Jumat, 15 Desember 2017

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Yogyakarta mengajak masyarakat setempat melakukan aksi donor darah dan tes infeksi virus human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).

Kegiatan sosial ini dilaksanakan Sabtu (30/11) bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember kemarin.

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah

Aksi donor darah dipusatkan  di Jalan Gedong Kuning, Kota Yogyakarta, tepatnya di kompleks Masjid Al-Huda. Panitia berhasil mengumpulkan sedikitnya 10 kantong darah dari pendonor. Selanjutnya, darah akan dikirim ke Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta untuk disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia Afif Rizqon Haqqi, aksi ini merupakan wujud kepedulian  PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta kepada masyarakat, khususnya di kalangan pelajar Kota Yogyakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita bisa secara implisit mensosialisasikan tentang bahaya dan cara penanggulangan HIV/AIDS,” ujarnya.

Sesuai dengan tema “Jogjaku Kota Budaya: Terbebas dari HIV/AIDS”, malam harinya aksi ini ditutup pagelaran wayang kulit Ki Eko Suryo, Kepala Pariwisata dan Budaya Kota Yogyakarta. (Ayik-lq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Kapolri Tito Karnavian bersama jajarannya melakukan kunjungan ke PBNU pada Kamis (18/8). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Dalam pertemuan yang berlangsung di lt 3 gedung PBNU ini, baik Tito maupun Kiai Said membicarakan berbagai persoalan kebangsaan, seperti terorisme dan radikalisme, narkotika, dan lain sebagainya.

Kiai Said menyampaikan persoalan adanya gerakan antinasionalisme Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sampai sekarang masih bergerak dengan bebas. Gerakan tersebut saat ini masih kecil dan lemah, tetapi jika tidak diantisipasi lebih dini bisa mengancam keutuhan bangsa.

Mengenai Front Pembela Islam (FPI), Kiai Said menyampaikan bahwa gerakan ini bukan gerakan Wahabi atau ingin mendirikan negara Islam, tetapi misinya ingin menegakkan amar makruf nahi mungkar. Sayangnya apa yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan aparat keamanan.



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jadinya malah merusak citra Islam yang damai," paparnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut Tito meminta pandangan PBNU tentang Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) yang baru-baru ini bertemu dengannya. Ia meminta penjelasan tentang kasus antara Banser dan MTA baru-baru ini di Boyolali.

Kiai Said menjelaskan, ajaran MTA banyak yang membidah-bidahkan amaliah NU, salah satunya mengharamkan tahlil. "Berbeda itu biasa, tetapi kalau sampai menyalah-nyalahkan amaliah orang lain, itu yang tidak benar," paparnya.

Robikin MH, salah satu ketua PBNU memberikan penjelasan tambahan mengenai kasus di Boyolali. Kelompok MTA sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak membikin provokasi di lingkungan warga NU, tetapi mereka tetap memaksa. Yang dilakukan Banser hanya upaya penghadangan saja, sampai akhirnya terjadi bentrokan kecil.?

Kiai Said menekankan, NU dari dulu sudah terlibat dalam banyak program pembangunan pemerintah. Tanpa diminta, para kiai NU sudah membimbing masyarakat. Ia mencontohkan kesuksesan program KB salah satunya berkat dukungan para kiai NU yang menjelaskan bahwa mengatur kelahiran tidak haram dalam Islam.

Kepada Tito, Kiai Said juga siap membantu program pemerintah seperti pentingnya membangun kesadaran hukum dengan melibatkan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa. NU saat ini juga sedang membikin buku Fikih Bela Negara. MoU kerjasama tersebut akan dibuat dalam waktu dekat seusai pertemuan ini. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016

Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan sejak tahun 2008 telah melakukan inventarisasi dan digitalisasi sejumlah naskah-naskah klasik keagamaan dari seluruh wilayah Indonesia dan saat ini telah terkumpul sejumlah ribuan foto digital dari naskah-naskah tersebut. 

Salah satu program tahun 2016 adalah meneruskan penyusunan thesaurus naskah klasik keagamaan Nusantara koleksi Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan. 

Hal itu dilatari dengan melimpahnya keberadaan katalog-katalog naskah Nusantara, namun sulit untuk diakses oleh peneliti, dan belum adanya database terkemuka yang menghimpun data-data riset tentang pernaskahan Islam Nusantara, sementara riset-riset sudah mulai melimpah, seringkali ketiadaan database yang mudah diakses itu dapat menyebabkan terjadinya kasus-kasus pengulangan penelitian pernaskahan Islam Nusantara dalam tema dan objek kajian yang sama.

Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Database Thesaurus Manuskrip Keagamaan Nusantara Tahun 2016

Pangkalan data melalui Thesaurus Manuskrip Keagamaan Koleksi Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan dan Balai Litbang Agama, secara komprehensif memuat informasi dari berbagai aspek tentang suatu manuskrip. Kegiatan penyusunan Thesaurus Manuskrip Keagamaan ini dilaksanakan dalam bentuk kerjasama oleh tim dan PPIM--UIN Jakarta dan tim Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan. Sebelum kegiatan dimulai, tim panitia dibentuk terlebih dahulu dengan dikeluarkan Surat Keputusan dari Kepala Pusat Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. 

Penyusunan database dalam bentuk thesaurus online manfaatnya sangat dirasakan oleh berbagai pihak di mana saja, karena tidak dibatasi waktu dan tempat. Pada saat ini data yang sudah tersimpan di data online sebanyak 3430 data (judul teks) dengan merincikan tempat penyimpanan dan penelitian yang pernah dilakukan. Pangkalan data yang disediakan ini menginformasikan data lengkap terkait manuskrip Islam Nusantara yang bertebaran di Indonesia di berbagai lembaga dan koleksi pribadi. Pekerjaan ini telah dilakukan sejak tahun 2010, dan sudah diluncurkan portal thesaurus ini pada tahun 2012.  

Total data yang diperoleh adalah 511 data. Waktu penelitian Juli-November 2016 dengan bentuk kegiatan pembacaan cermat terhadap hasil-hasil riset tentang pernaskahan Islam atau keagamaan  Nusantara, menginput entri baru dalam laman thesaurus, dan mengupdate entri lama dengan temuan-temuan riset terbaru. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sumber data: skripsi, tesis, disertasi, artikel jurnal, buku, laporan penelitian, dan hasil penelitian terhadap naskah Mindanao. Area penelitian: Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Balai Litbang Agama Jakarta dan Semarang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, dan Perguruan Tinggi di Sumatera Barat.

Selain laporan hasil penelitian di lapangan, ada beberapa hal yang perlu ditambahkan, terkait dengan penyempurnaan Program ini, yaitu:  perlu disusun sebuah daftar referensi apa saja yang sudah diinput dalam database TISIS, sehingga di masa depan, referensi tersebut tidak perlu dibaca lagi oleh peneliti berikutnya; database TISIS perlu dilengkapi dengan informasi penerbitan kitab-kitab cetak yang berbasis pada manuskrip; perlu dijajaki kemungkinan menggunakan Open Source untuk penyempurnaan sistem yang digunakan oleh TISIS. Jika tidak memungkinkan, maka perlu direncanakan pembuatan sistem databasenya oleh kaum professional. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengingat manfaat yang digunakan pihak akademis baik nasional atau internasional, kegiatan penyusunan data base ini perlu dilakukan secara kontinyu dan diperluas wilayah. Selain itu, potensi kajian manuskrip ini sangat luas dan banyak dan tidak hanya terbatas di Indonesia saja, maka perlu dilakukan kajian di wilayah Nusantara juga yang mencakup wilayah Asia Tenggara. (Kendi Setiawan/Muchlishon)

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Shalihun, ? pengurus NU Ranting Sidodadi sekaligus PAC GP Ansor Tempurejo, Jember, wafat saat melakukan ? atraksi obor di alun-alun Ambulu, Senin (30/7) malam. Menurut Wakil Ketua PCNU Jember, HM. Misbahus Salam, yang juga hadir di acara tersebut, Shalihun tiba-tiba muntah-muntah dan ? kemudian jatuh terkulai.?

“Ia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong juga,” ujar Misbahus Salam.

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Jember Wafat saat Atraksi Obor Sambut Pelantikan

Atraksi obor itu sendiri adalah rangkaian dari pra acara pelantikan MWCNU dan PAC GP Ansor Ambulu. Namun sebelum pelantikan itu dimulai, salah satu pengisi acaranya ? wafat. Berita wafatnya Shalihun pun segera menyebar ke telinga pengurus NU dan viral.?

"Semoga husnul khotimah dan ? kelak berkumpul dengan pendiri NU," tulis Katib Syuriyah PCNU Jember, MN. Harisudin dalam keterangan singkatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain atraksi obor, praacara lainnya adalah parade drumband dan gandrung shalawatan, yakni pembacaan shalawat nabi yang diiringi ? dengan musik hadrah dipadu dengan bunyi-bunyi musik tradisional gandrung.

Pelantikan itu sendiri tetap berlangsung khidmat. HM. Misbahus Salam yang mewakili PCNU Jember berharap agar pengurus MWCNU dan PAC GP Ansor dapat memaksimalkan perannya dalam pelayanan, pendampingan dan pemberdayaan umat.?

Apapun bentuknya, katanya, NU harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, tentu saja menyebarkan Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah. Sekarang gerakan radikal sudah marak, dampingi masyarakat, beri penjelasan apa dan bagaimana ? radikalisme itu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Supaya masyarakat tidak mudah terjebak propaganda mereka," urainya saat memberikan sambutan sebelum melakukan pelantikan. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Nahdlatul, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah digelar beberapa waktu lalu dengan rangkaian penilaian oleh beberapa Tim Penilai, Pelaksanaan Lomba Ranting NU dan MWCNU di Kabupaten Pringsewu telah selesai dilaksanakan dan siap diumumkan hasilnya. Pengumuman Lomba yang di ikuti oleh 9 MWC NU dan 131 Ranting NU yang ada di Kabupaten Pringsewu tersebut akan diumumkan pada 19 Januari 2017 mendatang.

"Pengumuman akan kita dibarengkan dengan Kegiatan Awal Rangkaian Peringatan Hari Lahir Jamiyyah NU ke 91 tahun 2017 tingkat Kabupaten Pringsewu," Demikian kata Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrahim disela rapat persiapan kegiatan tersebut di Gedung NU, Jumat (6/1).

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Tingkatkan Motivasi Pengurus Melalui Lomba

Mas Taufik, sapaaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan lomba tersebut, kesemangatan para pengurus dalam berkiprah memperbaiki organisasi disetiap tingkatannya semakin meningkat. "Seluruh tingkatan kepengurusan saat ini sudah tertata rapi khususnya bagian administrasinya. Koordinasi antar penguruspun semakin intens dilakukan," jelasnya.

Hal ini menurutnya sesuai dengan harapan awal dicetuskannya kegiatan lomba tersebut. Diharapkan melalui lomba tersebut para pengurus lebih termotivasi untuk berkhidmah untuk umat melalui Jamiyyah NU yang kuat.

"Sekarang ini kita solid satu barisan untuk lebih mensyiarkan NU di Kabupaten Pringsewu. Alhamdulillah seluruh tingkatan NU, Banom, Lembaga sudah komit untuk mewujudkan Jamaah dan Jamiyyah yang kuat," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada pengumuman hasil lomba nanti, para pemenang akan mendapatkan berbagai macam hadiah yang sudah disiapkan oleh Panitia. "Pemenang terdiri dari 3 Juara dari dari tingkat MWC dan 3 Juara Ranting dari masing-masing MWC," jelasnya. Acara pengumuman nanti akan dihadiri oleh seluruh Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting, Badan Otonom dan lembaga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada acara pengumuman tersebut juga akan dilaksanakan dialog amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah serta penguatan organisasi oleh seorang Ulama NU nasional yaitu KH. Marzuki Mustamar. "Beliau adalah ulama yang terkenal dengan kitabnya Al Muqtatofat Li Ahlil Bidayat yang sangat penting dipelajari dan dipahami oleh warga NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Rochmad Romdoni mengungkapkan rasa syukur karena izin program studi S1 Pendidikan Kedokteran untuk Unusa sudah turun.

“Prodi Pendidikan kedokteran melengkapi Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, selain dua prodi yang sudah turun izinnya, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan,” katanya, Selasa (22/7).

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Sudah Turun

?

Menurutnya, setelah dilakukan analisis dan visitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan Dikti terhadap FK Unusa, Fakultas Kedokteran UNUSA sudah layak menerima mahasiswa karena persyaratan sudah terpenuhi. Kemudian dilanjutkan dengan turunya ijin operasional dari Ditjen Dikti bertepatan bulan Ramadhan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Unusa sangat berterimakasih dengan KKI , Ditjen Dikti Kemendikbud karena mempercayai Unusa membuka pendidikan kedokteran, meski diberi kuota mahasiswa Kedokteran sebanyak 50 mahasiswa, untuk melayani puluhan ribu pesantren-nya, hal ini merupakan langkah maju buat perkembangan pesantren” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya sangat mendukung langkah KKI dan Dikti itu untuk membatasi kuota kedokteran setiap Universtas karena profesionalitas seorang dokter itu penting,” jelasnya. Menurutnya, profesionalisme tersebut menyangkut nyawa seseorang.

Tahun ajaran 2014-2015 Unusa menerima kuota mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan pertama sebanyak 50 mahasiswa baru,” katanya. Fasilitas dua rumah sakit yang dimiliki UNUSA RSI Jemursari dan RSI A Yani, dosen berpengalan, kampus dan kelas modern serta dukungan IT yang memadahi diharapkan mendukung proses belajar mengajar FK.

Tahun ini bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan dokter di UNUSA sengaja dibatasi kuotanya agar dijamin kualitas lulusannya. Yang terpenting pendidikan dokter UNUSA sangat jelas arahnya karena akan mendukung program kesehatan yang berada di pondok pesantren wilayah Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya seperti POSKESTREN (Pos Kesehatan Pesantren) sehingga kualitas kesehatan para santri menjadi lebih baik lagi.

Hingga kini, Unusa memiliki 15 prodi pada lima fakultas yakni S1 Keperawatan, S1 Gizi, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Ners (Fakultas Ilmu Kesehatan); S1 Pendidikan dokter (terbaru), S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan (Fakultas Kedokteran); S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik Elektro (Fakultas Teknik); S1 Manajemen dan S1 Akuntansi (Fakultas Ekonomi); dan S1 PGSD, S1 PG PAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris (FKIP).

“Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, FKIP (Keguruan), dan Teknik akan melakukan perkuliahan di Kampus A Jalan SMEA, Wonokromo, sedangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Kedokteran akan melakukan perkuliahan di Kampus B di belakang RSI Jemursari,” katanya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, PonPes, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang bagus dan melahirkan banyak kelas menengah baru, tetapi sebenarnya siapa yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat Indonesia, sedangkan sebagian besar, tetap terpuruk dalam kemiskinan yang akut. 

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Inginkan Kebijakan Ekonomi yang Utamakan Pemerataan

“Jadi siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini, saya pulang ke kampung saya, orang-orang desa tetap saja miskin dari dulu,” katanya, dalam workshop Ekonomi Konstitusi yang digagas PBNU dalam rangka pra munas, di gedung PBNU, Rabu (14/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kekayaan alam, yang seharusnya bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini toh, hanya dikuasai oleh sekelompok orang berkuasa yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Akibat kesalahan kebijakan ini, kelompok masyarakat yang kaya semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin tetap miskin atau makin miskin, padahal agama memerintahkan agar kekayaan tidak dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita menginginkan banyak warga NU yang menjadi bagian dari kelas menengah,” tandasnya.

Kwik Kien Gie, mantan menko ekonomi era presiden Gus Dur yang menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara panjang lebar akar permasalahan ekonomi dari sisi filosofis, mulai dari munculnya ideologi kapitalisme pasar bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith bahwa ekonomi akan berjalan dengan baik jika peran negara dalam bidang tersebut diminimalkan.

Sayangnya, apa yang disampaikan Adam Smith tersebut tidak sebagus apa yang dibayangkan, terjadi monopoli dan eksploitasi buruh sehingga muncul pemikiran antithesa yang ekstrim dari Karl Mark bahwa seharusnya seluruh kegiatan ekonomi dikuasai oleh negara. 

Pada akhirnya, negara-negara Eropa menyadari bahaya dari kapitalisme pasar bebas, dengan tetap menghargai inovasi dan kreatifitas masyarakat, tetapi di sisi lain, negara juga melindungi masyarakat dengan membuat kebijakan untuk kepentingan publik, seperti pengenaan pajak keuntungan yang tinggi bagi perusahaan sehingga bisa didistribusikan kepada kelompok yang tidak mampu seperti jaminan pansiun, jaminan kesehatan atau jaminan pengangguran. Konsep seperti ini mereka sebut sebagai sistem ekonomi kesejahteraan atau walfare state.

Para founding father Indonesia, menurut Kwik, telah menggariskan sistem ekonomi yang didasarkan atas kerjasama dan hasinya juga dinikmati bersama-sama. Tetapi sayangnya, korporasi asing, dengan segala cara, berusaha “merampok” kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

“Sebagai organisasi besar, NU dalam hal ini bisa ikut berperan, suaranya bisa didengar,” tandasnya.

Selain berbicara soal konsep-konsep ekonomi, Kwik juga bercerita tentang dinamika pertarungan konsep ekonomi dalam pemerintah Gus Dur dan tekanan-tekanan yang dihadapi, termasuk bagaimana Gus Dur mensiasati IMF yang menuntut bea masuk nol persen untuk beras dan gula guna menjaga stabilitas sosial di Indonesia sampai akhirnya bisa dikenakan bea 600 rupiah per kg. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Amalan, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah