langsung oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati didampingi sejumlah pengurus PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. Selain pengurus PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto, pemilihan ini juga dihadiri oleh pengurus PAC IPPNU Kecamatan Sumberasih.

Usai terpilih, Humaidatul Aliyah bersama tim formatur harus segera melakukan penyusunan kepengurusan PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto untuk periode 2 (dua) tahun mendatang sambil menunggu waktu pelantikan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Humaidatul Aliyah bertekad akan mengembangkan IPPNU lebih baik lagi dengan membuat program unggulan di setiap titik. “Untuk saat ini kami masih fokus pada pembentukan pengurus yang baru,” ungkapnya.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah bukti bagaimana kaderisasi IPPNU tetap terjaga. “Semoga pengurus baru PAC IPPNU Kecamatan Wonomerto dapat menjalankan roda organisasi dengan baik demi memajukan IPPNU di Kecamatan Wonomerto,” ungkapnya.

Lika berharap supaya pengurus yang terpilih dan terbentuk bisa menjalankan amanah ini sebaik mungkin dan bisa menciptakan kader IPPNU yang berpotensi dan berakhlakul karimah serta bisa membesarkan IPPNU di Kecamatan Wonomerto. “Harapannya, IPPNU Kecamatan Wonomerto bisa menciptakan kader yang militan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah