Selasa, 19 Januari 2010

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 diadakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon di halaman Masjid Al-Jabbar Plumbon Kabupaten Cirebon. dipadati sekitar 10 ribu warga dari berbagai pelosok.

Acara diawali dengan gemerlap pawai obor para santri dan berbagai partisipan seperti drumband, hadrah, angklung, dan lainnya dengan start dari samping jalan layang tol Plumbon menuju lokasi acara. Sesampainya di lokasi warga Nahdliyin disambut oleh rampak hadrah yang berjumlah 99 pemain mengumandangkan lagu Ya Lal Wathan yang berisi kecintaan kepada tanah air sebagai bagian dari keimanan.

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon

Massa pawai pun bergabung dengan ribuan warga lainnya yang sudah ada di lokasi. Mereka pun khidmat mengikuti acara demi acara dalam kegiatan yang bertajuk Sholawat dan Silaturahmi Kebangsaan Hari Santri Nasional 2017.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selesai rampak hadrah, masyarakat disuguhkan dengan pementasan seni teater para santri Buntet Pesantren yang mengambil cerita tentang latar sejarah terbitnya Resolusi Jihad Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, sebagai seruan jihad melawan penjajah pada perang besar 10 November 1945 di Surabaya. Meski berdurasi 30 menit, namun hadirin dapat dengan mudah mencernah penggalan-penggalan cerita yang ditampilkan.

Berikutnya masuk pada acara inti yang dipandu presenter keislaman Radar Cirebon Televisi (RCTV) Rieda Fairouz dan master ceremony (MC) kondang H Solehuddin Husni. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathan, pembacaan ayat-ayat Al-Quran, tawasul, pembacaan Shalawat Nariyah, istighotsah, dan ditutup tausiyah oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani Amin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, para ulama seperti KH Hasanudin Kriyani, KH Bahrudin Yusuf, KH Affandi Mukhtar, KH Imron Rosyadi, dan lainnya. Dari unsur birokrasi hadir Sekda Provinsi Jawa Barat H Iwa Karniwa, Bupati Cirebon H Sunjaya Purwadisastra, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hj Yuningsih, Kepala Kemenag H Imron Rosyadi, serta perwakilan Polres dan Kodim.

Sejumlah politisi yang bakal maju dalam pemilihan bupati (pilbup) juga hadir. Mereka antara lain H Satori, H Tarmadi, H Mohamad Luthfi, dan H Mohamad Yatsawi.

Ketua Panitia HSN 2017, H Solihin Busyaeri mengatakan, Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Diadakan sehari sebelumnya, sebab di tanggal itu diperingati di semua pesantren, sekolah, masjid-masjid, dan lainnya.

“Ada banyak kegiatan rangkaian baik diadakan oleh lembaga-lembaga NU, banom, maupun MWCNU. Malam ini puncaknya untuk agenda PCNU Kabupaten Cirebon,” kata pengusaha asal Bode Lor, Plumbon ini.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih tidak terhingga atas kekompakan warga NU dalam peringatan HSN 2017, terutama kaum santri. HSN yang diperingati sejak 2015 harus menjadi motivasi bagi para santri untuk terus memberikan yang terbaik bagi agama dan bangsa.

“Kata KH Mustofa Bisri (Gus Mus), santri itu bukan yang mondok saja, tapi siapapun yang berakhlak seperti santri. Artinya Hari Santri adalah milik seluruh umat Islam,” ujar Kang Aziz.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin dalam tausiyahnya menyampaikan perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan yang dipelopori kaum santri, terutama kemenangan melawan penjajah dalam peperangan 10 November 1945. Pemantiknya adalah terbitnya seruan berjihad melalui Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

“Karena itu setiap tanggal 22 Oktober kita peringati sebagai Hari Santri Nasional dan telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Presiden Joko Widodo. Selamat Hari Santri, teruslah berkiprah untuk masyarakat dan bangsa,” tutur Kang Wawan. (Kalil Sadewo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Januari 2010

Madrasah Jadi Pencetak Kader NU Masa Depan

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Warga kampung Cicurug Desa Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, kini memiliki ruangan madrasah baru untuk mengaji anak-anak warga kampung tersebut pada Rabu (21/5).

Madrasah Jadi Pencetak Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Jadi Pencetak Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Jadi Pencetak Kader NU Masa Depan

Madrasah dibangun dari dana swadaya dan sumbangsih beberapa donatur. Bangunan baru tersebut berdiri dengan dua ruangan yang cukup nyaman.

Sebelumnya, warga kampung yang jauh dari jalan protokol itu tidak memiliki madrasaah yang nyaman untuk tempat mengaji anak-anak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Sekertasis NU Kabupaten Garut Ir Dzuju Nudjuludin, cikal-bakal pembentukan NU di berbagai daerah berawal dari madrasah dan pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena itu, kata dia, pembuatan madrasah yang nyaman dan aman diharapakan mampu mencetak generasi NU yang berjiwa Aswaja dan cinta tanah air.

"Dengan peresmian bangunan ini diharapkan regereasi NU bisa terus berjalan, karena bukan tidak mungkin akan banyak bermunculan Gus Dur-Gus Dur muda dari sini," ujarnya.

Menurut Rohaya (50) salah seorang warga setempat mengungkapkan, pembangunan madrasah tersebut merupakan inisatif warga yang melihat kondisinya sangat mengkhawatirkan.

"Kami bersama warga memiliki insatif untuk membangun kembali madrasah yang nyaman digunakan masyarakat dalam aktivitas mengaji maupun aktivitas laiinya," ujanrnya.

Madrasah bernama Riadlussaadah diresmikan Bupati Garut H Rudi Gunawan. Pada sambutannya, ia mengapresasi kegotongroyongan masyarakat yang masih terjaga. “Masyarakat harus tetap menjaga kegotongroyannya,” ajaknya.

Bupati menambahkan, di Kabupaten Garut sendiri, gotong royong menjadikan Desa Cangkuang Kecamatan Leles menjuarai tingkat provinsi dan nasional dalam lomba bulan bakti gotong royong bulan kemarin. "Diharapkan hal tersebut bisa menular ke desa-desa lainnya," ujarnya.

Ia juga menyampaikan beberapa program desa yang akan dikembangkan pada waktu dekat ini, diantaranya dengan menggelar camping di setiap minggu di setiap desa.

"Pada tahun ini saya akan fokuskan di wilayah Garut Selatan, jadi nantinya saya bisa berhari-hari berada di luar," ujarnya.

Selain ingin lebih dekat dengan warga masyarakat, dirinya juga ingin langsung mendengar permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat secara langsung. (Arul/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Olahraga, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Januari 2010

PCNU Solo dan Boyolali Siap Ikut Sukseskan Kongres IPNU Ke-18

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus PCNU Kota Solo siap ikut membantu suksesnya pelaksanaan Kongres XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang bakal dihelat di Asrama Haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah, awal Desember (4-8/12) mendatang.

Ketua PCNU Solo, A Helmy Sakdillah mengatakan dukungan ini memang semestinya dilakukan, ibarat sebagai bentuk wujud rasa sayang orang tua kepada anak. “Meskipun yang punya kepentingan adalah dari IPNU, tapi kami juga ingin ikut membantu,” terang Helmi saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Ahad.

PCNU Solo dan Boyolali Siap Ikut Sukseskan Kongres IPNU Ke-18 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Solo dan Boyolali Siap Ikut Sukseskan Kongres IPNU Ke-18 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Solo dan Boyolali Siap Ikut Sukseskan Kongres IPNU Ke-18

Dukungan yang diberikan, selain tentunya restu juga beberapa bantuan fasilitas. “Untuk hotel penginapan para tamu undangan, khususnya para tokoh ulama maupun para menteri yang akan hadir, siap kami gratiskan,” ungkap Helmy.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meski demikian, katanya, sejauh ini belum ada pihak dari Pimpinan Pusat IPNU yang kulonuwun ke PCNU Solo maupun Boyolali. “Kemarin baru PW IPPNU Jateng yang sudah datang ke Solo. Bagaimanapun, NU di cabang ini, seperti bapak cilik (kecil) bagi pengurus IPNU, baik di wilayah atau pusat,” ujar dia.

Sementara itu, Sekjen PWNU IPNU Jateng Nahdlatul Ulum, mengajak seluruh elemen kader dan pengurus di IPNU-IPPNU Korda Surakarta, untuk ikut menyukseskan kegiatan Kongres, yang notabene bakal diselenggarakan di salah satu daerah di wilayah Korda Surakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengurus PW IPNU Jateng sendiri kini sudah mempersiapkan beberapa hal yang akan dibahas pada Kongres nanti, dengan menggelar Rapimwil II di Pemalang, Sabtu (21/11) kemarin,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 Januari 2010

MINU Pucang Sidoarjo Gunakan 4 Kurikulum Pembelajaran

Perubahan dan perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat memberikan dampak terhadap pelaksanaan pendidikan. Untuk mewujudkan cita-cita pendidikan menjadi lebih baik serta menjawab tantangan zaman tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Maarif Nahdlatul Ulama Cambridge International Examination, atau yang biasa dikenal dengan MINU Pucang Jl Jenggolo 53 Sidoarjo, Jawa Timur ini memiliki kurikulum yang berbeda dari sekolah MI/SD pada umumnya.

Sekolah milik NU ini menggunakan kurikulum terpadu atau integrated curriculum sebagai acuannya. Dengan mengadopsi dan mengadaptasi kurikulum Kementrian Agama (Kemenag), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Cambridge University dan International Baccalaureate Program (IB), diharapkan dapat mewujudkan dan menciptakan sumber daya manusia berkualitas, kompetitif di bidang ilmu pengetahuan serta memiliki keagungan akhlak.

MINU Pucang Sidoarjo Gunakan 4 Kurikulum Pembelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Pucang Sidoarjo Gunakan 4 Kurikulum Pembelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Pucang Sidoarjo Gunakan 4 Kurikulum Pembelajaran

Kepala sekolah MINU Pucang Sidoarjo, M Hamim Thohari mengaku, dengan mengadopsi dan adaptif mana yang sama dengan kurikulum nasional yang lebih tinggi, maka kurikulum itu diadopsi. Kualifikasi tersebut di atas rata-rata Madrasah Ibtidaiyah.

Menurutnya, keempat kurikulum tersebut tidak dimiliki oleh sekolah lainnya di wilayah Sidoarjo. Ada yang menggunakan kurikulum Cambridge University, namun tidak menggunakan kurikulum IB dan hanya di MINU Pucang yang menggunakan empat kurikulum. "Alhamdulillah siswa kami bisa dan mampu menerima semua kurikulum tersebut," tutur Hamim kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (5/11).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Materi pembelajaran berbahasa Inggris

Setiap materi pembelajaran selalu menggunakan bahasa Inggris. Tak terkecuali pada saat pembelajaran agama, guru dan siswanya tetap menggunakan bahasa Inggris. Hamim menjelaskan, semua materi yang diberikan kepada siswa, tidak ada yang dikotomi atau dikesampingkan. Semua materi agama atau pun muatan umum, diajarkan sesuai dengan kurikulum yang ada.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pada saat pembelajaran, yang menjadi produser atau sutradara adalah pendidiknya. Pada saat di kelas, semuanya kami serahkan kepada dewan gurunya. Rata-rata pendidik di MINU Pucang ini 90 persen guru bahasa Inggris, yakni melalui bimbingan tenaga pendidik yang profesional dengan 56 persen kualifikasi jenjang pendidikan S2. "Kami juga rutin memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada dewan guru dan alhamdulillah sampai saat ini tetap berjalan," kata Hamim.

Dalam menyeimbangkan antara ilmu agama dengan umum, Hamim menyatakan bahwa di MINU Pucang Sidoarjo juga menerapkan program intensif Tartil Al-Quran dengan target siswa hapal juz 30, 1 dan 2. Pembelajaran tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan memadukan unsur Al-Quran dan intelektual peserta didik yang berfokus pada pembentukan akhlak dan kemampuan probelm solving.

Di MINU Pucang sendiri, jumlah tenaga pendidiknya sekitar 84 guru. Dari sekian itu, ada 16 guru yang memiliki sertifikasi internasioanl secara mandiri. Sementara jumlah siswanya hingga saat ini sekitar 1706 siswa. Untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajarnya, MINU Pucang memiliki ruang kelas sebanyak 32 ruangan dan luas sekolah 3682 meter persegi.

Prestasi membanggakan

Selain memiliki keunggulan kurikulum, siswa MINU Pucang Sidoarjo juga banyak menorehkan prestasi membanggakan. Tak ayal, banyak tropi maupun piagam penghargaan di dalam almari yang menjadi pusat pemandangan ketika mulai memasuki ruangan. Almari yang memiliki ukuran kurang lebih 2x1,5 meter ini berada di depan pintu masuk menuju ruang kelas.

Adapun prestasi yang pernah diraih oleh siswa MINU Pucang Sidoarjo pada tahun 2014 antara lain, juara I, II dan III tartil LPSI Al-Barokah tingkat Kota Surabaya-Sidoarjo, juara II dan III Pildacil tingkat Kabupaten Sidoarjo. Tahun 2015, juara I Pildacil tingkat Kabupaten Sidoarjo, juara I cerdas cermat matematika tingkat Kabupaten Sidoarjo, juara I cerdas cermat IPA tingkat Kabupaten Sidoarjo, juara I cerdas cermat bahasa Inggris tingkat Kabupaten Sidoarjo, juara I Olimpiade Math Science SSC tingkat Kabupaten Sidoarjo, rangking 5 besar Nasional Math Science Emerald dan masih banyak lagi yang lainnya.

"Alhamdulillah pretasi yang diraih siswa kami dari tahun ke tahun selalu ada dan sangat banyak sekali. Tidak hanya itu, sekolah kami juga sering digunakan untuk study banding dari sekolah maupun Universitas baik yang ada di Sidoarjo maupun dari luar Sidoarjo," terang Hamim. (Moh Kholidun)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Desember 2009

Ada Pesantren Gus Dur di SMK Ini

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maarif NU 03 Larangan Brebes, Jawa Tengah kini mendirikan pondok pesantren Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Demikian disampaikan Kepala SMK Maarif NU 03 Larangan H Harus saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di ruang kerjanya, Rabu (18/1).?

Ada Pesantren Gus Dur di SMK Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Pesantren Gus Dur di SMK Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Pesantren Gus Dur di SMK Ini





Harun menjelaskan, pihak yayasan dan sekolah sudah bersilaturahmi atau sowan perihal pemberian nama pondok Abdurrahman Wahid ke keluarga Gus Dur di Jombang. “Kami sudah sowan ke keluarga Gus Dur perihal pemberian nama pondok di area SMK ini,” terang Harun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah





Pondok Gus Dur, lanjutnya, baru kali dibuka pada tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah santri putra 12 anak dan santri putrid 10 anak. “Kami baru punya dua bilik pondok, jadi hanya bisa menampung maksimal 25 santri,” kata Harun.





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh pondok seluruh guru agama dan alumni pondok ternama seperti Lirboyo dan Darul Ulum Jombang dengan koordinator pengasuh KH Rifai. Di dalam pondok, antara lain menekuni kitab nahwu, sorof, hadits dengan kajian kitab Riyadus Sholihin, fikih dengan kajian Fathul Qorib dan lain lain.





Namun demikian, kalau bangunan lantai tiga sudah selesai dimungkinkan jumlah anak yang mondok akan terus bertambah. Karena para orang tua dan siswa sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pondok pesantren.?





Lebih lanjut Harun menceritakan, SMK Maarif NU 03 kini memiliki siswa sebanyak 946 orang. Mereka terbagi dalam dalam bidang keahlian Tehnik Kendaraan Ringan (TKR), Tehnik Audio Video, Multi Media dan Akuntansi. Mereka di bimbing oleh 60 guru sarjana dan master.





Sekolah yang memiliki luar luas tanah 1,5 hektar tersebut kini memiliki bangunan Lantai 2 sebanyak 12 lokal, dan Lantai 3 sebanyak 18 lokal. Kini telah diselesaikan bangunan lantai tiga sebanyak 5 lokal. “Dari 35 lantai, yang digunakan pembelajaran 28 rombongan belajar dan selebihnya untuk bilik pondok, dan laboratorium,” ungkapnya.





Sekolah milik MWCNU Larangan ini juga menggelar berbagai kegiatan ekstrakurikuler antara lain pramuka, futsal, bulutangkis, rebana, marawis, pencak silat dan lain-lain. (Wasdiun/Abdullah Alawi).















Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Desember 2009

Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat

Sidoarjo Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai proses pengkaderan sebelum terjun ke masyarakat, para santri di pesantren mengkaji referensi literatur kutubus salaf dalam forum Bahtsul Masail. Seperti halnya yang dilakukan oleh santri aliyah kompleks Dar Assaadah di Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Mereka membahas persoalan 9 patung manusia di sebelah Timur alun-alun Sidoarjo yang diturunkan beberapa pekan lalu karena karena dianggap berhala oleh sejumlah ormas. “Kami sengaja mengaji secara selektif tentang patung tersebut, karena beberapa waktu lalu masyarakat Sidoarjo diramaikan dengan pro dan kontra terhadap patung Jayandaru yang diletakkan di Alun-alun Sidoarjo itu," ucap ketua panitia Rahmat Hidayat, Kamis (11/3).

Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat

Ia menambahkan, dari hasil bahtsul masail ini, selanjutnya akan dikaji kembali secara objektif dan akan diserahkan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo dengan tujuan meminta agar MUI Sidoarjo mengeluarkan fatwa haram terhadap patung, khususnya yang berada di Sidoarjo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum itu semakin ramai dengan komentar para musyawirin yang pro dan kontra terhadap keputusan dewan Muharrir yang dalam hal ini dihadiri Ketua Islamadina Sidoarjo Agus Lukman Hakim, Ketua STIQ Al Khoziny Syu’aib Nur Ali, dan ustadz senior Ach Shodiq Firdaus, serta perwakilan dari ulama Sidoarjo yang menentang adanya patung itu, KH Moh Nurul Huda Nawawi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagian santri berpendapat, ketika patung itu mengandung unsur pembelajaran, maka tidak apa-apa dibangun. Ada pula santri yang berpandangan tentang penghargaan yang menjadi ikon kota. Sebagian lain menawarkan jawaban, apabila patung tersebut tanpa kepala, maka tidak apa-apa dengan alasan patung yang diharamkan itu ketika ada kepalanya.

“Apabila patung ini diarahkan terhadap sebuah Ikon kota, mengapa tidak membuat sebuah Ikon yang melambangkan Sidoarjo sebagi kota santri, seperti membuat miniatur yang berkhazanah islami," kata Agus Lukman Hakim mengomentari pendapat dari para musyawirin yang kontra terhadap keputusan sementara yang diambil.

Ach Shodiq Firdaus pun menambahkan, dari beberapa jawaban yang ada, yang menarik adalah ketika dalam pembentukan patung mengandung unsur littarbiyah (pembelajaran). Namun itu juga harus ada kajian lanjutan, apakah setiap patung ada unsur pembelajarannya?

Akhirnya, dari beberapa jawaban yang ada dikembalikan kepada dewan mushohih yang dalam hal ini dihadiri oleh KH Moh Nurul Huda Nawawi. Ia menegaskan, apapun alasannya, patung yang berada harus dihancurkan. Terlebih yang berada di Sidoarjo.

"Dari semua pendapat kebanyakan ulama mengatakan, haram menggambar sesuatu yang mempunyai ruh, seperti hewan dan manusia. Kami juga sudah mengirimkan surat kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo, serta Bupati Sidoarjo untuk segera memberantas patung yang berada di Sidoarjo," tegasnya.

Terkait permintaaan MUI Sidoarjo yang diminta mengeluarkan fatwa haram, Kiai Huda mengatakan, pihaknya akan menunggu hasil dari keputusan musyawarah para ulama se-Sidoarjo. Dan tentunya akan segera mengeluarkan fatwa haram terhadap patung yang berada di Sidoarjo. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Nasional, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 09 Desember 2009

Wajibkan Jumatan bagi yang Sudah Shalat Id?

Jumat 17 Juli 2015 bertepatan dengan tanggal 1 Syawal 1436 H. Tentu ada dua shalat berjemaah besar atau kita sebut dua lebaran (iadan). Yaitu shalat Idul Fitri dan Shalat Jumat.

Islam menyebut Jumat juga Id (lebaran) sebagaimana Idul Fitri dan Idul Adha. Apakah kita wajib shalat raya dua kali dalam satu hari?

Semua ulama sepakat bahwa antara kedua shalat Id dan Zhuhur tidak saling menggugurkan. Namun bagi yang telah melakukan Shalat Idul Fitri tidak wajib shalat Jumat. Ia boleh memilih, apakah shalat Zhuhur atau shalat Jumat.

Wajibkan Jumatan bagi yang Sudah Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Wajibkan Jumatan bagi yang Sudah Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Wajibkan Jumatan bagi yang Sudah Shalat Id?

Namun bagi Imam atau khatib Jumat sebaiknya tetap melaksanakan shalat Jumat untuk mengukur, siapa dan berapa orang yg akan hadir Jumatan. Jika ternyata yang hadir Jumat kurang dari 40 orang (menurut Imam Syafii) maka laksanakan saja shalat Zhuhur berjamaah.

Ulama melakukan analagi (qiyas), bahwa dengan shalat maka seruan utk melakukan pertemuan antar masyarakat sudah terlaksana tanpa diadakannya shalat Jumat.? Jika sudah terjadi salah satunya dari maksud yang sama di antara shalat Id dan Jumat maka sudah dianggap cukup, seperti mandi besar (junub) sudah dianggap cukup untuk berwudhu.

Hadits dari Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah saw bersabda: "Telah terjadi secara bersamaan dua lebaran (Id dan Jumat) dalam satu hari ini. Barang siapa yang telah melaksanakan shalat Id maka silahkan siapa yang hendak hadir Shalat Jumat dipersilahkan atau hendak shalat Zhuhur dipersilahkan (untuk memilih antara keduanya)".?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebenarnya masih ada ulama lain yg mewajibkan shalat meskipun sdh melaksanakan shalat Id, karena perintah shalat Jumat berdasarkan dalil. Ada juga Ulama yg berpendapat bahwa, Shalat Jumat tidak wajib karena telah melaksanakan shalat Id hanya bagi tokoh-tokoh agama yang Shalih sebagaimana? Sayyidina Utsman terapkan pada zamannya.

Kami memilih pendapat, bahwa orang yang telah melakukan shalat Id tidak wajib melakukan shalat Jumat,? namun yg lebih utama, besok ini adalah melakukan shalat Id juga melakukan shalat Jumat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

M. Cholil Nafis, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah