Selasa, 08 September 2015

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indoesia (PMII) Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sekolah Feminis dengan tema Membentuk Karakter Kader PMII yang Progresif, Transformatif dan Berkesadaran Gender di Pondok Pesantren Hidzhul Biah Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, 28-29 Desember 2013.

Sekolah feminis ini diikuti puluhan kader PMII Rayon Ashram Bangsa dari berbagai angkatan, baik perempuan maupun laki-laki. Kegiatan ini dimotori Komunitas Perempuan Syariah (Kapas) sebagai badan semi otonom rayon yang menangani keperempuan. Paserta tak hanya disuguhi sejumlah teori tapi juga dihadapkan dengan studi kasus.

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Rayon Ashram Bangsa Bentuk Kader Sadar Gender

"Sekolah Feminis ini dilaksanakan bukan sebatas pemahaman tentang gender semata. Lebih dari itu kami ingin membuktikan bahwa kader perempuan PMII Ashram Bangsa mampu mempunyai nilai tawar terhadap publik,” ujar Naya, Ketua Kapas PMII Rayon Ashram Bangsa dalam sambutannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, sebagai generasi yang dibesarkan dalam lingkungan NU, pihaknya ingin meyampaikan kepada masyarakat bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang ramah terhadap perempuan.

Naya mengungkapkan, generasi muda PMII saat ini khususnya perempuan mulai enggan mengaji tentang gender karena dianggap sebagai bentuk perlawanan. Padahal, gender berbicara mengenai hak. Atas dasar itulah PMII Rayon Ashram Bangsa mengadakan Sekolah Feminis untuk kalangan kader-kader PMII khususnya perempuan. (Abdul Rahman Wahid/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 02 September 2015

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Warga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, menyimpan kenangan yang baik tentang sosok Gus Dur. Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M Ali, salah satunya. 

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gus Dur Menolak Disambut dengan Shalawat Badar

Pada pertengahan Desember lalu, ketika Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah melakukan peliputan kunjungan PBNU ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa Pidie Jaya, Tengku Marzuki menceritakan kenangannya tentang sosok Gus Dur. 

Sekitar tahun 1999, Gus Dur mengunjungi Aceh dalam kaitannya dengan referendum yang dikehendaki sebagian masyarakat Aceh. Tepat ketika Gus Dur memasuki ruang pertemuan di Masjid Baiturrahman, segera masyarakat yang umumnya warga NU, mengumandangkan shalawat badar. 

Tetapi, Gus Dur meminta hadirin menghentikan bacaan salawat tersebut. “Jangan itu (shalawat badar),” kata Tengku Marzuki menirukan Gus Dur. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadirin yang heran pun terdiam. Gus Dur lalu meneruskan, “Ayo kita baca ilahilastulil firdausi ahla....

Hadirin segera mengikuti membaca syair itu, sehingga suasana berubah menjadi lebih syahdu. Hadirin terbawa dan larut dalam syair yang berisi pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa tersebut lagi-lagi menunjukkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang sederhana dan tak suka diagung-agungkan.

Karena dalam pandangan Gus Dur, selain ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, shalawat badar juga dilantunkan untuk menyambut sebuah kemenangan. Hal ini berbeda dengan konteks kunjungannya saat itu. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Lomba, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 30 Agustus 2015

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua PBNU yang juga Ketua Panitia SC Muktamar KH Slamet Efendy Yusuf mengunjungi Kantor PWNU Nusa Tenggara Barat, Jum’at (20/3), dalam rangka menyiapkan agenda pra muktamar yang rencananya akan dipustkan NTB untuk wilayah Indonesia bagian tengah.

Agenda pra muktamar? akan digelar di empat wilayah yang ada di indensia di antaranya Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat.

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB

“Agenda pramuktamar di NTB akan di gelar nanti pada 9-10 April mendatang, khusus akan membahas tentang ahlul halli wal Aqdi,” kata Slamet dalam arahannya di hadapan peserta di Aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan No 6 Mataram

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahlul halli wal aqdi dalam memilih pimpinan baru PBNU ditempuh sebagai upaya untuk mengubah pola demokrasi negatif yang lebih cendrung dikuasai oleh pemodal. “Siapa yang memiliki sponsor kuat itu yang memimpin,” terangnya.

Ia optiomis? dengan sistem ahlul halli wal Aqdi bisa memotong gerakan-gerakan pemodal. "Tidak hanya dalam pemilihan pimpinan NU, tetapi juga? termasuk pemilihan Ketua GP Ansor," tandasnya yang langsung di sambut dengan tempuk tangan pengurus NU, badan otonom serta lembaga dan lajnah PWNU NT yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Slamet menyebutkan dengan cara ahlul halli wal Aqdi? ia yakin bisa melahirkan pemimpin NU yang betul-betul memahami NU.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiuddin Mansur, Mantan Ketua PWNU NTB Prof. H. Muslim, dan Rais Suriyah PWNU NTB TGH Munajib Khalid, TGH. Shaimun Faesal serta sejumlah pimpinan badan otonom NU yang ada di lingkup PWNU NTB. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 29 Agustus 2015

Silaturahim ASBIHU Corporate, Perkuat Persaudaraan dan Strategi Program

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk mendekatkan antara perwakilan dengan pihak manajemen, ASBIHU Tour and Travel secara rutin menyelenggarakan pertemuan tahunan dalam ajang “Silaturahim ASBIHU Corporate”. ?

Tahun 2017 ini, “Silaturahim ASBIHU Corporate” telah dilangsungkan pada akhir Februari lalu. Dalam pertemuan tersebut sedikitnya 30 perwakilan ASBIHU Tour and Travel hadir dan berperan aktif.

Silaturahim ASBIHU Corporate, Perkuat Persaudaraan dan Strategi Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahim ASBIHU Corporate, Perkuat Persaudaraan dan Strategi Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahim ASBIHU Corporate, Perkuat Persaudaraan dan Strategi Program

Direktur ASBIHU Tour and Travel, KH Hafidz Taftazani mengungkapkan, pertemuan tersebut selain untuk bersilaturahim, juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja perwakilan selama satu tahun, menyosialisasikan program-program terbaru ASBIHU Tour and Travel, dan saling berbagi (sharing) antarperwakilan dalam tata kelola manajemen perusahaan dan pemasaran.

“ASBIHU sangat mengutamakan perwakilan atau agen di setiap daerah sebagai mitra atau sahabat, bukan bawahan. Sehingga semangat kami di tingkat pusat adalah selalu mengajak mereka yang berada di daerah untuk maju bersama,” papar Kiai Hafidz.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertemuan tahunan disambut baik oleh perwakilan ASBIHU Tour and Travel. ? H Zandi Umma, perwakilan ASBIHU Jember, Jawa Timur mengatakan sangat banyak manfaat dari pertemuan tersebut.

“Yang pasti kekeluargaan semakin erat, merasa semua perwakilan sebagai saudara, bisa saling sharing problem-problem yang ada di pesantren dan KBIH yang dikelola,” kata Zandi.

Senada, H Idris Imron dari perwakilan ASBIHU Semarang mengatakan pertemuan dapat menambah keakraban antaranggota, meningkatkan semagat anggota dalam mengenalkan program-program ASBIU.

“Juga meningkatkan kemampuan pemahhaman anggota terhadap program-program ASBIHU. Dan meningkatkan kemampuan pelayanan anggota kepada jamaah,” ujar Idris. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Internasional, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 25 Agustus 2015

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peringatan maulid nabi oleh Remaja Masjid (Remas) Agung Asy-Syuhada Pamekasan penuh kebahagiaan bercampur duka mendalam, Ahad (17/12). Bahagia karena memeriahkan momentum kelahiran Muhammad SAW, dan duka sebab dibayang-bayangi kesengsaraan umat Islam di Al-Aqsha Palestina.

Acara pun juga dikemas dengan doa bersama untuk sesaudara Muslim di Palestina. Setelah itu, siraman rohani diberikan oleh pengasuh Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan KH Idris Hamid.

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina

Peserta acara ini adalah delegasi dari remas yang ada di Kabupaten Pamekasan. Mereka terhimpun dalam Forum Komunikasi Remaja Masjid (FKRM) Kabupaten Pamekasan.

Ketua Umum Remas Asy-Syuhada Muhammad Nadir menegaskan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai apresiasi rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita untuk selalu memakmurkan masjid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Serta, menjadi penggerak kegiatan-kegiatan keagamaan yang dapat digemari oleh remaja sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemakmuran masjid," terang Nadir.

Di samping itu, tambahnya, sesama saudara Muslim kita merasa wajib turut serta mendoakan mereka di Palestina. Diterangkan, Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari masjid umat Islam sedunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sebagai remas tidak rela melihat tempat suci kita dikotori oleh manusia-manusia laknatullah. Maka dari itu, di masjid agung ini kita berdoa bersama untuk kebebasan masjid Al-Aqsa dan saudara-saudara kita," tegasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 24 Agustus 2015

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahya Purnama (Ahok) mendukung gerakan advokasi dan sosialisasi imunisasi pentavalen Muslimat NU. Ahok melihat kehadiran Muslimat NU yang berbasis kaum ibu cukup strategis dalam melakukan penyuluhan imunisasi pentavalen khususnya di DKI Jakarta.

“Muslimat NU bisa bantu kami pemerintah soal RT siaga. Kita ingin Muslimat NU terdepan dalam melayani warga, bagaimana anak panas, dan lainnya,” kata Ahok membuka advokasi dan sosialisasi imunisasi pentavalen Muslimat NU di balai agung Kantor Balai Kota jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Jumat (23/10) siang.

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU

Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta Muslimat NU untuk hadir mengisi kerohanian warga Jakarta. “Di Jakarta tidak cukup orang hanya pintar. Mereka juga harus memiliki rohani yang kuat. Orang harus tahu dirinya dan tahu Penciptanya,” kata Ahok di hadapan sedikitnya 150 pengurus Muslimat NU di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Kemenkes RI, akan menggarap pendampingan dan sosialisasi imunisasi pentavalen di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

“Tiga kota itu kita garap berdasarkan tingginya angka kematian bayi dibandingkan Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, maupun Jakarta Selatan,” kata Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Imunisasi pentavalen ini terbilang memudahkan, Ketua PP Muslimat NU bidang Kesehatan Hj Rosmani Sudibyo manambahkan. Menurutnya, dengan imunisasi ini orang tua tidak perlu lagi mengatur jadwal imunisasi lainnya. Karena pentavalen mengandung lima vaksin yang dibutuhkan balita seperti vaksin polio, meningitis, hepatitis b, dan lainnya.

Sementara Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada anggota Muslimat NU di Jakarta untuk mengawal imunisasi pentavalen. “Monitoring terhadap vaksinasi itu harus. Penelantaran anak bukan hanya karena tidak memberikan makan yang cukup, tetapi juga membiarkan mereka tumbuh tanpa vaksin.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 20 Agustus 2015

Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo mengadakan workshop bertema Mendidik dan Beraktivitas dengan Hati. Kegiatan yang diadakan pada Sabtu dan Ahad (11-12/2) ini diikuti oleh seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kota Kraksaan.

Pertemuan ini dibuka oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i dan Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri. Tampak hadir sebagai narasumber Hj Hamida Wafi.

Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Tingatkan Kemampuan Mendidik

H Nasrullah Ahmad Suja’i menyampaikan, nahdliyin harus bersyukur dengan adanya NU. Sebab jika tidak ada NU, maka mungkin bisa dianggap seperti hewan. Jika sudah meninggal dikubur dan selesai.

“Tetapi dengan NU, maka kita dihormati mulai dari lahir hingga meninggal dunia. Misalnya ketika meninggal, maka umat Islam ditalqinkan, ditahlili, dan lain sebagainya. Bahkan hingga 1000 harinya,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Kiai Suja’ meminta segenap pengurus Muslimat NU bersyukur dengan adanya NU. “Beruntung KH Hasyim Asy‘ari mendirikan NU. Ini seperti layaknya Nabi Nuh ketika membuat perahu untuk umatnya. Ketika Kiai Hasyim Ashari mendirikan NU, maka semua umat Islam diajak masuk ke dalam kendaraannya bernama NU,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Hj Zulfa Badri menambahkan, banyak manfaat yang bisa didapat dengan bergabung di NU. Salah satunya adalah janji sang pendiri KH Hasyim Asyari yang menyatakan siapa saja yang bergabung dengan NU, maka dianggap sebagai muridnya.

“Berkat NU, sejarah di Indonesia tetap utuh. Marilah kita terus berjuang membesar NU melalui kegiatan Muslimat NU sebagai panghargaan yang tinggi demi melanjutkan perjuangan para ulama NU. Semoga kegiatan ini semakin menambah kecintaan kita kepada organisasi Muslimat NU,” ungkapnya.

Hj Hamida Wafi menyampaikan penjelasan tentang pengertian mendidik, siapa saja pendidik dan di mana tempat proses pendidikan. Proses pendidikan itu harus diawali dengan hati, mulai dari niat, iman, takwa, rasa, ikhlas, cinta, syukur dan bahagia. “Keikhlasan itu yang tahu hanya kita dengan Allah SWT,” katanya.

Hamida Wafi meminta seluruh pengurus untuk terus berikhtiar membersihkan dan menghidupkan hati seperti tazkiyatun nafs dan jihadun nafs, membangun lingkungan yang baik serta tadabbur dan tafakkur.

“Semua anggota Muslimat NU harus berusaha untuk siap belajar, siap berubah dan siap berjuang. Seorang pemimpin bisa dikatakan berhasil kalau bisa melahirkan banyak pemimpin,” jelasnya.

Lebih lanjut Hamida Wafi menegaskan, seorang pendidik jangan menuruti semua keinginan anak, karena hal itu berbahaya. Jangan terlalu melarang dam ajari anak untuk tidak berbohong. “Beri anak kasih sayang dan perhatian. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah