Selasa, 31 Januari 2017

Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV

Caracas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hampir 60 persen rakyat Venezuela yang memilih Presiden Hugo Chaves pada pemilu Desember silam telah mendaftarkan diri di Partai Sosialis Bersatu (PSUV). Demikian diungkapkan pengamat politik Albertio Muller, Selasa (11/6).



Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV

Dalam pernyataanya pada program En Vivo di sebuah stasiun televisi Venezolana de Television, Jenderal Muller yang juga anggota Komisi Tetap PSUV menegaskan adanya fakta yang menunjukkan, 5.4 juta rakyat Venezuela telah mendaftarkan diri untuk bergabung dengan PSUV.

Muller menyatakan bahwa proses registrasi, seperti disimpulkan pada Minggu lalu, mencapai lebih dari 50 persen suara yang akan mendukung Chaves untuk kembali memimpin negara kaya itu pada pemilu berikutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muller juga menambahkan adanya fakta yang menunjukkan begitu banyak rakyat yang mendaftar untuk bergabung dengan sebuah partai yang akan menopang perkembangan sosialisme di Venezuela.

"Oposisi tidak dapat memobilisasi lebih dari 10 persen suara untuk mendukung agendanya," kata Muller seperti dilansir sumber Prenza Latina. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 30 Januari 2017

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Sejumlah 28 Duta Besar negara Eropa bertemu dengan PBNU di Jakarta Selasa pagi (15/11). Perwakilan negara-negara tersebut menanyakan pandangan NU tentang radikalisme agama, kondisi Indonesia terkini dan ke depan.?

Pertanyaan tersebut dijawab Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini. ?

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Ditemui di gedung PBNU, H Marsudi Syuhud menceritakan, Kiai Said memulai dengan menjelaskan posisi Islam Nusantara. Tokoh-tokoh pendiri republik ini, di antraranya dari NU. Kiai-kiai NU yang yanng dimotori Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari mampu menyatukan antara keagamaan (Islam) dan nasionalisme serta mengintegrasikan nilai agama dengan kultur nasional.?

Pada pendirian republik ini, kiai-kiai NU menyepakati negara Indonesia berlandaskan pada Pancasila yang diambil dari budaya dan spirit agama. Kebangasaan yang dibangun ini sudah final untuk mengakomodasi keanekaregaman identitas Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Adanya keragaman tersebut adalah sunatullah Allah taala. Jika Allah mengehendaki di dunia ini satu umat, maka Allah pasti bisa. Jadi, kebhinekaan ini sudah fakta dari Allah yang harus dirawat,” kata Marsudi menirukan Kiai Said.

Lebih lanjut, Marsudi menceritakan, hubungan agama dan nasionalisme yang menyatu tersebut diilhami dari kitab yang biasa dipelajari di pesantren-pesantren NU, yaitu Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali.?

Di dalam kitab tersebut disebutkan, pemerintahan dan agama seperti dua sisi mata uang. Agama adalah pondasi. Sesuatu yang tidak ada pondasinya, maka akan roboh. Sementara pemerintahan adalah penjaga pondasi tersebut. Sesuatu yang tidak ada penjaganya, maka akan hilang.

Pertanyaan Duta Besar Uni Eropa selanjutnya adalah apakah kira-kira semua orang Indonesia seperti pemahaman orang NU?

Menurut Kiai Said, pada awal-awal pendirian republik, semua orang Indonesia bisa dikatakan sepaham dengan ide tersebut. Namun sekarang tidak lagi karena ada paham-paham pendatang baru. Mereka tidak tidak kenal susahnya perjuangan mendirikan republik ini. “Maka otaknya ingin mengubah dasar negara ini.”?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara NU, mengadopsi kenegaraan Rasulullah yang membentuk negara Madinah. Bentuk negara tersebut sangat menjamin kebinekaan. Di negara tersebut hidup bangsa Yahudi, Nasrani, Majusi. Di Islam sendiri ada Ansor dan Muhajirin.?

“Itu diatur dalam undang-undang Sohifah Madaniyah. Program yang diutamakan adalah taakhuh atau persaudaraan. Maka bagi NU kebhinekaan adalah niscaya dan harus dijaga bersama.”

Situasi hari ini

Duta Besar Uni Eropa juga bertanya tentang protes besar-besar umat Islam pada 4 November lalu.?

Pertanyaan itu dijawab Kiai Said dengan mengatakan, warga Jakarta, umumnya bangsa Indonesia, mempersoalkan gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak berawal dari identitas keagamaan, muslim atau nonmuslim, tapi ketersinggungan atas ucapannya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

Gubernur tersebut dikenal dengan penggunaaan bahasa yang kurang diterima di publik. Rapat-rapat yang diunggah di media sosial dengan penggunaan kalimat yang tidak mendidik apabila didengar anak-anak. Kurang menyejukkan sebagai pemimpin.

Dari ungkakapan yang tidak diterima publik tersebut, ada pintu masuk yang besar, yaitu ketika gubernur yang sering disapa Ahok tersebut menyinggung surat Al-Maidah. Akhirnya, Ahok harus menghadapi persidangan di Bareskrim.?

NU, kata Kiai Said, menyikapi persoalan tersebut, jelas berpikir maslahat, mendahulukan kemaslahatan daripada kemadaratan. Apa pun keputusan pengadilan tersebut jika dipandang maslahat dan sesuai secara konstitusional yang berlaku, NU akan mendukungnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, PonPes, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 27 Januari 2017

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan ? Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jakarta Pusat menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan santunan anak yatim yang bertepatan dengan 10 Muharram 1434 H di Kec. Sawah Besar Jakarta Pusat.?

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting Kecamatan Sawah Besar, yaitu Sekretaris PCNU Jakarta Pusat, Ketua MWCNU Sawah Besar, Ketua FKPS Sawah Besar, Ketua MUI Sawah Besar, Ketua DMI Sawah Besar dan juga dihadiri oleh Pengurus Pimpinan Pusat IPNU rekan M Abdul Idris serta Pengurus PW IPNU dan IPPNU DKI Jakarta.

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan

Ketua MWCNU Sawah Besar KH Ahmad Ihsan membuka acara Makesta dan santunan tersebut sekaligus yang bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini, ia mengatakan “Pelajar Nahdlatul Ulama jangan mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas dan paham-paham ajaran Islam yang menyesatkan. Salah satunya tawuran yang sudah menjadi hal biasa bagi pelajar khususnya di jakarta,” ungkapnya.?

Ketua PC IPNU Jakpus, Friady Maulana mengatakan kegiatan Makesta Roadshow ini akan terus berlanjut dua kali dalam sebulan yang bergilir di setiap kecamatan se-Jakarta Pusat, pengkaderan terus kita tingkatkan untuk mencari bibit-bibit pelajar NU yang tangguh, kreatif dan bertaqwa.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“PC IPNU dan IPPNU Jakarta Pusat telah memprogramkan bahwa di tahun 2013 akan mendirikan koperasi pelajar, yang bertujuan untuk memfasilitasi pelajar-pelajar NU yang mempunyai kemampuan untuk berwiraswasta dan mengembangkan usaha-usahanya serta untuk mensejahterakan para anggotanya,” tambahnya?

Kegiatan ? ini diharapkan dapat menciptakan kader-kader IPNU dan IPPNU yang tanggungjawab dan mampu menemukan relevansi nilai-nilai islam dengan realiatas yang berkembang di masyarakat.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Ansory

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI

Tulungagung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengemukakan, gerakan politik transnasional telah menurunkan kredibilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menjaga kedaulatan dan perlindungan rakyat. Gerakan tersebut juga mengakibatkan Indonesia dikendalikan kekuasaan orang-orang luar.

Jangan sampai negara kita dikendalikan kekuasaan dari luar. Warga NU jangan mengikuti langkah gerakan politik transnasional, tegas Hasyim kepada wartawan usai silaturrahim antara PBNU dengan jajaran pengurus NU se-Karesidenan Kediri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien, Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Ahad (8/7) kemarin.

PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI

Acara tersebut diikuti fungsionaris NU dari Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar dan Nganjuk. Hadir pula dalam acara itu, Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim Ali Maschan Moesa dan Bupati Tulungagung Heru Tjahjono. Demikian dilaporkan Kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Tulungagung, Muhibuddin.

Diakui Hasyim, munculnya gerakan-gerakan separatis di berbagai wilayah NKRI merupakan hasil dari gerakan politik transnasional. Gerakan separatis itu muncul, karena di-obok-obok dari luar negeri. Itu hasil dari gerakan transnasional, katanya.

Gerakan itu, tambah Hasyim, melahirkan pula terjadinya konflik lintas agama maupun konflik interen Islam. Selain itu, gerakan transnasional juga membuat kredibilitas negara Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan perlindungan rakyat jadi menurun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kapasitas negara kita ini turun terus. Coba lihat, mulai Ambalat, OPM (Organisasi Papua Merdeka), RMS (Republik Maluku Selatan), hingga ditandatananinya resolusi Dewan Keamanan PBB soal Irak. Senator datang hanya memakai celana pendek. Ini apa maknanya? Sementara, rakyatnya sendiri juga tak terlindungi, seperti kasus Lapindo, penderitaan TKI dan lainnya, urai mantan Ketua PWNU Jatim itu.

Dalam orasinya di hadapan fungsionaris NU, Hasyim juga memaparkan keprihatinannya terhadap keadaan Indonesia. Saat ini, Negara Indonesia dibuat bal-balan (sepak bola) negara luar, kata Hasyim mengingatkan.

Banyaknya pulau teritorial NKRI yang hilang, TKI yang menderita, pesawat terbang Indonesia yang dilarang mendarat di Eropa, sebut Hasyim, menjadi contoh nyata betapa menurunnya kredibilitas negara. Larangan pesawat terbang mendarat itu juga berarti produk-produk kita tak boleh dibawa ke sana. Ini bahaya, papar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, itu.

Dia mengatakan, kondisi semacam ini menunjukkan bahwa keadaan Indonesia sudah tidak terjamin lagi. Sementara, rakyat masih membutuhkan perlindungan dari negara.

Situasi politik kita tiap hari diwarnai gegeran (konflik) terus. Di tengah suasana itu, muncul gerakan OPM, RMS, Borneo dan sebagainya yang mengancam kesatuan teritorial NKRI, katanya. (rif)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 26 Januari 2017

Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di hadapan forum acara penutupan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (26/11), Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menjelaskan apa yang ia sebut tiga mas’uliyyah nahdliyyah (tanggung jawab ke-NU-an), yang juga menjadi bagian dari tanggung jawab Muslimat NU.

Pertama, mas’uliyyah diniyyah islamiyyah atau tanggung jawab keislaman. Menurutnya, kader Muslimat harus mampu menjaga ajaran yang selaras dengan prinsip-prinsip ke-NU-an. Ia menekankan kata an-Nahdliyah di belakang frase Ahlussunnah wal? Jama’ah.

Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an

“Kenapa harus disebut an-Nahdliyah, karena sekarang banyak Ahlussunnah yang tidak berbeda dengan nilai-nilai ke-NU-an,” tuturnya di hadapan ribuan kader Muslimat NU yang memenuhi salah auditorium di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menyebut contoh Wahabi dan ISIS. Meski mengaku Ahlussunnah wal Jama’ah, menurutnya, kedua aliran ini berbeda sekali dengan karakter keagamaan NU. Karenanya layak disebut Ahlussunnah wal Jama’ah Wahhabiyah. “Kalau ISIS, Ahlussunnah wal Jamaah Isisiyyah,” terangnya yang disambut tawa hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tanggung jawab kedua, menurut Kiai Ma’ruf, adalah himayatul ummah (perlindungan terhadap umat). Dengan pengertian, membentengi warga dari pengaruh berbagai ajaran dan gerakan yang ekstrem, baik ekstrem radikal maupun liberal. Ia menegaskan, NU berkeyakinan adanya hal-hal harus tetap dalam ajaran Islam namun juga ada yang mesti berubah sesuai dengan keadaan tempat dan zaman.

Sementara yang ketiga, mas’uliyyah wathaniyyah (tanggung jawab kebangsaan). Pesan Kiai Ma’ruf, NU yang andil dan berperan aktif dalam merumuskan prinsip-prinsip kebangsaan melalui KH Abdul Wahid Hasyim harus menjaga negeri ini dari berbagai upaya perusakan dan pengubahan dasar negara.

“Kita ciptakan Indonesia yang utuh, rukun, dan damai. Bahkan mari kita ciptakan Islam tak hanya rahmatan lil indunisiyyin (rahmat bagi warga Indonesia) tapi juga rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam,” paparnya pada forum yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH hasyim Muzadi, dan sejumlah tokoh perempuan nasional tersebut. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 Januari 2017

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

Way Kanan,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah pengajar dan kepala sekolah di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengapresiasi positif beberapa kiprah Gerakan Pemuda Ansor. Winingsih, Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu? misalnya, menilai organisasi pemuda NU itu membuka cakrawala berpikir.

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

Winingsih di Blambangan Umpu, Selasa (2/12) mengatakan, merasa berdosa terhadap anak didik setelah mengikuti pelatihan diselenggarakan Ansor,? De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally), Dinas Pendidikan dan Kebudayan serta Himpaudi setempat.

"Ada perasaan berdosa kepada siswa. Ternyata untuk memahami keinginan anak tidak segampang yang kami inginkan. Kami ingin berubah setelah mengikuti kegiatan Ansor beberapa waktu lalu itu," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kabupaten Way Kanan pada Kamis (13/11) menggelar kegiatan bertajuk "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" sebagai bentuk penghormatan dan upaya menghargai jasa-jasa para guru dari berbagai tingkatan di daerah tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan diperuntukkan secara cuma-cuma bagi pengajar dari berbagai tingkatan di Way Kanan yang ingin memahami gaya belajar anak didik dengan narasumber utama Eko Chrismiyanto (Founder, CEO De MOST, Praktisi Dermatoglipics) yang bergerak dalam jasa motivasi sidik jari.

"Kegiatan tersebut bagus, sangat bagus malah karena membuka pikiran. Selama ini guru tidak menyadari bagaimana karakter anak didik," ujar Winingsih lagi.

Senada Winingsih, Poniman, pengajar SDN Sinar Gading Kecamatan Kasui dan I Ketut Kantia pengajar SMAN4 Banjit juga menilai acara tersebut sangat positif dan membantu pengajar. "Khususnya para guru kelas dan guru BK," kata Poniman. Adapun menurut Kantia, guru di sekolahnya mempunyai minat untuk mengikuti kegiatan Ansor jika diadakan lagi.

"Guru di sekolah kami mempunyai minat tinggi untuk mengikuti pelatihan tersebut setelah saya ceritakan. Jika ada kegiatan serupa lagi, tentu banyak guru berminat. Namun mohon durasi pelatihannya untuk bisa diperpanjang," ujar Kantia. (Hamengku Rayyan/Abdullah Alawi)

Keterangan foto:

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Gino Vanollie saat membuka acara "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Januari 2017

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Islam menentang keras ideologi ekstrem yang selalu menghalalkan jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Persatuan nasional di antara sesama muslim merupakan jalan keluar untuk menghadapi ideologi itu di Timur Tengah.

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon Agung Wijaya dalam siaran pers, Selasa (16/12), merujuk pada garis besar hasil seminar oleh PCINU Lebanon dan KBRI Beirut.

Seminar sehari pada Kamis (11/12) 2014 di Hotel Crown Plaza Hamra, Beirut, Lebanon, itu mengusung tema “Kemunculan Radikalisme dalam  Islam di Timur Tengah: Mengatasi Problema melalui Persepektif Persatuan Nasional”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum yang dihadiri petinggi otoritas Muslim Sunni dan Syiah di Lebanon ini menghasilkan sejumlah kesimpulan. Di antaranya mereka sepakat bahwa problem  yang  menimpa negara Muslim, khususnya Timur Tengah, adalah problem politik bukan agama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena itu, para tokoh, ulama, dan pembesar negara perlu menggalang persatuan untuk bersama-sama memikul tanggung jawab mengatasi radikalisme. Peserta seminar  juga sepaham bahwa radikalisme sangat membahayakan keutuhan sebuah bangsa dan agama khususnya Islam.

Menurut mereka, radikalisme yang sudah ada dalam sejarah muncul sebagai bentuk kesalahan dalam memahami teks-teks keagamaan sehingga berakibat fatal. Pemikiran-pemikiran ini juga disokong oleh musuh-musuh Islam.

Selain memperkuat dan menanamkan kembali semangat persatuan, forum seminar juga mengusulkan adanya upaya menumbuhkan nilai-nilai toleransi antarmazhab, sekte, dan agama, serta mengembalikan ajaran dasar Islam rahmatan lil alamin melalui dunia pendidikan.

Hadir dalam seminar tersebut, Syekh Hisham Khalife dari perwakilan Mufti Republik Lebanon, Mufti Syiah Jafari Syekh Ahmad Qabalan dari DewanTinggi Syiah, Syekh Abil Muna (Dewan Spiritual Druze), Syekh Hassaan Abdullah (Perkumpulan Ulama Islam Lebanon), Syekh Abdul Naser Jabri (ketua umum partai Harkatul Ummah), Dr. Muhammed Shamsuddin (pengamat politik Lebanon), dan KH Dr Abdul Malik Madani (Katib Aam PBNU). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Halaqoh, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 20 Januari 2017

Perempuan adalah Tiang Negeri

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Tugas perempuan tidak hanya berjuang bagi keluarganya. Ia juga harus berperan penting dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tanjungkerta Ai Faridah, Jumat (28/4) ketika melaksanakan harlah Fatayat NU ke-67 tingkat kecamatan di Gedung Dakwah NU Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Perempuan adalah Tiang Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan adalah Tiang Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan adalah Tiang Negeri

"Ada ungkapan mengatakan bahwa perempuan adalah tiang negeri. Ungkapan tersebut harus menjadikan motivasi bahwa saat ini perempuan harus mampu berkiprah lebih banyak lagi bagi bangsa dan negara," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peringtan Harlah Fatayat NU tahun ini harus dijadikan momentum untuk kebangkitan kaum perempuan. Jadilah perempuan yang cerdas, sehat, kreatif, mandiri, dan berakhlaqul karimah. Perempuan seperti ini akan mampu memberikan sumbangsih kepada pemerintah maupun masyarakat umum, lanjut Ai.

Tapi ingat, tambahnya, perempuan juga harus mampu menjadi pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Oleh karena itu perempuan merupakan harapan dalam menciptakan generasi yang diharapkan bagi bangsa, negara dan agama.

Menyikapi isu merebaknya radikalisme yang sangat mengkhawatirkan, Ai Faridah mengatakan bahwa PAC Fatayat NU Tanjungkerta akan terus-menerus menyuarakan menolak paham radikal serta terorisme. “Paham radikal dan terorisme telah menjadi pemecah belah keutuhan NKRI. Kita harus lawan,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PAC Fatayat NU Tanjungkerta juga mengajak kepada masyarakat untuk menjaga nilai-nilai tradisi keislaman Indonesia dan berpegang teguh kepada paham Ahlussunnah wal Jamaah ala nahdlatul ulama, tutup Ai Faridah. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj kembali menegaskan, bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui Hari Santri 22 Oktober. Hal ini dia nyatakan ketika memberi sambutan di acara pembukaan Nahhdlatul Ulama Cultural and Business (NUCB) Expo 2015, Rabu (14/10) di Gedung Smesco UKM, Jl Gatot Subroto Jakarta.

“Para santri atas nama bangsa Indonesia dipimpin oleh KH Wahab Chasbullah berdasarkan dorongan KH Hasyim Asy’ari melawan pasukan NICA yang ingin kembali menjajah dan menguasai RI,” ungkap Kang Said, sapaan akrabnya.

Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Tegaskan, Presiden Setujui Hari Santri 22 Oktober

Guru Besar Tasawuf ini juga mengungkapkan, meski dalam peperangan merebut kemerdekaan telah gugur sebanyak 20 ribu pahlawan yang terdiri dari santri dan rakyat, bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaan dari tentara sekutu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita menang, Brigjen Mallaby, Komandan NICA tewas di tangan seorang santri dari Pesantren Tebuireng bernama Harun menurut riwayat dalam peperangan besar tanggal 10 November 1945 di Surabaya,” paparnya.

Dalam masa peperangan menegakkan kemerdekaan, lanjutnya, ada sebanyak 20 Batalyon dari 64 Batalyon yang dipimpin oleh para kiai pesantren. “Di sinilah peran besar kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan RI yang termotivasi dari fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan fatwa jihad tersebut, imbuh Kang Said, bangsa Indonesia terdorong memperjuangkan dan menegakkan kemerdekaan RI dari tentara NICA atau sekutu. “Karena fatwa tersebut menyatakan, bahwa membela tanah air dari tangan penjajah adalah wajib hukumnya dan siapa yang gugur, ia termasuk syahid,” jelasnya.

Hadir dalam pembukaan expo ini, Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani, Menristek Dikti, H Muhammad Nasir, Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang, Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, Ketua LTMNU, KH Mansyur Syaerozi, Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen, perwakilan dari Kedutaan Negara sahabat, ulama dari Mesir, Tunisia, Maroko, Turki, dan para pengelola masjid dari berbagai daerah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Khutbah, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 14 Januari 2017

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kegelisahan atas pergeseran cara pandang, panutan, dan orientasi bangsa ini menjadi perbincangan gayeng dalam ngaji budaya Suluk Maleman edisi ke-51 di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan Diponegoro 94 Pati, Jawa Tengah, Sabtu (19/3) malam. Jika tidak dikembalikan pada "kiblat" semula, maka semakin menerjunkan bangsa pada kemunduran perabadan.

KH Abdul Ghofur Maimoen, Herman Sinung Janutama, Anis Sholeh Baasyin, dan pemapar lain dalam ngaji interaktif itu sepakat dengan sikap hidup bervisi dan berorientasi. Gus Ghofur mengajak masyarakat untuk memiliki idola dengan profil yang merepresentasikan Allah.

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Berkembang di Indonesia Bukan dengan Merusak Budaya

Bukan berarti berkiblat pada orang yang menuhankan dirinya, tetapi mendekat dengan ulama. Namun, pilihan idola juga perlu didasari atas kecermatan. Mengingat, saat ini banyak tokoh panutan yang hilang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini menyebut, Nabi Muhammad merupakan panutan sekaligus idola yang menyedot perhatian banyak kalangan. Itu lantaran kesalehannya dapat dipertanggungjawabkan sebagai "wakil" Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam urusan dunia saja, seperti memilih wakil rakyat, orang sekarang banyak yang dilandasi karena uang. Bukan atas pilihan sendiri yang murni mempertimbangkan perbaikan. Ini harus diubah, karena manusia beragama harus mempunyai visi dan orientasi sebagai makhluk Allah," jelasnya.

Dilihat dari sejarah, kata dia, Islam berkembang di Indonesia bukan dengan merusak budaya yang telah ada. Itu kenapa Islam, terutama di Jawa menjadi mayoritas. Karenanya, ciri khas Islam Nusantara sangat tepat.

Sejarawan dan budayawan Herman Sinung Janutama lebih mengambil hikmah dari falsafah Jawa. Jawa, menurutnya menjadi dapat kembali menjadi songgo buwono dengan bekal iman daya mukti.

"Itu bekal hidup bagi orang Jawa. Jadi, dengan keteguhan iman, maka akan berdaya dan bakal mukti. Itu tercantum dalam Surat Sutasoma yang merupakan bekal raja-raja Jawa zaman dulu," paparnya.

Penyesatan

Di tengah merasuknya nilai individualis dan materilis, bangsa ini butuh kebangkitan. Bangsa Indonesia patut kembali menghargai budaya dan keunggulan peradaban Nusantara yang dipercaya lebih maju ketimbang bangsa lain.

Hanya, sekarang menurutnya terjadi pergeseran yang luar biasa. Ilmu falak dengan dasar matematika sejak dulu sudah dikuasai bangsa ini. Namun, kini falak seperti tidak diperbolehkan dalam istilah barat dan diganti dengan astronomi.

"Matematika sekarang berkiblat ke barat, padahal dulu di Jawa," katanya dalam ngaji budaya yang mengambil tema "Kiblat yang Berubah".

Sang sahibul bait Anis Sholeh Baasyin mengemukakan, potensi besar bangsa ini perlu disadari bersama. Menurutnya, mudahnya sebagian kalangan berujar penyesatan atas budaya Jawa yang penuh filosofis berbalut agamis perlu diluruskan.

"Seperti budaya Jawa berupa wiwit, yang dulu sering dilakukan petani ketika hendak panen padi jika dipahami bukan musyrik. Selain banyak makna filosofis, biasanya tradisi itu juga dilakukan dengan doa bersama secara Islami," tandasnya.

Karenanya, kekayaan potensi tradisi dan budaya Jawa tidak sepatutnya dipersoalkan. Terlebih untuk kepentingan mengubah nilai luhur bangsa dengan sokongan dana luar negeri.

"Ada kecenderungan itu menjadi fakta belakangan ini. Mari kita waspada dan tidak mudah terpancing isu-isu dan ujaran provokatif berupa klaim kesesatan dalam setiap tradisi dan budaya luhur yang dilestarikan," lanjut pimpinan Orkes Puisi Sampak GusUran ini. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 13 Januari 2017

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang menggelar aksi kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor yang terjadi dibeberapa daerah di Sumatera Barat, Selasa (9/2/2016) di Simpang BTN, Kota Padang.

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Aksi yang diikuti oleh puluhan mahasiswa pergerakan ini di pimpin langsung oleh Ketua Umum ? PMII Kota Padang, Hasbullah Alkomar. "Mahasiswa ikut berduka dan prihatin terhadap musibah yang menimpa sejumlah daerah di Sumbar," ujar Hasbullah Alkomar.

Komar juga menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor ini merupakan bencana yang cukup besar dan harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. "Bencana banjir bandang dan longsor setidaknya telah menelan korban jiwa sebanyak 6 orang di kabupaten Solok Selatan. Ribuan hektar lahan pertanian warga yang tersebar di 50 Kota, kabupaten Solok Selatan, agam, dan Kota Solok, juga mendapat dampak luarbiasa parahnya," pungkas Alkomar.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan juga mendesak pemerintah agar cepat menangani permasalahan ini. "Kami menuntut pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten terkait cepat tanggap dalam penanggulangan bencana ini," desak Alkomar

Aksi penggalangan dana untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dilakukan PMII Kota Padang ini berlangsung dari Selasa hingga Jumat. Sejumlah dana yang terkumpul akan disalurkan pada korban yang berada di 50 Kota dan Solok selatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, sebelumnya hujan deras beberapa hari terakhir telah menyebabkan Sumatera Barat dilanda bencana banjir dan longsor. Bencana kali ini menimbulkan korban jiwa dan memutus urat nadi transportasi.

Inilah titik-titik lokasi bencana banjir dan longsor yang berhasil dihimpun berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Sumatera Barat. Data ini dikirim oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho, Senin (8/2/2016). Ditambah informasi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat Zulfiatno dan BPBD Pasaman. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 11 Januari 2017

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bukan hanya para pemudik yang menggunakan fasilitas tensi gratis yang disediakan oleh posko mudik Banser Kecamatan Kragan. Tetapi banyak juga warga sekitar yang rela mengantri untuk mendapatkan fasilitas tensi darah secara gratis di posko mudik Banser Satkorcab Rembang yang berada di depan masjid Roudhatus Sholihin Karang Lincak Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Ansor Kragan Hakim saat dikonfirmasi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, menjelaskan sejak H-7 banyak warga sekitar tiap usia shalat Tarawih rela mengantri sekedar mendapatkan tensi darah yang disediakan di posko ini. Hakim juga menyampaikan jika warga sangat berterima kasih dengan adanya tensi gratis yang disediakan oleh Banser Rembang.

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Ramai Tensi Gratis di Posko Banser Kranggan

"Warga setiap usai shalat tarawih banyak yang mampir untuk tensi darah Mas. selain itu mereka sangat senang terbantu dengan adanya posko dengan berbagai macam fasilitasnya,” kata Hakim.

Kabanyakan warga yang mengantri merupakan lansia yang mempunyai berbagai macam riwayat penyakit yang sering membutuhkan perhatian dengan tensi darah. Rata-rata satu bulan sekali mereka harus mengeluarkan uang untuk sekedar tensi darah di tempat pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit ataupun puskemas, dikarenakan jaraknya yang sangat jauh. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 08 Januari 2017

Pemutaran Lewat Djam Malam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lesbumi akan memutar filma klasik Lewat Djam Malam (LDM) karya Usmar Ismail, di Teater Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, besok Kamis (3/5), pukul satu siang.

Pemutaran film dalam rangka 50 tahun Lesbumi ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah film Nasional pertengahan April lalu di PBNU. 

Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemutaran Lewat Djam Malam

“Selain Lewat Djam Malam, kami akan memutar enam film lainnya di PBNU, The Wahid Institute, dan sebuah pesantren di Jakarta Timur. Lewat pemutaran ini, kami ingin menghargai sesepuh sineas yang juga aktivis-aktivis NU,” kata Hasyim Zen, salah seorang panitia, tadi sore.

Lebih lanjut Hasyim mengatakan, pemutaran film juga bertujuan untuk melakukan proses pendidikan kebudayaan dalam artian luas yang hari ini tidak banyak diperhatikan, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat sendiri. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui film yang bermutu, kita bisa berkaca tentang banyak hal, tema bangsa, agama, masyarakat, seni, budaya, dan sebagainya. Silakan datang, ini acara kita semua, disiapakan secara berjamaah oleh Lesbumi, Kopri Ciputat, IPPNU Jaktim, Wahid Institute, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, dan Piramida Circle, ” jelasnya.

Lewat Djam Malam karya aktivis Lesbumi Usmar Ismail ini terpilih sebagai film klasik yang akan diputar di Cannes Festival 2012, Perancis, akhir Mei nanti. 

LDM diproduksi oleh oleh Persatuan film Nasional Indonesia (Perfini), tahun 1954. Film ini berhasil diselamatkan dari kerusakan. Lembaga yang telah menyelamatkan dengan merestorasi LDM adalah  Museum Nasional Singapura, bekerja sama dengan Mereka menggandeng Yayasan Konfiden dan Sinematek Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tujuan restorasi mengembalikan film ke kondisi semula. Bukan menambah apapun. Film jaman dulu dari hitam putih ke berwarna, itu bukan restorasi lagi. Kalau prosesnya ada yang lebih dulu, Tiga Dara. Prosesnya di Belanda. Kemarin gara-gara Eropa krisis, belum bisa dilanjutkan sampai sekarang. Mungkin ini jadi film yang selesai direstorasi yang pertama,” jelas Lintang Gitomartoyo dari Yayasan Konfiden, seperti dikutip KBR.8H.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 06 Januari 2017

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU Darussalam Jatipandak, Sambeng, ? Lamongan, Jawa Timur memperingati hari lahir NU ke-91 dengan menggelar upacara bendera dan ziarah ke makam pendiri madrasah itu. Kegiatan pada Selasa (31/1) diikuti puluhan siswa dan dewan guru.

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Kampung Ini Ucapkan Harlah NU Ke-91

Kepala MI Darussalam Kholison mengatakan, peringatan tersebut bertema “Cinta Islam yang Damai dan Toleransi”. Tema tersebut sengaja diusung karena akhir-akhir ini bangsa Indonesia diterpa keributan di antara masyarakatya mulai dari masalah sosial, masalah politik, penyebaran kebencian, bahkan hingga masalah agama. Keributan tersebut dapat mengancam kedamaian di Indonesia.?

“Padahal, sebagai negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, keributan-keributan semacam itu seharusnya tak terjadi. Perbedaan prinsip, suku, ras, agama yang terjadi di antara kita mestinya dapat menyatukan kita semua,” katanya.

Kholisan berharap, momentum harlah NU ke-91, bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa semakin damai, menyebar kesayangan antarsesama, toleransi dan menghargai perbedaan dan menjadi contoh dari negara-negara lain. “Karena kita menjujung tinggi asas Pancasila,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua pelaksana, M. Munif Asy’ari menambahkan, selain pesan damai siswa-siswi diajak mengenang para tokoh-tokoh NU seperti Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah serta para tokoh NU lainnya dalam memeprjuangkan bangsa Indonesia.?

Para pendiri NU tersebut, kata dia, begitu cintanya terhadap negara Indonesia. “Cinta terhadap negara sendiri sebagaian dari iman,” tambahnya.

Peringatan harlah itu ditutup dengan doa bersama dan shalat dzuhur berjamaah di musholla madrasah. (Asyhari/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 03 Januari 2017

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para pecinta warisan sejarah Islam dan sebagian warga lokal Saudi Arabia terkejut dengan banyaknya warisan sejarah di Makkah dan Madinah yang telah dibuldoser, diantaranya untuk membuat pusat perbelanjaan yang megah, hotel mewah dan gedung pencakar langit. Berdasarkan estimasi Gulf Institute 95 persen bangunan yang berumur 1,000 tahun telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir.

Di Masjidil Haram Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam dimana seluruh umat Islam diperlakukan sederajat, sekarang dibayangi oleh Jabal Omar, sebuah komplek pengembangan apartemen pencakar langit, hotel dan sebuah menara jam yang sangat besar.

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Untuk membangunnya, pemerintah Saudi menghancurkan benteng Ajyad yang ada sejak era Ottonom dan bukit yang ada di sekitarnya. Bangunan bersejarah lain yang hilang meliputi tempat kelahiran Rasulullah, yang sekarang menjadi perpustakaan, dan rumah Khadijah, istri pertama Nabi, yang sekarang menjadi toilet publik sebagaimana dilaporkan oleh The Independent.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai saat ini, pembangunan di Madinah masih sedikit lebih terkendali dibandingkan di Makkah, meskipun sejumlah situs awal Islam telah hilang. Dari tujuh masjid yang dibangun untuk memperingati perang Khondaq atau perang parit, satu peristiwa yang cukup menentukan dalam sejarah perkembangan Islam, saat ini hanya tersisa dua

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepuluh tahun lalu, sebuah masjid cucu Rasulullah dihancurkan dengan dinamit. Gambar penghancuran masjid yang diambl secara rahasia menunjukkan para polisi agama merayakan keruntuhan tempat bersejarah tersebut.

Pengabaian sejarah awal Islam ini merupakan adopsi dari Wahabisme yang menginterpretasikan ajaran Islam secara kaku.

Di sebagian besar negara Muslim, banyak tempat suci dibangun dan kunjungan ke makam merupakan hal yang biasa, tetapi bagi kelompok Wahabi, praktek seperti ini dianggap sesat. Polisi agama di Saudi Arabi melarang peziarah untuk berdoa atau mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan kehidupan Rasulullah dan berusaha menghancurkan situs-situs sejarah tersebut.

Dr Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation mengkhawatirkan pembangunan kembali Masjid Nabawi merupakan upaya lebih luas untuk merubah fokus dari tempat Nabi Muhammad dikuburkan. Tempat pemakaman Rasulullah ditutupi dengan kubah hijau yang terkenal dan menjadi pusat dari masjid Nabawi saat ini, tetapi dengan rencana pengembangan baru, lokasi tersebut akan menjadi sisi timur dari bangunan yang akan diperluas delapan kali lipat dengan sebuah mimbar baru bagi imam. Juga terdapat rencana untuk membongkar Raudhah yang bisa diartikan sebagai taman surga, sebuah lokasi sempit di tengah-tengah masjid, yang oleh nabi sendiri dikatakan memiliki keistemewaan untuk berdoa. ?

“Mereka beralasan untuk membuat ruangan yang lebih besar dan menciptakan 20 ruangan yang akan menampung 1.6 juta jamaah,” kata Alawi. “Hal ini adalah nonsense, apa yang sebenarnya mereka inginkan adalah mengganti fokus dari tempat dimana Rasulullah dikuburkan,” katanya.

Sebuah pamflet yang dipublikasikan pada tahun 2007 oleh kementerian Hubungan Keislaman dan didukung oleh Grand Mufti Saudi Arabia, Abdulaziz al Sheikh, meminta kubah nabi diruntuhkan dan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar diratakan dengan tanah. Sheikh Ibn al-Uthaymeen, satu dari ulama terkenal Wahabi juga meminta hal yang sama.

Alawi mengkritisi kediaman umat Islam atas penghancuran Mekkah dan Madinah. Umat Islam dinilainya lebih peka terhadap film yang yang menghina nabi Muhammad, tetapi penghancuran tempat kelahiran nabi Muhammad, tempat dimana dia berdoa dan mengembangkan Islam dibiarkan berlanjut tanpa halangan.

Kerajaan Saudi merasa hanya mereka sendiri yang memiliki otoritas atas apa yang terjadi pada peninggalan awal sejarah Islam. Meskipun mereka telah mengeluarkan milyaran dolar untuk memperluas Mekkah dan Madinah, tetapi dua kota suci ini juga memberi keuntungan pada negara yang sangat tergantung pada hasil minyak bumi ini.

Baik Kedutaan Saudi di London atau Kementerian Luar Negeri Saudi merespon permintaan komentar ketika The Independent mengontak mereka terkait rencana perluasan masjid Nabawi yang didalamnya akan menggusur tiga masjid bersejarah, yaitu masjid untuk mengenang Abu Bakar, Umar dan masjid Ghamama.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah