Sabtu, 02 Desember 2017

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU H. Robikin Emhas menegaskan, Nahdlatul Ulama mengutuk keras pengeboman kepada umat Islam yang melakukan Shalat Jumat di Masjid Al-Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11).

Tindakan yang menewaskan 300 orang lebih dan meluluhlantakkan rasa kemanusiaan itu, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dengan alasan dan dalih apapun.

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

“Siapa pun yang melakukakannya, apa pun latar belakangnya, atas nama apa pun motifnya, itu adalah tindakan terkutuk. Tidak bisa dibenarkan! Biadab!” tegas Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Aluma dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, seluruh warga Nahdlatul Ulama mengungkapkan duka sedalam-dalam atas korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu.

“NU berduka, karena itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan Shalat Ghaib untuk korban teror bom Mesir,” lanjut Advokat Konstitusi ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, NU meminta kepada Presiden Mesir untuk menangkap pelaku teror bom itu dan menghukum mereka seberat-beratnya. Juga memberantas kelompoknya hingga ke akar-akarnya.  

NU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

“Makanya, jika diperlukan pemerintahan Jokowi perlu pro aktif memberi bantuan kemanusiaan,” harap Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa tragis di Mesir ini adalah bukti nyata perlunya Islam Nusantara diarus-utamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak memperhadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

“Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia,” pungkas Robikin Emhas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah