Senin, 11 Agustus 2014

Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Falakiyah PBNU, Ahad (5/6) petang tadi, sibuk menerima laporan hasil rukyatul hilal bil fi’li dari para petugas rukyat dari berbagai daerah. Observasi awal bulan Ramadhan ini digelar antara lain di Jawa Timur (21 titik), Jawa Barat (7 titik), Jawa Tengah (5 titik), Lampung (3 titik), DI Yogyakarta (2 titik), Jakarta (2 titik), Kalimantan Selatan (2 titik), Kalimantan Barat (1 titik), Maluku (1 titik), dan Sumatera Selatan (1 titik).

Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Empat Lokasi, Inilah Data Lengkapnya

Karena diliputi awan pekat, hilal tak terlihat di sejumlah daerah. Namun, tim rukyat NU dari Jawa Timur berhasil menyaksikan bulan tanda awal bulan tersebut. Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur Shofiyullah melaporkan, hilal terlihat setidaknya di empat lokasi, antara lain Gresik, Jombang, Bangkalan, dan Bojonegoro.

Dari Balai Rukyat Condrodipo Gresik, hilal berhasil dilihat dengan mata telanjang dan teodolit pada pukul 17:21:29 WIB sampai dengan 17:22:25 WIB dengan tinggi hilal 3 derajat. Perukyat yang melihat hilal ini adalah H. M. Inwanuddin dan M. Sholahuddin

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hilal juga tampak di Satuan Radar 222 Ploso Jombang pada pukul 17.26 WIB. Perukyat yang melihat hilal adalah KH Makmuri, H. Agus Salim, Lutfi Fuadi, Ustadz Mujazum setelah disumpah Hakim Pengadilan Agama H. Faiq Zarkazi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lokasi ketiga tempat hilal tampak adalah Pantai Gebang Bangkalan. Perukyat hilal,? Ainul Ghufron dan Khazin Imron berhasil menyaksikan hilal pada pukul 17.29 - 17.33 WIB. Hakim PA Bangkalan yang menyumpah adalah? H. Abdul Majid. Terakhir, pada pukul 17.34 perukyat Harun dan Muhtarom juga berhasil melihat hilal di Bukit Wonocolo Kedewan, Bojonegoro.

Beberapa laporan itu juga sempat dibacakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Ahad malam ini, seusai menggelar siding itsbat bersama lintas ormas Islam dan pakar astronomi.

PBNU menerbitkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal puasa Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Senin bertepatan dengan 6 Juni 2016, melalui surat bernomor 610/C.I.34/06/2016. Hal ini juga sesuai dengan hasil siding itsbat yang memutuskan 1 Ramadhan jatuh pada Senin besok. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, IMNU, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Agustus 2014

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kota Bondowoso menggelar tasyakuran kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun dengan mengadakan Pelatihan Ekonomi Kreatif.

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuri Kemerdekaan, GP Ansor Kota Bondowoso Gelar Pelatihan Ekonomi

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan para mahasiswa Universitas Jember yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Balai Desa Pejaten, Kecamatan Kota Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (19/8). Pada kesempatan itu diselipkan pelantikan Pengurus Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk desa Pejaten.

Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kota Bondowoso Mustakim mengatakan bahwa pelatihan ekonomi kreatif ini semata-mata ingin berupaya memberikan hal yang menjadi urusan keseharian anggota, yaitu bidang prekonomian.

Ia berjanji kepada para perserta pelatihan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut akan terus diadakan untuk meningkatkan ekonomi di desa itu.

Senada dengan Mustakim, Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, kegiatan semacam itu juga akan ditingkatkan Pimpinan Cabang dengan memfasilitasinya. Untuk tujuan itu, PC CP Ansor akan bersinergi dengan pemerintah melalui dinas terkait, baik dari Dinas Ketenagakerjaan maupun Diskoperindag.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Inssyaallah akhir bulan ini atau bulan depan Gerakan Pemuda Ansor akan melaksanakan palatihan ternak unggas yang akan dilaksanakan di balai latihan kerja kabupaten Bondowoso," terangnya.

Kegiatan semacam itu, menurut dia, adalah upaya Gerakan Pemuda Ansor berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Edi Susanto yang mewakili Kepala Dinas Diskoperindag meminta GP Ansor untuk terus meningkatkan ekonomi anggota dan masyarakat secara umum.

"Kami dari Diskoperindag selalu mendukung kegiatan-kegiatan Pemuda Ansor yang sesuai dengan tupoksi-tupoksi bagi kita," jelasnya pada kegiatan yang dihadiri Polsek Kota, Kades Pejaten, dan MWCNU Kota itu. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Internasional, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 03 Agustus 2014

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial kegamaan (jamiyyah diniyyah ijtimaiyyah) didirikan tidak hanya bertujuan memperkuat paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), tetapi juga sebagai respon atas kondisi nasional dan internasional saat itu.?

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos

Para inisiator dan pendiri NU seperti KH Wahab Chasbullah, KH Hasyim Asy’ari, dan para kiai se-Jawa dan Madura memimpin pergerakan nasional melawan ketidakperikemanusiaan penjajah. Selain itu, mereka juga berupaya menangkal puritanisme Islam yang dibawa oleh Dinasti Saud di Arab Saudi yang berusaha meratakan makam Nabi dan para sahabat.

Tantangan-tantangan di atas hingga sekarang masih diperankan oleh para kiai NU sehingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar pertemuan 99 Ulama khos di Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (16/3) bertajuk Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara. ?

Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerangkan, dewasa ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan-tantangan yang sangat kritikal baik dalam skala domestik maupun internasional. Dalam skala domestik, pergerakan populisme kanan terus bekerja menggerus kultur moderat keagamaan masyarakat.?

“Meskipun kita tahu bahwa gerakan-gerakan transnasional itu, secara global sebenarnya juga belum pernah berhasil menemukan bentuk idealnya. Karena itu kita tidak boleh goyah,” tegas Gus Yahya, Kamis (9/3) di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada saat yang sama, imbuh salah seorang keponakan Gus Mus ini, NU yang dinilai mampu menerjemahkan dengan baik Islam sebagai rahmat bagi alam semesta, sesungguhnya tengah diharapkan peran aktifnya oleh masyarakat dunia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“NU benar-benar menjadi harapan bagi umat Islam untuk kembali menjadikan agama ini pilar peradaban dunia,” katanya.?

Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, KH Maimoen Zubair menyambut baik silaturahim dan pertemuan para ulama dari penjuru Indonesia itu.

Bahkan dalam sejumlah kesempatan, Mbah Maimoen berkali-kali mengutarakan pandangannya terkait tradisi musyawarah di antara para ulama. Hal ini mengingat kondisi sosial, kegamaan, dan lain-lain di kancah nasional maupun global kerap memunculkan konflik horisontal, bahkan berpotensi memecah belah bangsa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 28 Juli 2014

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Musibah erupsi Gunung Kelud membuat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang mengadakan aksi kemanusiaan. Selain mengumpulkan donasi uang dan barang, para aktivis mahasiswa Unipdu juga bergerak sebagai relawan.

Ada enam mahasiswa Unipdu yang rela bergabung dengan relawan erupsi Gunung Kelud. "Mereka akan berada di posko Kelud sekitar satu minggu," kata Dianti Ninda Putri, Gubernur BEM FIA kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (20/2).

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

BEM FIA Unipdu Jombang Kirim Bantuan dan Relawan

Para relawan akan mengawal seluruh bantuan dari masyarakat untuk disampaikan kepada korban. "Mereka yang akan memberikan informasi terbaru kondisi dan barang apa saja yang paling mendesak untuk diberikan kepada pengungsi," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada saat yang sama, para aktivis Unipdu juga terus berupaya menghimpun dana dari masyarakat di sejumlah titik strategis. BEM FIA Unipdu berkomitmen akan terus menggalang dana bantuan selama masih dibutuhkan. Selain mahasiswa, donasi juga datang dari para dosen dan pimpinan fakultas.

Secara khusus, Dianti? mengajak segenap warga untuk turut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan bagi erupsi Kelud.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namanya makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang sekitar, semuanya saling berkaitan," tandasnya seraya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan korban. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Cerita, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 19 Juli 2014

PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Mayoritas mata pencarian warga Bojonegoro adalah petani. Tetapi kehidupan petani, masih belum layak karena saat panen harga hasil panen tidak sesuai keinginan petani. Aktivis PMII Bojonegoro mengajak Dinas Pertanian (Disperta) setempat berdiskusi untuk menjamin perlindungan petani.

Diskusi diselenggarakan di kantor PMII Bojonegoro Jalan Pondok Pinang Nomor 2A Bojonegoro, Selasa (8/3). Selain diikuti puluhan aktivis dari kampus di Kota Ledre, hadir langsung Kepala Disperta Ahmad Djupari yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) di Disperta setempat.

PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bojonegoro Minta Disperta Jamin Perlindungan Petani

Diskusi dengan tema "Dari Hulu ke Hilir Pertanian di Bojonegoro, Harus Bisa Sejahterakan Petani", berlangsung gayeng dan penuh inovasi gagasan pengembangan pertanian di Bojonegoro.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Permasalahan petani sangat kompleks, mulai tanam sampai panen," kata koordinator diskusi Imam Mukhibul Maruf.

Aktivis pergerakan itu memaparkan bagaimana keluhan petani, hasil observasi PMII yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Bahwa permasalahan petani sangat kompleks, mulai dari modal tanam yang mayoritas hasil pinjaman, mahalnya harga pupuk dan obat, serta Sumber Daya Manusia (SDM) petani yang semakin berkurang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Serta akses air yang bagian selatan sulit air dan bagian bantaran Bengawan Solo yang sering banjir dan lain sebagainya. Apalagi saat panen, harga jualnya yang murah. "Sehingga perlu perlindungan hak-hak mereka, agar mereka lebih berdaya saing tinggi dan sejahtera," terangnya.

Ketua PMII Bojonegoro Ahmad Syahid meminta lima hal yang menjadi gagasan besar diskusi tersebut. Salah satunya perlindungan kepada petani, mulai dari bibit, proses tanam, persediaan dan harga pupuk bahkan saat musim panen.

"Termasuk harus ada BUMD yang khusus menangani hasil pertanian di Bojonegoro sehingga bisa terwujud pasar induk beras, jagung, dan kedelai yang menjadi andalan pertanian Bojonegoro," ungkapnya.

Ia meminta PPL Disperta harus lebih intens mendampingi petani, memfungsikan lumbung padi desa dan simpan pinjam petani yang bunganya ringan bisa diintegerasikan dengan Bumdes. Terakhir evaluasi program yang kurang berjalan (Program Jambu, Seribu embung, Pompanisasi, Traktor bagi Poktan).

"Sebenarnya program yang telah direncanakan baik, tapi untuk realisasinya perlu dikontrol dan evaluasi. Intinya PMII mendorong agar Disperta lebih getol untuk menjamin perlindungan hak petani," tandasnya.

Kepala Disperta Ahmad Djupari menerangkan kepada puluhan aktivis PMII bahwa luas lahan pertanian Bojonegoro adalah 32 persen luas Kota Ledre. Jadi harus inovasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian di Bojonegoro ini.

"Meskipun lahan tidak terlalu luas, Bojonegoro sudah surplus hasil pertaniannya bahkan nomor tiga Se-Jawa Timur," tuturnya.

Namun memang masalah yang di hadapi petani sangat kompleks dan bahkan petani sering merugi. Jadinya generasi muda gengsi untuk bertani. Sedangkan generasi tua susah untuk diajak berinovasi.

"Dari permasalahan yang disampaikan PMII, kami sangat mengapresiasi perannya. Namun kita terbatas SDM sehingga butuh bantuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Pada intinya saya sepakat bila petani berhak untuk hidup lebih sejahtera lagi," pungkasnya saat diskusi. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 17 Juli 2014

Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan kembali melakukan gerakan santunan kepada 100 anak yatim di Kota Pekalongan.

Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Salurkan Zakat, LAZISNU Pekalongan Santuni Anak Yatim

Acara yang dilaksanakan di Masjid Kholid bin Walid, Senin (6/7) dikemas dengan kegiatan buka puasa bersama dihadiri jajaran Pengurus NU Cabang, MWC dan Ranting NU serta orang tua masing masing anak yatim berlangsung cukup meriah.

Menurut Ketua LAZISNU Kota Pekalongan Luqman Kamil, kegiatan santunan anak yatim merupakan yang ketiga kalinya sejak dirinya dipercaya sebagai pengurus. Untuk kali ini dilaksanakan di dua tempat, yakni di MWC Pekalongan Timur dan Pekalongan Utara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya kami mengadakan kegiatan santunan anak yatim dengan sejumlah uang tunai dan paket sembako," ujar Kamil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, dana yang disalurkan merupakan dana zakat mal, infaq dan shodaqoh dari pada muzakki (pemberi zakat) dan munfiq (pemberi infaq) di wilayah Kota Pekalongan. Selain santunan anak yatim, LAZISNU juga menyalurkan dana untuk beasiswa yang diberikan setiap awal tahun ajaran sekolah.

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom mengatakan, LAZISNU merupakan lembaga resmi yang diakui oleh negara untuk menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh.

Meski diakui, saat ini masih banyak lembaga sejenis yang tumbuh di tengah tengah masyarakat, akan tetapi dana yang dihimpun sebagian besar untuk kepentingan lembaga tersebut.

"Masyarakat harus hati hati jika ada tawaran dari lembaga zakat dengan dalih akan disalurkan kepada yang berhak, jangan sampai tertipu dengan iming iming sebagaimana marak dengan berbagai iklan," ujar Tarom saat memberikan kata sambutan pada acara santunan.

Oleh karena itu dirinya meminta kepada muzakki dan munfiq untuk dapat menyalurkan kepada lembaga resmi yang diakui negara yakni LAZISNU yang tidak akan mengambil dana sepeserpun untuk biaya operasional. Pasalnya, untuk kegiatan rutin harian, LAZISNU telah disediakan dana yang cukup dari Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pekalongan Timur RM. Firdaus kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, sebenarnya di wilayahnya terdapat cukup banyak anak anak yatim yang perlu mendapat perhatian dari NU, akan tetapi dirinya sangat menyadari akan keterbatasan dana yang dihimpun oleh LAZISNU.

LAZISNU Kota Pekalongan sebagai lembaga resmi memiliki empat program andalan yakni NUSmart layanan beasiswa, NUCare layanan tanggap darurat, NUSkill layanan pembekalan ketrampilan dan NUPreneur layanan pemberdayaan ekonomi siap menerima dan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh dari masyarakat. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi 0285-7876742 dan 0815 923 6742. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Quote, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 04 Juli 2014

Kiai Wahab dan Kiai Bisri Berdebat soal Aurat

Beberapa tahun setelah kemerdekaan RI, para santri putri di pesantren-pesantren berinisiatif mengadakan kegiatan-kegiatan dalam rangka mengisi kemerdekaan. Mereka tidak mau kalah dengan organisasi-organisasi perempuan terutama dari Partai Komunis Indonesia (Gerwani) yang lebih sering tampil di muka umum.

Para santri putri ini kemudian merencanakan membuat satu grup drumband. Nah, ternyata Kiai Bisri Syamsuri mendengar geliat ini. Dengan bersemangat beliau melarang kegiatan ini. “Perempuan tidak boleh main drumband. Nanti auratnya kelihatan,” katanya.

Para santri putri lantas melaporkan, peringatan Kiai Bisri ini ke Kiai Abdul Wahab Chasbullah yang adalah kakak ipar Kiai BIsri sendiri. Biasanya, Kiai Wahablah satu-satunya kiai yang lebih memahami keinginan mereka. Kiai Wahab lantas menemui Kiai Bisri. “Nggak apa-apa wong masih pakek kerudung koq, nggak seperti Gerwani. Pokoknya, auratnya nggak kelihatan,” katanya kepada Kiai Bisri. Kiai Bisri terdiam, tidak melarang. Baiklah grup drumband jadi dibentuk. Kiai Wahab berpesan, “Janganlah sampai Kiai Bisri tahu dulu!” Para santri putri yang tergabung di dalamnya langsung mengadakan latihan. Ada yang menenteng drum kecil, ada yang lebih besar sampai seperti bedug kemudian dipukul-pukul. Ada juga yang membawa tongkat kemudian diayun-ayunkan ke atas. Rupaya dia memimpin drumband-nan itu. Tiba-tiba kiai Wahab meminta latihan itu dihentikan. “Jangan pake goyang-goyang, itu namanya aurat,” kata Kiai Wahab kepada salah seorang yang membawa tongkat. Kiai Bisri yang kemudian ikut menyaksikan drumband-nan itu mengetahui hal itu manggut-manggut.

Jauh-jauh hari sebelumnya, pada masa-masa menjelang kemerdekaan, perempuan-perempuan pesantren melakukan demonstrasi menuntut para kiai agar mereka diperkenankan untuk bergabung dalam pasukan non-reguler Hizbullah dan Sabilillah, berjihad mengusir para “kumpeni.” Para kiai menenangkan, “Perempuan juga punya kesempatan untuk berjihad. Jihadnya perempuan itu di rumah tangga.” Namun itu tidak membuat semangat kaum perempuan kendur. Mereka tetap memaksa bergabung dengan pasukan perang.

Kiai Wahab dan Kiai Bisri Berdebat soal Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Wahab dan Kiai Bisri Berdebat soal Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Wahab dan Kiai Bisri Berdebat soal Aurat

Kiai Bisri pun bersuara. “Perempuan tidak boleh ikut berperang, karena berbahaya.” Lagi-lagi Kiai Wahab tampil dan ikut bersura, “Tidak apa-apa asal tetap menutup aurat dan yang menjadi pimpinan tetap laki-laki, perempuan mengikuti komando saja kalau nanti pas nyerang.”

Demikianlah. Ada Kiai Bisri yang sangat berhati-hati dalam memberikan fatwa. “Hukum harus berdasarkan dalil yang paling jelas, dan aturan harus diputuskan dengan sangat hati-hati.” Ada juga kiai Wahab mengedepankan efektifitas dan katakanlah semacam “substansi” hukum, kaitannya dengan pengabdian para santri, warga NU untuk negaranya tercinta, Indonesia. Dan bukan untuk yang lain. (A Khoirul Anam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Nahdlatul Ulama, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah