Sabtu, 05 Maret 2016

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka meringankan beban derita dan kepiluan etnis Rohingya, Myanmar, Polres  Jember  mengumpulkan dana dari jajaran internal Polres, Selasa (12/9). Acara yang bertitel Aksi Kemanusiaan Peduli Rohingya ini digelar di Mapolres Jember dengan mengundang Pengurus Baznas Jember.

Dana yang  terkumpul dadakan dari  kantong para polisi, termasuk Kapolres Jember Kusworo Wibowo mencapai Rp. 13.294.000. Dana itu langsung diserahkan kepada Ketua Baznas Jember HM Misbahus Salam.

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Kusworo menegaskan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib dan penderitaan etnis Rophingya. Karena itu, ia mengaku terketuk hatinya untuk sebisa mungkin membantu meringankan beban berat etnis Rohignya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saya ingin menginisiasi gerakan peduli kemanusiaan untuk etnis Rohingya, dan itu harus dimulai dari pribadi-pribadi di institusi yang saya pimpin," tukasnya.

Sementara itu, HM Misbahus Salam  menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk jajaran Polres Jember yang telah mengumpulkan sumbangan untuk entis Rohingya. Sumbangan tersebut, katanya, wajib disampaikan kepada yang berhak, yaitu etnis Rohingya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun kami masih belum tahu teknisnya, apakah sumbangan  itu lewat Kemensos ataukah Kemenlu, kami masih akan koordinasi dulu," jelasnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ia berharap agar gerakan peduli kemanusiaan yang digelar Polres Jember benar-benar bisa menginspirasi instansi lain, khususnya Polres yang berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok minoritas yang tengah dianiaya itu.

"Coba misalnya, setiap Polsek, bahkan Polres lain juga melakukan  gerakan serupa, berapa dana yang bisa disumbangkan untuk Rohingya," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Februari 2016

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wapres Jusuf Kalla berpendapat tak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti yang dimiliki oleh Mantan Ketua Umum PBNU KH Idham Chalid dengan berbagai peran dan jabatan yang disandangnya.

“Beliau memiliki pengabdian dan pengalaman yang begitu beragam, begitu besar, begitu banyak, saya kira tidak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti KH Idham Cholid,” katanya dalam peluncuran buku ”Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah” di Jakarta, Kamis (6/3) malam.

Ketua Umum Golkar ini menjelaskan setidak-tidaknya Idham Cholid yang telah memimpin NU selama 28 tahun ini dalam karirnya selalu berada dalam tiga sosok, yaitu ketua NU sebagai ormas, NU sebagai parpol dan sebagai pejabat negera. Putra Kalsel tersebut juga pernah memimpin tiga partai yaitu Masyumi, NU dan PPP.

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Idham Cholid juga pernah menduduki tiga jabatan menteri, yaitu wakil perdana menteri, menkopolkam, dan menteri sosial. Di posisi legislatif, ia juga menduduki berbagai jabatan mulai dari anggota DPRD Kalsel, DPR dan MPR. “Wajar jika kita mempelajari, mengambil hikmahnya,” katanya.

Mengenai kemampuannya membawa NU dalam berbagai situasi, Jusuf Kalla berpendapat hal ini dikarenakan ia merupakan orang moderat yang selalu berada ditengah disertai sikap kesantunan sehingga bisa diterima oleh semua fihak.

“Hanya kesantunan yang bisa menjaga kemoderatan. Kalau pandangannya ekstrim, tentu orangnya juga ekstrim. Hanya orang yang memahami banyak orang yang bisa mengerti,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengenalannya secara pribadi dengan Idham Chalid telah terjadi sejak ia tinggal di Makassar yang mana orang tuanya, H. Kalla merupakan tokoh NU setempat dan ketika ke Sulsel, Idham Chalid kadangkala berkunjung ke rumahnya. “Sekali-sekali acara NU di rumah orang tua saya, saya mendengar pembicaraan kepartaian atau apa saja. Jadi banyak hal yang menjadi pelajaran,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum mengakhiri sambutannya, Jusuf Kalla juga mendoakan agar Idham Chalid yang saat ini terbaring sakit dapat diberi keselamatan, rahmat dan hidayah. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 21 Februari 2016

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf

Palu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf memberikan apresiasi kepada ketua umum terpilih M Agus Mulyono Herlambang di akhir penutupan kongres XIX, Senin (22/05), Masjid Agung Darussalam Palu Sulawesi Tengah,

Dalam kegiatan yang diberi tema Meneguhkan Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban Aminuddin Maruf mengajak kepada kader-kader PMII se-Indonesia untuk berpegang teguh menjaga NKRI, menjaga Nahdlatul Ulama dan menjaga PMII.

Masih dalam forum yang sama, Ketum PB PMII asal Jakarta itu memberikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap kader-kader PMII yang dapat menyelesaikan Kongres XIX ini dengan baik dan lancar.

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf

"Target kami kongres maksimal dilaksanakan selama 1 minggu, dan Alhamdulillah kongres XIX ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada insiden yang mengganggu." ungkap Ketum PB PMII Demisioner.

Lanjutnya, "Hari ini kita buktikan bahwa kita kompak di bawah kepemimpinan Muhammad Agus Mulyono Herlambang Ketua Umum PB PMII terpilih."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di akhir sambutan, Aminuddin Maruf sampaikan permohonan maafnya kepada seluruh kader-kader PMII.

"Atas nama pribadi, atas nama pimpinan, saya memohon pintu keikhlasan apabila selama kepengurusan kami ada sesuatu yang seharusnya tidak kami lakukan, ada sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi kalian, karena sesungguhnya kami telah bekerja keras. Terakhir, kami bangga menjadi PMII," tegas Ketum PB PMII 2014-2017.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penutupan kongres ini, juga di isi sambutan oleh Ketua Umum PB PMII terpilih M. Agus Mulyono Herlambang.

"Amanah yang telah diberikan ini adalah amanah yang berat bila saya tanggung sendiri. Tapi apabila tangan kader-kader PMII se-Indonesia mau membantu, maka kita mampu maju dan besar bersama," ucap M. Agus Mulyono Herlambang.

Keberhasilan organisasi adalah bagaimana organisasi dapat menyelesaikan dengan dialektis, dan melanjutkan program-program yang lama.

"Perubahan yang akan kita lakukan ke depan bersifat dialektis, mari bersama-sama menyongsong PMII," tegas Ketum PB PMII terpilih.

Ketum PB PMII terpilih asal Jombang ini menerangkan bahwa dirinya adalah seorang akademisi sastra Inggris dan juga Septi Rahmayati Ketua Umum PB Kopri terpilih seorang akademisi pendidikan bahasa Inggris.

Di akhir sambutannya, Ketum PB PMII terpilih menegaskan, "Kongres ini adalah awal menjadikan PMII menjadi lebih baik lagi". (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Februari 2016

Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - GP Ansor dan Banser Jember mendeklarasikan perlawanan terhadap radikalisme dan khilafah yang jelas-jelas mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kegiatan apel kebangsaan yang berlangsung di alun-alun Jember, Jumat (10/2). Ketua PCNU Jember KH Abdullah Samsul Arifin (Gus Aab) yang bertugas sebagai inspektur upacara mengingatkan GP Ansor Jember untuk waspada.

Menurutnya, GP Ansor harus selalu siap dan siaga karena banyaknya tantangan dewasa ini yang harus dihadapi demi mewujudkan keutuhan bangsa. "Integrasi nasional harus dijaga dan dijunjung tinggi di atas kepentingan golongan demi menjaga kesatuan," demikian disampaikan Gus Aab saat memberikan sambutan pada apel kebangsaan tersebut.

Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi

Ia menambahkan bahwa dirinya bangga terhadap GP Ansor dan Banser yang selama ini memosisikan diri sebagai benteng ulama dan NU serta senantiasa menjaga komitmennya dalam merawat NKRI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tentu kita marah dan sakit hati ketika ada ulama NU disakiti dan tidak dihormati, tapi selama ini warga Nahdliyin dan GP Ansor punya cara tersendiri dalam mengatasinya, bukan dengan cara-cara atau tindakan membabi buta yang mengancam kemaslahatan bersama.

Jangan sampai kita terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi NU dengan memanfaatkan keadaan saat ini, "Kita tunggu instruksi pimpinan pusat," imbuh Gus Aab.

Selanjutnya Ketua GP Ansor Jember HM Ayub Junaidi bersama Wakil Bupati KH Abdul Muqit Arief beserta Kapolres dan pimpinan cabang lainnya melakukan inspeksi kesiapan pasukan sembari berjabat tangan dengan para peserta apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Apel kebangsaan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB itu pantas diapresiasi karena melibatkan semua satuan yang ada di GP Ansor Jember. Tampak Satuan Korps Provost Banser, Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana dan yang menarik perhatian apel kebangsaan ini juga diikuti oleh anggota Pelopor Banser Jember.

Di samping itu, apel yang diikuti oleh kurang lebih 1000 anggota GP Ansor Jember ini juga merupakan kegiatan konsolidasi atas kesiapan GP Ansor Jember sebagai tuan rumah sekaligus panitia lokal digelarnya Diklat Susbalan Satkorwil Banser GP Ansor Jawa Timur yang akan diadakan pada 23 sampai 26 Februari 2017 di Markas Secaba Rindam V/Brawijaya Jember. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Sejarah, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga

Sampang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hari ulang tahun kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia yang jatuh pada Ahad (17/8) menjadi spesial bagi Nahdlatun Nisak Center (NNC) Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sampang, Jawa Timur.

Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga

Pasalnya, organisasi perempuan di bawah naungan PC Lakpesdam NU Sampang ini mengadakan aksi simpatik melalui pembacaan puisi kemerdekaan serta aksi bagi-bagi bunga kepada para pengguna jalan di depan Monumen Trunojoyo Sampang.

Aksi para kader muda perempuan NU tersebut mendapat perhatian dari masyarakat dan para pengguna jalan. Aminatur Rizqiyah, Ketua NNC PC Lakpesdam NU Sampang, saat membacakan puisi menggugah semangat nasionalisme masyarakat, khususnya para pemudi Sampang, agar selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan bangsa dan tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditemui wartawan di tengah aksi bagi-bagi bunga, Aminatur Rizqiyah mengatakan, bagi-bagi bunga kepada pengguna jalan bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta masyarakat kepada Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Semangat nasionalisme para pemudi sekarang sudah mulai luntur, kecintaan mereka terhadap bangsa ini sudah berkurang. Karena itu, kami gugah semangat nasionalismenya dengan membagikan bunga sebagai lambang kecintaan kita kepada tanah air. Bunga melambangkan cinta. Hari ini 17 Agustus 2014, kami membagikan bunga agar masyarakat cinta kepada tanah air Indonesia,” ucapnya. (Agus Wedi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Februari 2016

Maulid dan Hari Kemerdekaan Tak Kenal Batas Waktu

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Maulid Nabi atau peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat dilaksanakan setiap saat. Maulid tidak mengenal batas waktu. Demikian diuraikan Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya saat memberikan taushiyah dalam Peringatan Maulid Nabi, Haul Syekh Abu Bakar, Habaib, Auliya, Sesepuh, Kiai Se-Kabupaten Jepara dan Gebyar Merah Putih di Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu (14/4) kemarin.

Maulid dan Hari Kemerdekaan Tak Kenal Batas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid dan Hari Kemerdekaan Tak Kenal Batas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid dan Hari Kemerdekaan Tak Kenal Batas Waktu

Menurut Rais Aam Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah kepada ribuan jamaah yang hadir ia mengungkapkan tidak adanya batas waktu untuk maulidurrasul dikarenakan agar tidak menunggu setahun sekali. Sehingga dipaparkannya boleh dilaksanakan setiap Senin, Kamis dan momentum-momentum yang lain.

Hal itu, tegas Habib sejalan dengan peringatan HUT RI. Dalam memperingati Peringatan 17-an tidak hanya setiap tujuhbelasan saja melainkan pada upacara bendera sejatinya tertuang makna kemerdekaan. “Semisal pada saat pengibaran sang saka merah putih adalah wujud nasionalisme kita terhadap pejuang yang telah mendahului,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia prihatin jika peringatan Maulid dan 17an hanya dilaksanakan setahun sekali sebab semangat nasionalisme akan semakin luntur. Apalagi cucu-cucu ditahun-tahun yang datang sudah tidak lagi mengenal Nabi Muhammad SAW, Soekarno, M Hatta, Jenderal Soedirman, Pangeran Diponegoro dan masih banyak lagi. “Hal itu merupakan cerminan untuk menghargai tarikh, sejarah,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya atas nama kepala daerah menuturkan dengan kegiatan tersebut merupakan bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Cinta kepada tanah air lanjutnya perlu ditanamkan sedalam-dalamnya pada masing-masing individu. Selain itu untuk memperkokoh NKRI perlu ditopang dengan persatuan dan kesatuan.     

Kapolres, Dandim Jepara juga memberikan kata sambutan. Rebana Kanzus Salawat dari Pekalongan mengiringi pembacaan maulid simtuth duror yang dipimpin Habaib. Menyanyikan lagu Indonesia Raya juga dilantunkan sebagai bentuk cinta kepada tanah air. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 Februari 2016

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

Paguyuban Pedagang Pasar (PAPPAS) Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah mengadakan Tasyakuran Suran dengan mengajak warga sekitar membaca Yaasin dan Tahlil, di Kutoarjo, Kamis (27/10).

"Kami mohon maaf pada segenap warga pasar Kutoarjo, mengingat banyaknya agenda yang telah dilaksanakan pada bulan-bulan sebelumnya sehingga PAPPAS untuk tahun ini menggelar acara tasyakuran suran tidak bisa seperti biasanya,” ujar Ketua PAPPAS Kutoarjo H Muhamad Choirul Anwar.

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Pasar Kutoarjo Ajak Warga Tahlilan

Muharom 1438 H sebagai awal bulan dalam kalender Islam sudah hampir lewat. Namun PAPPAS Kutoarjo tidak ingin kehilangan keistimewaan bulan mulia tersebut. Sebagai rangkaian dari acara Tasyakuran Suran (peringatan bulan Muharram) mereka menyembelih kambing.

Pembacaan tahlil dipimpin tokoh agama Islam setempat, KH Mustofa dan kultum disampaikan oleh Ketua MWC NU Bayan, Purworejo, Kiai Achmad Mustawin, dihadiri oleh pengurus PAPPAS, pejabat pasar, dan beberapa dari perwakilan pedagang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan yang sama, Lurah Pasar Kutoarjo, Suseno mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya pada seluruh warga pasar Kutoarjo.

Suseno juga berharap agar pedagang melalui PAPPAS bisa memberikan kritik konstruktif kepada pejabat pasar sehingga tercipta kondisi pasar yang aman dan juga nyaman, bebas dari hal-hal berbau negatif.

“Sungguh, kami selaku pejabat pasar menerima dengan senang hati segala kritik saran dari pedagang demi terwujudnya kondisi pasar yang aman dan juga nyaman. Dengan bersama-sama semoga kita bisa menciptakan pasar yang semakin lebih baik” kata Suseno.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pasar Kutoarjo merupakan salah satu pasar induk di Kabupaten Purworejo. Bulan Muharom biasa diperingati dengan menggelar acara pembacaan Yaasin dan Tahlil yang tidak hanya melibatkan warga pasar saja namun juga warga di sekitar pasar. (Muhammad Ghufron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Budaya, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah