Jumat, 22 Agustus 2014

Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selain karena faktor iklim dan cuaca yang ekstrem, ada faktor lain yang luput soal penyebab maraknya bencana alam di beberapa daerah Indonesia. Faktor tersebut adalah karena umat Islam mengecewakan Nabi Muhammad SAW.

Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad

Demikian pendapat KH Maman Imanulhaq yang disampaikan pada taushiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar warga Dusun Caracas 2, Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat Selasa (21/1) malam.

"Alam ini tercipta karena adanya Nur Muhammad, laulaka laulaka maa khalaqtu aflak. Kalau bukan karena engkau Muhammad, Aku tidak akan menciptakan alam ini," begitu argumentasi Kiai Maman dengan mengutip Hadits Qudsi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai yang akrab disapa Kang Maman itu menambahkan, saat ini umat Islam sudah sering mengecewakan Nabi Muhammad dengan cara meninggalkan ajarannya.

Ketika Nabi Muhammad kecewa, lanjut Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka itu, langit menawarkan diri kepada Nabi Muhammad untuk memberikan peringatan kepada manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Langit menawarkan diri, saya siap menyadarkan manusia, akhirnya banjir ada dimana-mana" tambahnya

Selain langit, Kiai Maman  menambahkan, gunung dan bumi pun melakukan hal yang sama seperti halnya langit, akhirnya gunung meletus, tanah longsor dan ombak sampai 3 meter.

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan hadirin itu, Kiai Maman mengajak kepada  masyarakat untuk dapat istiqamah dalam melaksanakan apa yang diperintahkan Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya, serta rajin membaca shalawat sebagai bentuk ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw agar kelak bisa mendapatkan syafaatnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 11 Agustus 2014

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ulama besar asal Pattani, Thailand, Tuan Guru Haji Ismail bin Umar akan berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Batee Iliek, Aceh. Kunjungan ke Batee Iliek dijadwalkan pada Sabtu (28/5) pagi setelah sebelumnya berkunjung ke beberapa dayah (pesantren) seperti Dayah Darul Muarrif, Dayah Ulee Titi, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Babussalam Blang Blahdeh, dan juga Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga.

Baba Ismail, demikian ia disapa, akan menyampaikan tausiah di depan santri dan dewan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah sekitar pukul 08.00 Wib di Mushalla Teungku Ahmad Syarif. Selain dalam rangka dakwah, kunjungan pengarang beberapa kitab seperti Mizan ad-Durari, Hikam Jawi, dan Mawaiz al-Iman ini merupakan salah satu bentuk keseriusan para ulama di Pattani dalam memperkokoh hubungan silaturahmi dengan ulama Aceh yang sebelumnya telah berkunjung ke Pattani, termasuk pimpinan Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Dr Tgk Muntasir A. Kadir.

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Selain Baba Ismail, beberapa ulama dari luar yang berkunjung ke dayah yang berlokasi di Komplek Makam Syuhada Tgk Chik Kuta Gle ini, seperti Syeikh Abdurrahman bin Umar Al-Ahdhal dari Yaman, Mufti Damaskus Syekh Adnan Al-Afyouni, Syekh Mahmud Syahadah dan Syekh Omar Dib yang ketiganya berasal dari Suriah, dan juga beberapa ulama lainnya dari dalam dan luar negeri.

Banyaknya ulama yang berkunjung ke dayah salah satunya disebabkan nama besar pendirinya, Abu Mudi yang memang telah mempersiapkan 18 hektar lahan di tempat ini sebagai cikal bakal lahirnya Universitas Al-Aziziyah. (Muhammad Iqbal Jalil/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Falakiyah PBNU, Ahad (5/6) petang tadi, sibuk menerima laporan hasil rukyatul hilal bil fi’li dari para petugas rukyat dari berbagai daerah. Observasi awal bulan Ramadhan ini digelar antara lain di Jawa Timur (21 titik), Jawa Barat (7 titik), Jawa Tengah (5 titik), Lampung (3 titik), DI Yogyakarta (2 titik), Jakarta (2 titik), Kalimantan Selatan (2 titik), Kalimantan Barat (1 titik), Maluku (1 titik), dan Sumatera Selatan (1 titik).

Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya

Karena diliputi awan pekat, hilal tak terlihat di sejumlah daerah. Namun, tim rukyat NU dari Jawa Timur berhasil menyaksikan bulan tanda awal bulan tersebut. Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur Shofiyullah melaporkan, hilal terlihat setidaknya di empat lokasi, antara lain Gresik, Jombang, Bangkalan, dan Bojonegoro.

Dari Balai Rukyat Condrodipo Gresik, hilal berhasil dilihat dengan mata telanjang dan teodolit pada pukul 17:21:29 WIB sampai dengan 17:22:25 WIB dengan tinggi hilal 3 derajat. Perukyat yang melihat hilal ini adalah H. M. Inwanuddin dan M. Sholahuddin

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hilal juga tampak di Satuan Radar 222 Ploso Jombang pada pukul 17.26 WIB. Perukyat yang melihat hilal adalah KH Makmuri, H. Agus Salim, Lutfi Fuadi, Ustadz Mujazum setelah disumpah Hakim Pengadilan Agama H. Faiq Zarkazi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lokasi ketiga tempat hilal tampak adalah Pantai Gebang Bangkalan. Perukyat hilal,? Ainul Ghufron dan Khazin Imron berhasil menyaksikan hilal pada pukul 17.29 - 17.33 WIB. Hakim PA Bangkalan yang menyumpah adalah? H. Abdul Majid. Terakhir, pada pukul 17.34 perukyat Harun dan Muhtarom juga berhasil melihat hilal di Bukit Wonocolo Kedewan, Bojonegoro.

Beberapa laporan itu juga sempat dibacakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Ahad malam ini, seusai menggelar siding itsbat bersama lintas ormas Islam dan pakar astronomi.

PBNU menerbitkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal puasa Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Senin bertepatan dengan 6 Juni 2016, melalui surat bernomor 610/C.I.34/06/2016. Hal ini juga sesuai dengan hasil siding itsbat yang memutuskan 1 Ramadhan jatuh pada Senin besok. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, IMNU, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Agustus 2014

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kota Bondowoso menggelar tasyakuran kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun dengan mengadakan Pelatihan Ekonomi Kreatif.

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan para mahasiswa Universitas Jember yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Balai Desa Pejaten, Kecamatan Kota Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (19/8). Pada kesempatan itu diselipkan pelantikan Pengurus Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk desa Pejaten.

Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kota Bondowoso Mustakim mengatakan bahwa pelatihan ekonomi kreatif ini semata-mata ingin berupaya memberikan hal yang menjadi urusan keseharian anggota, yaitu bidang prekonomian.

Ia berjanji kepada para perserta pelatihan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut akan terus diadakan untuk meningkatkan ekonomi di desa itu.

Senada dengan Mustakim, Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, kegiatan semacam itu juga akan ditingkatkan Pimpinan Cabang dengan memfasilitasinya. Untuk tujuan itu, PC CP Ansor akan bersinergi dengan pemerintah melalui dinas terkait, baik dari Dinas Ketenagakerjaan maupun Diskoperindag.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Inssyaallah akhir bulan ini atau bulan depan Gerakan Pemuda Ansor akan melaksanakan palatihan ternak unggas yang akan dilaksanakan di balai latihan kerja kabupaten Bondowoso," terangnya.

Kegiatan semacam itu, menurut dia, adalah upaya Gerakan Pemuda Ansor berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Edi Susanto yang mewakili Kepala Dinas Diskoperindag meminta GP Ansor untuk terus meningkatkan ekonomi anggota dan masyarakat secara umum.

"Kami dari Diskoperindag selalu mendukung kegiatan-kegiatan Pemuda Ansor yang sesuai dengan tupoksi-tupoksi bagi kita," jelasnya pada kegiatan yang dihadiri Polsek Kota, Kades Pejaten, dan MWCNU Kota itu. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Internasional, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 03 Agustus 2014

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial kegamaan (jamiyyah diniyyah ijtimaiyyah) didirikan tidak hanya bertujuan memperkuat paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), tetapi juga sebagai respon atas kondisi nasional dan internasional saat itu.?

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos

Para inisiator dan pendiri NU seperti KH Wahab Chasbullah, KH Hasyim Asy’ari, dan para kiai se-Jawa dan Madura memimpin pergerakan nasional melawan ketidakperikemanusiaan penjajah. Selain itu, mereka juga berupaya menangkal puritanisme Islam yang dibawa oleh Dinasti Saud di Arab Saudi yang berusaha meratakan makam Nabi dan para sahabat.

Tantangan-tantangan di atas hingga sekarang masih diperankan oleh para kiai NU sehingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar pertemuan 99 Ulama khos di Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (16/3) bertajuk Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara. ?

Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerangkan, dewasa ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan-tantangan yang sangat kritikal baik dalam skala domestik maupun internasional. Dalam skala domestik, pergerakan populisme kanan terus bekerja menggerus kultur moderat keagamaan masyarakat.?

“Meskipun kita tahu bahwa gerakan-gerakan transnasional itu, secara global sebenarnya juga belum pernah berhasil menemukan bentuk idealnya. Karena itu kita tidak boleh goyah,” tegas Gus Yahya, Kamis (9/3) di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada saat yang sama, imbuh salah seorang keponakan Gus Mus ini, NU yang dinilai mampu menerjemahkan dengan baik Islam sebagai rahmat bagi alam semesta, sesungguhnya tengah diharapkan peran aktifnya oleh masyarakat dunia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“NU benar-benar menjadi harapan bagi umat Islam untuk kembali menjadikan agama ini pilar peradaban dunia,” katanya.?

Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, KH Maimoen Zubair menyambut baik silaturahim dan pertemuan para ulama dari penjuru Indonesia itu.

Bahkan dalam sejumlah kesempatan, Mbah Maimoen berkali-kali mengutarakan pandangannya terkait tradisi musyawarah di antara para ulama. Hal ini mengingat kondisi sosial, kegamaan, dan lain-lain di kancah nasional maupun global kerap memunculkan konflik horisontal, bahkan berpotensi memecah belah bangsa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 28 Juli 2014

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musibah erupsi Gunung Kelud membuat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang mengadakan aksi kemanusiaan. Selain mengumpulkan donasi uang dan barang, para aktivis mahasiswa Unipdu juga bergerak sebagai relawan.

Ada enam mahasiswa Unipdu yang rela bergabung dengan relawan erupsi Gunung Kelud. "Mereka akan berada di posko Kelud sekitar satu minggu," kata Dianti Ninda Putri, Gubernur BEM FIA kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (20/2).

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan

Para relawan akan mengawal seluruh bantuan dari masyarakat untuk disampaikan kepada korban. "Mereka yang akan memberikan informasi terbaru kondisi dan barang apa saja yang paling mendesak untuk diberikan kepada pengungsi," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada saat yang sama, para aktivis Unipdu juga terus berupaya menghimpun dana dari masyarakat di sejumlah titik strategis. BEM FIA Unipdu berkomitmen akan terus menggalang dana bantuan selama masih dibutuhkan. Selain mahasiswa, donasi juga datang dari para dosen dan pimpinan fakultas.

Secara khusus, Dianti? mengajak segenap warga untuk turut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan bagi erupsi Kelud.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namanya makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang sekitar, semuanya saling berkaitan," tandasnya seraya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan korban. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Cerita, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 19 Juli 2014

PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Mayoritas mata pencarian warga Bojonegoro adalah petani. Tetapi kehidupan petani, masih belum layak karena saat panen harga hasil panen tidak sesuai keinginan petani. Aktivis PMII Bojonegoro mengajak Dinas Pertanian (Disperta) setempat berdiskusi untuk menjamin perlindungan petani.

Diskusi diselenggarakan di kantor PMII Bojonegoro Jalan Pondok Pinang Nomor 2A Bojonegoro, Selasa (8/3). Selain diikuti puluhan aktivis dari kampus di Kota Ledre, hadir langsung Kepala Disperta Ahmad Djupari yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) di Disperta setempat.

PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani

Diskusi dengan tema "Dari Hulu ke Hilir Pertanian di Bojonegoro, Harus Bisa Sejahterakan Petani", berlangsung gayeng dan penuh inovasi gagasan pengembangan pertanian di Bojonegoro.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Permasalahan petani sangat kompleks, mulai tanam sampai panen," kata koordinator diskusi Imam Mukhibul Maruf.

Aktivis pergerakan itu memaparkan bagaimana keluhan petani, hasil observasi PMII yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Bahwa permasalahan petani sangat kompleks, mulai dari modal tanam yang mayoritas hasil pinjaman, mahalnya harga pupuk dan obat, serta Sumber Daya Manusia (SDM) petani yang semakin berkurang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Serta akses air yang bagian selatan sulit air dan bagian bantaran Bengawan Solo yang sering banjir dan lain sebagainya. Apalagi saat panen, harga jualnya yang murah. "Sehingga perlu perlindungan hak-hak mereka, agar mereka lebih berdaya saing tinggi dan sejahtera," terangnya.

Ketua PMII Bojonegoro Ahmad Syahid meminta lima hal yang menjadi gagasan besar diskusi tersebut. Salah satunya perlindungan kepada petani, mulai dari bibit, proses tanam, persediaan dan harga pupuk bahkan saat musim panen.

"Termasuk harus ada BUMD yang khusus menangani hasil pertanian di Bojonegoro sehingga bisa terwujud pasar induk beras, jagung, dan kedelai yang menjadi andalan pertanian Bojonegoro," ungkapnya.

Ia meminta PPL Disperta harus lebih intens mendampingi petani, memfungsikan lumbung padi desa dan simpan pinjam petani yang bunganya ringan bisa diintegerasikan dengan Bumdes. Terakhir evaluasi program yang kurang berjalan (Program Jambu, Seribu embung, Pompanisasi, Traktor bagi Poktan).

"Sebenarnya program yang telah direncanakan baik, tapi untuk realisasinya perlu dikontrol dan evaluasi. Intinya PMII mendorong agar Disperta lebih getol untuk menjamin perlindungan hak petani," tandasnya.

Kepala Disperta Ahmad Djupari menerangkan kepada puluhan aktivis PMII bahwa luas lahan pertanian Bojonegoro adalah 32 persen luas Kota Ledre. Jadi harus inovasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian di Bojonegoro ini.

"Meskipun lahan tidak terlalu luas, Bojonegoro sudah surplus hasil pertaniannya bahkan nomor tiga Se-Jawa Timur," tuturnya.

Namun memang masalah yang di hadapi petani sangat kompleks dan bahkan petani sering merugi. Jadinya generasi muda gengsi untuk bertani. Sedangkan generasi tua susah untuk diajak berinovasi.

"Dari permasalahan yang disampaikan PMII, kami sangat mengapresiasi perannya. Namun kita terbatas SDM sehingga butuh bantuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Pada intinya saya sepakat bila petani berhak untuk hidup lebih sejahtera lagi," pungkasnya saat diskusi. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah