Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus GP Ansor Pati mendatangi sejumlah titik terparah bencana kekeringan di kabupaten Pati, Rabu (28/10). Mereka mendatangkan pasokan air bersih untuk menutupi kekeringan yang melanda sumur-sumur warga. Gerakan sosial yang terselenggara atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBINU) Jateng dan Pati ini merupakan bentuk nyata peringatan 87 tahun Sumpah Pemuda.

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa

Kemarau panjang berimbas pada menurunnya pasokan air bersih warga air. Atas dasar Inilah, GP Ansor Pati menginisiasi kegiatan bakti sosial.

“Hari ini, pengiriman bantuan kita fokuskan ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak bencana kekeringan,” kata Ketua GP Ansor Pati Imam Rifa’i saat diwawancari via telpon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebanyak 10 tangki air bersih didistribusikan di 4 titik lokasi yang mencakup desa Wirun dan Sari Mulyo kecamatan Winong, desa Penanggungan dan Tanjunganom kecamatan Gabus. Di empat desa ini, tak jarang masyarakat harus mengantre di kecamatan untuk sekadar mendapatkan air bersih. Sepuluh tangki air bersih akan dibagi rata dalam penampungan desa yang kemudian dibagi rata kepada warga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebab itu kegiatan semacam ini sangat dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat di tengah bencana kemarau ini,” imbuh Rifai.

Ia mengajak donatur, lembaga pemerintah, ataupun swasta serta perusahaan manapun untuk terlibat bersama GP Ansor ? Pati melakukan bakti sosial. Pasalnya, kebutuhan air bukan hanya sehari.

Rifai menyebutkan kegiatan sosial pemasokan air bersih gelombang kedua akan dilaksanakan pada 5 November nanti dengan jumlah kuantitas bantuan yang lebih banyak. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Kajian Islam, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah berlangsung selama dua hari, kegiatan “Makassar Bershalawat” yang mengambil tempat di Masjid Alfatih al-Anshar ditutup. Wakil dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tallo keluar sebagai peserta terbaik I mengungguli 29 peserta lainnya. Hadiah berupa tropi dan uang pembinaan senilai 10 juta rupiah diserahkan oleh Rais Syuriah PCNU Makassar, AGH Baharuddin.

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Dalam sambutan penutup, Ahad (15/11), Sekretaris PCNU Makassar H. MaskurYusuf menyampaikan bahwa kegiatan Makassar Bershalawat akan menjadi agenda tahunan dan berharap kegiatan ini menjadi rintisan bagi pelaksanaan di tingkat provinsi Sulawesi Selatan pada tahun depan. Sekretaris MUI Kota Makassar ini juga berterima kasih kepada semua peserta dan semua pihak, terutama keluarga besar H. A. Mustamin Anshar yang bersedia sebagai tuan rumah.

Mustamin Anshar dalam sambutannya juga memberi isyarat untuk terlaksananya kegiatan “Makassar Bersalawat” dalam skala yang lebih besar. Pihaknya akan senantiasa memberi kontribusi dan fasilitas untuk kegiatan yang bernuansa pembinaan keagamaan, termasuk pelaksanaan Maulid yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan di tempat yang sama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, Pendiri Masjid yang berornamen Hajar Aswad ini memberi hadiah khusus kepada juara Harapan I, II dan III, masing-masing sebanyak 2 juta rupiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selengkapnya hasil Lomba Asmaul Husna dan Shalawat sebagai berikut:

Juara I : MWC NU Tallo

Juara II: MWC NU Manggala

Juara III: MWC NU Bontoala

Harapan I: MWC NU Panakkukang

Harapan II: MWC NU Ujung Pandang

Harapan III: MWC NU Bontoala II

(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Farid Mas’udi memahami keresahan warga Muhammadiyah dengan maraknya dakwah berlabel partai politik. Masdar mengakui fenomena gerakan dakwah yang menggunakan label parpol memang terjadi.

Menurutnya, partai politik yang menggunakan dakwah umat untuk tujuan politik tidaklah ‘jantan’. ”Kalau dakwah, ya dakwah saja, jangan diarahkan dengan parpol. Sebab keduanya memiliki tujuan berbeda,” ujarnya menanggapi hasil Tanwir Muhammadiyah.

Pendiri Perhimpunan Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu menambahkan, tujuan dakwah adalah memberikan pengetahuan tentang pemahaman keagamaan.

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Dalam aktivitasnya, dakwah tidak mengharapkan imbalan tertentu. Hal itu berbeda dengan parpol yang bertujuan meraih kekuasaan. Karena itu, keduanya tidak bisa dicampuradukkan. Ia mengakui pula adanya gerakan dakwah tertentu yang telah mempergunakan sarana peribadatan umat untuk perekrutan dan sarana mencapai tujuan parpol. Munculnya fenomena ini sangat memprihatinkan.

Selama bertahun-tahun, lanjutnya, sarana ibadah merupakan infrastruktur kemaslahatan bersama. ”Masjid, ya milik umat, bukan kelompok atau partai tertentu,” ungkapnya.

Meski demikian, dia tidak bersedia menyebutkan parpol yang dimaksud. Dia hanya berharap sebaiknya dakwah ditujukan untuk dakwah, bukan untuk politik. ”Ini lebih tegas dan masyarakat juga bisa menilainya,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan keresahan organisasinya itu dialami pula oleh ormas lain, seperti NU dan kelompok-kelompok takmir dan pengajian masjid di berbagai daerah. Menurutnya, bukan masalah dakwahnya, yang menjadi persoalan bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam lain, melainkan kekhawatiran terseretnya mereka ke dalam wilayah politik. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mengadakan pelatihan metode membaca kitab secara cepat dengan metode Al-Ikhtishor dan Al-Lubab di aula Kemenag Demak, Selasa (7/10). Sebanyak 100 perwakilan dari pengurus pesantren dan madrasah diniyah takmiliyah sekabupaten Demak mengikuti pelatihan metode yang dikembangkan alumni pesantren Mathaliul Falah dan Al-Anwar Sarang ini.

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sarang dan Kajen Kembangkan Metode Baca Cepat Kitab Kuning

"Metode cepat membaca kitab kuning banyak. Sudah ada empat metode yang kita (Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Tengah-red) fasilitasi. Ada metode Amtsilati, Ibtidai, Al-Lubab, dan Al-Ikhtisor. Ini merupakan solusi yang efektif bagi orang tua yang tidak punya banyak waktu untuk mendidik dan mengajari baca kitab anaknya," kata Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jawa Tengah Mukhtasit, Selasa (7/10).

Sejalan dengan itu, belakangan ini muncul banyak metode cepat agar bisa memahami kitab kuning. "Kalau dulu perlu belajar sampai 10 tahun di pesantren, kini satu bulan cukup untuk bisa membaca kitab kuning," ujar Fakhrudin, pencetus metode Al-Lubab. Ini merupakan solusi atas minimnya waktu untuk mempelajari kitab kuning dengan panduan satu kitab Al-Lubab.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Al-Ikhtishor sudah ada memiliki manajemen untuk mengembangkan metode ini. Di bawah naungan KH Nur Kholis, metode Al-Ikhtishor sudah berjalan selama empat tahun. Hanya dengan waktu dua bulan dalam waktu lima puluh jam sudah bisa membaca kitab gundul. Dengan pengajaran satu jam tiap harinya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kunci yang harus dipegang adalah tidak hanya hafal tapi teliti dan mau berpikir," ungkap kiai Amin Fauzan Badri selaku penulis kitab Al-Ikhtishor.

Kitab ini merupakan teori yang dilanjutkan praktik. Seseorang yang ingin menguasai kitab kuning harus praktik 3-6 bulan untuk kitab yang berkategori mudah seperti Fathul Qorib, kitab fikih Tahrir untuk menengah dan sulit untuk kitab gundul secara umum.

Metode Al-Ikhtishor, ibarat pisau, semakin sering digunakan semakin tajam. Tinggal bagaimana kita menggunakan pisau ini untuk kebutuhan kita dalam memahami kitab sebagai sumber ilmu pengetahuan. Selain itu, Semua kalangan bisa menggunakan metode ini dengan syarat bisa baca tulis latin (bahasa Indonesia) dan Arab.

Kegiatan ini merupakan respon atas keprihatinan pendidikan diniyah yang tak banyak mendapatkan perhatian dari para orang tua. Terlebih setelah dikeluarkannya Surat Edaran (SE) No. 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jateng untuk melaksanakan lima hari sekolah tingkat SMA/SMK.

Ini merupakan kekhawatiaran tersendiri bagi eksistensi pendidikan diniyah di provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, selama ini pendidikan diniyah banyak dilakukan siang/sore hari. Maka ilmu-ilmu keagamaan akan banyak dilupakan. Itulah hal yang yang dikhawatirkan Sholihin, Kabid PD Pontren Kemenag ? Jateng. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Berita, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Halaman Masjid Tegalsari Surakarta berubah bak pasar rakyat. Tumpah ruah pengunjung meramaikan acara pameran dan pentas karya seni yang digelar SD-MI Ta’mirul Islam Surakarta, Ahad (31/1) pagi.

Menurut Ketua panitia kegiatan Andang Adiyanto, acara pentas seni dan pameran hasil karya siswa ini diselenggarakan untuk mendorong anak untuk bisa berkreasi lewat karya dan pentas seni.

Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Siswa Baru, Pelajar Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni

“Kami ingin mengajak anak-anak agar berani berkreasi dan berkarya. Selain itu juga memperkenalkan mereka pada kesenian Islam,” terang Andang saat ditemui di sela-sela acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lomba yang diadakan di antaranya lomba peragaan busana muslim, hafalan surat pendek, dan lomba mewarnai yang diikuti siswa TK/RA se-Solo Raya. “Untuk pentas seni anak-anak menampilkan seni rebana dan drama,” ujar dia.

Acara ini diadakan setiap tahunnya dan kali ini bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Selain lomba dan pentas seni, panitia juga mengadakan kegiatan bazar. Bazaar yang berisi hasil karya seperti kaligrafi dan lukisan, dan kerajinan tangan lainnya, buatan para siswa.

Roni, salah satu pengunjung mengatakan sangat gembira mengikuti acara ini, “Acaranya sangat mengasyikkan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang menampilkan pentas seni dan karya anak ini memang bagus untuk memancing kreativitas anak. Selain itu, lewat acara ini juga dapat menumbuhkan keberanian pada anak sehingga dapat memunculkan karakter yang bagus bagi anak. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Korban gempa bumi 6,5 SR yang mengguncang Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun di Provinsi Aceh makin terus bertambah berdasarkan data statistik. Jumlah korban yang masih berbeda-beda yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga membuat LPBINU terus melakukan langkah taktis penanganan korban.

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) M. Ali Yusuf, validasi data korban terdampak berperan penting agar distribusi bantuan tepat sasaran.

“Hingga sekarang Tim LPBINU yang telah turun ke lapangan terus melakukan assessment langsung terhadap jumlah korban karena hal ini penting untuk segera melakukan tindakan bantuan secara cepat dan tepat,” ujar Ali Yusuf, Jumat (9/12) di Jakarta.

Dia juga menerangkan bahwa timnya sudah berkoordinasi dengan para pengurus NU di Aceh, baik PWNU maupun PCNU di tiga kabupaten. Pos kemanusiaan NU juga telah didirikan di beberapa titik untuk memudahkan proses evakuasi korban dan distribusi bantuan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Informasi sementara yang kami dapatkan, saat ini para korban sangat membutuhkan makanan instan cepat saji yang tidak memerlukan proses lama. Selain itu, kebutuhan obat-obatan dan logistik yang diperuntukan bagi perempuan dan anak-anak juga krusial,” jelasnya.

Rilis terkini data korban

LPBINU juga ikut merilis data yang telah dikelaurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Aceh selain data dari Dinas Sosial yang kecenderungannya berbeda-beda.?

Data dari 3 kabupaten yaitu Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun menurut BPBD Aceh hingga 9 Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Korban meninggal: 103 orang

Korban luka: 589 orang

Mengungsi: 10.301 orang

Rumah rusak: 11.378

Masjid rusak: 58

Mushollah rusak: 88

Ruko rusak: 109

Dayah/Pesantren rusak: 3

“Selain itu, Kampus Al-Aziziyah dan sebuah sekolah juga hancur serta berbagai fasilitas umum, kantor, dan infrastruktur juga rusak,” tandas Ali Yusuf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Bawa HP ke Masjid

Dua orang santri polos sedang berlibur di daerah Gunung Kidul. Sebut saja namanya Jono dan Udin.? Kebetulan hari itu adalah hari Jumat. Hari dimana umat Islam melaksanakan kewajiban Shalat Jumat.

Namun yang satu ini unik. Pasalnya Jono dan Udin ragu ketika hendak melaksanakan Sembahyang dua rakaat berjamaah itu.

Bawa HP ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa HP ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa HP ke Masjid

Di Sebuah masjid yang Jono dan Udin hendak mengikuti jamaah shalat, sang khotib sedang fasih-fasihnya berdalil, sementara mereka malah sibuk berdiskusi.

Udin: Jon, ketoke dewe rasido Jumatan iki (Jon, kayaknya kita bakal gak jadi sembahyang Jumatan ini).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jono: Loh, kok?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Udin: Iyo, aku wedi Jon (Iya, saya takut Jon).

Jono: Kok wedi? Ga ono Teroris kok wedi (Kok takut? Gak ada teroris kok takut).

Udin: Aku wedi di pateni Jon (Saya takut dibunuh Jon).

Jono: Maksudmu !!!

Udin: iku lho, deloken nang tembok ono tulisan, "Ingkang betho HP nyuwun tulung dipateni" (Itu lho lihat di dinding ada tulisan "Bagi yang bawa HP mohon dimatikan).

Jono: Wah, hoo din, aku yo gowo HP, waduh piye iki? Mlayu wae din timbang dewe mampang ndek koran (Wah, iya din, saya juga bawa HP, waduh, gimana ini? Lari aja yuk, daripada kita mampang di koran).

(Anwar Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah