Minggu, 04 Februari 2018

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan seminar nasional di Hotel Balairung, Jakarta, Sabtu (6/7).

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan

Seminar sehari kali ini mengusung tema "Revitalisasi Pembangunan Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga Menuju Pencapaian MDGs 2015". Secara resmi acara dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Hadir dalam kesempatan ini Jose Ferraris dari UNFPA Representative untuk Indonesia, Ketua PP LKKNU Sultonul Huda, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Kesehatan dan BKKBN.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sultonul Huda mengatakan, pembangunan kependudukan merupakan masalah penting yang harus ditangani secara sinergis antara BKKBN, pemerintahan daerah, dan masyarakat. Ormas seperti NU bisa terlibat di bidang keagamaan.

"Masyarakat kita menerima pengaruh yang sangat kuat dari nilai-nilai agama," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Sulton, isu kependudukan sangat jarang muncul di media. "Paling kalau ada di media online. Itu hanya bisa diakses orang menengah ke atas. Padahal BKKBN sasarannya adalah menengah ke bawah. Jadi harus ada yang menjembatani," katanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

Waktu itu, Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri menginap di rumah putrinya, Nyai Sholihah, atau ibunda Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terletak di kawasan Matraman Jakarta Pusat. Ada Gus Dur juga di rumah itu. Sekitar pukul 08.00 WIB, KH Bisri memanggil sang cucu.

“Dur antarkan saya ke kantor PBNU sekarang!” kata sang kakek.

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

“Kenapa pagi-pagi sudah ke PBNU Mbah?,” jawab Gus Dur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mau ada rapat gabungan.”

“Lho kan masih pagi Mbah?”

“Rapatnya jam sembilan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ah paling juga pada telat datangnya Mbah.”

“Biar saja. Biar ada bedanya antara yang tepat waktu dan yang telat.”

Jarak antara rumah Nyai Sholihah dengan kantor PBNU dl Kramat Raya tidak begitu jauh, sekitar 2,5 km saja. Tahun 1970-an Jakarta juga belum macet.

KH Bisri Syansuri sampai di kantor PBNU sebelum pukul 09.00 WIB. Kira-kira 10 menit sebelum jam rapat, mereka berdua bergegas masuk ke ruangan rapat. Benar saja, belum ada satu pun pengurus NU yang datang.

”Belum ada yang datang Mbah,” kata Gus Dur.

“Biar saja. Kita tunggu di sini saja,” kata Kiai Bisri. Kemudian beliau duduk di kursi Rais Aam. Sebentar kemudian bibir sang kiai terlihat komat-kamit, seperti sedang membaca wirid atau dzikir, sambil menunggu pengurus PBNU yang lain. Gus Dur bergegas ke ruang samping menyiapkan minuman untuk kakeknya. (A. Khoirul Anam)

?

* Cerita ini disampaikan oleh KH Muhammad Musthofa, pengasuh pondok pesantren Al-Qur’an di Parung Bogor, yang pernah mendampingi Gus Dur di kediaman Jl Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Makam, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bersama Sejumlah Ormas, NU Deklarasi Tolak ISIS di Karawang

Karawang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah elemen masyarakat di Karawang, Jawa Barat, yang terdiri Gerakan Pemuda Ansor, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Muhamadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Front Pembela Islam (FPI),? dan Kemenag setempat, menggelar deklarasi bersama penolakan ideologi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Kabupaten Karawang, Jumat (8/8) pagi, di Mapolres Karawang.

Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang dan diikuti dengan penandatanganan deklarasi oleh perwakilan ormas.

Bersama Sejumlah Ormas, NU Deklarasi Tolak ISIS di Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Sejumlah Ormas, NU Deklarasi Tolak ISIS di Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Sejumlah Ormas, NU Deklarasi Tolak ISIS di Karawang

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Karawang Ade Permana SH menuturkan, ISIS adalah produk luar negeri, warga Indonesia terutama Karawang tak perlu terpengaruh oleh organisasi tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Paham radikalisme ini berbahaya bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Kita tidak perlu ikut-ikutan bergabung dengan ISIS. Kita punya ideologi sendiri yaitu Pancasila, sudah tidak bisa ditawar lagi," tegasnya usai deklarasi.

Dalam menjalankan nilai-nilai keislaman, lanjutnya, Islam rahmatan lil alamin, yang membawa rahmat bagi seluruh alam harus tetap diutamakan. Dia meminta kepada seluruh PAC dan Ranting GP Ansor di seluruh Kabupaten Karawang, untuk mensosialisasikan bahaya ISIS kepada masyarakat. Menurut Ade, jika ditemukan ISIS di tengah masyarakat, mereka pun mesti segera dibina dengan cara yang baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Cegah keburukan dengan cara yang baik jangan dengan cara yang buruk. Islam mengedepankan cara-cara yang santun dan damai dalam menyebarkan ajarannya. Ini yang harus kita pertahankan," ucapnya.

ISIS Sudah Ada di Bekasi

Selain ormas dan organisasi kepemudaan ini, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dandim 0604 Kabupaten Karawang, Wakil Bupati Karawang dan Ketua DPRD Kabupaten Karawang.

"Kami sengaja mengundang bapak-bapak semua, untuk menyamakan persepsi tentang ISIS. Karena ideologi ISIS ini bisa mengancam kesatuan bangsa," kata Kapolres Karawang AKBP Dady Hartadi.

Saat ini, lanjut Dady, ISIS sudah sampai Bekasi. Jika melihat teritorial, maka jarak Bekasi dengan Karawang sudah dekat. Oleh karena itu, dia meminta dukungan dari semua pihak, untuk bersama-sama mencegah ideologi ini masuk ke Karawang. Berbagai upaya akan dilakukannya untuk mencegah ISIS masuk ke Karawang, bahkan dia tak segan-segan bertindak represif jika ada ISIS di Karawang, karena negara sudah melarang keberadaannya.

"Kita akan lakukan langkah preventif, bahkan refresif. Langkah pertama, kita akan lakukan pendeteksian dini, jangan sampai ideologi ini masuk di Karawang. Oleh karena itu, kami perlu dukungan semua pihak,” tuturnya.

“Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan. Penolakan ini jangan hanya dilakukan secara seremonial saja, tapi harus ada langkah nyata sesuai dengan tugasnya masing-masing," paparnya, sambil menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini dia memerintahkan seluruh Polsek untuk mengadakan deklarasi penolakan ISIS di wilayahnya masing-masing. (Ahmad Syahid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar upgrading (peningkatan kapasitas) pengurus baru, Sabtu (19/2) bertajuk Reinforcement peran Lakpesdam bagi internal NU dan masyarakat Kabupaten Malang.

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Dalam acara tersebut, Lakpesdam Kabupaten Malang melakukan berbagai pembacaan atas problematika kekinian yang tengah dihadapi oleh umat di Kabupaten Malang. Adapun tempat diselenggarakannya forum ilmiah ini di Universitas Islam Raden Rahmat Malang (UNIRA Malang).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain, Abdul Basith (Pengurus Pusat Lakpesdam PBNU), Ahmad Atho’ Lukman Hakim (Intelektual Muda NU Kabupaten Malang), dan Hasan Abadi (Rektor UNIRA Malang).

Dalam Sambutannya, Ketua Lakpesdam NU Kab. Malang, Taufiqi menyampaikan, Lakpesdam akan mensinergikan berbagai produk pemikiran dan hasil-hasil risetnya dengan berbagai lembaga NU. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Lakpesdam harus siap memberikan suport data dan hasil olah pikirnya demi pengembangan dan kepentingan Nahdlatul Ulama,” jelas Taufiqi.

Senada dengan Taufiqi, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Umar Usman juga mengutarakan pentingnya suport pengetahuan, pemikiran, dan data base bagi pengembangan NU, dan itu merupakan tugas yang diemban oleh Lakpesdam. 

Berbagai pemikiran strategis muncul dalam forum ilmiah ini, misalnya narasumber dari Lakpesdam PBNU, Abdul Basith mengingatkan kepada pengurus di daerah agar cerdas dalam menyikapi beragam isu strategis (sosial, politik, ekonomi, advokasi kebijakan, hingga soal bagaimana pengembangan teknologi terbarukan). 

Menurut dia, Lakpesdam perlu terbuka dalam pemikiran serta responsif dengan problematika umat. Lakpesdam harus giat dalam menggelar FGD-FGD dan pengumpulan data base dari hasil-hasil kajian yang telah dilakukan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengurus pusat sendiri, kini tengah menggodok konsepsi Fiqih Energi agar NU juga dapat hadir merespon persoalan-persoalan energi di tanah air,” ungkap Basith.

Narasumber berikutnya, Ahmad Atho’ Lukman Hakim dalam membaca problematika di kabupaten Malang, memberikan tawaran peran yang dapat diambil oleh lembaga ini, diantaranya, Peran kepemimpinan ide, Peran supporting data, Peran suporting kaderisasi, dan Advokasi kebijakan.

Menurut Gus Atho, Lakpesdam perlu mengkaji dan menyikapi berbagai kebijakan publik yang tidak pro rakyat seperti menjamurnya ijin pendirian ritel moderen serta tata kelola sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. 

Terakhir, Hasan Abadi (Rektor Unira Malang) berpesan, kekayaan pemikiran yang dimiliki oleh Lakpesdam harus dapat didaratkan sedemikian rupa agar sisi kemanfaatannya benar-benar dapat dirasakan oleh umat. 

Lakpesdam harus mampu mengkritisi berbagai persoalan kemasyarakatan, tidak hanya soal keagamaan. Isu-isu lingkungan dan ekonomi kerakyatan juga harus memperoleh porsi yang lebih dalam kajian Lakpesdam.

Dalam acara tersebut, Rektor Unira Malang secara resmi memberikan beasiswa kepada PCNU Kabupaten Malang, berupa 99 beasiswa yang akan diberikan kepada para aktivis NU dengan beasiswa 50 persen dari besaran biaya pendidikan. (Muhamad Imron/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nahdlatul Ulama, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Garut menerima kontestan perlombaan Video Tutorial Hijab berdurasi 1-5 menit. Panitia membuka perlombaan tutorial hijab untuk umum. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan konferensi cabang VIII PCNU Garut pada Jumat-Ahad (30/1-1/2).

Dengan durasi 1-5 menit, peserta dapat menuangkan ide kreatifnya lalu merekam cara memakai hijab dengan model dan gaya yang bebas.

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Selain tidak dipungut biaya, perlombaan ini terbuka bagi umum tanpa batasan usia dan tanpa batasan daerah. Selain masyarakat Garut, siapa saja boleh mengikuti perlombaan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemenang akan diumumkan pada Kamis (28/1) melalui website IPPNU Garut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Oleh karena itu saya mengundang seluruh kader IPPNU se-Indonesia bila ada yang akan mengikuti lomba tutorial hijab ini, karena ini diperuntukan bagi umum," ujar Ketua IPPNU Garut Nendah Nurlaeni.

Peserta yang akan mengikuti lomba ini dapat mengirimkan videonya ke alamat email pcippnu.garut@gmail.com dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat di laman facebook fanpage PC IPNU IPPNU GARUT. Lomba ini berhadiah menarik bagi pemenangnya. (Nurul Fatonah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Pemurnian Aqidah, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bendahara PB PMII Ahmad Ridwan Hasibuan meminta kader-kadernya untuk juga memasuki pesantren, masjid, dan mushola sebagai lapangan pergerakan. Di hadapan pengurus baru PMII Kudus, Ridwan menyatakan bahwa sekarang sudah saatnya PMII kembali ke pesantren, masjid dan kampus.

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII

Demikian disampaikan Ridwan pada pelantikan PMII Kudus di aula kampus Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Cendekia Utama Kudus, Rabu (11/2) siang.

Menurut Ridwan, kembalinya mahasiswa PMII menuju tiga tempat di atas sangat menolong PMII dan NU mendatang. “Kembalinya kita kepada tiga tempat di atas adalah sebagai bentuk penyelamatan PMII dan penyelamatan NU ke depannya,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menilai, selama ini kader PMII jarang masuk dalam jajaran kepengurusan PBNU. Salah satu sebebanya karena kader PMII tidak memenuhi kriteria sebagai ulama NU. Selain itu, juga keengganan kader PMII secara pribadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aktivis PMII perlu kembali mendalami intelektualitas keagamaan, di antaranya dengan kembali mengaji di pesantren. Pesantren mahasiswa juga layak diriuhkan kembali. Sementara itu, penguasaan terhadap masjid-masjid pun penting bagi para kader. Jangan sampai kader terlena hingga masjid banyak dikuasai oleh orang dari luar NU.

Ridwan juga berpesan agar PMII harus kembali ke meja perkuliahan dengan penuh kesungguhan. Beragamnya latar belakang konsentrasi keilmuan para kader menjadi peluang besar pula untuk organisasi.

“Jangan sampai semua anggota terlalu konsen membicarakan dunia politik. Kalau semua arahnya ke politik, maka hanya akan pandai di lapangan. Profesionalitas mahasiswa sesuai dengan bidang jurusan juga penting,” paparnya.

Ia pun menyayangkan para mahasiswa yang justru lebih memilih diskusi PMII ketimbang masuk kelas kuliah. Menurutnya, hal ini sama saja dengan menghambat kreatifitas proses keilmuan para kader.

Pelantikan PMII Kudus ini ditutup dengan pertunjukan seni tari Kretek oleh tim teater Gerak 11. Pelantikan yang dihadiri juga oleh perwakilan pelajar di Kudus ini dirangkai dengan seminar regional bertajuk “Indonesia; Menyongsong ASEAN Community 2015 dengan menghadirkan akademisi STAIN Kudus dan praktisi usaha. (Istahiyyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2016-2018 mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Sabtu (28/1).

Rakercab yang digelar di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang dan anak cabang se-PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo.

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Dalam Rakercab ini, IPNU-IPPNU membagi menjadi beberapa komisi. Selanjutnya dari masing-masing komisi menghasilkan program yang lebih fokus pada peningkatan kuantitas dan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Melalui Rakercab IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo tersebut, akhirnya digagas beberapa program unggulan disamping program wajib. “Rakercab ini bertujuan untuk menentukan arah program organisasi satu tahun kedepan,” kata Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babus Salam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program unggulan tersebut diantaranya pelatihan Gen-MEA (Generasi Masyarakat Ekonomi Asia), pelatihan desain grafis dan bloger dan kemah pelajar hijau. Sementara program wajibnya berupa pelatihan berjenjang meliputi Makesta/Diklatama (Masa Kesetiaan Anggota/Pendidikan dan Pelatihan Pertama), Latihan Kader Muda (Lakmud) serta Latihan Kader Utama (Lakut).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan program yang mengarah pada kuantitas dan kapasitas kader diharap semua lembaga pendidikan mengenal terhadap organisasi Nahdlatul Ulama yang berperan di kalangan pelajar, baik siswa maupun santri atau mahasiswa,” harapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati. Menurutnya, program ini disusun agar mampu memberikan manfaat bagi segenap pelajar yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi pelajar NU untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai pengurus kami wajib menindaklanjuti keinginan para pelajar melalui program sesuai dengan kemampuan,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah