“Sebuah pisau tak akan tajam jika tak sering diasah. Begitu pula dengan ilmu yang tak akan matang jika tak selalu dikaji,” ujar Heru Hermawan Ketua PAC Klapanunggal di sela kegiatan pada (23/3) tersebut.
| Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu! (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pemuda NU Kudu Nahdlah, Jangan Tidur Melulu!
Menurut dia, dasar dari pergerakan dimulai dari kajian-kajian. Itulah mengapa Majlis Rijalul Ansor diadakan sebagai tempat refleksi untuk mengkaji ilmu-ilmu agama.Dewan Penasehat GP Ansor Klapanunggal Yayat Ruhiyat memberikan arahan dan masukan agar pengajian tersebut senantiasa berjalan dengan istiqomah.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Sementara KH Zainil Achyar, selepas pengajian berpesan untuk bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia.Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
“Banggalah jadi NKRI. Tidak ada ibadah yang lebih indah dan aman selain Indonesia,” tegasnya.Ajengan yang akrab disapa Kang Haji itu mengaku senang NU sekarang aktif di Klapanunggal. Namun, ia menekankan agar pemudanya sesuai dengan nama organisasi induknya, yakni nahdlah, harus bangkit.
"Alus NU kiwari tos berjalan di Klapanunggal, ulah he’es wae. Sesuai atuh jeung ngaran, kudu nahdlah, bangkit komo pemudana. Kudu nahdlah kiwari mah (bagus, NU sekarang sudah berjalan di Klapanunggal. Tapi harus sesuai dengan namanya, nahdlah, harus bangkit, jangan tidur melulu. Harus nahdlah sekarang mah, terutama bagi pemuda),” pesan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarokah tersebut.
Kegiatan itu diinisiasi PAC GP Ansor dengan MWCNU Klapanunggal di setiap Kamis malam pada minggu ketiga dan keempat setiap bulan. (Ajis Ian/Dhamiry/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Hikmah, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah