Minggu, 07 Januari 2018

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi

Gorontalo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, untuk menjadi ustadz atau ustadzah seseorang harus mengetahui kapasitas dirinya sendiri. Insan pertelevisian dan masyarakat juga harus selektif dan pandai dalam memilih ustadz atau ustadzah untuk mengisi ceramah di televisi.

Kiai Cholil menyarankan, meski sang dai televisi yang berbuat kesalahan tersebut sudah minta maaf, namun harus ada tindak lanjut agar kesalahan-kesalahan dalam berceramah tidak terus terulang kembali. 

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran MUI Agar Kesalahan Dai TV Tidak Terulang Lagi

“Pertama, bagi kita yang hendak menyampaikan ajaran Islam di publik harus menyiapkan materi sebaik-baiknya agar apa yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kiai Cholil kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (5/12).

Kedua, para dai seharusnya hanya menyampaikan sesuatu pengetahuan yang telah diketahui dan diyakini pasti kebenarannya menurut dalil syar’i. Seorang dai jangan menyampaikan materi ceramah yang tidak diketahui dan menjawab semua pertanyaan hanya berdasarkan sangkaan saja. 

Ketiga, jika belum mampu menjadi guru hendaklah menjadi santri atau pelajar. Seorang dai harus lah seseorang yang benar-benar menguasai ilmu agama agar tidak terjadi penyesatan ajaran Islam. Mereka tidak cukup hanya belajar agama dari internet atau terjemahan teks-teks keagamaan saja lalu kemudian berceramah yang disaksikan khalayak umum.

Beberapa hari yang lalu, ada seorang penceramah di salah satu stasiun televisi swasta yang melakukan kesalahan fatal dalam penulisan Al-Qur’an, Surat Al-Ankabut ayat 45. Saat sang dai tersebut berceramah, ayat tersebut muncul pada layar yang terletak di belakangnya. Ayat tersebut tampak seperti ditulis menggunakan tangan. Namun, tulisan ayat yang ada di layar tersebut berbeda dengan tulisan ayat asli yang ada di dalam Al-Qur’an. Dengan cepat, kesalahan ini menjadi viral di dunia maya. Banyak pihak yang menyayangkan kesalahan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya melihatnya tidak semata-mata soal kesalahan media papan tulisnya saja, tetapi juga karena minimnya kompetensi yang bersangkutan,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Berita, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rezza Septian, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung terpilih secara aklamasi menjadi ketua Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada momen Musyawarah Besar di Gedung Pascasarjana UPI, Kamis (29/12/2016).

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

"Semoga Rezza mampu menakhodai FKM dengan baik dan mampu menjadikan FKM sebagai tempat refrentatif bagi mahasiswa Pascasarjana dalam mengembangkan aktualisasi diri seluruh mahasiswa Pascasarjana " kata Nurul Fatonah, Ketua Panitia Mubes FKM.

Rezza yang juga sebagai mahasiswa Pascasarjana Jurusan Bimbingan dan Konseling mengajak kepada seluruh mahasiswa agar Satu barisan dan satu cita menuju organisasi leading dan outstanding dalam kerangka tridarma perguruan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Keberadaan FKM merupakan penunjang dalam rangka peningkatan keilmuan dan sebagai media aktualisasi diri mahasiswa di pascasarjana UPI," kata Reza.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, kata Rezza, FKM merupakan satu-satunya organisasi intra kampus yang mewadahi aspirasi dan apresiasi mahasiswa pascasarjana UPI.

"FKM tentunya sangat strategis untuk pengembangan kapasitas mahasiswa. Karena, sebagai universitas pendidikan tebesar di Indonesia, keberadaan UPI Bandung sangatlah strategis sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di JL Dr Setiabudhi no 228 Bandung, Jawa Barat, saat ini tercatat memiliki mahasiswa kurang lebih 8.000 orang dengan program studi 36 prodi. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Situbondo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin mengingatkan, saat ini ada kalangan yang mengincar masjid-masjid NU untuk diambil alih pengelolaannya. Ia mengemukakan itu saat memberikan pengarahan di aula Mts. Salafiyah Syafi’iyah, Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, Kamis (23/5).

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo ini menjelaskan, masjid adalah lambang sekaligus sentral kegiatan ibadah dan sosial kehidupan masyarakat. Karena itu, masjid harus dijaga dan dipelihara dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, “Jangan sekali-kali pengelolan masjid diberikan kepada orang yang tidak jelas latar belakang amaliahnya (bukan NU).

Kiai Cholil menambahkan, biasanya orang yang ada maunya, pura-pura baik. Mereka awalnya memang mengikuti apa yang menjadi tradisi di lingkungan setempat, bahkan terkesan mendukung. Namun setelah punya jamaah, dia membelokkan arah jamaahnya,? “Makanya kita harus hati-hati betul dengan orang yang tidak jelas ujung pangkalnya,” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Putera KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengaku miris mendengar kabar bahwa di Jawa Tengah sudah ada 40-an masjid NU yang beralih tangan. Masjid-masjid itu semula dikelola warga nahdliyyin, namun? dengan cara-cara tertentu, masjid-masjid itu akhirnya berpindah tangan pengelolanya, “Itu di Jawa

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tengah, di Jaw aTimur, insyaalah juga ada,” tukasnya.

Acara yang bertitel? “Penguatan amaliah Ahlussunnah wal jama’aah” itu dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris Ranting NU dan 3 orang pengurus takmir masjid se-Kecamatan Mumbulsari serta para tokoh NU setempat. Dalam kesempatan itu, hadir juga Rais Syuriah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? : Aryudi A. Razaq ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Kajian Islam, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Bahaya narkoba menjadi perhatian serius Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang. Perhatian itu diwujudkan dengan membentuk Laskar Perempuan Antinarkoba hingga pelosok desa.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, bahaya narkoba sudah sangat mengkhawatirkan bagi generasi anak bangsa. Karenanya Muslimat meminta kaum ibu untuk mendampingi dan mengawasi perilaku anak dan masyarakat sekitar.

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

"Kita kaum Muslimat NU yang berada di desa-desa harus bergerak, membentengi anak anak kita dan masyarakat kita," tuturnya saat pengukuhan Laskar Perempuan Antinarkoba di Desa Sentul Tembelang, Ahad (31/7).

Dikatakan Mundjidah yang juga Wakil Bupati Jombang ini, peredaran narkoba sudah sangat mengancam genaerasi bangsa. Tidak hanya di perkotaan, barang haram ini juga menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Peredaran narkoba sudah menjadi bencana, butuh aksi dan peran semua pihak untuk memerangi. Termasuk kita kaum ibu yang lebih dekat dengan anak anak," tandasnya.

Masih menurut Mundjidah, Lakar Perempuan Antinarkoba dibentuk PC Muslimat NU Jombang hingga pimpinan ranting yang ada di desa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Masing masing Ranting ada sebanyak 5 orang, dan sejak dideklarasikan bulan lalu oleh Ketua PP Muslimat Ibu Khofifah, di Jombang sudah terbentuk di dua kecamatan yakni PAC Muslimat Perak dan PAC Tembelang," bebernya.

Dengan telah dikukuhkannya Laskar Perempuan Antinarkoba ini, lanjut putri pendiri NU KH Wahab Hasbullah ini, perempuan Muslimat NU berperan aktif bekerja sama dengan tiga pilar, Kepala Desa, Babinkabtibmas dan Babinsa memberantas narkoba.

"Muslimat harus aktif baik melalui pengajian, arisan maupun kegiatan lainnya dalam mensosialisasikan, mengawasi dan juga melakukan penyuluhan bahaya narkoba di sekitar kita," pintanya.

Hadir dalam pengukuhan lskar oleh PAC Muslimat NU Tembelang yang dibarengkan dengan pengajian halal bihalal dihadiri Camat Wor Windari, Kapolsek, dan Komandan Koramil serta kepala desa. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Santri, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengasuh Pesantren Al-Wustho Pringsewu KH Ahmad Nasihin mengajak segenap warga Pringsewu untuk mengikuti ketetapan pemerintah terkait awal pelaksanaan puasa Ramadhan. Menurutnya, mengikuti ketetapan pemerintah adalah sebuah kewajiban.

"Lebih wajib dan hak mengikuti Ketetapan Pemerintah dalam mengawali puasa Ramadhan," kata Kiai Nasihin, Ahad (29/5).

Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Puasa Ramadhan, Baiknya Ikuti Ketetapan Pemerintah

Keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama RI dalam mengawali Ramadhan tidak dilakukan secara asal-asalan. Semua proses pengambilan keputusan yang dilakukan melalui sidang itsbat didasarkan pada perhitungan yang komprehensif dengan menggunakan teknologi dan kaidah-kaidah yang disyariatkan agama.

"Kita sebagai rakyat gampang. Tinggal mengikuti saja," kata Wakil Rais Syuriyah MWCNU Pringsewu ini di depan Jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dengan sebagian masyarakat yang masih mengedepankan hisab ataupun hitungan lain semisal pasang surut air laut, Kiai Nasihin mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan hukum dan patokan tetap.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Rasulullah jelas memerintahkan untuk melakukan rukyah karena ketetapan menggunakan hisab sering terjadi meleset," tambahnya.

Kiai Nasihin menceritakan bahwa dalam berpusa Rasulullah selalu melakukan rukyah. "Hasilnya selama 11 tahun berpuasa Ramadhan, Rasulullah melakukan 7 kali puasa dengan hitungan 29 hari dan 4 kali puasa dengan hitungan 30 hari. Tidak ada puasa Ramadhan sebanyak 28 atau 31 hari," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut juga Ia menjelaskan berbagai macam hukum terkait Fiqh Puasa sebagai modal ilmu dalam melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Apa itu puasa, apa saja yang membatalkannya, siapa yang wajib melakukannya, kapan dimulainya dijelaskan dengan rinci dengan referensi berbagai macam kitab oleh alumni Pesantren Leler Banyumas ini.

"Setiap orang beramal tidak didasari oleh ilmu, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT," pungkasnya mengutip sebuah maqolah ulama.

Ia memotivasi para jamaah untuk terus memperdalam ilmu dalam melakukan segala bentuk amal ibadah. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tak kurang dari seribu orang memadati posko pengobatan gratis yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Kamis, (13/9).  Pengobatan gratis ini merupakan hasil kerjasama antara LKNU (Lembaga Kesehatan NU), dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa Ciayumajakuning Indonesia (KTCI).  

Panitia Ahmad Nahdi mengatakan bahwa acara pengobatan gratis merupakan bagian dari rangkaian Munas Alim Ulama Konbes NU yang akan dibuka besok. “Dan ini sekaligus sebagai sumbangsih NU dan berbagai komunitas yang merasa peduli terhadap kesehatan masyarakat,”  ujar Nahdi.

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Sebelumnya, acara yang sama juga digelar di empat pondok pesantren di wilayah III Cirebon, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Pondok Pesantren Jatibarang Indramayu, Pondok Pesantren Buntet Cirebon, serta pondok pesantren Jagasatru Kota Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jika dikalkulasikan selama rangkaian pengobatan gratis ini digelar, pengobatan gratis yang digelar dalam rangka menyambut munas alim ulama dan konbes NU ini melibatkan sekitar tiga ribu peserta. Pembagiannya sesuai dengan pendaftaran yang diperoleh masing-masing titik tempat pelaksanannya,” jelas dr. Sutara, Ketua Panitia Lokal Bidang Kesehatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam proses pelaksanaannya, pengobatan gratis ini juga melakukan jejaring dengan berbagai rumah sakit rujukan, seperti RS. Sumber Waras Ciwaringin Cirebon dan RSUD Arjawinangun Cirebon untuk menghadapi kemungkinan terdapatnya peserta yang memiliki penanganan kesehatan yang lebih serius.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Sobih Adnan



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, AlaNu, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Timur berupa mobil operasional (patroli). Mobil tersebut diberikan oleh pemprov Jatim kepada Ansor Sidoarjo sekitar akhir Desember 2014 lalu.

Mobil ini rencananya akan digunakan untuk bersilaturahmi ke pengurus Ansor yang berada ditingkat Kecamatan se-Sidoarjo. Selain itu akan digunakan PC GP Ansor beserta Banser untuk membantu Kepolisian dan Satpol PP Sidoarjo dalam berpatroli memberantas tindak kriminal yang ada di Sidoarjo.

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sidoarjo Dapat Bantuan Mobil Patroli

"Dengan adanya bantuan mobil ini, kami ingin menggunakannya untuk operasional kegiatan NU ke bawah. Selain itu untuk berpatroli membantu aparat dalam memerangi tindak kriminal terutama begal yang sedang marak saat ini. Ansor, Banser dan bantuan dari masyarakat Sidoarjo siap membantu aparat demi terciptanya Sidoarjo yang aman dan kondusif," kata PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono, Sabtu (7/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono juga mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada pemprov Jatim yang telah memberikan bantuan mobil. Dengan adanya bantuan mobil tersebut, Slamet berharap supaya Pengurus Cabang Gerakan Ansor Sidoarjo bisa pro aktif ke bawah. Selain itu, Banser lebih peka lagi terhadap keamanan di Sidoarjo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam melakukan patroli, PC GP Ansor Sidoarjo akan berkordinasi dengan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor ditingkat kecamatan. Tidak hanya itu saja, Ansor bersama Banser juga akan menjalin koordinasi dengan aparat Kepolisian Sidoarjo jika ada tindak kriminal atau sesuatu yang mencurigakan supaya cepat dapat dicegah. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Pertandingan, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah