Jumat, 12 Januari 2018

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten di Cirebon, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar diklat serupa untuk kawasan Jawa Tengah di Wonosobo, 31 Mei-2 Juni 2013.

Sebagai koordinator penyelenggara, Pengurus Cabang NU (PCNU) memusatkan kegiatan tersebut di Vila Oemah Duwur, Kecamatan Mojo Tengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Tak kurang dari 50 peserta dari utusan PCNU se-Jateng dan Majelis Wakil Cabang NU se-Wonosobo aktif mengikuti diklat ini.

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Secara resmi acara dibuka Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, Jumat (31/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shidiq, Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maksum mendorong, diklat yang berlangsung selama tiga hari itu akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, diklat muharrik masjid merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masjid setelah rapat pimpinan digelar di 16 wilayah dan 50 cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujarnya.

Diklat Muharrik Masjid bekerja sama dengan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU dan didukung PT Sinde Budi Sentosa. Rencananya, acara serupa akan diadakan di beberapa wilayah lainnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Januari 2018

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. La Via Campesina (LVC), organisasi gerakan petani dunia akan mengakhiri kongres ke-6 yang diselenggarakan sejak 9 Juni kemarin di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini di Jakarta. LVC telah membuat keputusan penting mengenai strategi ke depan, anggota baru, koordinator baru dan masalah internal penting lainnya.

Koordinator global LVC yang juga ketua umum Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, sekretariat operasional internasional yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir, saat ini akan pindah ke Afrika, tepatnya Zimbabwe. 

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika

"Kami akan menyerahkan  tongkat estafet ke Afrika tahun ini. Afrika adalah benua yang sangat penting karena perusahaan transnasional menaruh perhatian disana,” kata Hendri Saragih dalam konferensi pers di arena kongres, Rabu (12/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mereka merampas tanah di sana dan memaksakan model revolusi hijau dengan GMO. Kami di Asia telah mengetahui  kegagalan revolusi hijau di sini. Kami memperluas dan memperbesar solidaritas dan persatuan dengan gerakan tani Afrika untuk menghentikan rekolonialisasi ini dan memilih jalur pembangunan yang benar-benar akan menguntungkan bagi masyarakat dan petani, " kata Henry.

Kongres LVC merupakan agenda rutin 4 tahunan yang dihadiri organisasi-organisasi petani dari 76 negara. Pada kongres di Jakarta kali ini LVC mengesahkan 33 anggota baru yang berarti terhitung sebanyak 183 negara telah bergabung bersama dengan anggota negara baru lainnya seperti Palestina dan Taiwan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Elizabeth Mpofu, dari organisasi petani Zimbabwe yang akan mulai menjadi tuan rumah Sekretariat internasional LVC tahun depan menyatakan, pada tahun-tahun mendatang pihaknya akan terus meningkatkan diskusi mendalam dan komitmen kembali yang lebih intensif berkenaan dengan semua masalah kunci yang telah diputuskan selama konferensi global yang terakhir di Maputo, Mozambik. 

Rencana aksi utama akan dipublikasikan pada tanggal 13 Juni, namun Mpofu mengisyaratkan bahwa akan ada penekanan pada penguatan kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, memberikan lebih banyak ruang untuk para pemuda, dan juga mempromosikan agenda yang positif melalui kampanye benih global.

Dikatakannya, pada Deklarasi Maputo, LVC telah mencantumkan isu-isu penting seperti membangun gerakan kedaulatan pangan global dengan para aliansi, mendorong Deklarasi PBB mengenai Hak Asasi Petani, menentang perdagangan bebas dan perusahaan-perusahaan transnasional, mempromosikan reforma agraria dan mengatasi dampak perubahan iklim antara satu sama lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Sejarah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lomba Video Pesantren (Vidotren) yang digelar komunitas yang menamakan diri Admin Instagram Santri Nusantara (AIS Nusantara) sukses digelar. Kompetisi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2016 ini menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas para santri di dunia audio visual sebagai media dakwah utamanya di media sosial.

Para pemenang Videotren diumumkan lokakarya Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Sabtu (29/10), di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Agenda ini dihadiri KH Abdul Ghaffar Rozien (Ketua PP RMI-NU), Hakim Jaily (Direktur TV9), dan Hasan Chabibie dari Pustekkom Kemdikbud.

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Videotren Jadi Media Dakwah Santri Inspiratif

Juara I lomba Videotren kali ini diraih Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dengan video berjudul "Santri Ndalem". Lalu, Juara II diperoleh Pesantren Tebuireng, Jombang; dan Juara III diraih Pesantren Sunan Drajat, Lamongan; serta Mahad Ali UIN Malang sebagai Juara Favorit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Rozin, sapaan akrab Ketua PP RMINU, menyampaikan, santri harus mengejar ketertinggalan dalam dakwah di media sosial. "Meski terlambat, kita harus bekerja keras dan cepat mengejarnya. Untuk itu, mari kita banjiri konten-konten positif dan inspiratif, dari dunia pesantren di media sosial," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah ini juga mengatakan, media sosial menjadi media strategis untuk pengembangan dakwah. Dalam hal ini, santri-santri harus kreatif memproduksi konten. "RMI siap mendukung program kreatif ini," terangnya.

Hasan Chabibie mengatakan, kelebihan media digital sekarang adalah konvergensi. Para santri juga bisa memproduksi konten pada multimedia sosial. Ia juga menyampaikan tentang wajah agama di media sosial yang banyak dipenuhi sikap-sikap tidak ramah. "Pesantren sudah saatnya menjadi solusi atas krisis radikalisme agama," jelas Hasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Direktur TV9 Hakim Jaily menyampaikan tentang konfigurasi media arus utama dan media sosial. "Pesantren pada posisi mana? Kita perlu memilih dalam bermedia, sebagai produsen atau konsumen?" jelas Hakim. Ia menyampaikan, betapa komunitas santri yang jumlahnya besar, dapat berperan memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif dan inspiratif. (Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama menjadikan Provinsi Bangka Belitung sebagai tempat perhelatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) Ke-3 tahun 2017.

Perkemahan yang akan melibatkan sekitar 800 siswa madrasah dari 34 provinsi akan berlangsung pada 14-20 Mei 2017 di Bumi Perkemahan Selawang Sagantang Koba, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangka Belitung Jadi Tempat Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional 2017

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin, PPMN ini merupakan instrumen strategis untuk menanamkan jiwa patriotisme, kebangsaan, cinta tanah, dan kreativitas.

“Kegiatan ini penting untuk menginternalisasi nilai-nilai Pramuka pada diri generasi muda. Apalagi di tengah arus ideologi transnasional. Wawasan kebangsaan perlu juga terus ditanamkan. Maka, kegiatan ini menjadi instrumen strategis,” jelas Kamaruddin dalam Konferensi Pers, Selasa (9/5) di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nur Kholis Setiawan mengungkapkan, panitia pusat telah berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah atau Kanwil Kemenag Bangka Belitung dalam kegiatan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Persiapannya sudah 85 persen. Bahkan untuk akomodasi seperti transportasi, Kanwil menyediakan 48 bus. Keamanan untuk peserta Pramuka juga mendapat perhatian betul karena lokasi perkemahan terletak di pinggir pantai,” jelas Nur Kholis.

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yayasan Al-Ma’arif NU Udanawu gelisah atas peredaran narkoba dan keterbukaan aurat di kalangan pelajar. Pihak yayasan mengelar istighotsah yang melibatkan 4000 jamaah di halaman Masjid Al-Ma’arif Udanawu Blitar. Al-Ma’arif NU Udanawu dengan hormat meminta pengasuh pesantren Mambaul Hikam Mantenan KH Diya’uddin Azzamzami memimpin istighotsah agar untuk keselamatan Blitar.

Selain rutinitas tahunan menjelang ujian nasional, istighotsah pada Ahad (29/3) malam menjadi istimewa karena mereka juga mendeklarasikan gerakan antinarkoba dan antipornografi terutama di lingkungan Yayasan Al-Ma’arif.

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Narkoba dan Pornografi, Al-Ma’arif NU Undawanu Beristighotsah

“Ini acara rutin setiap tahun menjelang anak-anak ujian,’’ ujar Ketua Yayasan Al-Maarif KH Drs Ahmad Zamrodji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengapa ini dilakukan? Menurut Zamroji, saat ini kondisinya sudah sangat kronis. Contohnya masalah narkoba dan pornografi yang menyerang pada pelajar dan anak-anak. “Jadi pada kesempatan ini kita sampaikan bagaimana bahayanya narkoba dan pornografi bagi anak,’’ tambahnya.

Hadir pada acara istighotsah ini Wakil Bupati Blitar H Riyanto didampingi Kepala Kamenag Blitar H Ahmad Mubasir, Kepala Kesbangpol H Mujiyanto, Kepala Satpol PP Blitar H Toha Mashuri, dan para kiai setempat. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pahlawan, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur berduka. Salah seorang putri pengasuh Annuqayah, Nyai Khotibatul Ummah binti KH A Warits Ilyas, wafat akibat pendarahan setelah melahirkan putri pertamanya, Sabtu (6/2).

Usai meninggal dunia, di kamar almarhumah ditemukan sebundel kain kafan lengkap dengan keterangan yang ia tulis-tangan sendiri; bahwa kain kafan itu telah dicuci dengan air Zamzam berikut kutipan ayat-ayat Al-Qur’an tentang kematian yang pasti akan datang.

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wafat, Neng Oot Cuci Kain Kafan Pakai Zamzam

Salah seorang kiai muda Annuqayah, M Mushthafa menjelaskan, kepergiannya sungguh mengejutkan. Berita wafatnya Neng Oot, panggilan akrab Khathibatul Ummah, hingga saat ini masih terasa sulit dipercaya. Tapi begitulah ajal: ia bisa datang kapan saja, dengan atau tanpa alasan yang jelas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Pesantren Annuqayah, terang Kiai Mushthafa, kepergian Neng Oot adalah juga satu kehilangan besar. Dalam sekitar 10 tahun terakhir, Neng Oot punya peran penting dalam pengembangan kesehatan swadaya di Annuqayah dengan berkiprah di unit pengembangan obat-obatan herbal. Unit tersebut merupakan salah satu bidang garapan Biro Pengabdian Masyarakat Pesantren Annuqayah yang dipimpin Kiai Muhammad Zamiel El-Muttaqien.

"Beliau juga yang menghidupkan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Annuqayah Putri yang memberi layanan kesehatan dan penyuluhan bagi para santri putri," ungkap Kiai Mushthafa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, tambah Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) ini, beberapa tahun terakhir Neng Oot juga aktif mengupayakan agar kantin-kantin di lingkungan Annuqayah bisa terjamin kesehatannya. Proyeknya dimulai di kantin MA 1 Annuqayah Putri.

"Sekitar sepekan yang lalu, beliau kabarnya masih rapat dengan Yayasan Annuqayah untuk pengelolaan kantin sehat di lingkungan MTs 1 Putri Annuqayah. Sejauh yang saya tahu, saya menyaksikan komitmennya pada pengabdian dan juga pada kebersahajaannya bergaul dengan santri, famili, dan masyarakat umum. Semoga Allah memberinya tempat terbaik di surga," kata Kiai Mushthafa.

Sementara itu, keponakan Neng Oot, Muhammad Al-Faiz mengingatkan muara hidup Neng Oot pada kisah sultan Dinasti Ayyubiah yang sangat fenomenal, Salahuddin al-Ayyubi. Dalam satu versi sejarah dikisahkan bahwa Salahuddin al-Ayyubi, selalu membawa peti-peti terkunci ke tengah medan perang.

Peti-peti itu dijaganya betul-betul, hingga orang-orang terdekatnya mengira bahwa di dalamnya terdapat harta dan permata berharga. Namun, setelah Salahuddin mengembuskan napas terakhirmya, peti-peti itu dibuka, dan ketika itulah orang-orang sadar bahwa dugaan mereka selama ini salah. Bukan harta dan permata yang mereka lihat, melainkan sepucuk wasiat, kain kafan dan setumpuk tanah.

Dalam surat wasiat itu tertulis: "Aku mau dikafani dengan kain kafan ini, yang telah harum oleh air Zamzam dan juga telah mengunjungi Kakbah serta pusara Rasulullah. Sedangkan tanah ini, berasal dari bekas perang. Buatlah batu bata darinya dan jadikan bantalku di dalam kuburanku."

Konon, sesuai wasiatnya, dari tanah itu dibuatlah 12 batu besar yang kini bersemayam di bawah kepala Salahuddin di dalam kuburannya, dan dengan itulah ia akan menemui Allah di hari kemudian.

"Demikianlah, kesadaran seseorang untuk mempersiapkan kematiannya, baik persiapan lahir maupun batin, tidak lain merupakan rahmat Tuhan yang amat besar. Sangat boleh jadi rahmat tersebut adalah rangkaian awal dari rahmat selanjutnya dalam dimensi yang lebih kekal. Kafa bil mauti waidhan. Cukuplah kematian memberi kita pelajaran, meniscayakan sebuah pertanyaan, ‘Apa yang sudah saya persiapkan?’” tukasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Layanan pengobatan massal yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan, diadakan di empat Majelis Wakil Cabang NU yang ada di Pekalongan. Tim medis yang ada melayani sedikitnya 1.720 pasien dengan beragam penyakit yang dikeluhkan.

Koordinator pengobatan massal Abdul Basir kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah mengatakan, kegiatan pengobatan massal untuk kali ini tidak saja menangani penyakit secara medis, tetapi juga disediakan pengobatan tambahan seperti akupunkur, bekam, rukyah dan cek gula darah.

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Massal NU Tangani Seribu Lebih Pasien

Dari berbagai layanan pengobatan, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengetahui dan mengobati jenis penyakit yang diderita sehingga setiap pengobatan massal yang digelar selalu dipadati pengujung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dari 4 kali menggelar pengobatan massal, ada beberapa pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Karena, penyakit yang dideritanya cukup parah dan perlu penanganan lebih lanjut oleh dokter ahli,” ujar Basir yang juga Ketua KPU Kota Pekalongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyelenggaraan kegiatan ini, dibantu dokter NU, Nahdliyyin Center, tenaga medis dari Rabithah Alawiyah, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dan ratusan relawan NU di Ranting NU Krapak, Klego, Tegalrejo dan Banyurip Alit, Kamis (29/5).

Selama kegiatan Harlah NU digelar, Nahdliyyin Center yang melibatkan IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan juga menggelar aksi sosial donor darah yang diikuti tidak kurang dari 76 peserta. Donor darah ini terselenggara atas kerja sama PCNU Pekalongan dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah