Jumat, 31 Mei 2013

IPNU-IPPNU Welahan Gairahkan Kembali Ranting

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud) di MTs Nahdlatus Syibyan Kalipucang Kulon, Welahan, 27-28 Februari 2016.

Kegiatan yang mengambil tema "Militansi Kader IPNU-IPPNU dalam Tantangan Era Globalisasi" ini diikuti 25 delegasi dari 5 ranting, yaitu Teluk Wetan, Sidigede, Brantak Sekarjati, Kalipucang Wetan, dan Gidangngelo.

IPNU-IPPNU Welahan Gairahkan Kembali Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Welahan Gairahkan Kembali Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Welahan Gairahkan Kembali Ranting

Ketua Panitia Lakmud, Nur Ahmad Shiddiq mengatakan, materi yang disampaikan dalam Lakmud adalah Aswaja, Ke-NU-an, Ke-IPNU-IPPNU-an, Analisis SWOT, Networking and Lobbying, Kepemimpinan dan Teknik Persidangan. Menurutnya, Lakmud merupakan progam kerja dari PAC IPNU IPPNU Welahan periode 2014-2016 yang memberikan pelatihan dan pengaderan bagi ranting-ranting yang ada di wilayah kecamatan Welahan.

"Lakmud ini untuk mencari generasi yang akan datang, yang nantinya akan diambil untuk menjadi pengurus PAC. Pengurus yang tidak hanya mau menjadi pengurus saja, tapi militan mau ikut mengurusi organisasi," tambah Shiddiq.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PAC IPNU Welahan Fahrudin berharap IPNU-IPPNU tetap eksis dan mampu menggairahkan kembali ranting-ranting yang vakum di Kecamatan Welahan. "Harapan kami hasil dari Lakmud 2016 adalah mampu mencetak kader-kader NU yang tidak hanya kuat dalam agama saja tapi kuat dalam strukturalnya. Di samping itu juga untuk mempersiapkan kader dari PAC yang akan didelegasikan untuk mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut) PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara yang akan dilaksanakan maret mendatang," katanya. (Miqdad Syaroni/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Nasional, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 17 Mei 2013

PWNU Lampung Silaturahim ke Pesantren Darul Falah

Bandar Lampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung mengunjungi Pondok Pesantren Darul Falah Bandar Lampung. Senin (22/2) malam. Kehadiran Ketua PWNU Lampung H RM Soleh Bajuri berserta rombongan disambut hangat ratusan santri yang antre hendak bersalaman.

Soleh ditemani Sekretaris PWNU Lampung H Aryanto Munawar, Katib Syuriah PWNU Lampung Habib Ahmad Farhan, dan Ketua IKPD (Keluarga Besar Pondok Pesantren Daar El-Qolam) Lampung Usadz. Mirza Alwanda.

PWNU Lampung Silaturahim ke Pesantren Darul Falah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Silaturahim ke Pesantren Darul Falah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Silaturahim ke Pesantren Darul Falah

Aryanto mengatakan, kunjungannya ke Pesantren Darul Falah Lampung untuk mempererat tali silaturahim dan mengetahui lebih dekat bagaimana perkembangan Pesantren Darul Falah Lampung. Ia mengapresiasi pesantren ini atas kerja keras dan kesabarannya dalam mendidik para santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mudah-mudahan kelak dapat menjadi ulama-ulama yang berakhlak mulia dan hafidz-hafidz al-Quran. Aamiin,” harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

K Irmansyah, Pengasuh Pesantren Darul Falah Lampung mengaku bahagia dengan kedatangan rombongan dari PWNU Lampung, meskipun kunjungan silaturahim tersebut tergolong mendadak. “Mudah-mudahan silaturahmi ini dapat memberikan pencerahan dan memberikan motivasi terhadap ponpes,” tuturnya sembari menyampaikan keinginan menjadikan pesantren asuhannya lebih maju.

Soleh Bajuri mengatakan, keberadaan Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dari Pesantren, karena salah satu pelopor, pendiri, dan pegiat NU memang berasal dari Pesantren. Ia berharap para santri Darul Falah Lampung bisa meniru kiprah para kiai NU yang berdedikasi di NU.

“Saya juga berharap kalau bisa, ada dari santri Darul Falah Lampung yang nantinya akan menjadi pengurus PWNU Lampung,” ujarnya. (Rudi Santoso/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hingga 2017 41 Polisi Meningal Akibat Terorisme

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendata, hingga tahun 2017 terdapat 41 orang anggota kepolisian meninggal akibat tindak pidana terorisme. Wujud dari upaya pencegahan, istri polisi yang tergabung dalam Bhayangkari diajak untuk terus mengedepankan kewaspadaan.?

Hingga 2017 41 Polisi Meningal Akibat Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hingga 2017 41 Polisi Meningal Akibat Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Hingga 2017 41 Polisi Meningal Akibat Terorisme

Pelibatan Bhayangkari dalam pencegahan terorisme dikemas dalam kegiatan Rembuk Kebangsaan Perempuan Pelopor Perdamaian Antiradikalisme dan Terorisme di Gedung Bhayangkari kompleks Mabes Polri, Rabu (30/8).?

"Selain 41 anggota kepolisian meninggal dunia, ada sekitar sembilan puluhan yang terluka. Artinya apa? Artinya terorisme bisa menyasar siapa saja, termasuk polisi," ungkap Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen. Ir. Hamli, M.E. di pembukaan kegiatan.?

Hamli menambahkankan, pihaknya menghadirkan beberapa narasumber untuk kegiatan ini. Yaitu Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Mustasyar PBNU KH Nasarudin Umar, Ketua Wahid Foundation Yenny Wahid dan Direktur Indonesian Conference on Religion and Peace Mohammad Monib. ?

"Sudah jelas terorisme tidak sejalan dengan ajaran agama apapun, dan itu akan dijelaskan lebih jauh oleh Prof Nasarudin," tambahnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dijadikannya polisi sebagai sasaran aksi oleh pelaku terorisme, masih kata Hamli, dikarenakan tudingan pemerintah adalah kelompok kafir. Polisi sebagai aparat keamanan pemerintah dianggap sebagai bagiannya.?

"Makanya di Tangerang ada seorang anggota kepolisian yang dikejar-kejar oleh pelaku terorisme dengan membawa senjata api. Itu karena polisi kafir yang pantas dibunuh," terang Hamli.?

Menyikapi situasi tersebut, mantan Analis Utama Densus 88 Antiteror Mabes Polri tersebut mendorong anggota Bhayangkari untuk ikut mewaspadai bahaya terorisme.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami juga mohon ibu-ibu Bhayangkari untuk terus menyemangati suamianya dalam bertugas. Ketidaktakutan polisi dalam bertugas adalah bentuk perlawanan kepada terorisme," pungkasnya.?

Wakil Ketua Umum Bhayangkari, Mulyani Syafrudin, menyambut baik ajakan dari BNPT. Dalam sambutannya, Mulyani menyampaikan peran ibu sangat vital dalam pencegahan terorisme.?

"Terutama di dalam keluarga. Ibu-ibu harus bisa menjaga jangan sampai anak-anak kita terpapar paham raadikal terorisme dan terjerat ke dalam kelompok pelaku terorisme," kata Mulyani.?

Mulyani juga mengatakan, perempuan perlu mengedepankan kewaspadaan terkait terorisme, karena perkembangan terbaru menunjukkan keterlibatan perempuan sebagai pelaku.?

"Tapi mereka menjadi pelaku karena tertipu. Mereka dibujuk dengan alasan-alasan keagamanaan yang salah," pungkasnya.?

Rembuk Kebangsaan Perempuan Pelopor Perdamaian merupakan salah satu metode yang dijalankan di kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Workshop BNPT Video Festival, rangkaian dari lomba video pendek BNPT 2017. (shk/shk/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

828 Siswa MI Probolinggo Ramaikan Aksioma MI Ke-6

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sedikitnya 828 orang siswa dan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam 23 kontingen meramaikan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) MI ke-6 tingkat Kabupaten Probolinggo yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Rabu hingga Jum’at (16-18/11).

828 Siswa MI Probolinggo Ramaikan Aksioma MI Ke-6 (Sumber Gambar : Nu Online)
828 Siswa MI Probolinggo Ramaikan Aksioma MI Ke-6 (Sumber Gambar : Nu Online)

828 Siswa MI Probolinggo Ramaikan Aksioma MI Ke-6

Mereka akan bertanding dalam cabang olahraga dan cabang seni. Untuk cabang olahraga meliputi tenis meja, bulutangkis, lari sprint PI=60 m dan PA=80 m, lompat jauh, tolak peluru dan catur. Sementara cabang seni meliputi MTQ, baca puisi putra dan putri, melukis, kaligrafi, pidato resmi 3 bahasa (Bahasa Arab, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).

Aksioma MI ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Rabu (16/11). Pembukaan ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pelepasan balon udara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari mengaku merasa sangat bangga melihat potensi dan hasil pembangunan yang dipersembahkan guru MI di Kabupaten Probolinggo. Apalagi melihat senyuman guru MI yang memberikan harapan sekaligus bersyukur dengan tantangan telah mampu menapaki perkembangan zaman.

“Lembaga madrasah di Kabupaten Probolinggo memang banyak didominasi swasta. Kita patut bangga, meskipun swasta namun mampu memberikan yang terbaik bagi murid di Kabupaten Probolinggo. Dimana guru swasta ini telah mampu menjalankan amanah orang tua yang menitipkan anaknya kepada guru MI swasta,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo ini, tantangan dan ketidaksempurnaan yang ada merupakan ikhtiar bersama. “Tetapi saya berkeyakinan, manakala di hati Bapak dan Ibu tenaga pendidik ada sebuah niatan tulus dan ikhlas dengan menularkan ilmunya untuk mendidik, Insya Allah akan dimudahkan segala urusannya oleh Allah. Akan dicukupkan rizkinya sehari-hari, tetapi bukan untuk mencukupi gaya hidup,” jelasnya.

Siswa MI jelas Tantri merupakan pewaris dari para orang tuanya. Sebab diantara siswa MI ini kelak akan menjadi pemimpin di Kabupaten Probolinggo. “Tetapi semua itu ditentukan oleh ikhtiar anak dan mematuhi perintah orang tua dan guru sehingga mampu mengangkat derajat hidupnya dan derajat hidup orang tuanya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami mengatakan bahwa jumlah lembaga madrasah ibtidayah (MI) di Kabupaten Probolinggo mencapai 382 lembaga. Dari jumlah tersebut yang berstatus negeri hanya 2 lembaga.

“Terima kasih kepada pondok pesantren yang telah memperkuat madrasah. Ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah karena tidak ada perbedaan antara lembaga pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan madrasah,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Solihin Bahtiar mengungkapkan kegiatan ini bertujuan sebagai wadah pembinaan dan unjuk prestasi di bidang olahraga dan seni menuju insan yang sehat, berbudaya dan berakhlak mulia, meningkatkan ukhuwah dan dakwah Islamiyah, baik di kalangan MI dan masyarakat pada umumnya.

“Selain itu, terbentuknya watak kepribadian yang baik dengan menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas untuk mencapai prestasi, peningkatan prestasi olahraga dan seni pelajar MI serta diperolehnya bibit atlet pelajar berbakat,” katanya.

Kegiatan ini bertema “Dengan Aksioma, Kita Wujudkan Tali Persaudaraan, Prestasi, Sportivitas, Kreatifitas Siswa Madrasah Untuk Menggapai Insan Yang Sehat, Cerdas, Terampil dan Berakhlakul Karimah”. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 Mei 2013

Penasehat Muslimat NU Kab. Probolinggo Buka Pasar Murah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Kamis (25/4) secara resmi membuka kegiatan pasar murah bersubsidi di Rest Area Tongas Kabupaten Probolinggo. 

Penasehat Muslimat NU Kab. Probolinggo Buka Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat Muslimat NU Kab. Probolinggo Buka Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat Muslimat NU Kab. Probolinggo Buka Pasar Murah

Begitu dibuka, pasar murah bersubsidi tersebut langsung diserbu oleh ratusan warga Nahdliyin yang berada di Kecamatan Tongas dan sekitarnya.

Pasar murah bersubsidi ini digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo dengan memberikan subsidi sekitar 60% dari harga sebenarnya. Satu paket sembako seharga Rp. 112.000 dijual dengan harga Rp. 45.000 per paket. Dalam pasar murah ini disediakan sedikitnya 300 paket sembako.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari yang juga Bupati Probolinggo ini mengungkapkan bahwa pasar murah bersubsidi ini digelar sebagai wujud kepedulian Pemerintah Daerah terhadap warga masyarakatnya, khususnya masyarakat tidak mampu.

“Dengan adanya pasar murah ini masyarakat dapat memilih dan membeli barang-barang kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar umumnya. Sebab harganya sudah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Tantri, pasar murah ini digelar untuk mengantisipasi kecenderungan naiknya harga kebutuhan pokok dengan harapan nantinya dapat membantu masyarakat dalam memperoleh sembako dengan harga murah. “Silahkan manfaatkan dengan sebaik mungkin kegiatan pasar murah ini untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri dan rombongan juga melakukan peninjauan stand yang menjual sembako bersubsidi dan produk-produk unggulannya. Tidak hanya meninjau, tetapi juga mencermati satu persatu sembako dan produk unggulan yang dipasarkan dalam kegiatan pasar murah tersebut.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Ulama, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 03 Mei 2013

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri

Diperkirakan pada masa berkembang kerajaan Mataram Islam, pada waktu itu di kawasan Kediri terdapat seorang perampok yang sangat ditakuti oleh masyarakat di kawasan itu karena kesaktian dan kejadugannya. Dia lalu dikenal dengan sebutan Maling Gendiri.?

Dikisahkan oleh KH Mujaddad Faqihudin, seorang kiai pengasuh pesantren dari Warujayeng Nganjuk, bahwa Maling Gendiri tersebut dikenal sebagai orang yang sakti dan jaduk di kawasan Kediri karena dia mempunyai ilmu "bancoono". ? Tidak ada satu pendekar dan jawara pun yang dapat mengalahkannya. Kesaktian dan kejadugan yang superior tersebut membuatnya berbuat semena-mena dan meresahkan masyarakat. Harta benda masyarakat menjadi tidak aman.

Pada suatu malam maling ini merampok berbagai perhiasan yang kemudian ia dikejar-kejar oleh lusinan aparat pemerintahan Hindia Belanda. Tapi berkat ilmu bancolononya, petugas keamanan Belanda berhasil dikelabuinya, Maling Gendiri berhasil lolos, padahal waktu itu Maling Gendiri mengendarai dokar. Yang mengherankan lagi dia dapat menghilang bersama dokar yang dinaikinya sehingga perhiasan yang ia rampok tidak dapat terendus orang lain.

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri

Pada tempo itu (kurang lebih sebelum tahun 1800-an), hidup pula sekurun dengan Maling Gendiri ini seorang ulama alim pendakwah Islam di kawasan Kediri dan sekitarnya yang konon berasal dari Gujarat. Beliau ialah Syekh Abdullah Mursyad. Syekh Mursyad inilah yang akhirnya berhasil mengalahkan kesaktian Maling Gendiri.?

Sebagai juru dakwah waktu itu, ketika menyaksikan masyarakat dan rakyat resah tidak tenang akibat ulah Maling Gendiri itu, kemudian Syekh Mursyad tergerak hatinya berbuat sesuatu, yaitu menghentikan aksi kejahatan Maling Gendiri supaya keadaan menjadi kondusif. ? Sejak Maling Gendiri berhasil dilumpuhkan oleh Syekh Mursyad, masyarakat lega merasa tenang dan aman. Biang kekacauan dan ketidakamanan sudah hilang. ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut penuturan dari almaghfurlah KH Abdul Aziz Mansyur, Pacul Gowang Jombang, Syekh Abdullah Mursyad merupkan seorang Muballigh Islam, penyebar Islam yang berasal dari Gujarat. Selain seorang ulama yang alim, juga jawara yang sakti sebagaimana telah diceritakan oleh Kiai Mujadad di atas.

Walau begitu, masih menurut KH Abdul Aziz Mansyur, sejarah riwayat hidupnya Syekh Abdullah Mursyad sendiri sebetulnya masih samar-samar. Hal itu karena sangat sulit melacak dan menelusuri apakah dia benar-benar pendatang dari Gujarat ataukah seorang asli pribumi. Sebab pada waktu itu banyak para pendatang baik dari negeri Cina maupun Arab yang mendarat di kepulauan Nusantara.?

Biasanya mereka singgah di kerajaan Mataram Islam seperti keraton Surakarta dan Yogyakarta yang waktu itu namanya sudah masyhur di mana-mana, sehingga tidak heran jika kemasyhuran kerajaan Mataram Islam ini menjadikan banyak bangsa lain menjadi begitu tertarik untuk mendatangi pulau Jawa yang terkenal kaya dengan potensi alamnya. Misi mereka bermacam-macam. Selain untuk berdagang, umumnya mereka juga menyebarkan agama Islam di kawasan Nusantara ini.

Kini makamnya Syeikh Abdullah Mursyad tersebut berada di area pemakaman Setono Landean, terletak kurang lebih 5 KM dari desa Mrican Kota Madya Kediri, Jawa Timur. Oleh masyarakat setempat lokasi tersebut biasa dinamakan dengan sebutan "Setono Landean". Makam tersebut kini ramai didatangi para peziarah dari berbagai daerah khususnya pada Kamis malam Jumat. (M. Haromain)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren kilat (sanlat) yang digelar selama sebulan oleh Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung telah usai. Secara resmi, Sanlat yang diisi Bimbingan Pasca ujian Nasional (BPUN) 2013 ditutup di gedung PCNU Kota Bandung  Jl. Yuda no.03 Kebon Kalapa Kota Bandung pada Senin (10/6).

Menurut Ketua Panitia Sanlat Ujang Miftahudin, maksud dan tujuan dari sanlat dan bimbel ini adalah dapat mematangkan peserta dalam ranah kognitif, apektif, dan psikomotorik. Tentu, tambah Miftah, dengan diberikan pemahaman tentang keaswajaan, keislaman, dan keindonesiaan.

Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir

Dengan Sanlat tersebut, kata Miftah, diharapkan peserta lebih sigap dalam mengahadapi tantangan di kampus umum negeri, “Sehingga dari para lulusan bimbel Ansor Kota Bandung siap menghadapi segala dinamika di kampus, dan terbentengi dari Islam garis keras,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah melalui pers rilis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Miftah menyebutkan, peserta sanlat berjumlah 43 orang, terdiri dari beberapa daerah di Jawa Barat, diantaranya, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Indramayu, Garut, Subang, Purwakarta, Sukabumi, Bogor, dan Cianjur. Mereka ditempatkan di dua pesantren Syifaaush Shuduur dan Ponpes Nurul Iman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Nanti tanggal 16 Juni seluruh peserta se-Jabar akan dikumpulkan kembali di PWNU Jawa Barat, untuk mensurvey letak lokasi tes-nya,” pungkasnya.

Redaktur: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Internasional, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah